
hari yang di tunggu Brian dan Amanda telah tiba sejak siang seluruh keluarga mereka sudah berada di hotel
tapi hanya keluarga inti saja, tidak ada kolega bisnis ataupun yang lainnya
kini semuanya sudah siap, Amanda juga sudah selesai di rias oleh pihak salon
kini dia sedang duduk di meja rias sambil melihat dirinya dari pantulan cermin
" kamu cantik sekali nak " ucap Nabilla sambil memeluk Amanda
" bunda juga cantik, makanya Amanda juga cantik seperti bunda " ucap Amanda tersenyum
" apa kamu sudah siap " Amanda mengaguk
" sudah Bun " ucap Amanda tersenyum
" iya sudah bunda tinggal iya mau lihat dulu ke bawah " Amanda mengaguk
Nabilla meninggalkan anaknya sendirian di kamar
sedangkan di kamar lainnya lebih tepatnya suitroom Raymond masih memakai pakaian santai nya
bahkan dia hanya melihat sekilas saat Reza membawa pakaian yang harus dia kenakan
" apa yang dia lakukan " tanya Raymond sambil memejamkan matanya
" nona Adara sejak tadi dalam kamar, bahkan sejak semalam dia belum ke luar ,dan dia ke luar malam ini hanya makan setelah itu kembali ke kamar " Raymond menarik napasnya kasar
" jam berapa selesai acaranya "
" jam 10 "
" percepat acaranya ,setelah itu kita ke apartemen "
" iya kak, silahkan pakai dulu bajunya Daddy sudah menunggu di bawah 15 menit lagi acara nya di mulai " jawab Reza
Raymond berdiri tanpa berkata lagi ,lalu mengambil pakaian nya
tanpa merasa risih atau malu dia dengan santainya membuka pakaiannya hingga hanya tersisa dalamnya saja
untung saja Reza sudah terbiasa dengan itu karena ini bukan hal yang baru untuknya
" apa keamanan nya aman " tanya Raymond sambil merapikan kemejanya
" semuanya aman kak " Raymond mengaguk saja
setelah menunggu 5 menit kini mereka ke luar bersamaan menuju bathroom hotel
di mana di sana semua keluarga sudah berkumpul tinggal menunggu Raymond setelah itu baru Amanda di minta ke luar
bahkan dalam lift pun Raymond tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun hingga akhirnya mereka sampai di bathroom hotel
Raymond dan Reza ke luar dari lift mendekati para orang tua dan di sana juga ada Davin yang kini akan menjadi calon mertuanya
karena mereka belum menikah iya gays !!!!!
" gimana Ray sudah siap " Raymond hanya mengaguk
" Daddy panggil dulu mommy untuk memanggil Amanda " ujar Henry
" biar saya saja hen " sanggah Davin , Henry pun mengaguk setuju
setelah itu semua duduk di tempat masing² Raymond duduk di depan bersama Henry dan Elvi
sedangkan yang lainnya duduk di belakang
setelah menunggu beberapa menit kini Amanda datang bersama kedua orang tuanya
" Bun, apa Amanda sudah rapi " tanya Amanda lirih
" kamu sangat cantik sayang " ucap Davin yang mendengar perkataan Amanda
" ayah " rengek manja Amanda sedangkan Nabilla hanya tersenyum
hingga sampai di tempat duduknya amanda tidak berani mengangkat wajahnya
sedangkan di belakang mereka ada sang Kaka alister orang tua Davin dan Nabilla serta keluarga yang lainnya
" angkat wajahmu apa kau tidak ingin menatap calon tunangan mu " bisik Davin
" bunda ,ayah gangguin " aduh nya pada Nabilla
" mas " ucap Nabilla kesal karena suaminya itu sejak tadi selalu mengganggu Amanda ,Davin hanya tersenyum saja
setelah semuanya duduk dengan nyaman , Alan yang di tunjuk untuk memulai acara pada malam ini mulai membuka acara tersenyum
dengan santinya Alan membuka acara tersebut
di awali dari sambutan pihak keluarga Henry yang di wakilkan oleh Jose lalu setelah itu dari pihak Amanda yang di wakilkan oleh sang kakek ayah dari Davin
acara demi acara telah berlangsung hingga tiba acara inti yang sudah di tunggu²
" karena yang akan menjalani hubungan ini Raymond,maka saya persilahkan kepada Raymond untuk menyampaikan secara langsung maksud dari acara malam ini " ucap alan sambil melirik hangat pada Raymond
deg...
Amanda menggegam tangan Davin dan Nabilla saat acara inti telah tiba
di mana Raymond akan meminta langsung pada ke dua orang tuanya untuk meminta secara resmi
sekalipun dia tahu bahwa pertunangan ini hanya dia yang menginginkan nya tapi tidak dengan Raymond
" jangan tegang setelah ini kamu harus siap " Amanda mengaguk saja
hebm
Raymond memulai dengan berdehem agar lebih rileks
" kamu bukan orang lain begitu pun juga saya,bahkan keluarga kita sudah saling mengenal sebelum kita ada, jadi saya tidak akan bicara panjang lebar ,di depan keluargamu saya memintamu dengan tulus, saya Raymond Alexander Mateo bermaksud untuk meminang mu,terlepas dari semua nya " ucap Raymond lantang
Henry,Jose dan jeje hanya menggeleng dengan ucapan Raymond sedangkan Davin hanya berdecak saja
" bagaimana Amanda " tanya Alan tersenyum kuda karena merasa lucu karena ulah Raymond
" aku tertarik dengan Kaka sejak aku duduk di bangku SMA dan sejak itu aku meyakinkan diri bahwa aku akan mendapatkan Kaka,dan malam ini Kaka meminta ku secara langsung pada keluarga terlepas dari apa pun tapi Amanda akan berusaha dan saat ini akan memulainya ,dan Amanda menerima lamaran Kaka " ucap amanda Menato Raymond
semua orang bernapas lega setelah mendengar jawaban Amanda
kini acara puncak di mana Raymond akan memasang kan Cincin pertunangan mereka begitu juga sebaliknya
Queen yang bertugas membawa cincin itu pin berdiri di samping sang Kaka lalu mendekat ke arah Amanda yang masih berdiri
Queen membuka mendekatkan cincin itu pada Raymond untuk mengambil dan memasang kan di jari manis Amanda
Raymond mengambil salah satu dari cincin itu lalu di pasang kan pada jari manis Amanda
" makasih Kaka " Raymond hanya mengangguk
setelah itu kini giliran Amanda yang memasang Cincin itu di jari manis Raymond
" Kaka " Raymond memberikan tangannya kiri nya pada Amanda
lalu Amanda memasangkan cincin pertunangan mereka dengan lembut
setelah selesai dengan semua rangkaian acara kini kedua keluarga itu melanjutkan dengan acara makan malam sekalipun ini sudah memasuki jam 09.23
" selamat datang di keluarga kami dek " ucap Queen sambil memeluk Amanda
" makasih Kaka Queen " ucap Amada membalas pelukan Queen
" semoga berhasil dek " ucap Ela lalu menggeser tubuh Queen dan memeluk Amanda
"Ela " Ela hanya tersenyum kuda , sedang kan Queen hanya berdecak saja
" selamat amanda ,sering² ke rumah iya Kami menunggumu tapi di saat kami tidak sibuk " ucap syahzani
" terimakasih semuanya , Amanda akan usahakan sering ke sana jika tidak sibuk " ucap Amanda tersenyum
" sayang layani Ray " Amanda mengaguk
karena mereka saat ini sedang di meja makan
" Kaka mau makan apa " tanya Amanda saat sudah di samping Raymond
sedangkan yang lainnya sudah kembali di tempat masing² setelah memberikan selamat pada Amanda
" steak dan kentang goreng " ucap Raymond
" yang lainnya " Raymond menggeleng
setelah itu Amanda memberikan piring makannya untuk Raymond
" makasih " Amanda tersenyum
" iya kak " jawab Amanda
" anakmu kaku sekali " bisik Jose ,Henry hanya mengangguk
" bahkan aku tidak sekaku itu " ucap Henry
kini mereka makan dengan di selingi canda dan tawa, tapi Raymond hanya menampakan wajah datarnya
Reza yang memperhatikan sejak tadi merasa bingung harus berbuat apa karena ini sudah jam 10 malam
" Ray duluan ke kamar dad " ucap Raymond berdiri
" ajak Amanda keliling dulu son " Raymond menatap Henry
" jangan memaksa ku " ucap Raymond
" baik lah, istirahat lah " ucap Henry mengalah
" kamu mau kemana " tanya Jose saat melihat anaknya ikut berdiri
" ikut kaka " ucap Reza yang menunjuk Raymond yang sudah duluan
" kerja lagi " Reza mengaguk lemah
" tidak anak tidak orang tuanya selaku saja memberikan pekerjaan di jam yang tidak tepat " cibir Jose menatap Henry
" Reza pamit,nanti weekend Reza pulang ke rumah " ucap Reza sambil menatap Aqila
" Kaka selalu saja bicara seperti itu tapi ujung² nya alasan nya kerjaan" Reza menatap adiknya dengan sengit
" urus saja perusahaan mu jika tidak ingin Kaka ambil ahli ingat itu perusahaan Kaka " ucap Reza ketus ,lalu mencium pipi Aqila
" hei anak kurang ajar ,siapa yang menyuruhmu mencium istriku " bentak Jose berdiri dan mendorong Reza
" istri mu,mamaku pa, please jangan seperti Daddy bahkan kami ke luar dari area bawah " ucap Reza vulgar dan pergi begitu saja
" yaaakkkkkk ...
Aqila menutup mulut Jose
" ingat di sini bukan hanya kita " ucap Aqila sebelum melepaskan tangannya
" awas saja anak itu berani sekali dia berbicara seperti itu " ucap Jose kesal
" aku merasa seperti hidup di alam lain " ucap alister
" iya bahkan mereka tidak jauh berbeda dengan ayah ku " timpal syahzani
" hebm begitu juga papi ku " ucap Ela
" apa mereka dulu hidup di club malam " celetuk Xavier
" apa zaman dulu ada club " tanya rif'at
" maybe " ucap mereka serempak
sedangkan keluarga Davin hanya tertawa kecil begitu juga para istri mereka
setelah berbincang cukup lama kini mereka kembali ke kamar mereka masing ² sebelum besok kembali ke rumah mereka masing ²