ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Ella yang manja



Pernikahan yang akan mereka adakan semakin dekat terhitung dari hari ini tinggal dua hari lagi .


Dan baby El sudah kembali ceria dan bahagia setiap paginya akan di hiasi dengan tangisan nya jika tidak segera di gendong Daddy nya .


Raymond masuk dalam kamar Twins dengan pakaian rapinya setelah di bantu Adara ,dan istri nya sedang mandi .


" Hei kau menangis lagi " Keluh Raymond lalu mengambil baby El dari gendongan Nany nya .


"Lihat lah ,kakakmu sangat anteng bahkan dia menangis saat risih saja jika popoknya penuh dan lapar " Ujar Raymond mencium pipi baby El.


" Bawa di ke kamar " Ujar Raymond pada Nany .


" Baik tuan " Jawab Nany lalu membawa baby Ed ke kamar nya sambil menunggu Adara .


" Turunlah sarapan " Ujar Raymond setelah baby Ed sudah di baringkan di atas tempat tidur .


" Iya tuan ,permisi " Ucap Nany lalu meninggalkan mereka .


" Pagi jagoan !! Gimana apa tidurmu nyenyak hm " Raymond langsung mencium kening baby Ed yang hanya memasang wajah datarnya tanpa ekspresi sedikit pun .


Setelah menunggu beberapa saat Adara ke luar sudah rapi lalu mendekat ke arah suami dan anak²nya .


" Kiss " Adara langsung mencium bibir suaminya setelah itu mencium ke dua anaknya .


" Ayo kita turun ke bawah " Adara langsung menggendong baby Ed .


" Kapan kita bisa liburan " Tanya Raymond setelah ke luar dari kamar mereka .


" Apa hanya kita berdua " Raymond mengaguk " Twins " Raymond menggeleng .


" Kalau begitu nanti saja ,aku tidak mau mereka minum sufor " Ucap Raymond .


" Baiklah ,katakan saja kapan kamu ingin pergi tapi harus dari jauh² hari karena harus sesuai dengan jadwal di kantor " Ujar Raymond .


" baiklah " Ujar Adara .


" Selamat pagi Opa ,Oma ,eyang " Sapa Raymond saat sudah di dekat meja makan .


Adara langsung membawa baby Ed ke arah Henry karena itu lah kebiasaan nya .


" pagi Cucu Oma yang cantik dan ganteng " Jawab Elvi .


" Pagi juga kesayangan Eyang " Jawab Daddy Radit .


Adara langsung menyiapkan sarapan suaminya seperti biasa dia akan menyuapi nya karena Raymond sibuk bermain dengan baby El .


" Orang tua mu sudah datang " Tanya Henry dingin .


" Sudah Dad ,tapi kata Abang biarkan saja " Henry mengaguk mungkin mereka ingin memberikan kejutan pada Adara .


"Siapkan dirimu mungkin nanti Daniel memintamu ke perusahaan " Ujar Raymond .


" Apa twins di bawa " Tanya Queen .


" Nanti kita lihat dulu " Ujar Raymond .


" Bawa saja ,di pernikahan mereka Opa akan memperlihatkan wajah Baby Ed dan baby El tapi tidak untuk di media hanya tamu undangan " Ujar Daddy Radit .


" Nanti aku temani saat ke perusahaan " Adara mengaguk saja sekalipun dia sendiri sebenarnya malas ke perusahaan .


Menjadi istri Raymond saja kadang dia risih karena harus berhadapan dengan banyak orang lalu ini apa lagi ???


Tapi dia harus terima bukan !! Demi kebahagian semuanya .


" Maaf hari ini Daddy tidak bisa temani kalian berjemur ,karena Daddy ada kerjaan " Ujar Raymond setelah selesai sarapan nya .


" Aku pergi dulu " Adara menggaguk " Hati² " Jawab Adara .


Raymond mencium kening Adara ,Elvi , mommy Ellena lalu terakhir Raine .


" Kaka " Reza membalikkan badannya " Apa " Jawabnya ketus .


" Mau seperti itu " tunjuk Raine pada Raymond dan Adara .


" Sama tembok " Raine mendengus kesal sambil menatap punggung Reza yang sudah menjauh, sedang kan yang lainnya berusaha untuk tidak tersenyum .


" Dear aku keperusahan dulu " Pamit Radhi .


" Iya hati² " Radhi langsung mencium bibir Vania lalu menjulurkan lidah nya ke arah Raine .


" kasian " Cibir Radhi lalu mencium Elvi dan mommy Ellena .


" RADHI JELEK " Teriak Raine kesal .


" Hm Daddy sama mommy .."


" Nanti aku jemput lalu kita ke bandara " Vania mengagukan kepalanya .


" makasih " Radhi hanya tersenyum sambil mengacak rambut Vania .


" Menyebalkan " Cibir Raine saat Radhi mencium keningnya ,lalu dia pun melakukan hal yang sama mencium Elvi dan mommy Ellena lalu beralih ke arah Daddy Radit dan Henry .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah kepergian semua orang yang bekerja, tiba² ada penjaga yang datang memberitahu mereka jika ada tamu .


Sedangkan mereka sedang duduk di belakang sambil menjemur Twins .


Tidak berselang lama orang yang di tunggu sudah di belakang mereka .


" Selamat pagi " Adara langsung tersenyum tapi sedetik kemudian dia merubah wajah nya .


" Kapan kalian datang " Acting mommy Ellena .


" Dua hari yang lalu " jawab Adit lalu menatap Adara yang hanya diam saja .


" Kalian datang dua hari yang lalu ,tapi baru ke sini " Tanya Daddy Radit .


" Maaf ,kami harus mengurus beberapa sehingga kami baru sempat ke sini " Ujar Adit merasa bersalah .


" Nak " Adara menatap ke dua orang tuanya lalu kembali menatap anak² nya .


" Apa mereka cucu kami " Adara mengaguk sebagai jawaban nya .


" Boleh kami gendong " Adara kembali mengaguk dan itu membuat Adit dan Marni hanya bisa menghela napas panjang karena memang ini kesalahan mereka.


Apa lagi semenjak di luar negeri mereka hanya sesekali menghubungi Adara .


" Maaf, Papa dan Mama harus menyelesaikan semuanya dulu maaf jika itu membuat mu kecewa " Adara mendengus kesal .


" Apa Adara tidak begitu berarti " mereka langsung menggeleng cepat " Kamu sangat berarti makanya Papa mengurus semuanya agar kita bisa tinggal sama² lagi di sini " Ujar Adit cepat .


" Maaf jika kamu melewati nya sendiri dan hanya di temani kakakmu maaf " Ujar Marni menangis .


Karena Daniel sudah menceritakan semuanya apa yang di lewati Adara saat melahirkan cucu nya .


Adara kaget saat melihat Mama nya menangis lalu dia memeluk Mama .


" Kenapa menangis ,Abang sudah memberitahuku jika Papa sama Mama sendang sibuk dan mengurus sesuatu " Ujar Adara mengakhiri drama nya .


" Maaf " Adara mengaguk sambil mengelus punggung Mama nya .


" Maaf sayang " Adara tersenyum lembut pada Papa nya .


" Apa mereka sedang berjemur " Adara mengaguk " Kata Daniel Ella sakit " Tanya Adit .


" Iya tapi sudah sembuh " Jawab Adara lalu mengangkat baby Ed dari stroller nya .


" Sapa kakek sama nenek sayang " Ujar Adara .


" Selamat pagi kakek nenek , aku Edward Dara Alexander Mateo adikku namanya Ella Dara Siagian Mateo " Adit dan Marni tersenyum ternyata menantu nya tidak melupakan nama keluarga istri nya .


" Nama yang bagus " Jawab Adit tersenyum .


" Ah iya kakek bawa hadiah untuk kalian tapi sebentar lagi iya " Ujar Adit tersenyum .


" terimakasih kakek " Jawab Adara .


" Mandikan mereka "Ucap Henry menatap Nany .


" baik tuan " Nany langsung mengambil baby Ed dari gendongan Adara lalu mengangkat baby El dari stroller .


" Gimana keadaan mama " Tanya Adara


" Alhamdulillah baik sayang ,semuanya sudah membaik tapi masih harus periksa tapi bisa di sini saja " Ujar Marni .


" Syukur lah " Ujar Adara .


Tidak berselang lama seorang pengawal mendekati mereka .


" Mungkin itu hadiah si kembar " Ujar Adit tersenyum .


Lalu mereka ke arah depan melihat hadiah twins .


Adara melotot kan matanya saat beberapa orang menurun mobil kecil ,tapi dia yakin jika harganya tidak akan murah .




Sedangkan yang lainnya tidak kaget karena tidak mungkin kedua orang tua Adara memberikan hadiah yang murah bukan .


Mengingat mereka orang yang cukup berpengaruh dalam dunia bisnis .


" Ini mobil " Tanya Adara gugup .


" Iya ,maaf kami hanya bisa memberikan ini " Adara menggeleng " kenapa membelikan mobil ini pasti mahal " Ujar Adara heboh .


"Uang mereka banyak tidak akan miskin hanya membeli dua buah mobil " Lihatlah bahkan mertuanya terlihat santai saat melihat kedua mobil itu .


Seperti Adara belum terbiasa dengan hidup mewah keluarga suaminya dan sekarang dia harus di hadapkan dengan kehidupan orang tua kandung nya .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


LIME


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘