ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Racun yang mematikan



Selepas mengantar orang tua nya di Bandara ,Adara mengikuti Raymond keperusahan nya.


Karena di rumah pun sama dia hanya duduk saja jika bosan pun dia akan duduk di taman saja .


Jadi dia memutuskan untuk ikuti suaminya dan itu langsung di setujui Raymond .


Kini ke duanya sudah berada di perusahaan lebih tepatnya nya ruangan Raymond .


"Jadwal ku Za " Tanya Raymond setelah duduk di kursi kerjanya.


" Hanya pertemuan biasa saja tuan ,saya bisa handel " Raymond hanya mengangguk .


" baiklah " Ujar Raymond .


" Jika ingin istirahat masuk saja kedalam " Adara menatap Raymond lalu kembali menatap Hpnya


" Iya " Jawab Adara .


" permisi ,tuan nona Adara. "pamit Reza .


" iya mas " Jawab Adara sebelum Reza ke luar .


" Mau pesan makanan " Adara menggeleng lalu berdiri menuju tempat duduk suaminya .


" Sibuk iya mas " Raymond menepuk pahanya dan Adara paham itu .


" Ada yang bisa aku kerjakan " Tanya Adara saat sudah duduk di pangkuan suaminya.


" Hanya di periksa saja " Ujar Raymond.


" Honey " panggil Adara


" Honey " Ulang nya lagi saat Raymond tidak menjawab nya .


" Bicara saja ,aku mendengar mu " Adara mendengus kesal selalu saja seperti itu.


" Boleh itu tidak "


" Yang mana, iPad ?? " Tanya Raymond karena mata Adara tertuju pada iPad kerja nya .


" Bukan iPad !! Tapi yang itu " Ujar Adara kesal .


" Yang itu yang mana ?? kalau bicara yang jelas apa mulutmu tidak berfungsi dengan baik "


Bugh


" Kau berani memukul ku hah " Bentak Raymond tapi tidak keras .


" kesal Ah " Raymond memejamkan matanya .


" Apa kamu melihat keluargaku ada yang keturunan dukun atau cenayang sehingga kau bermain teka teki dengan ku " Tanya Raymond dingin


tuk


"Katakan dengan jelas sebelum aku membuang mu di kaca besar itu " Ujar Raymond.


Bukannya membaik Adara semakin kesal .


Susah sekali punya suami seperti Raymond .


Jika di dunia ini hanya ada Raymond mungkin Adara akan pikir Kembali .


Tapi nyatanya dia malah jatuh cinta sama pria es itu !!! menyebalkan bukan ??


" Si kembar minta di jenguk ,itu saja harus di perjelas kesal tau " Ujar Adara yang sudah tidak tahan lagi .


" Kau tinggal bilang, Apa susah nya ?? " Ujar Raymond dengan wajah datarnya padahal ingin sekali dia tertawa .


" Tidak Usah " Raymond menahan pinggang Adara yang akan berdiri .


" Katanya si kembar minta di jenguk " Raymond tersenyum seringai .


" Tidak jadi, mereka sudah tidur " Ujar Adara kesal.


" Masih marah " Adara mengaguk saja ,apa lagi kini tangan Raymond sudah membelai pahanya .


" Jawab baby "


" Ssssttt " desis Adara saat Raymond bermain di tengkuk lehernya .


" Ho-neyhhhhhhh "


" Iya " Jawab Raymond lalu membawa Adara mengahap nya .


" Kenapa hm " Tanya Raymond sambil membuka resleting pakaian Adara .


CUP


Raymond mencium pundak Adara yang sudah terekspos dengan sempurna . .


Hap


Adara membusungkan Dada saat Raymond bermain di dadanya .


Benda kenyal itu terlihat menantang di mata Raymond sehingga dia tidak ingin menyia²kan .


" Nanti ....Ada ...Yang ...Masuk " Ujar Adara terbata .


Raymond langsung membuka dress Adara dan membuangnya asal


Tapi sebelum itu dia sudah mengunci pintu ruangannya melalui tombol yang di bawah mejanya .


Raymond menggeser berkas dan laptop yang ada di atas mejanya .


Setelah itu dia mendudukan Adara di atas mejanya .


" shiiittttt " Umpat Raymond saat Adara membuka kedua kakinya .


" Kau nakal baby " Raymond langsung menarik kursinya lalu duduk di depan benda kesukaan nya yang masih di lapisi kain segitiga berwarna hitam .


" Aaahhhh " Adara menengadah ke atas saat Rqymond bermain di area sensitif nya .


" Kau suka " Adara mengaguk ,padahal Raymond hanya bermain di luar .


" Mau yang lebih enak "


" Selesaikan cepat " Ujar Adara yang memang sejak tadi menginginkan nya .


" Ray-mondhhhh masuki aku " Pinta Adara memohon di sela desahannya .


" Kau basah baby " Ujar Raymond tersenyum miring lalu dia membuka kain segitiga itu .


Benar saja lahan sempit nya itu sudah basah !!


Apa lagi semenjak Usia kandungan Adara semakin membesar lahannya itu semakin sempit dan sesak saat di masuki nya .


Tidak ingin membuang waktu Raymond langsung membuka kain bagian bawahnya .


Raymond memejamkan matanya sebelum akhirnya mengangkat Adara lalu duduk di pangkuan nya .


" Goyang " Tanpa bertanya lagi Adara langsung memompa tubuhnya naik turun sambil berpegangan pada pundak suaminya .


" Ini...Enak ...Baby aaargghhh "


" Aku .....Menyukai Aaaahhhh "


Karena merasa gemas Raymond langsung mengakat tubuh Adara lalu membalikkan menghadap meja kerja nya .


" Raymondhhhhh "


" Aaarrrggggghhhhhhh " Geram Raymond panjang saat miliknya masuk sempurna di dalam sana hingga menyentuh GSpot Adara


Suara decakan penyatuan mereka memenuhi ruangan itu,apa lagi suara erangan dan lenguhan ke duanya semakin menambah panasnya percintaan mereka di pagii hari .


" Aku ... Aaahhhh"


" Bersama "


Jleb ..... Jleb.....


" Aaahhhhh "


" Adarahhhhhhhhhh"


Geram keduanya saat mencapai puncak nirwana kenikmatan itu .


Raymond membantu Adara berdiri lalu mereka duduk sejenak di kursi kerjaan.


" Sudah puas " Adara mengaguk lemah .


" Ayo kita bersihkan diri dulu " Ujar Raymond


" Pungut dulu yang itu " Tunjuk Adara pada pakaian yang berserakan di lantai .


" Nanti saja " Raymond langsung mengangkat tubuh Adara masuk ke ruangan pribadi nya .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" Sudah lama " Tanya Raymond


" Tidak tuan " Ujar Reza berdiri saat Raymond sudah membukakan pintu ruangan nya .


Padahal sudah hampir satu jam dia menunggu di luar .


Tapi apa boleh buat, dia tidak mungkin menganggu kegiatan panas mereka .


Bisa² dia di bunuh sekarang .


" Bagaimana " Reza langsung memberikan laporannya pada Raymond untuk di periksa .


" Tuan Daniel ingin bertemu membicarakan tentang perusaan nona Adara "


" Sekalian makan siang nantinya " Ujar Raymond


" baik tuan " Jawab Reza


Lalu mereka kembali bekerja seperti biasanya .


Hingga akhirnya jam makan siang ,Reza melihat bosnya yang masih fokus pada setumbuk berkas di atas meja .


" Tuan " Raymond mengaguk paham lalu membereskan berkasnya .


" Sudah pesan tempat "tanya Raymond sambil berjalan ke arah pintu yang masih tertutup rapat .


" Sudah tuan " Jawab Reza .


Ceklek .


Raymond tersenyum saat melihat Adara masih terlelap karena kelelahan .


" Baby bangun makan siang dulu " Ujar Raymond lembut .


" Hei anakku butuh makanan Dara " Ujar Raymond lagi .


" Tunggu ,badannya sakit semua " Keluh Adara membalikan badannya .


" Satu ,dua ...


" RAYMOND " Teriaak Adara keras karena kesal .


" Bangun ini sudah siang anakku butuh makanan " Adara menatap tajam Raymond


Bugh


Adara melemparkan bantal yang di pakai tadi ke arah Raymond tapi sayang !!


Seperti nya suaminya itu tahu pikiran nya sehingga dia bisa menangkap bantal itu .


" Kenapa aku harus terjebak bersama orang seperti mu ?? jika bisa memilih aku tidak ingin mencintai orang seperti mu " Gerutu Adara sambil turun dari tempat tidur .


" Apa kau pikir aku mencintaimu cih percaya diri sekali " Jawab Raymond ketus sambil membantu Adara .


" Minggir " Usir Adara tapi dia malah memegang tangan Raymond


" Ayo cuci mukamu,ada hal penting yang mau di bahas kakakmu " Adara mengehentikan langkahnya .


" Abang " Tanya Adara .


" cuci mukamu Dara ,semakin kau bertanya semakin banyak waktu terbuang " Dara mendengus kesal


" Jika nanti kalian sampai mirip dengan nya ,akan ku operasi wajah maupun sifat kalian " Gerutu Adara sambil berjalan ke arah kamar mandi .


" Apa kamu punya uang ,hidup saja menumpang dengan mu " Jawab Raymond ketus .


" Bodoh amat " balas Adara yang sudah mulai jengah berdebat dengan suaminya .


Mendingan mengajak ibu² kompleks adu jotos di ring tinju karena pasti akan menang .


Tapi berdebat dengan suaminya lebih baik mengalah karena yang ada racun mulutnya semakin tajam dan menusuk .


Syukur dia sudah paham dan terbiasa jika tidak mungkin dia memilih mati saat ini juga .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😚