
tok ...tok ....
ceklek
Raymond langsung berdiri saat melihat Adara masuk bersamaan dengan rehan
" katakan " ujar Raymond berjalan ke arah sofa sedang kan Adara memilih ke mejanya
rehan meletakkan foto USG, Raymond menatap foto USG itu sekilas lalu menatap rehan
" itu foto USG anak anda tuan " Raymond mengeritkan keningnya
" ini " tunjuknya pada kertas foto di atas meja
" iya tuan " Raymond mengambilnya lalu menatap nya dengan baik
" usianya baru 4 Minggu jadi mereka hanya sebesar biji kacang ijo, tapi mereka akan berkembang berjalannya waktu membentuk bayi, panjang dan besarnya sesuai usianya ,nyonya tidak bolehkan bekerja terlalu lama ,apa lagi mengangkat yang berat, dan nyonya juga di larang memakai sepatu yang hak tinggi.....
" ganti semua sepatunya za " potong Raymond
" baik tuan " ucap reza
" jadi selama hamil Nyonya hanya bisa memakai sepatu atau sendal biasa saja ,karena usia kandungan nyonya masih rentan keguguran, dan untuk makanan nyonya di anjurkan banyak makan buah dan sayuran,nyonya tidak boleh stres atau banyak pikiran karena akan berpengaruh pada kandungan nya " Raymond mengaguk paham begitu juga Reza
"apartemen Nya sudah siap ,pulang nanti kalian langsung ke sana dan kamu akan tinggal bersama nya di sana juga " ucap Raymond
" baik tuan " ucap rehan
" tuan satu lagi " Raymond dan Reza menatap rehan
" nyonya hamil anak kembar " Raymond dan Reza mengaguk
rehan melihat itu melongo saja, apa bos nya itu sudah tau atau memang tidak tau kata kembar
"tuan " Raymond menatap rehan
" apa " tanya Raymond ketus
" nyonya hamil kembar 2 " ucap rehan, Raymond dan Reza langsung menatap Adara lalu menatap rehan kaget
" ke-mbar "ucap mereka bersamaan, rehan mengaguk cepat
" seperti Radhi dan Raine" tanya Raymond
" iya tuan " Raymond menatap Adara yang mendengus kesal
" serius " tanya Reza
" menurut dokter mereka kembar tuan " ucap rehan
" kalian berdua ke luar " titah Raymond
" baik tuan " ucap mereka
lalu Reza dan rehan ke laut dari ruangan Raymond !!!
sedangkan Raymond mendekati meja Adara
" kau hamil kembar " tanya Raymond saat sudah di meja Adara
" iya tuan " ucap Adara,
" berdiri " adara menatap bingung Raymond " berdiri " titah Raymond
terpaksa Adara berdiri menghadap Raymond
" besok jangan pakai sepatu itu lagi, ini hari terakhir aku melihatmu memakai itu ,jika kamu masih memakai nya akan ku buat mereka berkahir di tempat sampah " Adara mengaguk
" iya tuan " ucap Adara , Raymond menggegam tangan Adara membawanya ke sofa
" kamu masih mual " Adara mengaguk " hanya pagi hari sama cium bau makanan saja " ujar Adara
" makasih untuk martabak nya " ucap adara tulus saat sudah duduk di sofa
" bukannya kamu memakiku bahkan sampai di apartemen " Adara melototkan matanya menelan paksa ludahnya
" apa lagi kata dokter " Raymond mengelus perut rata Adara membuat Adara kaget
" tidak ada lagi, hanya di beri obat mual sama vitamin dan di suruh minum susu " ucap Adara jujur, Raymond mengaguk paham
" terus "
" bulan depan saya akan ke sana lagi untuk memeriksa nya lagi " ucap Adara
" kau nyaman dengan kehamilan mu " tanya Raymond tangannya masih mengelus perut Adara
" iya tuan " Raymond mengaguk
" jika butuh papa katakan saja ,tapi aku tidak mengizinkan mu makan di luar " Adara menelan ludahnya kasar
" kau makan di luar " tanya Raymond melihat gelagat mencurigakan Adara
" maaf tuan, tadi saya lapar saat pulang dari rumah sakit jadi saya pesan bubur ayam " Raymond menatap tajam Adara
" apa kau tidak bisa menahan sebentar hingga sampai ke perusahaan " tanya Raymond kesal
" saya lapar ,lalu masalahnya di mana ?? toh jualannya juga bersih , apa tuan kalau lapar harus menunggu sampai tuan mati " ucap Adara emosi , Raymond melotot kan matanya
" ADARA " Adara memukul mulutnya karena sudah bicara sesukanya
" maaf , iya tuan saya tidak akan makan di luar " ujar Adara menunduk
" apa dokter memberikan obat kuat atau obat supaya kamu berani " Adara menggeleng
" maaf tuan, tadi saya hanya kelepasan saja " ucap Adara menunduk
" aku boleh mencium nya " Adara mengaguk pelan , Raymond langsung turun berlutut di hadapan Adara
CUP
" kamu tegang " tanya Raymond saat merasa tubuh Adara menegang ,Adara menggeleng
" jika semuanya sudah selesai ,kamu tidak ku izinkan bekerja apa pun alasannya " ucap Raymond
"tapi ...
" jangan membantahku " ucap Raymond tegas ,Adara mengaguk
dari pada nanti urusan nya makin panjang jadi lebih baik mengalah toh demi kebaikan nya juga karena kata dokter dia tidak boleh banyak kerjaan bukan
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
seperti biasanya saat makan siang Amanda akan ke perusahaan dan saat melihat Amanda masuk Adara langsung membereskan meja kerjanya,lalu dia ke luar dari ruangan itu
Raymond langsung menatap Reza untuk menyusul i Adara makan bersama rehan
" Kaka Reza mau ke mana " tanya Amanda
karena Reza sudah berdiri dari duduknya
" mau gabung makan bersama nona Adara dan rehan dek " ucap Reza ,Amanda tersenyum kuda
" Kaka Reza suka iya sama sekertaris nya Kaka Ray " ujar Amanda menggoda nya menaikan alisnya
" dia sudah menikah dek, dan sekarang sedang hamil " Amanda melototkan matanya
" serius *Reza mengaguk " kalau begitu saya ke luar dulu " cap Reza lalu ke luar dari ruangan Raymond
" apa Kaka tidak masalah memperkejakan ibu hamil " Raymond mengaguk
kini mereka sudah duduk berdua di sofa !!
" makan kak " Raymond mengambil makanan yang sudah di siapkan Amanda
" tapi kayanya masih trimester pertama deh kak, soalnya belum kelihatan perutnya " ucap Amanda tapi Ray hanya diam saja dia memilih makan dari pada meladeni ucapan Amanda
" kuat sekali sekertaris kaka ,biasanya orang kalau hamil trimester pertama itu susah tau kak, repot mual, tidak bisa ini itu ,salah sedikit mual pokonya ribet " ucap Amanda lagi
" makan " titah Raymond ,Amanda langsung menyendok makanan nya langsung ke mulutnya
sedang kan di ruangan sebelah Reza sudah duduk bersama Adara dan rehan
" nona mau pesan apa " tanya Reza
" ada steak tidak pengen sekali makan itu " Reza mengaguk
" ada lagi nona " tanya Reza
" es teh, esnya banyak, gulanya satu sendok saja, terus steak nya di kasih garam saja jangan ada bumbu yang lainnya, lalu sama buah naga jangan potong kotak² ,bulat² seperti di es buah " ucap Adara semangat ,
Reza dan rehan melotot kan matanya bahkan sampai rahang mereka terbuka
apa bisa ini di katakan ngidam atau apa !!!
tolong sadarkan mereka !!
" terlalu banyak iya " ucap Adara saat melihat Reza dan rehan kebingungan
" ah tidak nona ,saya hanya bingung bagaimana samperin nya pada chef " kilah Reza
" kalau begitu es teh sama steak saja asisten Reza " ucap Adara sendu
" tidak papa nona ,saya sudah mengirim nya pada chef " Adara tersenyum kuda
" terimakasih " ucap Adara senang
tuan baru kali ini tapi sudah bingung saya sejak kemarin² seperti ini tuan sekarang kita bisa berbagi batin rehan tersenyum saat Reza menatap nya
" apa nona baik² saja " Adara mengaguk tersenyum
rehan tersenyum melihat perubahan Adara yang menurutnya sangat jauh berbeda
setelah menunggu 25 menit akhirnya pesanan mereka datang juga
melihat itu Adara langsung memukul² meja layaknya anak kecil yang sedang kelaparan
" cepat² mas ,Adara sudah lapar " ucap Adara sambil mengaitkan tangannya dan mengisap bibirnya seperti anak kecil
" baik nyonya " ucap rehan lalu berdiri mengambil makanan untuk sang nyonya
" makan ....makan ....makan.... " ucap Adara dari meja
" jangan kaget tuan, ini sudah terjadi sejak 2 hari yang lalu dan tuan akan sering melihat ini nantinya " ucap rehan lirih saat mereka mengambil makan di troli
" tapi otak nya tidak bermasalah kan " rehan mengaguk lalu membawakan makan sang nyonya
" wah enak sekali " ujar Adara saat sudah melihat makanan di depannya
steak, es teh, dan buah naga sesuai pesanan nya bulat² seperti es buah
" selamat makan asisten Reza ,mas rehan " ucap Adara lalu memotong steak nya dan di masukan dalam mulutnya
" selamat makan nona/nyonya " ucap mereka bersamaan
"enak sekali " ucap Adara saat steak sudah masuk dalam mulutnya
" jika kurang nona bisa mengatakan nya agar bisa di buatkan lagi " Adara mengaguk
Reza hanya menelan ludahnya paksa saat melihat Adara makan seperti orang yang tidak makan dua hari
sedangkan rehan hanya tersenyum saja karena dia sudah biasa melihat itu