
Kini Adara sudah berada di kamar, setelah selesai mandi Raymond langsung membawa Adara ke kamar.
Sedangkan mommy ellena dan Elvi membiarkan mereka berdua tanpa ikut agar mereka lebih dekat lagi.
" mau ngapain " tanya Raymond saat melihat pergerakan dari Adara,karena dia sedang duduk di sofa memantau pekerjaan lewat email
" mau mandi " Raymond langsung berdiri mendekati Adara " ayo aku bantu " Adara langsung menggeleng " aku membantumu mandi bukan yang lainnya " ujar Raymond
" janji hanya membantu " lanjutnya lagi saat melihat tatapan Adara
" mana HP mu " tanya Raymond, adara mengeritkan keningnya
" mana HP mu " Adara menunjuk laci saat Raymond mengulang pertanyaan nya , Raymond membuka laci yang di tunjuk Adara lalu mengambil benda itu dan di masukan dalam saku celana.
" untuk satu Minggu ke depan kamu tidak boleh pegang hp "
" jangan bertanya, ayo " Raymond langsung menggendong Adara dengan cepat dia mengalungkan tangannya di leher Raymond
Raymond benar² membantu Adara mandi sekalipun otak dan hasrat nya saling beradu,apa lagi melihat benda kenyal yang tergantung sudah semakin besar dan kenyal mungkin karena pengaruh kehamilan sehingga benda itu semakin menantang
sedangkan adara hanya bisa memejamkan matanya ,merasakan sapuan halus tangan Raymond yang menyentuh kulit putih mulusnya
" baby " panggil Raymond berat dan itu membuat Adara meremang
Adara tidak munafik Jika dia pun merindukan sentuhan itu tapi saat ini ada yang harus dia jaga yaitu kandungan nya
" hbm "
" boleh kha "pertahanan Raymond runtuh dan untuk pertama kalinya Raymond meminta izin pada Adara
" tapi ...
" aku akan pelan " ujar Raymond menatap Adara
" pelan² " ujar Adara lirih , Raymond mengaguk lalu berdiri dan membuka kain penutup yang terakhir
kini mereka saling berhadapan dalam bathtub saling menatap satu sama lain
entah duluan siapa kini mereka sudah saling mengisap satu sama lainnya tangan Raymond tidak tinggal diam bahkan kini sudah berada di benda yang sedang tadi menantang
" sssttttt" Desis Adara saat Raymond mengisap leher jenjang nya dan memberikan tanda di sana
Raymond tersenyum di sela ciuman nya ,bahkan kini tangannya sudah memainkan benda kesukaan nya itu
" aahh honey " Adara mulai gila saat Raymond bermain di gundukan benda kenyal nya
" enak bukan !! "
" Raymondhhhhh" Adara semakin tidak karuan saat jari Raymond menembus lahan nya yang masih tertutup benda segitiga dan bermain di sana
raymond menarik benda segitiga itu dan melempar dengan asal ,lalu dia mengangkat tubuh Adara dan mendudukkan di atas pangkuannya
" aaahhh " saat tongkat sakti itu di gesekkan di permukaan lahannya , Raymond memasukkan tongkat itu dengan pelan sehingga membuat Adara meringis
" sakit " tanya Raymond menahan tubuh Adara ,Adara menggeleng pelan sambil memegang bahu suaminya
"aaahh honey ahhh " Adara langsung berpegangan pada ujung bathup saat Raymond Mulai bergerak dari bawah
" wow ini seksi baby " racau Raymond saat melihat benda kenyal itu ikut bergoyang mengikuti hentakannya
PLak
" raymondhhh " pekik Adara di sela desahannya saat Raymond memukul bokong nya lalu di remas dengan nakalnya
setelah melakukan begitu lama dan berganti gaya Raymond mulai merasakan miliknya di jepit paksa oleh milik Adara
dan dia tau jika wanita yang kini di atasnya akan mendapatkan pelepasan nya ,dengan cepat Raymond bergerak tapi tetap dengan lembut mengingat kandungan Adara belum kuat apa lagi Adara baru saja di rawat
" Aaahhhh "
" bersama "
raymond menengadah ke atas saat merasa miliknya membengkak dan itu membuat nya semakin sesak di dalam sana tapi nikmat juga
" aaaahhhhhhh"
" aaaarrrgghhhhh baby "
pekik mereka bersamaan saat mendapat kan pelepasannya secara bersama , meskipun tidak lama tapi Raymond puas karena Raymond memangkas waktu agar Adara tidak terlalu lelah ,namun itu percuma nyatanya Adara tetap lemas
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
sedangkan di luar sana sedang heboh dengan berita tentang batalnya pertunangan Raymond dan Amanda
walaupun Reza dan Jose sudah memberikan pernyataan lewat website perusahaan secara rinci tapi masih banyak warga yang bertanya² tentang putus nya hubungan dua sejoli yang sangat serasi itu sampai timbul bertanya tentang orang ke tiga
Daddy radit dan Henry hanya bisa menghela nafas panjang saat melihat berita yang semakin memanas
" apa mereka tidak memiliki pekerjaan " Ucap Henry kesal
" raymond pasti sudah tau akan seperti ini, jadi jangan membahas apa pun di depan Adara " ujar Daddy radit
" iya dad " ujar Elvi
sedangkan di rumah sakit Amanda hanya bisa di ruangannya sambil melakukan panggilan dengan rif'at
" apa kamu baik² saja yank " tanya rif'at,Amanda dapat melihat jika pria itu sangat khawatir
" Kaka tenang saja ,aku baik² saja " ucap Amanda tenang
" kamu yakin " Amanda mengaguk " tapi untuk sekarang kita tidak boleh dulu ketemu " rif'at mengaguk paham
" kita akan bertemu saat di rumah saja " ujar rif'at
tok ....tok
" siapa sayang " Amanda menaikan bahunya lalu berdiri dari duduknya
ceklek
" are you ok " Amanda tersenyum " iya kak " ujar Amanda
" sayang siapa itu " Amanda Langsung berlari ke arah meja kerjanya " rif'at " Amanda mengagguk
" apa kaka tidak punya kerjaan " tanya alister ikut masuk dalam obrolan
" jauhkan wajahmu dari kekasih ku sialan " bentak rif'at
alister mencium kepala dan pipi Amanda membuat rif'at berteriak kesal
" alister bajingan " teriak rif'at ,membuat Amanda menutup kuping nya sedangkan alister hanya tertawa kecil
" ke luar dari ruangan kekasihku " ucap rif'at emosi
" kekasihmu sangat posesif dek " amanda hanya mengaguk lalu tertawa kecil
" kau sudah lihat " amanda mengaguk " aku baik² saja tenang lah " ujar Amanda tersenyum
alister memeluk Amanda dari belakang dan itu semua dapat di lihat oleh rif'at
"Amanda " teriak rif'at bahkan kini wajahnya sudah memerah menahan emosi jika mereka berdekatan mungkin saat ini alister akan habis di tangan alister
" dia adikku " ujar alister tenang
" aku tidak peduli,kamu pergi peluk Ela Jika ingin memeluk orang " sentak rif'at kesal
" Sekarang aku merindukan adikku " ucap alister tersenyum
" cih, tunggulah aku akan benar² akan memukul mu saat kau di dekat ku " alister hanya tersenyum
" Kaka ke ruangan dulu iya ,nanti sebentar makan di ruangan Kaka " Amanda mengaguk " seperti biasa iya kak " ujar Amanda
" tentu " ujar alister lalu mencium kening Amanda
CUP
" i love you " Amanda tersenyum
" jangan membalas nya Sayang jika tidak ingin melihat kakakmu mati " ucap rif'at di seberang sana
" i love you to " mata rif'at melotot tajam pada dua manusia itu
" Kaka pergi dulu,urus kekasih mu itu " ucap alister lalu ke luar dari ruangan Amanda
" apa kau tidak mendengar kan aku hah " bentak rif'at
" sayang " rif'at menahan senyumnya dan memalingkan hpnya agar Amanda tidak melihat wajahnya sekarang
" apa " tanya nya ketus
" jangan marah, bantu Amanda buat membalas perasaan Kaka " ujar Amanda serius
" itu sudah pasti sekalipun kau tidak meminta nya ,tapi bisa kah jangan membiarkan siapapun menyentuh mu sekalipun itu alister " Amanda mengaguk
" janji " Amanda tersenyum
" posesif sekali " ucap Amanda tertawa kecil
" aku tidak peduli, kau milikku sekarang " ucap rif'at
" sudah kamu lanjut kan kerjaanmu, aku masih ada juga kerjaan " lanjutnya lagi
" iya Kak" ucap Amanda
" i love you more sayang " ucap rif'at
" aku menyayangimu kak " rif'at tersenyum lalu mematikan sambungan telepon nya