ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Panas dingin



Setelah pembahasan yang cukup panjang Reza kembali ke kamar .


Dan saat masuk dia melihat sang istri sedang melakukan panggilan .


" Adrian " Reza mengaguk saja lalu masuk dalam kamar mandi membersihkan diri.


Tidak ada lagi rasa kesal dan marah saat wanita itu berhubungan dengan sahabat nya itu .


Asal dengan hal wajar saja, karena dia tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi .


Saat melihat barang suami masuk dalam kamar mandi Riane pun mengakhiri obrolan mereka .


Lalu dia masuk di ruangan walk in close menyiapkan piyama untuk sang suami .


"Kenapa tidak tunggu di tempat tidur saja " Tanya Reza yang baru ikut masuk .


" Kaka sudah selesai " Reza menggaguk lalu memeluk Raine " Main di sini iya sayang ,sudah lama " Bisik Reza dengan nakal .


" Pelanยฒ aagr tidak.menyakiti baby ,kangen sama yang ini "


Reza mengusap lembut lahan yang masih di tutupi penghalang.


" Kakak " Rengek manja Raine .


Reza membawa Duduk di atas meja tempat koleksi jam tangan dan juga dasinya .


" Boleh " Tanya Reza mengelus pipi halus Raine sambil menatap wanita yang ada di depannya .


" Sayang jawab " Tanya Reza sambil menurunkan tali spageti dari pundak Raine .


" Ssssttttt Ka...kak " Desis Raine saat tangan besar itu sudah memainkan pucuk buah ceri milik nya .


" Boleh yank " Raine mengaguk sambil memejamkan matanya .


" Mereka semakin besar yank " Bisik Reza lalu mencium leher jenjang Raine dan memberikan tanda kepemilikan di sana .


Hingga akhirnya dia berhenti di dua benda kenyal yang semakin menantang nya .


" Turunin bajunya yank " Riane menurunkan bajunya sehingga terlihatlah benda itu dengan jelas yang memang dia tidak memakai pelindung nya .


Tanpa menunggu lagi Reza langsung mengulum....mengisap ...dan di pelintir ujung nya yang sebelah kiri sedang kan mulutnya bak bayi yang sedang kehausan bermain dengan yang satunya..


" Kak Aaahhhhh " Raine bergerak tak karuan saat merasakan mulut Reza mulai bermain .


Reza menurun kan gaun tipis milik Raine hingga hanya tersisa benda segitiga berwarna coklat.


Reza membuka kain itu sambil bermain dengan dua benda kenyal itu.


" Aaahhhh kak Jangan Aahhhh " Desah Raine saat Reza sudah memainkan lidahnya di bawa sana sambil memegang kedua kakinya agar lidahnya bisa bermain dengan baik.


" Aahhhh rezaHhhhhhh " Reza menatap Riane Tersenyum tapi lidah nya terus bermain di lahan yang sangat harum dan sempit itu .


Lidah dan mulut Reza terus bermain mengisap...menjilat bahkan tak segan dia bermain dengan kacang polong milik lahan itu


Riane semakin tidak bisa mengendalikan diri nya ,dia ingin lebih lalu menatap sang suami yang juga menatapnya sambil bermain di bawah sana .


Reza memasukan jarinya menusuk ke dalam sana membuat Raine memekik kenikmatan .


" RezaHhhhhh " Riane membusung kan Dadanya dengan hembusan napas yang tidak teratur lagi.


" Aku Aaahhh " Reza semakin mempercepat gerakan tangan dan lidahnya ,hingga Riane mengeluarkan cairan hangat dari lahan itu .


" AaaaaaHhhhhhhh " Reza menarik wajahnya sambil tersenyum puas saat wanita itu mengeluarkan cairan kental miliknya .


" Enak " Riane mengaguk ,Reza pun membuka handuk nya lalu membawa Riane ke sofa dan mendudukkan di pangkuan nya .


" Masukan " Titah Reza .


" Lemas kak " Reza mengakat tubuh Raine lalu memasukkan benda panjang dan besar itu yang semenjak tadi sudah ingin di puas kan


Jleb ..


" Aahhhh "


" Aaarrgghhhh " Reza memejamkan mata saat miliknya sudah masuk sepenuhnya .


Shiiit !! miliknya selalu membuat ku sakit kepala Batin Reza dalam hati .


" Ber- gerak " Raine mulai bergerak dengan pelan sambil berpegangan pada pundak sang suami .


" Eeug Sayang ....Ini sangat enak Euhg " Reza meremas bokong Raine dengan pelan sambi membantu wanita itu .


" Milik Kaka besar " Racau Raine .


" Tapi enak kan " Raine mengaguk sambil bergerak .


Reza memainkan benda yang ada di depannya yang sejak tadi ikut bergoyang .


Dia menundukkan sedikit kepalanya lalu kembali memasukan benda itu di dalam mulutnya .


" Sssttt Kaka ,isap semuanya " Reza mengikuti kenginginan Riane sehingga membuat wanita itu semakin bergerak nakal .


" Eeuugg Faster sayang Ahhhhhh " Reza menengadah ke atas merasakan hentakan Riane hingga menyentuh GSpot nya tapi selalu dilakukan dengan pelan .


" Pelanยฒ " Reza tidak menjawab tapi secara pelan dia mulai memasuki lahan yang sudah mulai becek .


Jleb.


" Aaarrgghhhh " Erangan ke duanya memenuhi ruangan ganti itu .Reza menurunkan sedikit badannya Riane .


" Kau .....suka ..." Raine mengaguk " Ini Aahhhh enak " Jawabnya .


" Aku akan selalu menghajar mu sayang " Racau Reza sambil bergerak di belakang Riane .


Peluh keringat membasahi tubuh mereka yang terasa panas, suara kenikmatan keduanya memenuhi ruangan itu .


Erangan panjang Reza terdengar begitu seksi di Telinga Raine sehingga membuat nya ingin lebih dan lebih .


"Aaahhhhh Raine ....."


" Bersama sayang "


Reza mempercepat gerakannya saat merasakan miliknya semakin di jepit.


Belum lagi kini senjata panjang dan besar itu sudah siap mengeluarkan santan kentalnya .


Sehingga membuat di dalam sana semakin sesak tapi percaya lah ini sangat nikmat .


" Aaahhhh"


" RaineHhhhhhhhhhhhh" Geram Reza dengan hentakan hingga menyentuh GSpot milik Raine .


" Maafkan Papa baby " Ujar Reza sambil mengatur napasnya dan mengusap perut Raine .


" Kaka Huh huh cape " Reza menarik senjatanya lalu menggendong Raine ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum Mereka istirahat .


Tidak jauh berbeda dengan kamar yang tak jauh dari kamar Reza .


Sepasang suami-istri juga sedang bergulat di bawah selimut tebal itu di mana sang istri yang memimpin kali ini .


" Eeuugg baby....Faster Adara " Raymond memejamkan matanya sambil membantu Adara bergerak .


" Lahanmu Aaarrgghhhh " Geram Raymond saat Adara menghentakan dengan kuat .


Adara Tersenyum saat melihat wajah frustasi sang suami dengan nakal nya dia membungkam mulut tebal itu sambil bergerak dengan nakal .


Raymond membuka matanya menatap Adara yang juga menatap nya sambil tersenyum menggoda .


" Kau nakal ba Aaarrgghhhh " Adara merasakan milik suaminya semakin membengkak .


Adara menggoyang kan bokongnya dengan kasar karena itu yang di sukai sang suami ,begitu juga dia .


" Faster......Baby Eeuugg "


Jleb .....jleb....jleb ..


" Aaahhh "


" Aaarrgghhhh AdaraHhhhhhhhhhh " Erangan panjang ke dua nya mengakhiri permainan mereka di mana Raymond sudah mendapatkan pelepasannya dua kali karena ulah nakal istri nya .


" Kau puas " Adara menggaguk saja karena kini dia masih berada di atas suaminya .


" Jangan lupa minum obatmu " Adara hang diam tapi sebagai jawaban dia mengaguk .


" kau semakin nakal , PLak " Raymond memukul pelan bokong Adara .


" Mas yang ajarin " Jawab Adara dengan napas naik turun .


" Teruslah begini Aku suka " Raymond mencium kepala Adara yang masih bersandar di dadanya tanpa melepaskan penyatuan mereka .


Tapi itu hanya sementara saat dia merasakan sesuatu yang mulai bangkit lagi .


Lalu dia menatap suaminya yang hanya tersenyum .


" Kali ini aku yang akan memuaskan mu baby, CUP " Raymond mencium bibir Adara .


Lalu membalikkan posisi hingga Adara sudah berada di bawah Kungkungan sang suami .


Hingga akhirnya nya putaran kedua pun berlanjut dengan di pimpin sang pemilik lahan


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


*Dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜*