
terhitung dari hari itu sebulan sudah hari pertunangan Raymond dan Amanda berlangsung
dan semenjak itu Amanda selalu membawa kan makanan siang untuk Raymond
sekalipun bukan Amanda yang memasak nya melainkan bunda nya dan sopir yang mengantar ke rumah sakit baru lah Amanda ke perusahaan besar itu
begitu lah cara Amanda menarik perhatian Raymond sekalipun dia lelah tapi bagaimana pun dia harus berusaha mencari perhatian Raymond
dan terbukti Raymond sudah melunak terhadap amanda tidak sekaku dulu bahkan tak jarang Raymond juga memberi kan perhatian padanya dan mengantarnya pulang
dan sejak itu pula Adara berusaha menjaga jarak dengan Raymond bahkan hanya untuk makan siang pun Adara memilih membawa bekal dan makan di ruangan lain yang ada di lantai itu
atau memilih makan di kantin bersama rehan sang bodyguard setia nya !!!
" selamat siang Kak, apa Amanda telat " ujar Amanda tersenyum masuk sambil membawa bekal makan untuk Raymond dan dirinya
Adara melihat kehadiran Amanda langsung berdiri dari duduknya
dan itu membuat Reza dan rehan selalu merasa sedih bukan kah di sini dia yang harus di hormati tapi mereka tidak bisa berbuat papa
Amanda menghampiri Raymond dan meletakan bekal makan siang nya di atas meja kerja Raymond
" makan dulu, nanti Kaka sakit " ucap Amanda lembut
" sedikit lagi " ucap Raymond
" kamu sudah pesan makanan za " tanya Raymond tanpa mengalihkan pandangannya
" sudah tuan, nona mau di pesankan juga " tanya Reza menatap adara
" tidak usah asisten Reza ,saya akan makan di kantin perusahaan sama rehan " Reza mengagguk paham
"Amanda siap kan makanan Kaka iya " Raymond hanya mengangguk
sedangkan Adara masih membereskan pekerjaan nya lalu meninggal kan ruangan,melihat itu Raymond hanya bisa membuang napasnya kasar hubungan nya dengan Adara semakin menjauh
dia memang selalu memberikan apa yang Raymond inginkan tapi setelah itu hubungan mereka kembali dingin tak tersentuh
Raymond menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya nya memijat pangkal hidungnya !!
"mas rehan ayo kita makan siang dulu " rehan mengaguk tersenyum
" nyonya ingin makan apa " tanya Rehan ,Adara berpikir sebentar sambil meletakan tangan nya di kening nya
" kayanya yang dingin² enak mas,pengen makan itu " ujar Adara
" pisang ijo, es buah ,atau salad apa lagi iya ??,tapi apa nyonya bisa kenyang " Adara menaikan bahunya tertawa kecil
kini ke duanya sudah memasuki area kantin !!
bugh
bugh
bugh
Adara menegang kaku saat ada yang melemparkan terlur tepat di wajah dan bajunya , begitu juga rehan yang kaget akan serangan itu
" dasar wanita murahan " cibir seseorang
" hei wanita murahan berapa kamu di bayar hah " bentak nya
" sekarang dia menggoda tuan muda padahal jelas tuan muda sudah memiliki calon istri " ucap yang lainnya lagi
semua orang kini mulai mencibir Adara tak henti²nya bahkan ada yang mengatakan dia menjual tubuhnya untuk sebuah jabatan sekretaris ,ada juga yang mengatakan jika Adara selalu ke luar masuk club .
malam dan banyak lagi
melihat keadaan sang nyonya rehan menarik tangan Adara tapi di tepisnya
" DIAM !!! apa kalian lihat aku tidur dengan laki² lain hah apa kalian lihat aku menjual tubuhku seperti yang kalian ucap kan " bentak Adara Menatap mereka
tapi seolah mereka sudah terhasut omongan orang Adara malah di Lempar kembali dengan telur bahkan gelas kosong yang hanya sisa es batu sisa
melihat itu rehan langsung menjauhkan Adara dari kantin tapi sebelum itu dia menatap seseorang yang sedang tersenyum sinis
rehan membawa Adara ke toilet khusus wanita dan mengeluarkan semua yang ada di sana sedang kan dia berjaga di luar sambil menghubungi Reza
sedang kan dalam kamar mandi Adara menangis sesegukan sambil mencuci wajah dan membersihkan pakaiannya serta rambutnya
" aku lelah, aku cape kenapa tuhan memberikan jalan hidupku seperti ini " ucap Adara lirih
Adara luruh lalu berjongkok sambil berpegangan pada wastafel kamar mandi
" aku tidak kuat lagi, aku ingin mati saja ,tuhan tolong ambil nyawaku " ucap Adara dalam tangisannya
" ini terlalu berat " gumamnya lalu duduk di atas lantai dingin itu
dia tidak peduli lagi pada penampilan nya ,saat ini dia hanya ingin mengeluarkan apa yang selama ini dia tahan
terlalu sakit ,bahkan hanya untuk sekedar bernafas kadang dia harus menarik napas nya sepanjang mungkin
sedangkan dalam ruangan Raymond Reza dan Amanda sedang bertukar cerita tapi harus terhenti saat dering HP Reza berbunyi
" siapa " tanya Raymond menatap Reza begitu juga Amanda
" rehan " Raymond langsung menegang kan tubuhnya dan Reza langsung mengangkatnya
" ken
" tuan segera ke sini lantai 13 di toilet wanita nyonya Adara sedang terluka " Reza langsung berdiri dan ke luar dari ruangan itu tanpa berkata papa lagi
" maaf kamu pulang duluan iya seperti nya ada masalah tidak papa kan " Amanda mengaguk saja
" kalau ada papa kabari " Raymond mengagguk
" maaf " Amanda tersenyum
" nanti OB yang membereskan kan " cegah Raymond cepat
" tapi kak
" tidak ada waktu berdebat " Amanda memilih mengalah mungkin ini bukan waktu yang tepat
lalu dia mengambil tasnya dan ke luar dari ruangan itu begitu juga dengan Raymond
Raymond menelpon Reza tapi tidak ada respon
" shiittt " umpat Raymond
" Kaka Reza tidak angkat " Raymond hanya mengaguk
" kalau rehan " Raymond mengakat wajahnya menatap Amanda
kenapa dia tidak kepikiran ke sana ,kenapa dia menjadi bodoh hanya karena takut terjadi papa pada Adara
sedangkan Reza yang sudah sampai langsung menghampiri rehan
" di mana dia " tanya Reza to the poin
" di dalam tuan " Reza langsung masuk dia tidak peduli itu kamar mandi wanita atau laki²
sekarang di pikirkan nya keadaan Adara
" nyonya " panggil Reza lalu menghampiri Adara sambil memegang bahu Adara
" aku cape za, aku tidak kuat lagi " ucap Adara memegang lengan Reza dia menangis sesegukan untuk pertama kalinya dia memanggil nama Reza
Reza membukakan Jaz nya lalu menutup tubuh Adara
" rehan. " teriak Reza
mendengar teriakan Reza, Rehan langsung masuk
" kabari sopir menunggu di bawah " ucap Reza ,rehan mengaguk tapi sebelum juga menelpon sopir hp nya berdering dan itu panggilan dari bosnya
" di mana " tanya Raymond
" toilet lantai 13 " Ray langsung menutup sambungan telepon itu
sedang kan rehan menelpon sopir untuk bersiap di bawah
Adara menangis dalam pelukan Reza, sedangkan Reza hanya membiarkan saja
" katakan apa yang harus aku lakukan za ,aku benar² lelah " Reza hanya diam saja
" apa aku tidak pantas bahagia, apa aku hidup hanya untuk di sakiti ,tapi kenapa " Adara memukul dada Reza
sedangkan Reza hanya diam saja tanpa menahan atau melawannya
" sakit za, sakit aku mencoba Kuat tapi nyata tidak "lanjutnya lagi
" katakan ?? apa yang harus aku lakukan za " ucap Adara lirih
" aku lelah, aku ingin mati za kenapa semua orang selalu menggoreskan luka untukku kenapa "
" aku buka ******, aku bukan wanita murahan bahkan tubuh ku hanya dia yang menyentuhnya "
Raymond di buat kaget dengan ucapan Adara tanpa sadar dia mengepalkan tangannya
hingga akhirnya Adara kehilangan kesadaran nya dalam pelukan Reza
" nyonya " Reza memegang bahu Adara yang sudah tidak sadarkan diri
Raymond langsung menghampiri mereka
" Adara hei sadar ,ADARA " bentak Raymond keras
" panggil dokter za " ucap Raymond lalu mengangkat tubuh Adara ke luar dari toilet itu di ikuti Reza
" nyonya " panggil rehan lirih saat bosnya menggendong sang nyonya yang sudah tidak sadarkan diri
" ke atas Han " Rehan memencet tombol ke lantai Raymond sendang kan Reza menelpon dokter
ku mohon bangun Ra ,jangan buat aku takut batin Raymond menatap wajah pucat Adara
Reza dan rehan dapat melihat jika bosnya itu sendang khawatir dengan keadaan sang nyonya
aku akan membalas mereka ,aku janji tapi aku mohon bangun katakan apa yang harus aku perbuat untuk mereka batin Raymond
tanpa dia sadar setetes air matanya jatuh dan itu membuat Reza dan rehan kaget
air mata Raymond sangat mahal bahkan sangat mahal tapi ini !!!! Reza dan rehan saling melirik tidak ada ucapan tapi hanya tatapan bertanya
mereka ke luar dari lift menuju ruangan Raymond
" cari orang nya za, dan periksa CCTV di kantin " ucap Raymond
" baik tuan " ucap Reza