ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
apartemen baru



sesampai nya di rumah Raymond dan Reza langsung membersihkan diri sebelum menemui keluarganya


sesampai nya di kamar Raymond menjatuhkan tubuhnya di sofa,dia membuka jas dan juga dasinya sekali tarik


" merepotkan sekali " gumam Raymond saat mengingat permintaan Adara yang menurutnya aneh


" membuat mie goreng !!! apa dia sudah gila cih apa dia ingin balas dendam " lanjutnya lagi


Raymond berdiri lalu masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan diri


" Radhi dan Raine apa mereka baik² saja dad, aku merindukan mereka apa mereka tidak bisa pulang bahkan mereka jarang menelpon jika bukan aku yang menelpon " ujar Elvi sendu


" mungkin mereka sibuk yank, kan di sana ada opa dan Oma nya " ucap Henry mengelus tangan Elvi


" tidak selamanya Daddy dan mommy mengurus mereka by " ujar Elvi


" jadi kamu mau nya gimana ,bukannya kamu sendiri yang membebaskan anak² memilih hidup mereka " ujar Henry ,Elvi mengaguk


" apa tidak bisa kita menemui mereka " tanya Elvi menatap suaminya


"kita akan ke sana !! besok kita berangkat " ucap henry


" serius " Henry mengaguk" asal kamu bahagia ,itu sudah cukup bagiku tapi jangan lupa terimakasih mu aku tunggu nanti di tempat tidur " bisik Henry di telinga Elvi


" selalu ada imbalannya " Henry tertawa kecil " come on sayang, kamu tau aku pembisnis mana bisa aku melakukan suatu hal tanpa keuntungan " ucap Henry


" aku bukan perusahaan " ucap Elvi kesal , sedangkan Henry hanya tertawa kecil


" dasar orang tua " Henry menatap arah tangga " apa " tanya Henry sinis,yang tegur hanya menaikan bahunya


" Queen sama rif'at ke mana. " tanya Raymond


" masih ada kerjaan " Raymond mengaguk


" malam Dad ,mom " Henry dan Elvi tersenyum


" malam nak " ucap Elvi


" gimana hubungan mu dengan amanda " tanya Henry


" baik "


" selain itu "


" dia hanya adik bagiku dad, tidak lebih jangan memaksaku untuk lebih dari itu " ujar Raymond tegas


" baiklah, Daddy tidak akan memaksamu " ucap Henry mengalah


" lalu kapan kamu akan menikah ?? mommy kesepian kalian sibuk dengan urusan kalian " ucap Elvi


" mommy jangan seperti orang susah, Daddy banyak uang nya lalu apa yang membuat mommy kesepian, mommy tinggal bilang mau ke mana pasti Daddy nurutin " ucap Raymond bingung


" susah bicara sama anaknya beruang kutub " cibir Elvi kesal


" why " ucap Henry " urus anakmu bikin kesal saja ,apa aku mati dulu baru dia menikah " ucap Elvi ketus


"come on Mom, semakin berumur mommy seperti Queen waktu kecil " ucap Raymond canda


" sekalipun istri ku sudah berumur tapi dia masih cantik " ucap henry


" iya² mommy cantik ,karena uang Daddy banyak coba kalau Daddy miskin dan Ray bersyukur karena lahir dari keluarga kaya ini " ucap Raymond tersenyum


" itu harus " ucap Henry sombong


" papi sama ayah tumben tidak ke sini " tanya Reza


" kau merindukan mereka " Reza menggeleng " hanya bertanya kak " ujar Reza


" jika mereka sudah tidak ke sini, pasti kamu tau kan apa yang mereka lakukan " Reza mengaguk paham


apa seenak itu batik Reza


" maka coba lah ,agar kamu tahu " ucap Raymond ,Reza menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" apa kamu selalu mengabari orang tuamu " tanya Henry


" pasti Jose akan mengamuk jika tahu " Reza mengaguk membetulkan


" iya papa selalu mengumpatku karena mama selalu mengirimkan pesan padaku " ujar Reza bingung


padahal Aqila mama nya !!


lalu kenapa papa nya harus marah, apa cinta sebuta itu !!


Reza menggeleng kan kepalanya !!


" gimana perusahaan " tanya Henry


" baik ,tidak ada masalah " ujar Raymond


lalu mereka melanjutkan membahas perusahaan sambil menunggu Queen dan rif'at kembali bekerja


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sedangkan di apartemen Adara menatap kagum pada apartemen baru itu


sekalipun tidak sebesar apartemen Raymond tapi ini sangat bagus apa lagi dekat dengan perusahaan dan pastinya bisa melihat ke ramaian jalanan


kalau di apartemen Raymond dia terdapat di lingkungan jauh dari jalan Raya karena memang apartemen khusus orang elit


" ini sangat indah mba " ujar Adara


kini mereka bertiga sedang duduk di balkon yang tersambung dengan ruang tamu


" apa nyonya suka apartemen ini " tanya Rehan


" iya, di sini lebih baik !! di sana terlalu sunyi sekalipun apartemen nya lebih bagus di sini kita bisa melihat orang jalan² mobil motor yang lewat jadi mata tidak bosan menatap ke luar " ujar Adara jujur


"iya di sana terlalu sunyi nyonya,kadang saya bosan apa lagi pekerjaan sudah selesai semua " ujar Rosna


"iya " ujar Adara sambil memakan mangga yang mereka beli saat pulang kerja tadi


" tapi besok Saya akan tetap di sini " lanjutnya lagi


" nyonya tidak akan bekerja lagi " tanya Rehan


" iya ,bosmu melarang ku, kau tau dan itu membuat ku kesal apa aku harus menuruti setiap ucapan nya memang dia siapa kenapa dia selalu mengaturku , menyebalkan sekali " gerutu Adara sambil menusuk mangga dengan kuat


" ah kenapa aku harus bertemu dengan nya ,kau tau tadi aku mendapati berciuman dengan tunangannya dan dengan gampang nya dia bicara aku laki² normal ,cih gatal sekali mulutnya ingin rasanya aku memasukkan cabe dalam mulut nya " rehan dan Rosna hanya diam saja


" lihat saja nanti akan ku buat dia miskin, setelah itu akan aku tinggalkan dia di kolong jembatan biarkan dia hidup susah dan aku bisa jadi janda kaya " ucap Adara tertawa kecil


" aku akan mengambil ahli perusahaan untuk anak²ku lalu aku akan hidup bahagia dengan mereka tanpa memikirkan laki² yang membaut aku muak dan kesal " lanjutnya lagi


" ah memikirkan saja membuatku bahagia apa lagi kenyataan " ucap Adara


" nyonya hati² lah dengan ucapan anda " ucap rehan


" tenang saja ,dia tidak ada di sini jadi aku akan menggerakkan semua tenagaku untuk mengumpat nya " rehan hanya menarik napas panjang nya


" iya nyonya " ujar rehan mengalah


sedangkan di ruangan kerja Reza dan Raymond sedang mendengarkan suara rekaman Adara yang memaki nya


karena setelah berbincang dengan ke dua orang tuanya Raymond pamit ke ruangan kerjanya begitu juga Reza


" kaka " Raymond menatap Reza " apa " tanya Raymond


" Kaka baik² saja " Ray menaikan alisnya " memang aku kenapa " tanya Ray bingung


" nona Adara....


" biarkan dia ,kita lihat sampai mana dia membuatku miskin dan membuatku tinggal di kolong jembatan " ucap Raymond


"iya kak " ucap Reza


setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan sebelum nantinya di panggil makan malam