
Kini mereka sudah sampai di restoran yang tempat mereka janjikan .
Dengan sigap Reza membukakan pintu untuk bos dan istri nya .
Daniel langsung berdiri saat melihat siapa yang masuk .
" Selamat siang tuan " Raymond mengagukan kepalanya lalu membantu Adara duduk .
" Sudah lama " Tanya Raymond setelah Adara sudah duduk .
" Belum tuan ,baru saja " Ujar Daniel sopan .
Tok ....tok ...
" Maaf tuan , makanan nya " Reza mengaguk mengizinkan mereka masuk .
" Mau makan yang mana " Tanya Raymond saat pelayan sudah ke luar .
" Semua terlihat enak " Ujar Adara menatap makanan yang sudah di sajikan .
" Makan lah " Adara mengagguk .
Daniel tersenyum melihat tingkah Adara yang terlihat seperti anak kecil ,Lalu dia menatap Raymond yang seperti seorang ayah jika sudah bersama Adara .
" Kau tidak akan kenyang jika hanya melihat kami "
Daniel langsung menyantap makanannya saat tersadar dari lamunannya .
Apa lagi suara dingin Iparnya itu membuatnya merinding .
" Abang dari kantor " Daniel mengaguk " Setelah ini kembali lagi " Ujar Daniel.
Setelah itu hanya ada keheningan yang terdengar dalam ruangan itu .
" Apa yang ingin kamu bicarakan " Ujar Raymond saat mereka selesai makan .
" Apa bisa Adara pemegang .....
" Tidak " Tolak Raymond tegas sebelum Daniel melanjutkan ucapannya.
" Tugasnya hanya mengantar dan menunggu ku di rumah, selebihnya bagaimana caranya membahagiakan dirinya " Lanjutnya lagi .
" Apa tidak bisa dia di kenal sebagai adikku dan pemegang saham juga di perusahaan " Tanya Daniel .
" Lakukan itu ,tapi tidak untuk tentang perusahaan " Ujar Raymond .
" Baik tuan " Ujar Daniel .
" Adara Siagian Alexander Mateo pakai nama itu " Ujar Raymond .
" Baik tuan " Jawab Daniel tersenyum karena Raymond menetapkan nama keluarga nya juga di nama Adara .
" Ada lagi " Tanya Raymond
" Bisakah untuk sementara tinggal di rumah
, maksudnya sampai ayah dan ibu kembali " Lanjutannya lagi .
" Saya tidak janji , tapi saya akan usahakan " Ujar Raymond .
Daniel paham itu dia tidak mungkin memaksa mereka .
Setelah itu mereka kembali ke perusahaan sedangkan Adara sudah di antar kembali ke rumah .
Sedangkan Raymond kembali keperusahan bersama reza .
" Bagaimana " Tanya Naufal saat melihat Daniel masuk dalam ruangannya.
" Iparmu membuatku sesak bahkan hampir aku mati di tempat " Naufal hanya tertawa kecil .
" Apa dia mengizinkan " Daniel menggeleng " Dia hanya mengizinkan memperkenalkan Adara sebagai adikku tapi tidak untuk tentang perusahaan dia hanya meminta 5 % untuk Adara " Ujar Daniel .
" Untuk anak²nya " Daniel menaikan bahunya tidak tahu " Dia hanya meminta sebanyak ku " Jawab Daniel .
" Tentu dia hanya minta segitu ,karena dia sudah kaya memang " Timpal Naufal .
" Iyaa itu kamu tahu " Ujar Daniel tertawa kecil begitu juga Naufal .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Apa yang sedang kamu pikirkan " Tanya Raymond .
Setelah makan malam Raymond meminta izin pada keluarga lebih dulu ke kamar bersama sang istri.
" Boleh aku bertanya " Raymond menaikan alisnya lalu mengaguk .
" Dua bulan lagi aku akan melahirkan !! Apa nanti saat ....
" Bukannya kamu sudah memegang buku kesukaan mu itu ?? Lalu apa lagi yang kamu takutkan " Potong Raymond yang mengerti arah pembicaraan Adara .
" Katanya palsu " Ujar Adara cemberut .
" Jika palsu kenapa masih menyimpan nya " Tanya Raymond mengautkan keningnya .
" Apa jika nanti aku meninggalkan kalian sesuai perjanjian !! Apa kamu akan menikah lagi " Tanya Adara .
" Maybe ,Tapi tidak secepatnya " Ujar Raymond jujur .
" Mas boleh aku minta sesuatu " Raymond merebahkan tubuhnya di atas pangkuan Adara sambil mencium perut buncit Adara .
" Hai ini Daddy "
bugh
bugh
"Bicara saja aku hanya menyapa mereka " Jawab Raymond.
" Aku ingin lahiran di rumah sakit !! seperti orang² yang lainnya "Adara menatap wajah suaminya yang terlihat lebih tampan saat dia seperti ini " Jika nanti aku pergi aku titip anak² jangan terlalu sibuk sama pekerjaan mu ....
" Apa yang kamu bicarakan " Entah kenapa Raymond tidak suka Adara bicara seperti itu .
" Dengarkan aku dulu " Raymond memilih memejamkan mata nya " Aku ngantuk " Ujar Raymond.
" Tidur lah " Ujar Adara lembut sambil mengelus rambut suaminya .
"Tidurlah I love you more, Jika nanti aku tidak bersama kalian boleh aku meminta sesuatu ?? Simpan namaku dalam hatimu sekalipun kamu tidak mencintai ku tapi simpan aku sebagai ibu anak²mu ,Aku tidak menyesali awal pertemuan kita hingga sampai sekarang karena aku bisa memiliki mereka ,aku tahu kamu orang baik karena aku melihat segalanya dan merasakan itu " Adara tersenyum saat melihat suaminya tetap memejamkan matanya padahal dia belum tidur " Terimakasih selalu memberikan yang terbaik untuk ku sekalipun dengan cara yang berbeda,Sayangi anak² jangan biarkan mereka terluka karena itu membuatku sakit .....
" Tidurlah, kamu melarang ku bermain dengan twins sedangkan kamu sejak tadi mengoceh " Potong Raymond
" Untuk yang terakhir bisa kah bawa aku ke pantai untuk kemah " Ujar Adara .
" Iya weekend kita ke sana bersama Daniel " Ujar Raymond tapi matanya masih tertutup .
" Terimakasih ,i love you " Ujar Adara .
" Apa kalian tidur " Tanya Raymond pada kedua anaknya .
" Belum Daddy " Jawab Adara menirukan suara anak² .
" Maka jawab Daddy atau kalian ingin di jenguk " Ujar Raymond.
" Kami lelah Dad " Ujar Adara membuat Raymond menatapnya sinis .
" Ah iya boleh kah perlihatkan jenis kelamin kalian " Tanya Raymond karena sejak usia kandungan Adara 4 bulan anaknya sama sekali menutup bahkan kadang membelakangi dan itu membuat Raymond kesal setiap menemani Adara memeriksakan kandungan nya .
" Kami malu Daddy di lihat ibu dokter dan Kaka suster " Raymond mendengus kesal .
" Cih malu !! Bahkan kalian hadir karena suara ******* dari ibu kalian "
PLak
" kenapa ?? Apa aku salah bahkan kamu meminta tambah " Ujar Raymond yang tidak mau kalah .
" Apa harus di katakan juga " Raymond mengaguk " Mereka harus tau " Jawab Raymond
" Kenapa kamu tidak menceritakan bagaimana awalnya aku bisa mendesah " Cibir Adara kesal .
" Karena mommy kalian menggoda Daddy saat di klub malam awas jika nanti kalian besar ke tempat seperti itu akan Daddy hukum " Adara menatap tajam suaminya .
" Menggoda hei kau tidak salah bicara Raymond Alexander Mateo " Ujar Adara menekan ucapan nya .
" Tentu tidak Adara Siagian Alexander Mateo, bahkan kamu ikut ke apartemen " Ujar Raymond tanpa dosa .
" Kau yang memaksaku " Ucap Adara kesal .
" Bagaimana bisa aku memaksa mu sedangkan kita baru ketemu ,mommy kalian malu mengakui kalau dia yang menggoda Daddy , dan dia jatuh cinta pada daddy awal bertemu makanya dia mendesah kenikmatan " Ujar Raymond tersenyum miring .
" Kau menjelekkan aku pada anak²ku .....
" ralat mereka anak²ku " potong Raymond cepat "terserah jika tahu dulu aku minum obat kontrasepsi saja " Adara menutup mulutnya saat sadar ucapannya .
Adara menatap suaminya yang sudah menatap nya tajam bahkan seperti ingin menguliti nya .
" Honey ,boleh kah " Raymond menepis tangan Adara yang bermain di dadanya .
" twins minta di jenguk ,mereka kangen Daddy nya " Ujar Adara
ini jalan satunya² sekali pun nanti akan di ungkit tapi tidak akan terlalu mencekam batin Adara tersenyum tulus .
" Katakan sekali lagi kau ingin apa tadi hm " Adara menelan ludahnya kasar saat Raymond merendahkan suaranya .
Apa lagi kini mereka saling berhadapan .
mati kamu Adara Batin Adara dalam hati
" I want you, CUP " Adara memainkan jarinya di bagian bawah sambil tersenyum manis
" Aku tidak akan membuatmu berjalan esok hari " Adara hanya tersenyum .
Ini lebih baik ketimbang yang lainnya karena ini sudah sering terjadi bukan .
terima saja batin Adara .
" Kau ingin aku memimpin " Adara sudah duduk di atas pangkuan suaminya sambil menggoyang bokongnya .
Hingga terjadi lah pembajakan lahan, Adara hanya bisa pasrah seharusnya dia bisa menahan ucapan nya karena apa yang ke luar dari mulutnya akan ada balasannya .
Hingga Adara sudah tidak sadar karena dia benar² lelah dan mengantuk apa lagi dia memimpin hingga dua kali
Bagaimana tidak dia sudah mendapat pelepasan nya berkali ² sedangkan suaminya baru dua kali itu pun sudah jam 12.15 tapi suaminya itu seperti nya tidak akan berhenti secepat itu .
Dan Adara yakin jangankan ke luar kamar bahkan hanya untuk turun dari tempat tidur dia sangat yakin itu sangat mustahil baginya .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😚😚😚😚