ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
kenginginan Adara



Kini mereka sudah sampai di restoran yang tempat mereka janjikan .


Dengan sigap Reza membukakan pintu untuk bos dan istri nya .


Daniel langsung berdiri saat melihat siapa yang masuk .


" Selamat siang tuan " Raymond mengagukan kepalanya lalu membantu Adara duduk .


" Sudah lama " Tanya Raymond setelah Adara sudah duduk .


" Belum tuan ,baru saja " Ujar Daniel sopan .


Tok ....tok ...


" Maaf tuan , makanan nya " Reza mengaguk mengizinkan mereka masuk .


" Mau makan yang mana " Tanya Raymond saat pelayan sudah ke luar .


" Semua terlihat enak " Ujar Adara menatap makanan yang sudah di sajikan .


" Makan lah " Adara mengagguk .


Daniel tersenyum melihat tingkah Adara yang terlihat seperti anak kecil ,Lalu dia menatap Raymond yang seperti seorang ayah jika sudah bersama Adara .


" Kau tidak akan kenyang jika hanya melihat kami "


Daniel langsung menyantap makanannya saat tersadar dari lamunannya .


Apa lagi suara dingin Iparnya itu membuatnya merinding .


" Abang dari kantor " Daniel mengaguk " Setelah ini kembali lagi " Ujar Daniel.


Setelah itu hanya ada keheningan yang terdengar dalam ruangan itu .


" Apa yang ingin kamu bicarakan " Ujar Raymond saat mereka selesai makan .


" Apa bisa Adara pemegang .....


" Tidak " Tolak Raymond tegas sebelum Daniel melanjutkan ucapannya.


" Tugasnya hanya mengantar dan menunggu ku di rumah, selebihnya bagaimana caranya membahagiakan dirinya " Lanjutnya lagi .


" Apa tidak bisa dia di kenal sebagai adikku dan pemegang saham juga di perusahaan " Tanya Daniel .


" Lakukan itu ,tapi tidak untuk tentang perusahaan " Ujar Raymond .


" Baik tuan " Ujar Daniel .


" Adara Siagian Alexander Mateo pakai nama itu " Ujar Raymond .


" Baik tuan " Jawab Daniel tersenyum karena Raymond menetapkan nama keluarga nya juga di nama Adara .


" Ada lagi " Tanya Raymond


" Bisakah untuk sementara tinggal di rumah


, maksudnya sampai ayah dan ibu kembali " Lanjutannya lagi .


" Saya tidak janji , tapi saya akan usahakan " Ujar Raymond .


Daniel paham itu dia tidak mungkin memaksa mereka .


Setelah itu mereka kembali ke perusahaan sedangkan Adara sudah di antar kembali ke rumah .


Sedangkan Raymond kembali keperusahan bersama reza .


" Bagaimana " Tanya Naufal saat melihat Daniel masuk dalam ruangannya.


" Iparmu membuatku sesak bahkan hampir aku mati di tempat " Naufal hanya tertawa kecil .


" Apa dia mengizinkan " Daniel menggeleng " Dia hanya mengizinkan memperkenalkan Adara sebagai adikku tapi tidak untuk tentang perusahaan dia hanya meminta 5 % untuk Adara " Ujar Daniel .


" Untuk anak²nya " Daniel menaikan bahunya tidak tahu " Dia hanya meminta sebanyak ku " Jawab Daniel .


" Tentu dia hanya minta segitu ,karena dia sudah kaya memang " Timpal Naufal .


" Iyaa itu kamu tahu " Ujar Daniel tertawa kecil begitu juga Naufal .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" Apa yang sedang kamu pikirkan " Tanya Raymond .


Setelah makan malam Raymond meminta izin pada keluarga lebih dulu ke kamar bersama sang istri.


" Boleh aku bertanya " Raymond menaikan alisnya lalu mengaguk .


" Dua bulan lagi aku akan melahirkan !! Apa nanti saat ....


" Bukannya kamu sudah memegang buku kesukaan mu itu ?? Lalu apa lagi yang kamu takutkan " Potong Raymond yang mengerti arah pembicaraan Adara .


" Katanya palsu " Ujar Adara cemberut .


" Jika palsu kenapa masih menyimpan nya " Tanya Raymond mengautkan keningnya .


" Apa jika nanti aku meninggalkan kalian sesuai perjanjian !! Apa kamu akan menikah lagi " Tanya Adara .


" Maybe ,Tapi tidak secepatnya " Ujar Raymond jujur .


" Mas boleh aku minta sesuatu " Raymond merebahkan tubuhnya di atas pangkuan Adara sambil mencium perut buncit Adara .


" Hai ini Daddy "


bugh


bugh


"Bicara saja aku hanya menyapa mereka " Jawab Raymond.


" Aku ingin lahiran di rumah sakit !! seperti orang² yang lainnya "Adara menatap wajah suaminya yang terlihat lebih tampan saat dia seperti ini " Jika nanti aku pergi aku titip anak² jangan terlalu sibuk sama pekerjaan mu ....


" Apa yang kamu bicarakan " Entah kenapa Raymond tidak suka Adara bicara seperti itu .


" Dengarkan aku dulu " Raymond memilih memejamkan mata nya " Aku ngantuk " Ujar Raymond.


" Tidur lah " Ujar Adara lembut sambil mengelus rambut suaminya .


"Tidurlah I love you more, Jika nanti aku tidak bersama kalian boleh aku meminta sesuatu ?? Simpan namaku dalam hatimu sekalipun kamu tidak mencintai ku tapi simpan aku sebagai ibu anak²mu ,Aku tidak menyesali awal pertemuan kita hingga sampai sekarang karena aku bisa memiliki mereka ,aku tahu kamu orang baik karena aku melihat segalanya dan merasakan itu " Adara tersenyum saat melihat suaminya tetap memejamkan matanya padahal dia belum tidur " Terimakasih selalu memberikan yang terbaik untuk ku sekalipun dengan cara yang berbeda,Sayangi anak² jangan biarkan mereka terluka karena itu membuatku sakit .....


" Tidurlah, kamu melarang ku bermain dengan twins sedangkan kamu sejak tadi mengoceh " Potong Raymond


" Untuk yang terakhir bisa kah bawa aku ke pantai untuk kemah " Ujar Adara .


" Iya weekend kita ke sana bersama Daniel " Ujar Raymond tapi matanya masih tertutup .


" Terimakasih ,i love you " Ujar Adara .


" Apa kalian tidur " Tanya Raymond pada kedua anaknya .


" Belum Daddy " Jawab Adara menirukan suara anak² .


" Maka jawab Daddy atau kalian ingin di jenguk " Ujar Raymond.


" Kami lelah Dad " Ujar Adara membuat Raymond menatapnya sinis .


" Ah iya boleh kah perlihatkan jenis kelamin kalian " Tanya Raymond karena sejak usia kandungan Adara 4 bulan anaknya sama sekali menutup bahkan kadang membelakangi dan itu membuat Raymond kesal setiap menemani Adara memeriksakan kandungan nya .


" Kami malu Daddy di lihat ibu dokter dan Kaka suster " Raymond mendengus kesal .


" Cih malu !! Bahkan kalian hadir karena suara ******* dari ibu kalian "


PLak


" kenapa ?? Apa aku salah bahkan kamu meminta tambah " Ujar Raymond yang tidak mau kalah .


" Apa harus di katakan juga " Raymond mengaguk " Mereka harus tau " Jawab Raymond


" Kenapa kamu tidak menceritakan bagaimana awalnya aku bisa mendesah " Cibir Adara kesal .


" Karena mommy kalian menggoda Daddy saat di klub malam awas jika nanti kalian besar ke tempat seperti itu akan Daddy hukum " Adara menatap tajam suaminya .


" Menggoda hei kau tidak salah bicara Raymond Alexander Mateo " Ujar Adara menekan ucapan nya .


" Tentu tidak Adara Siagian Alexander Mateo, bahkan kamu ikut ke apartemen " Ujar Raymond tanpa dosa .


" Kau yang memaksaku " Ucap Adara kesal .


" Bagaimana bisa aku memaksa mu sedangkan kita baru ketemu ,mommy kalian malu mengakui kalau dia yang menggoda Daddy , dan dia jatuh cinta pada daddy awal bertemu makanya dia mendesah kenikmatan " Ujar Raymond tersenyum miring .


" Kau menjelekkan aku pada anak²ku .....


" ralat mereka anak²ku " potong Raymond cepat "terserah jika tahu dulu aku minum obat kontrasepsi saja " Adara menutup mulutnya saat sadar ucapannya .


Adara menatap suaminya yang sudah menatap nya tajam bahkan seperti ingin menguliti nya .


" Honey ,boleh kah " Raymond menepis tangan Adara yang bermain di dadanya .


" twins minta di jenguk ,mereka kangen Daddy nya " Ujar Adara


ini jalan satunya² sekali pun nanti akan di ungkit tapi tidak akan terlalu mencekam batin Adara tersenyum tulus .


" Katakan sekali lagi kau ingin apa tadi hm " Adara menelan ludahnya kasar saat Raymond merendahkan suaranya .


Apa lagi kini mereka saling berhadapan .


mati kamu Adara Batin Adara dalam hati


" I want you, CUP " Adara memainkan jarinya di bagian bawah sambil tersenyum manis


" Aku tidak akan membuatmu berjalan esok hari " Adara hanya tersenyum .


Ini lebih baik ketimbang yang lainnya karena ini sudah sering terjadi bukan .


terima saja batin Adara .


" Kau ingin aku memimpin " Adara sudah duduk di atas pangkuan suaminya sambil menggoyang bokongnya .


Hingga terjadi lah pembajakan lahan, Adara hanya bisa pasrah seharusnya dia bisa menahan ucapan nya karena apa yang ke luar dari mulutnya akan ada balasannya .


Hingga Adara sudah tidak sadar karena dia benar² lelah dan mengantuk apa lagi dia memimpin hingga dua kali


Bagaimana tidak dia sudah mendapat pelepasan nya berkali ² sedangkan suaminya baru dua kali itu pun sudah jam 12.15 tapi suaminya itu seperti nya tidak akan berhenti secepat itu .


Dan Adara yakin jangankan ke luar kamar bahkan hanya untuk turun dari tempat tidur dia sangat yakin itu sangat mustahil baginya .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😚😚😚😚