
lagi² Raymond harus terbangun saat mendengar Adara muntah padahal baru saja memejamkan matanya 2 jam yang lalu
Raymond bangun lalu menyusul Adara di kamar mandi !!
Adara kaget saat ada yang memijat tengkuk leher nya
tapi dia tidak melawan karena dari aroma parfumnya dia sudah tau siapa
" sudah " Adara hanya mengaguk" kenapa tidak membangun kan ku " ujar Raymond sambil mencuci mulut Adara dengan lembut
" tuan maaf honey baru saja tidur " ujar Adara , Raymond langsung memeluk Adara saat dia akan mencari sandaran
mungkin kepalanya terasa berat dan pusing
" masih mau di sini " Adara mengaguk karena memang perutnya masih belum enakan
dengan telaten Raymond mengelus punggung Adara dengan lembut
nyaman batin Adara lalu dia memberikan wajahnya lebih lama mencium aroma tubuh nya membuat Adara lebih baik
"ke kamar saja iya , jika masih mau muntah nanti aku antar " Adara mengaguk
Raymond membawa Adara ke luar lalu dia mendudukan Adara di ujung tempat tidur
" minum dulu " Adara menerima gelas itu lalu meminumnya sedikit demi sedikit
" minum obat mual iya " Adara menggeleng " rasanya tidak enak " ujar Adara
" baiklah " jawab Raymond dia tidak ingin memaksa Adara apa lagi Adara pernah bilang tidak suka obat dan dokter
tapi mungkin karena harus terpaksa Adara meminum vitamin yang di berikan dokter untuk nya
Adara menyadarkan kepala nya di sandaran tempat tidur sambil memejamkan matanya
" mau di buatkan teh seperti kemarin " Adara menggeleng " sudah baikan " ujar Adara
" apa saya bisa bertemu mereka nantinya " tanya adara saat beberapa menit terdiam
" jika kekasihmu mengizinkan " Adara tersenyum miris dia memilih diam tidak kembali bertanya
" saya akan siapkan air mandi nya " ujar Adara lalu turun dari tempat tidur
Raymond menahan lengan Adara, tapi Adara melepaskan genggaman tangan Raymond
" biarkan saya mengerjakan apa yang sudah menjadi kewajiban ku, sekalipun saya tidak perna di anggap " ujar Adara
Raymond langsung menatap Adara " maksudnya " tanya Raymond menaikan alisnya
" saya siapkan air hangatnya dulu " ujar Adara meninggalkan Raymond
" Adara " bentak Raymond tapi Adara tetap melanjutkan langkahnya
setelah beberapa menit Adara sudah ke luar
" airnya sudah siap " ujar Adara lalu masuk ke ruangan walk in close
Raymond hanya bisa menghela napasnya kasar lalu berdiri ke arah kamar mandi
sedangkan dalam walk in close Adara menyiapkan semua kebutuhan Raymond dari dalaman hingga dasi dia siapkan
setelah itu dia ke luar membersihkan dan mengatur tempat tidur mereka lalu mematikan AC dan membuka pintu balkon agar udara pagi masuk dalam kamar lalu dia duduk di balkon menghirup udara pagi
" nikmati saja setelah ini kamu akan pergi dari sini " gumam adara sambil berdiri di pagar balkon
" sayang, saat kalian besar nanti jadi lah anak yang baik ,jangan nakal nurut apa kata Daddy, opa Oma dan yang lainnya, ingatlah kalau mommy menyayangi kalian di mana pun nanti mommy berada " lanjutnya lagi sambil tersenyum
" jangan mencari mommy, biarkan mommy yang melihat kalian dari jarak jauh asal kalian bahagia itu sudah membuat mommy tenang " gumam Adara lalu menarik napas panjang setelah itu di hembuskan
" ayo kita habiskan waktu setahun bersama sayang,karena setelah itu kalian akan hidup bersama Daddy " setelah mengatakan itu adara kembali diam
hingga suara Raymond membuyar kan kesunyian nya
" masuklah" adara membalikkan tubuhnya lalu mengaguk
" bersihkan dirimu, baru kita turun sarapan " ucap Raymond
" iya " ujar Adara lalu masuk dalam kamar mandi
Adara tertegun saat melihat air yang di siapkan Raymond ada rasa bahagia tapi sedetik kemudian dia tepis
" lihatlah Daddy kalian sangat menyayangi kalian " gumam Adara tersenyum
sedangkan di luar Raymond memejamkan matanya sambil memijat pangkal hidung nya
" kenapa semuanya terasa memusingkan " gumam Raymond lalu menarik napas panjang
sejak Adara berdiri di pagar balkon dia sudah berada di pintu yang menuju balkon untuk memanggil Adara
tapi niatnya urung saat mendengar ucapan adara setelah itu dia kembali masuk dan memakai pakaian kantornya
baru setelah itu dia memanggil Adara untuk mandi sebelum mereka sarapan
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" pagi kakak ipar " sapa Queen tersenyum
"pagi sayang ,gimana tadi pagi " tanya Elvi lembut menyambut menantunya di meja makan
" baik² saja mom ,pagi juga Queen " balas Adara tersenyum
" mau sarapan apa nanti mommy yang ambilkan " tawar Elvi , sedangkan Henry hanya diam saja
" pura² bahagia itu harus butuh tenaga banyak sayang " sindir Elvi lalu menatap Raymond tapi setelah itu dia tersenyum pada Adara
Raymond hanya menghela napasnya kasar lalu mengambil sandwich dan jusnya
" mau coba makan punya mommy " adara menggeleng cepat " adara makan yang biasa saja " Elvi mengaguk lalu mengambilkan makanan untuk Adara " karena kamu mual makan nasi jadi mommy siapkan kentang siapa tau kamu bisa memakannya " Adara mengaguk
" terimakasih banyak mom " Elvi hanya tersenyum
" boy " rif'at mengangkat kepalanya " ada masalah " rif'at hanya menggeleng
" apa rif'at boleh tinggal di apartemen " ucap rif'at tiba²
"tidak boleh " ucap Elvi tegas
" rif'at mohon " ujar rif'at memohon,Henry menahan lengan Elvi
" pergilah ,datanglah saat weekend atau saat Daddy menelpon mu " rif'at mengaguk
" terimakasih dad, mom " Henry hanya mengaguk , sedangkan Elvi memilih diam
ketegangan di meja makan itu terjadi setelah permasalahan semalam dan itu membuat Elvi harus bersabar, Queen merasa ada yang berbeda dengan ke dua Kaka nya hanya bisa diam begitu juga Reza
" jika kamu tidak nyaman di sini karena ada aku, biarkan aku yang pergi " ujar Raymond
" rif'at tidak papa ,lagian rumah ini milik Kaka " ujar rif'at
" di apartemen juga dekat kantor jadi tidak terlalu lelah " lanjutnya lagi
" Kaka bisa bertemu sama dia kapan pun !! karena kami tidak memiliki hubungan , dad mom rif'at pamit " ucap rif'at lalu berdiri mencium pipi ke dua orang tua nya
" hati² boy " rif'at hanya mengaguk
Raymond menyelesaikan sarapan nya dengan cepat lalu dia meninggal meja makan begitu saja.
mau tidak mau Reza pun harus menyusul nya
" dad ,mom, kak Queen by " ujar Reza sambil menarik tas kerjanya meninggalkan meja makan
" Kaka ipar mau ikut Queen " Adara menatap Queen
" tidak ,nanti mengganggu mu " Queen menggeleng cepat " kerjaan ku hanya menggambar kak " Ucap Queen tertawa kecil
" pergilah " ucap Henry acuh sambil memakan sarapannya
" nanti mommy yang bilang pada Raymond tenang saja ,jika kamu ingin pergi " ucap Elvi
" tidak papa mom, Adara di rumah saja " ucap Adara
" iya sudah ,tapi jika kamu ingin ke luar ,tidak papa panggil saja sopir yang mengantar mu jangan ke luar sendirian " Adara mengaguk
" terimakasih " ucap Adara
"dad mom Queen sudah selesai " Queen berdiri mencium pipi ke dua orang tuanya ,dan Henry membalas nya mencium kening nya itu lah kebiasaan mereka
" by Kaka ipar " ucap queen
" hati² " Queen hanya menaikan jempolnya
" Daddy tunggu di belakang mom " Elvi mengaguk
CUP
" iya dad " ucap Elvi setelah Henry mencium kening nya
" mau tambah sayang " Adara menggeleng
"sudah kenyang mom " ujar Adara
" iya sudah,minum vitaminnya sama susunya " ujar Elvi
" iya mom terimakasih " Elvi hanya mengaguk
" mau ikut mommy ke belakang " Adara menggeleng
" Adara kembali ke kamar saja mom " ucap Adara
" jika mencari mommy nanti tanyakan pada pelayan iya " ucap Elvi
" iya mom " ucap Adara
sedangkan di dalam mobil Reza menatap Raymond yang hanya diam saja
sepertinya akan panjang hari ini batin Reza
jika suasana hati bos nya itu sedang kacau sudah di pastikan semua nya akan terlihat tidak baik sekalipun semua pekerjaan benar dan itu semua Reza lah yang akan menanganinya
" batalkan semua rapat meeting ataupun yang lainnya za ,jangan biarkan siapa pun mengganggu ku ,aku ingin istirahat " Ujar Raymond
" iya tuan " ucap Reza
" tapi bukannya siang nanti tuan dan Ama....
" bukannya aku sudah bilang siapa pun berarti termaksud dia " potong Raymond cepat
" baik tuan " ucap Reza
padahal aku hanya menyampaikan janjinya kemarin batik Reza sambil mengelus dadanya