
Raymond dan Reza memasuki rumah dengan wajah lesuh , syukur sebelum nya Queen sudah memberi tahu jika dia masih ada kerjaan .
Sehingga Raymond dan Reza bisa menyelesaikan kerjaan dan sampai di rumah setalah azan magrib .
" Kenapa pulang telat " tanya opa Radit
" banyak kerjaan opa " Ujar Raymond
" iya sudah sana bersihkan tubuh kalian ,setelah itu turun makan " Raymond dan Reza mengaguk patuh .
" Adara di mana " tanya Raymond menatap mommy ellena .
" istri mu sejak tadi di kamar ,mau di mana lagi " ujar opa Radit ketus, Raymond memilih melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan ucapan opa nya .
ceklek
Adara langsung berdiri saat melihat Raymond masuk dalam kamarnya .
" maaf aku pulang terlambat tadi banyak kerjaan " Adara tersenyum ada rasa tenang saat Raymond mengatakan itu
Karena jujur dia sendiri sedang menunggu Raymond karena tadi janji nya pulang cepat tapi hingga magrib Raymond belum pulang dan itu membuat Adara khawatir.
" saya siapkan airnya dulu " Raymond mengaguk ,lalu mendudukan bokongnya di sofa dengan kasar .
raymond membuka jas dan dasi nya lalu di lepaskan begitu saja ,setelah itu dia memejamkan matanya sambil menunggu Adara .
ceklek
Adara ke luar dari kamar mandi ,tapi Langkah nya terhenti saat akan menuju sofa ,dia melihat wajah lelah Raymond ,tanpa berpikir lagi dia mendekati Raymond lalu memijatnya .
" maaf " Cicit Adara saat Raymond membuka matanya kaget tapi dia tetap memijat punggung nya .
" kepala ku sakit " Adara memijat kepala Raymond dengan lembut .
Raymond memegang tangan Adara lalu menarinya berdiri di depannya .
" ho-ney " ucap Adara gugup
" pijat Adara kepala ku sakit " ujar Raymond sambil memeluk pinggang Adara sesekali dia mencium perut buncit Adara .
" maaf Daddy pulang telat " ujar Raymond lembut lalu dia membenamkan wajahnya di perut Adara sambil merasakan pijatan Adara yang menurutnya sangat enak .
" sakit " Raymond hanya menggeleng
Setelah beberapa lama , Raymond merasa agak mendingan sehingga dia memegang duduknya .
" Aku mandi dulu, terimakasih " ujar Raymond lalu berdiri di hadapan Adara .
CUP
" siapkan pakaian ku " lanjutnya setelah itu meninggal Adara yang masih terdiam setelah Raymond menyerang nya .
" jangan ,jangan ingat Adara hanya sementara " gumam Adara setelah kembali tersadar .
Lalu dengan cepat menuju ruangan walk in close menyiapkan pakaian untuk Raymond .
Setalah itu dia kembali ke kamar tapi kali ini tujuan nya balkon karena tempat itu menjadi tempat favorit nya selama tinggal di apartemen lama dulu .
" apa nanti aku akan merindukan tempat ini " gumam Adara saat sudah duduk di balkon .
" ini sangat nyaman, sayang nanti jika kalian merindukan mommy seringlah duduk di sini " ujar Adara lembut
" dan kalian akan tau jika mommy sangat menyayangi kalian " lanjutnya lagi .
" kau ingin liburan " tanya Raymond tiba² membuat Adara kaget karena sejak tadi dia hanya melamun.
" kau kaget " Adara hanya diam ,sambil mengelus perut nya .
" apa mereka sudah sehat " tanya Raymond mengelus perut Adara .
" saya kurang tahu, tapi tidak sakit lagi " ujar Adara sambil menatap perut nya yang di elus Raymond dengan lembut .
" jangan sakit lagi iya ,Daddy sangat takut jika kalian seperti kemarin " ujar Raymond berbicara pada calon anaknya .
" kau sudah makan kue nya " adara mengaguk " tapi terlalu banyak jadi saya bagi sama yang lainnya " ujar Adara .
" lalu kau makan apa ?? jika kamu membaginya dengan yang lain " tanya Raymond menatap Adara
" cake coklat putih, red Velvet, pancake stroberi,sama roll cake " Raymond melotot kan matanya bahkan rahangnya terbuka sedikit .
' kau makan sebanyak itu " Adara mengeritkan keningnya nya " saya makan hanya sedikit " ujar Adara kesal .
" sedikit dari mana nya ? kamu makan ada 4 macam kue sendirian " ujar Raymond polos
" kami bertiga jadi satu orang satu dan saya dua " ucap Adara semakin kesal .
" tapi itu ....
" hiks hiks hiks "
Eh !!!
" kenapa menangis ,aku tidak memukul mu " tanya raymond panik saat melihat Adara mengais tiba²
" aku hanya makan 4 , karena kami bertiga jika tidak suka kenapa membeli nya " ujar Adara dalam tangisannya .
" bukan begitu , iya² maaf karena sudah melarang mu makan kue 4 " ujar Raymond sambil mengelus punggung Adara
" aku cuma makan coklat putih sama pancake sedangkan yang lainnya mereka yang minta " ujar Adara yang tidak mau di salahkan .
" iya² mereka yang minta, makan yang banyak iya sayang ,nanti Daddy belikan lagi jika kalian suka " ujar Raymond bingung ,padahal dua aja itu menurut nya sudah bnyak,tapi dia harus mengalah dan memilih diam .
Raymond memeluk Adara sambil mengelus punggung nya ,saat Adara sudah sedikit tenang ,dia melepaskan pelukannya lalu menghapus sisa air matanya .
" jangan nangis, aku tidak suka melihatnya , makanlah apa yang kamu inginkan asal tidak membahayakan " ujar Raymond lembut, Adara hanya mengaguk saja
apa dia tidak suka aku menangis padahal itu karena dia apa dia mengkhawatirkan anaknya kenapa² lagi batin Adara semakin kesal
" jangan memikirkan yang tidak penting ,ayo kita turun ke bawah " ujar Raymond membantu Adara berdiri
" Lo Adara kenapa Ray " tanya Elvi kaget saat melihat mata adara yang sembab
" nangis " ujar Raymond tenang lalu menarik kursi untuk Adara duduk .
" kau memukul nya " tanya mommy ellena menatap tajam Raymond .
" bahkan Ray tidak menyentuh nya Oma " ujar Raymond kesal
" lalu kenapa Kaka ipar menangis " tanya Queen yang baru saja bergabung di meja makan .
" masalah cake " ujar Raymond jujur ,membuat mereka bingung .
" makanlah dari pada kalian bingung " lanjutnya lagi saat mereka Menatap Raymond .
" kenapa sayang !! cerita saja Oma akan memarahinya jika dia berkata kasar atau membentakmu " ucap mommy ellena lembut
" Adara makan cake nya 4 tapi mas Ray bilang itu terlalu banyak " ujar Adara polos
kring
kring
Seketika keheningan terjadi di meja makan itu setelah mendengar ucapan jujur Adara, sedangkan Raymond tersenyum saat Adara nya menyebut kata mas .
" Kaka ipar makan 4 " tanya rif'at memastikan ,Adara mengaguk cepat
" 4 begini " tanya Queen lagi, Adara kembali mengaguk .
" ayo makan " ujar mommy ellena saat merasa semua orang sudah menatap Adara .
" apa dia kanibal " bisik rif'at,Queen hanya menaikan bahunya
" Kaka sudah beri tahu Amanda akan ke sini " rif'at mengaguk " apa kerajaanmu menumpuk " Queen menggeleng
" Queen harus memastikan semuanya sebelum nantinya aku perlihatkan pada kalian , Risna juga sudah ke sini " ujar Queen
" mau makan yang mana " tanya Raymond lembut
" ikan, sayur ,sama udang " ujar Adara
" tidak boleh udang ,pilih yang lain " ujar Raymond tegas
" dua saja " ucap adara menatap memohon pada Raymond
" berikan Ray ,apa kau ingin anak mu ileran karena kamu menolak keinginan mereka " ujar opa Radit .
" keinginan dari mana ?? itu kenginginan Adara " ujar
Raymond
" tapi itu kenginginan mereka Ray " ucap mommy ellena
" Oma tau dari mana ?? aku saja Daddy nya tidak tau " ucap Raymond polos
" Adara kenyang " cicit Adara lirih sambil menahan tangis nya
" kenyang dari Mana ?? kamu makan saja belum " Ujar Raymond menatap Adara yang hanya tertunduk .
" son Jan ....
hiks hiks hiks
belum juga Henry menyelesaikan ucapannya Adara sudah menangis .
" berikan padanya Ray ,jika tidak ingin rumah ini banjir " ujar Henry datar
" tapi dad, Baik Ray akan berikan " putus Raymond saat Henry menatapnya tajam .
" kenapa kamu cengeng sekali , tadi masalah cake sekarang udang " ucap Raymond kesal lalu mengambil udang .
" aku sudah mengambil nya ,jadi jangan menangis lagi "lanjutnya , Adara menggaguk lalu menghapus air matanya .
" lain kali ikuti saja ,jika tidak ingin melihat nya menangis " ujar opa Radit ketus
" Apa orang hamil seperti itu mom " tanya rif'at kaget saat melihat Adara menangis hanya karena udang
" bahkan dulu mommy mu lebih parah, sehari mungkin bisa 2 kilo makan stroberi, buah yang sangat menyakiti mata karena warnanya " ujar Daddy radit
" really " pekik Queen dan rif'at " kau bisa tanya pada mommy mu jika tidak percaya " mereka langsung menatap Elvi yang hanya tersenyum kuda .
" kalau mama opa " tanya Reza penasaran
" mama mu lebih parah, bahkan papamu tidak bisa ke kantor setiap pagi selalu ada drama sebelum ke kantor bahkan papamu harus pulang padahal dia baru saja tiba di kantor " celetuk Henry kesal
" really dad " Henry mengaguk " kau bisa tanya papamu jika tidak percaya " ucap Henry
mengerikan sekali batin Reza
" Kaka tenang saja ,kalau Raine mengandung anak kita , Raine tidak akan aneh² koh " ucap Raine tiba²
membuat orang yang di setho terdiam sejenak
" cih " Reza hany berdecak saja
" ayo makan ,kamu anak lampu jalanan yang bar² apa kamu tidak bisa diam " ucap Daddy radit kesal
" Raine "
" iya mom, Raine makan " ujar Raine lalu mengambil makanan
" Kaka " Reza menatap Raine " i love you " semua orang melotot kan matanya .
uhuk ....uhuk ...
" Kaka baik² saja " tanya Raine lalu memberi kan minuman pada Reza yang duduk di depannya .
" astaga anakmu Elvi " pekik Henry kesal ,Elvi hanya mendengus saja ,jika sudah seperti ini semuanya anaknya ,tapi kalau tentang yang bagus anaknya , menyebalkan bukan .