
Sejak pagi Adara merasa cemas,karena hari ini dia akan melakukan pemeriksaan.
Dan dia sedikit gusar apa kah salah satu kandungan nya sudah baik atau belum , sekalipun dia tidak merasakan papa lagi .
Amanda juga mengatakan jika semuanya baik² saja tapi dia tetap khawatir.
Tapi apa yang dia rasakan pagi tadi membuat nya bernapas lega ,karena ke dua janinnya baik² saja .
Dokter hanya menyarankan makan buah dan minum air yang banyak , karena memang dia malas makan jika tidak di suruh atau di paksa .
Saat perawat mengambil sampel darah Adara ,dia menatap bingung pada dokter .
Tapi dokter Lisa mengatakan jika itu untuk melihat apa Adara ada penyakit lainnya atau apa .
Dan dengan percaya nya Adara mengaguk patuh, sekalipun dia sendiri takut melihat jarum suntik .
Raymond yang mengerti itu langsung memeluk sang istri menyembunyikan wajahnya di dadanya agar tidak melihat nya .
Setelah selesai Raymond langsung menyuruh seseorang untuk membawa nya ke rumah sakit nya .
Sedangkan mereka langsung pulang ke rumah ,lebih tepatnya Raymond mengantar dulu Adara baru nanti ke perusahaan kembali .
Urusan rumah sakit, di sana sudah ada Davin dan Opa Radit serta Oma ellena yang sudah tahu tentang Adara .
" masuklah aku harus kembali ke perusahaan, ingat kamu harus makan buah ,jika sampai aku mendengar laporan kamu tidak makan ,kamu tahu sendiri akibatnya " Ujar Raymond penuh penekanan .
" Iya " Ujar Adara lirih .
" turunlah ,aku harus ke perusahaan 30 menit ada meeting "
CUP
Setelah itu Adara ke luar dari mobil mahal milik suaminya ,entahlah itu mobil yang keberapa ??
Dan Adara malas menghitung nya,lebih tepatnya dia tidak mau .
Setelah melihat Adara masuk ke rumah Raymond langsung melajukan mobilnya meninggal pekarangan rumahnya menuju perusaan .
Dan sesampainya di perusahan dia langsung menuju ruangan nya di mana Reza sudah menunggunya .
" Apa sudah mulai " Tanya Raymond saat masuk dalam ruangan .
" Tuan bisa istirahat sebentar " Ujar Reza , Raymond menatap jam mahalnya yang ada di tangan kirinya .
" Kita pergi sekarang " Ujar Raymond .
" Baik tuan " Ujar Reza ,Lalu berdiri mengikuti langkah bosnya ke luar dari ruangan itu .
" Kamu sudah tahu siapa keluarga " tanya Raymond
" Sudah tuan " Ujar Reza
" Nanti kita bahas setelah ini " Jawab Raymond bertepatan dengan pintu lift terbuka .
" Iya tuan, Nona memiliki saudara laki² satu dan nona anak bungsu , Nona adara ada hubungannya dengan kekasih Kaka Queen " Raymond menatap ke arah Reza meminta penjelasan lebih .
Reza yang paham langsung memberikan ipadnya pada sang bos .
" Kau yakin " Raymond langsung mengambil iPad itu dan melihat nya dengan baik .
" Kenap semuanya seperti ini " Ujar Raymond saat melihat laporan yang di berikan Reza .
"Nanti kita bahas lagi " Raymond memberikan iPad nya pada Reza .
" Tuan " Raymond hanya mengaguk menghela napas panjangnya .
Sedangkan di rumah sakit besar milik keluarga Raymond sepasang suami istri langsung melakukan yang di perintahkan Davin .
Tapi sebelum nya Davin juga menjelaskan secara rinci tahap² sebelum akhirnya nanti ke luar .
Dan Daddy Radit meminta hari ini juga ke luar ,sehingga mereka akan menunggu .
" Dad ke ruangan atas saja " Ujar Davin ,dia harus turun tangan sendiri melakukan semuanya .
" Tidak Papa di sini saja " Tolak Daddy Radit sambil melihat sekelilingnya.
" Tapi Dad .
" Anggap saja Daddy pasien " Davin berdecak kesal .
" Tidak papa nak " Ujar mommy ellena lembut .
" Tapi di sini bnyak orang mom " Ujar Davin .
" Kuburan yang sunyi atau kamar mayat " Celetuk Daddy Radit .
'" Terserah " Davin memilih pergi dari sana dari pada darah tinggi .
Sedangkan pasangan suami istri yang di samping mereka hanya tersenyum kuda .
Melihat interaksi antara Davin dan Daddy Radit .
" Tidak papa tuan kami akan menunggu di sini " jawabnya dengan sopan
" Baiklah " jawab Daddy Radit .
Sudah hampir dua jam menunggu,tapi Davin belum juga ke luar dari ruangan itu membuat Daddy Radit kesal .
" Apa yang dia lakukan ??kenapa lama sekali?? apa dia tidur di dalam sana ?? " Daddy Radit melempar pertanyaan bertubi² entah pada siapa.
" Sabar Dad " Ujar mommy Ellena .
" Sampai kapan ?? Jika sampai di dalam dia hanya santai jangan harap dia pulang dengan tenang " Gerutuh Daddy Radit lalu kembali bersandar di tempat duduknya .
Hingga akhirnya Davin keluar setalah 4 jam berada di dalam dan itu sudah lewat jam makan siang .
" Kau mau mati " Davin menghela napas panjang.
" Bukannya tadi Davin sudah menyuruh Daddy untuk istirahat ke atas " Davin sudah menyiapkan diri sebelum akhirnya dia ke luar.
" Kenapa tidak bilang jika menunggu lama anak sialan " bentak Daddy radit " Kau tahu sekarang jam berapa " Davin melihat dinding yang memang terpasang jam di sana .
" jam 14.00 ' Ujar Davin tenang membuat emosi Daddy Radit mendidih.
" Daddy ,Davin sudah ke luar kenapa mengajak nya berdebat " Pekik mommy Ellena.
" Anakmu kurang ajar " Jawab Daddy Radit yang masih menatap Davin.
" CK, tidak mau kalah , Ini " Davin langsung memberikan secarik kertas hasil test DNA milik Adara dan orang tuanya .
"Kamu tidak melakukan hal yang curang kan " Davin memutar bolanya jengah .
" Tenanglah Bu " Ujar sang suami sambil mengelus pundak sang istri .
" Iya yah " Ujar istrinya .
"Kalian lah yang lebih berhak membukanya!! " Ujar Daddy Radit memberikan kertas itu pada orang tua kandung Adara .
" Tuan saja yang buka ,kami takut hasilnya tidak sesuai " Ujar nya .
" Jika tidak yakin kenapa melakukan tes DNA " Celetuk Daddy Radit ketus
PLak .
Mommy Ellena memukul belakang Suaminya ,mulut nya memang tidak bisa melihat kondisi .
" Tidak papa nyonya " Ujar nya .
Daddy Radit mulai membuka kertas itu membuat sepasang suami istri itu saling memberikan kekuatan .
Hingga mereka mendengar helaan napas panjang Daddy Radit membuat mereka semakin takut .
Apa itu tandanya mereka salah ,dan Adara bukanlah anak kandung mereka .
Lalu di mana di mana anak mereka sekarang ??
Apa pelayan nya membawa bayi yang lain ??
" Kenapa " Tanya mommy Ellena yang ikut khawatir .
Lagi² Daddy Radit hanya menghela napas panjang lalu menutup kembali kertas itu dan di masukan dalam amplop .
Membuat mereka semakin bingung dan takut² cemas .
" Apa hasilnya negatif " Celetuk mommy Ellena ,membuat sepasang suami istri itu menunduk sendu sambil berpegangan tangan .
" Bukalah sendiri, Karena saya tidak sanggup hanya untuk berkata " Ujar Daddy Radit .
Dengan tangan gemetar sang suami menerima amplop putih itu yang sebelumnya berada di tangan Daddy Radit .
Dengan sedikit Keberanian dia membukanya sekalipun tangannya gemetar .
Dengan perlahan dia membukanya hingga akhirnya dia membaca dengan suara pelan di mana hasil yang sebenarnya nya .
Tubuhnya langsung luruh kelantai karena tubuhnya seakan tidak mampu lagi menopangnya .
Begitu juga sang istri dia hanya menangis dalam diam sambil menunduk ,mommy Ellena mendekat dan mengelus nya dengan lembut .
Memberikan kekuatan begitu juga Daddy Radit menepuk bahu pria yang kini menangis sambil menunduk di lantai .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
vote ,vote ,vote
Like
koment
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😚
Ayo kira² apa iya hasilnya ??😂😂😂😂😂