
Reza masuk sambil membawa bunga pesanan nya tadi tujuannya kali ini kamarnya .
Karena terkahir mendapatkan laporan jika wanita itu masih berada di kamarnya .
Tapi saat akan menaiki tangga menuju lantai satu, kepala pelan bersuara sehingga membuat langkah berhenti
" Katakan " Ujar Reza dingin .
" Nona Raine sudah berada di kamarnya tuan dan makan siang sudah siap " Reza mengaguk saja lalu melanjutkan langkahnya .
" Cepat sekali dia pindah " Gumam Reza tersenyum sambil berjalan cepat menapaki tangga itu .
Ceklek .
" Sayang " Riane Tersenyum lalu berjalan cepat menuju tempat pria itu berdiri di mana Reza membawakan buket bunga mawar besar
" Untukku " Reza menggaguk lalu memberikan pada Raine dan memberikan ciuman di kening Riane .
CUP
" Makasih Kak" Reza hanya tersenyum saja lalu dia merogoh sesuatu di saku celananya .
" Ini sangat harum kak " Ujar Raine sambil mencium bunga mawar itu , Tapi fokusnya hilang saat Reza memakaikan sesuatu di leher jenjang wanita itu .
" Kakak hiks ....hiks " Reza langsung mengambil bunga yang ada di tangan Raine di di simpan nya di atas meja.
" Kenapa nangis " Reza menarik Raine dalam pelukannya sambil mengusap punggung wanita itu .
" Malam nanti aku akan bicara sama Daddy membahas hubungan kita ,aku tidak ingin kita selalu berhubungan terus tapi status kita masih seperti ini " Semakin kencang tangisan Raine tapi itu membuat Reza semakin Tersenyum ,ahli² kasian dia malah tersenyum karena sangat lucu melihat wanitanya menangis .
Seperti anak kecil yang meminta uang jajan tapi enggan di berikan pada Ibunya.
" Ayo makan siang dulu setelah ini aku harus kembali lagi ke perusahaan " Reza melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Raine .
CUP
" Kita makan siang dulu ,karena aku harus kembali keperusahan " Ujar Reza setelah mengecup bibir manis Raine .
" Tunggu aku simpan dulu bunga nya ...."
" Aku akan membelikan jika yang itu sudah layu " Potong Reza .
" Tidak mau ,itu pemberian pertama ...."
" Nanti pelayan yang urus, pekerjaan ku banyak sayang ,ayo " Akhirnya Raine mengalah lalu mereka ke luar dari kamar Raine dengan berpegangan tangan .
Para pelayan yang melihat itu di buat iri dan senyum² sendiri .
Mengingat Reza bukanlah tipe yang sangat romantis iya 11 12 dengan tuan muda mereka .
Sifat mereka layaknya pinang di bela dua sama dingin, datar ,kaku dan masa bodoh.
" Apa kalian akan berdiri terus di situ " Ucap Reza dingin
Wwuusss
Semua pelayan membubarkan diri setelah mendengar suara dingin, dan hanya beberapa saja yang masih menetap.
" Bibi tolong bunga yang di kamar di simpan di vas iya " Ujar Raine lembut .
" Baik non " Jawab pelayan lalu pergi meninggalkan dua sejoli itu .
" Tinggalkan kami berdua " Titahnya tidak ingin di bantah .
" Kaka mau makan apa " Tanya Raine setelah pelayan sudah pergi ke belakang .
Reza menarik Raine sehingga wanita itu duduk di pangkuan nya .
" Kakak ..."
" Terserah, ayo cepat " Raine mendengus kesal lalu mengambil makanan yang dekat dengan nya karena pria itu sudah memeluknya .
" Ikan " Reza menggeleng " ayam " Reza menggeleng " Cumi bakar " Raine mengambilkan cumi sesuai pesanan Reza .
" Tumis brokoli " Reza mengaguk lalu mengambilkan sayurnya " Sama udang sayang " Raine mengagguk saja .
" Mau di Supian " Reza mengaguk, karena tangan sebelah nya memegang hp nya karena ada pesan masuk .
" Siapa" Tanya Raine sambil menyodorkan makanan ke mulut Reza .
Hap .
" Morgan " Jawab Reza singkat sambil membalas pesan .
" Ada Masalah " Reza menggeleng " Hanya laporan biasa " Jawabnya lalu menyimpan HP nya di atas meja .
" Makan " Jawab Raine singkat .
" Endang menghubungi mu " Riane menggeleng sambil menyuapi Reza " Tidak ,apa Kaka memberi tahu dia " Reza mengaguk karena mulutnya masih terisi .
"Apa Daddy akan pulang nanti sore " Tanya Raine .
" Iya " Jawab Reza .
Setelah itu Riane kembali menyuapi Reza hingga makanan di piring tandas .
Lalu Riane membantu Reza minum ,tangan satunya berada di bawah dagunya agar tidak membasahi jas nya .
CUP
" Makasih " Ucap reza setelah mencuri ciuman di bibir manis Raine .
"Kaka langsung mau pergi " Reza mengaguk " Kamu lanjutkan makannya sejak tadi kamu hanya menyuapi ku " Ujar Reza .
" Aku antar " Reza menggeleng " beri aku vitamin " Ucap reza sambil meremas dada Raine .
" Kakak " Pekik Riane lalu menatap sekeliling nya ,syukur tidak ada pelayan atau penjaga yang berada di sana .
Jika tidak mau di taruh di mana wajah Riane .
" Mereka tidak akan berani ke sini " Ujar Reza sambil membuka kancing depan baju Riane .
" Kakak jangan macem² ini di dapur nanti ...Ssssttttt "
Riane memejamkan matanya saat Reza sudah ******* Benda kenyal itu sehingga membuat ucapan nya mengudara begitu saja .
" Aaahhhh " Reza melepaskan benda itu lalu tersenyum lembut " Aku akan melanjutkan nanti malam " Ucap sambil merapikan pakaian Riane setelah di buat berantakan .
" Aku suka warnanya,Cup " Reza mencium leher jenjang Raine .
" Lanjutkan makanmu ,agar nanti malam punya tenaga mengimbangi ku, kita harus mulai mencicilnya " Riane hanya mendengus saja .
Sedangkan Reza sudah meninggal kan meja makan itu dan meninggalkan dia sendirian .
" Rasanya jadi anehkan " Gerutu Riane saat miliknya berdenyut karena ulah sang kekasih .
" Otakku semakin kacau karena ulah kakak Reza " Gumamnya sambil menggeleng kan kepalanya.
Tidak ingin memikirkan hal² yang membuat dirinya sesak ,dia memilih menyendok makanan karena penghuni perutnya meminta segera di sini .
Sedangkan di mobil Reza sedang berbicara serius sambungan di telepon.
" Di mana dia " Tanya Reza to the poin.
" Masih di perjalanan tuan " Jawab Morgan .
" Baiklah tunggu aku di sana !! Kamu sudah pesan tempat " Tanya Reza lagi sambil menatap lurus ke depan .
" Sudah tuan, Apa perlu pesan sama makanan tuan " Tanya Morgan yang sudah menunggu di tempat akan mereka bertemu .
" Pesan kan saja minuman ,yang lainnya Terserah mu " Jawab Reza .
" Baik tuan " Reza langsung menutup panggilan itu , laku kembali fokus pada kemudinya .
Tangan sebelahnya memijat kepalanya yang terasa sakit .
" Shiittt " Umpat Reza saat bayangan Raine bergerak di atas nya terlintas begitu saja .
" Come on boy ,ini belum saatnya " Gumam Reza saat merasakan milik nya mulai bangkit ,dengan cepat dia membuka kaca jendela mobilnya .
" Wanita itu sangat membahayakan " Gumamnya lagi kini tangannya berdasar di pintu mobilnya sambil menatap lurus ke depan .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
SETELAH INI KITA AKAN MELIHAT YANG LIBURAN IYA GAYS 🥰🥰
KITA TINGGALKAN SEBENTAR REZA DAN RAINE NYA .
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
JANGAN LUPA JUGA DUKUNG REZA DAN RAINE
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 🌟🌟🌟🌟🌟🌟