
Pagi ini Raymond bangun agak lebih siang karena memang tidak ke perusahaan, dia menatap ke arah samping ternyata tidak ada istri nya .
Raymond langsung bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menyusul anak dan istrinya di bawah .
Mungkin mereka lagi sibuk membahas seserahan untuk Vania nanti malam .
Setelah selesai Raymond dengan semua urusan di kamar mandi dia langsung masuk di ruangan walk in close mencari pakaian santainya .
Jika biasanya Adara yang menyiapkan kali ini dia mencari sendiri .
Lalu dia menyusul istrinya ke bawah ke luar dari kamar itu,tujuannya ruangan keluarga karena ini sudah jam 9 kemungkinan anak² nya sudah selesai di jemur .
" Kenapa meninggalkan aku " Adara membalikkan badannya benar saja suaminya marah .
" Twins ..."
" Ada Nany " Gerutu Raymond lalu duduk di samping Adara sambil memeluk nya .
" Kaka sudah memiliki anak sadar " Cibir Rifat, Raymond menaikan alisnya nya sebelah .
" Apa masalahmu " Tanya Raymond masa bodoh .
" Hargai kami yang masih suci kak " Ujar Raine .
" Bagian mana yang suci " Tanya Raymond semakin mempererat pelukannya di pinggang Adara .
Sedangkan Adara hanya bisa menarik napas panjang nya ,dia pikir saat punya anak Raymond tidak terlalu manja nyatanya semua yang ada di pikiran nya salah .
Bahkan untuk bermain dengan Twins waktunya hanya siang hari saat suaminya di kantor dan malam hari setelah makan dan itupun bermain bersama nya .
" Aku benar² bingung melihat nya ,apa dulu saat kamu membuat nya dalam keadaan cemburu " Tanya Jeje ,Henry menggaguk membenarkan .
" Bahkan dia hampir membunuh orang saat itu,apa lagi melihat Elvi di antar pria yang mungkin usia mereka sama " Ujar jos tersenyum mengingat kejadian itu .
" Benarkah " Jose menggaguk " Siapa ?? Aku penasaran " Tanya Alan.
" Anak ingusan " Ujar Henry ketus .
" Rio kalau tidak salah " Henry langsung menatap tajam Jose .
" Seperti nya aku kenal " Ujar Raymond.
" Iya dia juga berkerja sama dengan perusahaan " Jawab Jose tersenyum .
" hampir saja dia menjadi Daddy kami " Ujar Radhi tersenyum.
" Apa kau ingin Daddy membatalkan hm " Tanya Henry tersenyum miring .
" Radhi hanya bercanda Dad " Ujar Radhi panik .
" Cih jika tidak kuat pertahanan mu jangan mengusik Daddy " Radhi hanya mendengus saja .
" Kenapa jadi bahas orang sih " Ujar Elvi kesal .
" Mereka yang mulai " Ujar Henry .
" Gimana dek apa dia ganteng " Tanya Ana tersenyum.
" Sangat ganteng mba ,bahkan elvi hampir...," Jose langsung menutup mulut istrinya .
" Sayang apa kamu ingin kita pulang jalan kaki " Aqila menggeleng " Maka diam lah sebelum banteng pencemburu itu mengikuti mu " Aqila mengaguk cepat lalu menatap Henry yang menatap nya .
Mati aku Batin Aqila tersenyum paksa .
"Aqila diam sebelum mas Jose tahu jika Minggu lalu kamu bertemu dengan cinta pertama mu " Jose langsung menatap Aqila .
" Hanya kebetulan di mall ,serius sumpah tidak janjian tiba² saja lagian dia juga menemani anaknya " Ujar Aqila panik .
" Dia duda loh " Aqila menatap Elvi yang tersenyum mengejek .
" Aqila " Panggil Jose dengan suara rendah .
" Maaf tidak cerita tapi menurutku itu Tidak penting toh kami sudah punya hidup masing² " Ujar Aqila melemas.
" Habislah kamu setelah ini jangan harap nanti malam kamu bisa ikut " Aqila sudah duga akan seperti ini .
" Iya aku siap " Ujar Aqila kesal , sedangkan Elvi hanya tersenyum kuda .
" Sudah pembahasan masa lalu nya , sekarang katakan apa yang di inginkan Vania " Tanya mommy Ellena kesal
" Dia tidak menginginkan papa Oma ,katanya Terserah " Ujar Radhi .
" Baiklah ,cincin * Tanya Daddy Radit.
" sudah ada di kamar " Ujar Radhi cepat .
" Kamu sudah minta pihak hotel untuk persiapan " Tanya Jeje menatap Radhi .
" Sudah Pi , tapi ruangan yang sedang " Ujar Radhi .
" Tidak papa ,karena memang hanya kita saja " Ujar Henry
" Ah iya Dad ,Vania ingin membangun sekolah untuk mommy nya apa boleh Radhi .."
" Jika kamu ingin lakukan saja " Radhi tersenyum senang " Daddy terbaik " Radhi langsung berdiri memeluk Henry tanpa kata dan aba² Radhi mencium pipi Henry .
CUP
CUP
" Aaww sakit Dad " Pekik Radhi mengelus pantat nya yang mencium dingin nya lantai marmer itu .
" Siapa yang menyuruhmu mencium ku bangsat " Umpat Henry kesal .
" Opa " Daddy Radit langsung melotot kan matanya tajam membuat Radhi hanya tersenyum simpul.
" Dia hanya bahagia,lagian dia anakmu " Ujar Elvi kesal.
" Dia sudah dewasa sayang bahkan akan menikah jika masih kecil aku tidak peduli tapi dia sudah dewasa nanti aku di kira jeruk makan jeruk " Elvi mendengus kesal .
" Terserah apa kata mu " Ujar Elvi mengalah .
Raymond menatap Nany saat mendengar suara anaknya menangis .
" Bawa ke sini " Nany pun langsung mendekat ke arah Raymond memberikan baby Ed .
" Hei kau kenapa ?? tumben menangis " Tanya Raymond mencium kening baby Ed .
" Dia sudah makan " Nany mengaguk " Sudah tuan, sekarang jamnya tuan muda kecil istirahat " Ujar Nany .
" Bawa ke sini baby El ,kalian istirahat lah " Ujar Henry .
" Baik tuan " jawab Nany .
"kenapa tadi meninggalkan Daddy sendirian di kamar hm ?? Apa wanita ini yang mengajari kalian " Tanya Raymond menatap ke arah Adara .
" Jangan di ulangi iya ,jika dia mengajarkan yang tidak baik " Adara mendengus kesal .
" Apa Queen tidak akan hadir " Tanya Davin tiba² .
" Untuk sekarang jangan dulu mengganggu nya ,biarkan dia tenangkan dirinya " Ujar Daddy Radit .
" Apa tidak sebaiknya kita pisahkan mereka siapa " Tanya Jeje kesal .
" Kita tidak bisa memisahkan mereka begitu saja,karena itu semakin membuat Queen sakit ,kita hanya bisa mendukung nya saja untuk saat ini biarkan dia istirahat " Ujar Henry .
Dia bukannya tidak marah tapi dia menghargai keputusan anaknya dan dia yakin jika Queen sudah memikirkan ini sebelum nya .
" Jadi anak² " Tanya Ana menatap anak²nya .
" Ada asistennya yang urus " Jawab Jose .
" Jika Kaka Queen mengizinkan sudah aku ulek itu manusia " Ujar Radhi kesal sambil memukul tangannya di udara .
" Jangan lakukan apa pun " Ujar Jose , Radhi hanya mengaguk sekalipun dia kesal .
"Kalian sudah tentu kan honeymoon di mana " Tanya jeje .
" Jepang " Ujar syahzani .
" Bangkok " Ujar Amanda
"Paris " Ujar Radhi
"new Zealand " Ujar ela
" Cappadocia " celetuk Raine.
" Kau mau honeymoon dengan siapa " Tanya Raymond menatap Raine .
"Sama Kaka Reza mau sama siapa lagi " Ujar Raine .
" memang kalian mau menikah " Tanya Rifat .
" Belum hanya sebut saja supaya dia tahu " semua orang hanya mendengus saja termaksud Reza .
" Mau bulan madu di mana pun tetap sama ,biar di kamar bisa cetak anak juga ,buat apa jauh² ke sana bikin susah diri saja " celetuk Reza .
" Suasananya kak yang beda " Ujar Raine .
" Apa nya yang beda ,paling tempat tidur,kamar mandi ,kolam , perusahaan apa yang beda " Semua orang melotot kan matanya .
" Kau tahu dari mana " Tanya Jose curiga .
" Kaka " Tunjuk Reza pada Raymond yang hanya terlihat biasa saja .
" Kau mengajari adikmu " Tanya Jose menatap Raymond .
" Dia nya saja yang terlalu penasaran " Ujar Raymond tanpa rasa bersalah .
" Astaga " Keluh mommy Ellena sambil memukul pelan dadanya yang merasa sesak karena tingkah anak dan cucunya tidak ada yang beres ,belum lagi nanti Twins besar .
Entahlah akan seperti apa lagi nantinya dan semoga semuanya berbeda .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘😘