ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Jeruk makan jeruk



Pagi ini Raymond bangun agak lebih siang karena memang tidak ke perusahaan, dia menatap ke arah samping ternyata tidak ada istri nya .


Raymond langsung bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menyusul anak dan istrinya di bawah .


Mungkin mereka lagi sibuk membahas seserahan untuk Vania nanti malam .


Setelah selesai Raymond dengan semua urusan di kamar mandi dia langsung masuk di ruangan walk in close mencari pakaian santainya .


Jika biasanya Adara yang menyiapkan kali ini dia mencari sendiri .


Lalu dia menyusul istrinya ke bawah ke luar dari kamar itu,tujuannya ruangan keluarga karena ini sudah jam 9 kemungkinan anak² nya sudah selesai di jemur .


" Kenapa meninggalkan aku " Adara membalikkan badannya benar saja suaminya marah .


" Twins ..."


" Ada Nany " Gerutu Raymond lalu duduk di samping Adara sambil memeluk nya .


" Kaka sudah memiliki anak sadar " Cibir Rifat, Raymond menaikan alisnya nya sebelah .


" Apa masalahmu " Tanya Raymond masa bodoh .


" Hargai kami yang masih suci kak " Ujar Raine .


" Bagian mana yang suci " Tanya Raymond semakin mempererat pelukannya di pinggang Adara .


Sedangkan Adara hanya bisa menarik napas panjang nya ,dia pikir saat punya anak Raymond tidak terlalu manja nyatanya semua yang ada di pikiran nya salah .


Bahkan untuk bermain dengan Twins waktunya hanya siang hari saat suaminya di kantor dan malam hari setelah makan dan itupun bermain bersama nya .


" Aku benar² bingung melihat nya ,apa dulu saat kamu membuat nya dalam keadaan cemburu " Tanya Jeje ,Henry menggaguk membenarkan .


" Bahkan dia hampir membunuh orang saat itu,apa lagi melihat Elvi di antar pria yang mungkin usia mereka sama " Ujar jos tersenyum mengingat kejadian itu .


" Benarkah " Jose menggaguk " Siapa ?? Aku penasaran " Tanya Alan.


" Anak ingusan " Ujar Henry ketus .


" Rio kalau tidak salah " Henry langsung menatap tajam Jose .


" Seperti nya aku kenal " Ujar Raymond.


" Iya dia juga berkerja sama dengan perusahaan " Jawab Jose tersenyum .


" hampir saja dia menjadi Daddy kami " Ujar Radhi tersenyum.


" Apa kau ingin Daddy membatalkan hm " Tanya Henry tersenyum miring .


" Radhi hanya bercanda Dad " Ujar Radhi panik .


" Cih jika tidak kuat pertahanan mu jangan mengusik Daddy " Radhi hanya mendengus saja .


" Kenapa jadi bahas orang sih " Ujar Elvi kesal .


" Mereka yang mulai " Ujar Henry .


" Gimana dek apa dia ganteng " Tanya Ana tersenyum.


" Sangat ganteng mba ,bahkan elvi hampir...," Jose langsung menutup mulut istrinya .


" Sayang apa kamu ingin kita pulang jalan kaki " Aqila menggeleng " Maka diam lah sebelum banteng pencemburu itu mengikuti mu " Aqila mengaguk cepat lalu menatap Henry yang menatap nya .


Mati aku Batin Aqila tersenyum paksa .


"Aqila diam sebelum mas Jose tahu jika Minggu lalu kamu bertemu dengan cinta pertama mu " Jose langsung menatap Aqila .


" Hanya kebetulan di mall ,serius sumpah tidak janjian tiba² saja lagian dia juga menemani anaknya " Ujar Aqila panik .


" Dia duda loh " Aqila menatap Elvi yang tersenyum mengejek .


" Aqila " Panggil Jose dengan suara rendah .


" Maaf tidak cerita tapi menurutku itu Tidak penting toh kami sudah punya hidup masing² " Ujar Aqila melemas.


" Habislah kamu setelah ini jangan harap nanti malam kamu bisa ikut " Aqila sudah duga akan seperti ini .


" Iya aku siap " Ujar Aqila kesal , sedangkan Elvi hanya tersenyum kuda .


" Sudah pembahasan masa lalu nya , sekarang katakan apa yang di inginkan Vania " Tanya mommy Ellena kesal


" Dia tidak menginginkan papa Oma ,katanya Terserah " Ujar Radhi .


" Baiklah ,cincin * Tanya Daddy Radit.


" sudah ada di kamar " Ujar Radhi cepat .


" Kamu sudah minta pihak hotel untuk persiapan " Tanya Jeje menatap Radhi .


" Sudah Pi , tapi ruangan yang sedang " Ujar Radhi .


" Tidak papa ,karena memang hanya kita saja " Ujar Henry


" Ah iya Dad ,Vania ingin membangun sekolah untuk mommy nya apa boleh Radhi .."


" Jika kamu ingin lakukan saja " Radhi tersenyum senang " Daddy terbaik " Radhi langsung berdiri memeluk Henry tanpa kata dan aba² Radhi mencium pipi Henry .


CUP


CUP


" Aaww sakit Dad " Pekik Radhi mengelus pantat nya yang mencium dingin nya lantai marmer itu .


" Siapa yang menyuruhmu mencium ku bangsat " Umpat Henry kesal .


" Opa " Daddy Radit langsung melotot kan matanya tajam membuat Radhi hanya tersenyum simpul.


" Dia hanya bahagia,lagian dia anakmu " Ujar Elvi kesal.


" Dia sudah dewasa sayang bahkan akan menikah jika masih kecil aku tidak peduli tapi dia sudah dewasa nanti aku di kira jeruk makan jeruk " Elvi mendengus kesal .


" Terserah apa kata mu " Ujar Elvi mengalah .


Raymond menatap Nany saat mendengar suara anaknya menangis .


" Bawa ke sini " Nany pun langsung mendekat ke arah Raymond memberikan baby Ed .


" Hei kau kenapa ?? tumben menangis " Tanya Raymond mencium kening baby Ed .


" Dia sudah makan " Nany mengaguk " Sudah tuan, sekarang jamnya tuan muda kecil istirahat " Ujar Nany .


" Bawa ke sini baby El ,kalian istirahat lah " Ujar Henry .


" Baik tuan " jawab Nany .


"kenapa tadi meninggalkan Daddy sendirian di kamar hm ?? Apa wanita ini yang mengajari kalian " Tanya Raymond menatap ke arah Adara .


" Jangan di ulangi iya ,jika dia mengajarkan yang tidak baik " Adara mendengus kesal .


" Apa Queen tidak akan hadir " Tanya Davin tiba² .


" Untuk sekarang jangan dulu mengganggu nya ,biarkan dia tenangkan dirinya " Ujar Daddy Radit .


" Apa tidak sebaiknya kita pisahkan mereka siapa " Tanya Jeje kesal .


" Kita tidak bisa memisahkan mereka begitu saja,karena itu semakin membuat Queen sakit ,kita hanya bisa mendukung nya saja untuk saat ini biarkan dia istirahat " Ujar Henry .


Dia bukannya tidak marah tapi dia menghargai keputusan anaknya dan dia yakin jika Queen sudah memikirkan ini sebelum nya .


" Jadi anak² " Tanya Ana menatap anak²nya .


" Ada asistennya yang urus " Jawab Jose .


" Jika Kaka Queen mengizinkan sudah aku ulek itu manusia " Ujar Radhi kesal sambil memukul tangannya di udara .


" Jangan lakukan apa pun " Ujar Jose , Radhi hanya mengaguk sekalipun dia kesal .


"Kalian sudah tentu kan honeymoon di mana " Tanya jeje .


" Jepang " Ujar syahzani .


" Bangkok " Ujar Amanda


"Paris " Ujar Radhi


"new Zealand " Ujar ela


" Cappadocia " celetuk Raine.


" Kau mau honeymoon dengan siapa " Tanya Raymond menatap Raine .


"Sama Kaka Reza mau sama siapa lagi " Ujar Raine .


" memang kalian mau menikah " Tanya Rifat .


" Belum hanya sebut saja supaya dia tahu " semua orang hanya mendengus saja termaksud Reza .


" Mau bulan madu di mana pun tetap sama ,biar di kamar bisa cetak anak juga ,buat apa jauh² ke sana bikin susah diri saja " celetuk Reza .


" Suasananya kak yang beda " Ujar Raine .


" Apa nya yang beda ,paling tempat tidur,kamar mandi ,kolam , perusahaan apa yang beda " Semua orang melotot kan matanya .


" Kau tahu dari mana " Tanya Jose curiga .


" Kaka " Tunjuk Reza pada Raymond yang hanya terlihat biasa saja .


" Kau mengajari adikmu " Tanya Jose menatap Raymond .


" Dia nya saja yang terlalu penasaran " Ujar Raymond tanpa rasa bersalah .


" Astaga " Keluh mommy Ellena sambil memukul pelan dadanya yang merasa sesak karena tingkah anak dan cucunya tidak ada yang beres ,belum lagi nanti Twins besar .


Entahlah akan seperti apa lagi nantinya dan semoga semuanya berbeda .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘😘