ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Liburan bukan pindahan



Dia hari sudah Raine Tidak melihat Reza karena pria itu sedang melakukan perjalanan urusan pekerjaan.


Dengan malasnya dia menuruni tangga sambil menatap ke arah lantai hingga dia sampai di ruangan makan .


" Kenapa sayang " Tanya Elvi lembut .


" Tidak mom " Raine menarik kursi nya lalu duduk .


" Kangen iya sama Reza " Tebak Adara ,Raine hanya diam saja .


Kangen pun Raine sudah tidak punya hak kak Batin Raine sendu .


" Maaf Reza telat Dad,mom " Raine langsung menatap ke sumber suara .


Deg


Bukannya besok baru dia pulang Batin Raine mematung .


" Kedip " Ucap Raymond membuat Raine mengalikan pandangan nya .


" Tidak papa, jika lelah kenapa tidak suruh pelayan antar ke kamar saja " Ucap Henry .


" Reza sudah istirahat tadi Dad, di pesawat juga tadi istirahat " Jawab Reza lalu duduk di samping Raine tampak rasa canggung .


Tapi berbeda dengan Raine yang berubah jadi tegang .


Berarti dia sejak tadi di rumah Batik Raine .


"Ayo makan " Ujar Henry , Elvi dan Adara langsung melayani suami mereka masing² .


Sedangkan Raine dan Reza memilih mengambil makanan mereka sendiri .


" Kamu sudah atur semuanya " Tanya Raymond di sela


" Sudah kak ,jam 8 pagi " Jawab Reza .


" Ayam " Adara langsung mengambilkan ayam " semua aman " Tanya Raymond .


"Semuanya sudah siap kak " Ucap Reza .


" Mas mau ke mana " Tanya Adara sambil menyerahkan piring suaminya yang sudah di isi lauk pauk .


" Liburan " jawab Raymond .


" Sama siapa " Tanya Adara polos ,membuat Raymond menatap nya .


" Sama kamu ! Sama siapa lagi " Kini gantian Adara yang menatap Raymond " Koh tidak bilang mas,kan Adara belum siap² kan barang " Ujar Adara kesal.


" Jika ingin berdebat pergi " Adara langsung mendudukan bokongnya menyantap makanan nya .


Sedangkan di meja lain Raine hanya mengaduk² makanannya entahlah perasaan nya jadi kacau sehingga membuat nafsu makannya hilang .


" Kenapa sayang " Tanya elvi lembut .


" Tidak mom " Jawab Raine .


" Raine balik ke kamar iya mom " Ucap Raine .


" Kamu belum makan sayang " Ucap Elvi sambil menatap piring Raine yang masih utuh .


" Raine masih kenyang ,tadi sebelum pulang Raine makan di perusahaan bersama endang " Jawab Raine Jujur karena memang itu benar adanya .


" Habiskan makanan mu "


" Riane susah kenyang kak ,serius " Ujar Raine .


" Habiskan " Raine kembali duduk dan menarik piring nya saat suara dingin itu kembali ke luar .


" Iya kak " Jawab Raine lirih lalu memakan makanan nya walau secara paksa .


Setelah selesai makan mereka masih duduk di meja makan sambil memakan keu bikinan Elvi .


" Adara pamit ke kamar dulu iya Dad mom, mau siapkan pakaian besok " Ucap Adara .


" Untuk apa " Tanya Raymond .


" Untuk apa ?? Untuk kita mas lalu untuk siapa " Tanya Adara bingung .


" Kita pergi liburan Adara bukan pindahan kenapa harus bawa pakaian " Jawab Raymond ,.


" Memang kita liburan tidak butuh pakaian " Tanya Adara kesal .


" Jangan bertingkah seolah kamu orang miskin Adara ,kita bisa beli sampai di sana kenapa suka sekali menyusahkan diri sendiri " Cibir Raymond menggeleng kan kepalanya.


" Di lemari saja banyak pakaian yang belum di ..."


" Iya² sekalian kamu bawa sama lemari nya,tapi awas jika kamu meminta aku yang membawa karena kita tidak bawa pengawal jadi kamu urus sendiri " Potong Raymond ketus karena kesal .


Apa Adara belum sadar siapa Raymond .


Setiap mau jalan selalu saja heboh seperti ibu² kompleks .


Jangankan pakaian bahkan jika dia membutuhkan yang lain Raymond bisa melakukan nya .


" Tapi kasian mas " Ucap Adara lirih lalu duduk kembali di kursi nya .


" Jika kasihan melihat pakaian mu di lemari buang nanti isi yang baru ,atau bagaikan pada nelayan mereka pasti menerima nya " Jawab Raymond .


" Tidak² ,bukannya Adara pelit tapi itu pakaian mahal semua mas dan masih bnyak yang baru " Raymond menghela napas panjang .


" Kamu hidup di mana sih Adara !! Bahkan jika kamu menginginkan tokonya pun akan aku belikan !! Aku tidak akan jatuh miskin hanya masalah pakaian yang ada di kamar bahkan tasmu saja ada yang harganya miliaran lalu apa yang kamu pikirkan " Adara melotot kan matanya karena memang semua barangnya suaminya yang membelikannya dia hanya tahu pakai tanpa tahu harganya .


" Apa ?? Kau baru sadar jika suamimu kaya ,menyebalkan " Ucap Raymond kesal .


Adara masih terdiam ,jika dulu jangankan tas yang miliaran yang harganya di atas seratus dia harus pikir panjang untuk membeli nya .


Tapi sekarang semua yang ada di lemari nya bahkan hanya ikat rambutnya saja harganya 5 jutaan belum lagi yang lainnya .


Kadang Adara bingung sebenarnya kekayaan suaminya itu berapa ? apa lagi setiap pergi bekerja Reza selalu membawa mobil yang berbeda begitu juga yang lainnya .


" Tidak perlu memikirkan nya ,tugasmu hanya menghabiskan nya jika bisa " Lihat lah .


Bahkan dengan gampang nya dia menyuruh Adara menghabiskan nya .


Jika itu wanita lain tanpa di suruh pun mereka akan berfoya² sesuka hati mereka .


" Siapkan keperluan Twins saja selama di pesawat " Ucap Raymond .


" Memang kita mau kemana " Tanya Adara .


" nanti kamu tahu " Jawab Raymond .


" Daddy sama mommy ikut " Tanya Adara menatap Elvi mana berani dia menatap Henry .


Mendengar suaranya saja membuat jantungnya berhenti berdetak .


Apa lagi menatapnya mungkin saat itu juga nyawa Adara akan hilang karena takut .


" Jika.kami ikut adikmu sama siapa sedangkan Reza sibuk karena kalian akan liburan " Ucap Elvi .


' Kami sudah bosan liburan bahkan kami pernah ke Negera tetangga hanya untuk makan lalu pulang karena mommy mertuamu mengidam " Adara menutup mulutnya kaget .


" Kau puas " Tanya Raymond saat melihat istrinya kaget .


"I-ya" Jawab Adara terbata karena masih kaget .


' Kakak Ipar harus belajar ,jika tidak uang Kaka Ray akan di bobol maling " Ucap Raine Tersenyum.


" Iya kau malingnya " Cibir Raymond membuat Raine tertawa kecil .


" anggap saja sedekah kak, supaya rezeki Kaka tambah lancar " Ujar Raine .


" Tanpa kau bicara aku sering sedekah tapi tidak pada orang seperti mu " Riane hanya tersenyum .


" Memang Ade dapat berapa sebulan " Tanya Adara memberanikan diri .


" 500 " Jawab Riane .


" Mas cuma 500 ribu aja kenapa pelit " Henry ,Reza ,Raine dan Raymond menatap Adara .


Sedangkan Elvi hanya tertawa kecil ,membuat Adara bingung .


Apa ada yang salah dengan ucapan nya barusan .


" Kau mengira aku memberikan Raine uang bulanan 500 ribu " Adara menggaguk cepat.


Tuk .


" 500 juta Adara " Adara mengusap keningnya sambil memanyunkan bibirnya .


" Kan Dara tidak tahu mas " Jawab Adara sedangkan yang lainnya sudah tertawa kecil melihat kepolosan Adara .


" Bahkan gaji pelayan di sini seharga ikat rambutmu adara itupun jika yang masih baru " Ucap Raymond membuat Adara tersedak air liur nya sendiri .


Yang masih baru seharga ikat rambutnya !! Lalu kabar yang sudah lama !!


Belum lagi jumlah mereka yang tidak bisa terhitung,penjaga ,pengawal , security Adara sampai menggeleng memikirkan gaji mereka .


Uang bulanan Raine saja membuatnya sesak napas, padahal itu baru uang dari Raymond lalu bagaimana dari Henry , Opa Radit yang lainnya belum lagi dia bekerja .


Ah rasanya Adara ingin tenggelam saja di dasar lautan yang paling terdalam di dunia ini .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


LIKE


KOMENT


VOTE


JAHGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚😚