
Acara terus berlangsung, setelah acara pertunangan Rifat dan Amanda selesai kini para undangan siap untuk memberi selamat para pengantin dan juga Rifat dan Amanda .
Tapi di lain tempat sepasang suami istri menatap Adara mengingat mereka pada sosok bayi mungil yang dulu bernama mereka .
" ayah " sang suami menggegam tangan sang istri .
" nanti kita tanya pada tuan Radit dan meminta bertemu " sang istri mengaguk .
Setelah itu mereka baik ke atas panggung untuk memberikan selamat pada Raymond dan istri nya .
" selamat tuan Raymond untuk pernikahan dan kehamilan Istri anda " Raymond menerima uluran tangannya .
" terimakasih sudah menepatkan diri hadir di sini " ujar Raymond tulus .
pria itu hanya tersenyum lalu menatap Adara yang juga menatap nya ,ada rasa tenang dalam hatinya tapi dia tidak tahu itu apa .
" selamat nyonya, semoga kandungan nya selalu menjadi anak yang pintar seperti Daddy nya " Adara hanya membalasnya dengan senyuman ,karena Raymond melarang nya membalas uluran tangan jika dia pria .
" terimakasih tuan " ujar nya lembut ,hingga akhirnya sang istri berhadapan di depan Adara .
" apa saya bisa memeluk anda " Adara mengagguk bingung lalu menatap Raymond yang juga bingung .
" maaf jika sikap istri ku membuat kalian tidak nyaman ,karena istri anda mengingat kan pada anak kami " Raymond dan Adara mengaguk paham,lalu Adara membalas pelukan wanita itu .
" terimakasih " ujarnya tulus ,Adara mengaguk .
" terimakasih sudah datang " ucap Adara .
Setelah semua orang sudah memberikan kini giliran seorang yang Raymond sangat kenal .
" selamat, saya kira tuan akan menyendiri hingga nanti " Raymond tersenyum, sekalipun mereka tidak terlalu dekat tapi mereka teman bisnis yang cukup lumayan dekat .
" segera lah Carikan ibu buatnya jangan sendiri terus " ujar Raymond menerima uluran tangan nya .
" ayah cepat ,Zaza mau sama bunda " ujar Eliza kesal .
" apa anda sudah menikah " Naufal hanya tertawa kecil .
" anda akan tau sebentar lagi " ujar Naufal tersenyum penuh arti .
" Kaka ipar ....
" bunda " Raymond melotot kan matanya begitu juga yang di panggil bunda .
" ehz Zaza sudah datang " Eliza mengaguk cepat lalu merentangkan tangannya meminta di gendong .
" Queen " suara rendah Raymond membuat Queen menelan ludahnya paksa .
" anda harus menjelaskan semuanya atau kerja sama kita batal " tekan Raymond menatap Naufal yang hanya mengaguk .
" Bunda lagi sibuk sayang ,nanti aja iya " ujar Naufal lembut .
" tapi Zaza mau sama bunda " rengek Eliza manja .
" iya sudah sini " Queen mengambil ahli tubuh mungil Eliza .
" kamu yakin " Queen mengaguk " sudah lama " tanya Queen
" baru tiba " Ujar Naufal.
hebm
" maaf kak,Kaka ipar kalau sudah lelah bicara iya supaya nanti di antar " Adara menggaguk lalu memegang pipi Eliza yang begitu cabi " boleh aku cium " Queen mengaguk .
" cantik sekali " ujar Adara tersenyum .
" bunda " Queen mengaguk " Kak aku turun iya " Raymond mengaguk .
Baru saja membalikkan badan Queen sudah di tatap keluarga meminta penjelasan dengan apa yang mereka lihat .
Queen hanya mendengus kesal lalu turun ke bawah sambil menggendong Eliza , sedangkan Naufal di belakang mereka .
" mom minta tolong " Elvi mengaguk " sama Oma dulu iya ,bunda masih ada kerjaan " ujar Queen lembut .
" biar sama aku saja " Queen menggeleng cepat " kamu belum makan " ujar Queen lembut .
" Oma, mommy nya bunda " Queen mengaguk " siapa namanya " tanya Elvi lembut " Eliza Novayandri Agrata Oma anaknya ayah Naufal Zeroun Agrata dan bunda ....
Eliza menatap Queen bingung membuat Elvi tersenyum sendang kan yang lainnya menatap bingung.
" sama Oma dulu iya ,bunda bantu ayah ambil makan " Eliza mengaguk lalu berpindah ke gendongan Elvi .
" makasih mom " Elvi mengaguk " maaf sudah merepotkan " ujar Naufal tidak enak .
" tidak Papa " ujar Elvi lembut .
" jangan bertanya lebih jauh, biarkan Queen menjelaskan sendiri" ujar Henry saat mendapat tatapan dari saudaranya begitu juga Daddy Radit.
" cih " mereka hanya berdecak kesal karena tidak mendapat kan papa .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" mas " Raymond menatap Adara " kenapa " tanya Raymond khawatir karena Adara sudah mengeluarkan keringat.
" mual " cicit Adara pelan .
" koh bisa ini malam " Ujar Raymond bingung karena tahunya Adara hanya mual pagi hari nya .
" mau langsung istirahat " Adara mengaguk lemah , Raymond langsung memanggil Reza .
" kenapa kak " tanya Reza saat sudah di dekat mereka .
" suruh mama sama bunda antar adara ke kamar dia mual " Reza langsung turun ke bawah tanpa menjawab ucapan Raymond .
Tidak berselang lama Aqila dan Nabila mendekati mereka .
" kenapa nak " tanya Nabila .
" Adara mual, karena bau parfum " Nabila dan Aqila mengaguk paham .
" ayo sayang, lagian kamu sudah terlalu lama berdiri kamu pasti sudah lelah " ujar Aqila .
" duluan di kamar istirahat saja nanti aku nyusul jika sudah selesai " Adara mengaguk lemah .
" makasih ma ,Bun " Aqila dan Nabila hanya mengaguk .
" ayo kita sapa mereka Za " ujar Raymond setelah Adara sudah di bawah ke kamar .
" istri mu kenapa " tanya Jeje saat Raymond sudah ikut bergabung .
" pusing ,mual " ujar Raymond .
Setelah itu mereka fokus pada tamu undangan yang semakin ramai, padahal ini sudah jam 10 malam tapi tamu undangan tidak berhenti berdatangan .
Hingga akhirnya jam 12 malam baru selesai acaranya, Raymond langsung mendudukan bokong nya di kursi karena lelah .
" jika tau seperti ini aku tidak akan menyetujui nya " ujar Raymond melonggarkan dasinya .
" apa ayah dan papi mengundang seluruh penghuni bumi ini " ujar Raymond kesal .
" jangan mengeluh, setidaknya kini mereka sudah tau jika kamu sudah menikah " ujar Davin .
" lalu apa bedanya mereka tau atau tidak " tanya Raymond
" tidak ada bedanya sih " membuat Raymond berdecak .
" kamu sudah makan " Raymond menggeleng "bahkan aku lupa kapan terkahir aku makan " ujar Raymond .
" makan lah ,setelah ini kembali ke kamar tadi bunda ke luar istrimu sudah tidur " Raymond mengaguk .
" mom suapin " Henry langsung menatap tajam Raymond lalu menarik tangan Elvi.
" kamu sudah punya istri jangan menyusahkan Istriku yang selalu mengurus mu" ujar Henry kesal .
" daddy " pekik Elvi tidak suka.
" apa ?? memang benar " Raymond memutar bola matanya malas .
" ma...
" jangan aneh² " Sanggah Jose cepat .
" jangan harap " ujar Davin saat Raymond menatap istrinya begitu juga Jeje dan Alan sudah menatap tajam Raymond .
" Kaka ,Reza suapin mau " tanya Reza menawarkan diri membuat yang ada di situ melotot kan matanya .
" kamu suka Ray " tanya mommy ellena ceplos
" suka " ujar Reza jujur .
" Jo " Jose menggeleng cepat " tidak mungkin anakku suka pisang " ujar Jose tidak terima .
" kali ini aku izinkan karena aku lelah " uang Raymond .
" Kaka " Raymond mendengus kesal
" Reza sering menyuapiku bahkan menyiapkan makananku kenapa kalian kaget " ucap Raymond kesal .
"tadi dia bilang suka sama kamu " ujar Jeje.
" memang kenapa kalau dia suka Ray, to Ray juga suka Reza " ujar Raymond tenang .
" kamu masih waras kan " ujar opa Radit.
"Otak udang " cibir Raymond menjauh dari mereka mengikuti Reza .
" mereka suka hanya sebatas kakak dan adik bukan seperti pikiran kotor kalian " cibir Henry menarik Elvi menjauh dari mereka .
" mau ke mana " teriak opa Radit
" malam pertama " teriak Henry menggema di ruangan bathroom hotel itu .
" jangan membatah ,kamu tau apa kesalahan mu bukan " ujar Henry saat Elvi akan bersuara .
" iya " cicit Elvi .
" apa kalian juga mau malam pertama " tanya opa Radit menatap 4 pria yang masih berdiri di dekatnya .
" mereka sudah membuat kesalahan dad ,jadi harus terima itu " ujar Jose tersenyum seringai membuat Aqila menelan ludahnya paksa .
mati aku batin mereka bersamaan.
Opa Radit dan mommy ellena hanya menggeleng saja ,begitu juga alister , Xavier dan Radhi yang masih berada di situ .