ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
acara yang melelahkan



Acara terus berlangsung, setelah acara pertunangan Rifat dan Amanda selesai kini para undangan siap untuk memberi selamat para pengantin dan juga Rifat dan Amanda .


Tapi di lain tempat sepasang suami istri menatap Adara mengingat mereka pada sosok bayi mungil yang dulu bernama mereka .


" ayah " sang suami menggegam tangan sang istri .


" nanti kita tanya pada tuan Radit dan meminta bertemu " sang istri mengaguk .


Setelah itu mereka baik ke atas panggung untuk memberikan selamat pada Raymond dan istri nya .


" selamat tuan Raymond untuk pernikahan dan kehamilan Istri anda " Raymond menerima uluran tangannya .


" terimakasih sudah menepatkan diri hadir di sini " ujar Raymond tulus .


pria itu hanya tersenyum lalu menatap Adara yang juga menatap nya ,ada rasa tenang dalam hatinya tapi dia tidak tahu itu apa .


" selamat nyonya, semoga kandungan nya selalu menjadi anak yang pintar seperti Daddy nya " Adara hanya membalasnya dengan senyuman ,karena Raymond melarang nya membalas uluran tangan jika dia pria .


" terimakasih tuan " ujar nya lembut ,hingga akhirnya sang istri berhadapan di depan Adara .


" apa saya bisa memeluk anda " Adara mengagguk bingung lalu menatap Raymond yang juga bingung .


" maaf jika sikap istri ku membuat kalian tidak nyaman ,karena istri anda mengingat kan pada anak kami " Raymond dan Adara mengaguk paham,lalu Adara membalas pelukan wanita itu .


" terimakasih " ujarnya tulus ,Adara mengaguk .


" terimakasih sudah datang " ucap Adara .


Setelah semua orang sudah memberikan kini giliran seorang yang Raymond sangat kenal .


" selamat, saya kira tuan akan menyendiri hingga nanti " Raymond tersenyum, sekalipun mereka tidak terlalu dekat tapi mereka teman bisnis yang cukup lumayan dekat .


" segera lah Carikan ibu buatnya jangan sendiri terus " ujar Raymond menerima uluran tangan nya .


" ayah cepat ,Zaza mau sama bunda " ujar Eliza kesal .


" apa anda sudah menikah " Naufal hanya tertawa kecil .


" anda akan tau sebentar lagi " ujar Naufal tersenyum penuh arti .


" Kaka ipar ....


" bunda " Raymond melotot kan matanya begitu juga yang di panggil bunda .


" ehz Zaza sudah datang " Eliza mengaguk cepat lalu merentangkan tangannya meminta di gendong .


" Queen " suara rendah Raymond membuat Queen menelan ludahnya paksa .


" anda harus menjelaskan semuanya atau kerja sama kita batal " tekan Raymond menatap Naufal yang hanya mengaguk .


" Bunda lagi sibuk sayang ,nanti aja iya " ujar Naufal lembut .


" tapi Zaza mau sama bunda " rengek Eliza manja .


" iya sudah sini " Queen mengambil ahli tubuh mungil Eliza .


" kamu yakin " Queen mengaguk " sudah lama " tanya Queen


" baru tiba " Ujar Naufal.


hebm


" maaf kak,Kaka ipar kalau sudah lelah bicara iya supaya nanti di antar " Adara menggaguk lalu memegang pipi Eliza yang begitu cabi " boleh aku cium " Queen mengaguk .


" cantik sekali " ujar Adara tersenyum .


" bunda " Queen mengaguk " Kak aku turun iya " Raymond mengaguk .


Baru saja membalikkan badan Queen sudah di tatap keluarga meminta penjelasan dengan apa yang mereka lihat .


Queen hanya mendengus kesal lalu turun ke bawah sambil menggendong Eliza , sedangkan Naufal di belakang mereka .


" mom minta tolong " Elvi mengaguk " sama Oma dulu iya ,bunda masih ada kerjaan " ujar Queen lembut .


" biar sama aku saja " Queen menggeleng cepat " kamu belum makan " ujar Queen lembut .


" Oma, mommy nya bunda " Queen mengaguk " siapa namanya " tanya Elvi lembut " Eliza Novayandri Agrata Oma anaknya ayah Naufal Zeroun Agrata dan bunda ....


Eliza menatap Queen bingung membuat Elvi tersenyum sendang kan yang lainnya menatap bingung.


" sama Oma dulu iya ,bunda bantu ayah ambil makan " Eliza mengaguk lalu berpindah ke gendongan Elvi .


" makasih mom " Elvi mengaguk " maaf sudah merepotkan " ujar Naufal tidak enak .


" tidak Papa " ujar Elvi lembut .


" jangan bertanya lebih jauh, biarkan Queen menjelaskan sendiri" ujar Henry saat mendapat tatapan dari saudaranya begitu juga Daddy Radit.


" cih " mereka hanya berdecak kesal karena tidak mendapat kan papa .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" mas " Raymond menatap Adara " kenapa " tanya Raymond khawatir karena Adara sudah mengeluarkan keringat.


" mual " cicit Adara pelan .


" koh bisa ini malam " Ujar Raymond bingung karena tahunya Adara hanya mual pagi hari nya .


" mau langsung istirahat " Adara mengaguk lemah , Raymond langsung memanggil Reza .


" kenapa kak " tanya Reza saat sudah di dekat mereka .


" suruh mama sama bunda antar adara ke kamar dia mual " Reza langsung turun ke bawah tanpa menjawab ucapan Raymond .


Tidak berselang lama Aqila dan Nabila mendekati mereka .


" kenapa nak " tanya Nabila .


" Adara mual, karena bau parfum " Nabila dan Aqila mengaguk paham .


" ayo sayang, lagian kamu sudah terlalu lama berdiri kamu pasti sudah lelah " ujar Aqila .


" duluan di kamar istirahat saja nanti aku nyusul jika sudah selesai " Adara mengaguk lemah .


" makasih ma ,Bun " Aqila dan Nabila hanya mengaguk .


" ayo kita sapa mereka Za " ujar Raymond setelah Adara sudah di bawah ke kamar .


" istri mu kenapa " tanya Jeje saat Raymond sudah ikut bergabung .


" pusing ,mual " ujar Raymond .


Setelah itu mereka fokus pada tamu undangan yang semakin ramai, padahal ini sudah jam 10 malam tapi tamu undangan tidak berhenti berdatangan .


Hingga akhirnya jam 12 malam baru selesai acaranya, Raymond langsung mendudukan bokong nya di kursi karena lelah .


" jika tau seperti ini aku tidak akan menyetujui nya " ujar Raymond melonggarkan dasinya .


" apa ayah dan papi mengundang seluruh penghuni bumi ini " ujar Raymond kesal .


" jangan mengeluh, setidaknya kini mereka sudah tau jika kamu sudah menikah " ujar Davin .


" lalu apa bedanya mereka tau atau tidak " tanya Raymond


" tidak ada bedanya sih " membuat Raymond berdecak .


" kamu sudah makan " Raymond menggeleng "bahkan aku lupa kapan terkahir aku makan " ujar Raymond .


" makan lah ,setelah ini kembali ke kamar tadi bunda ke luar istrimu sudah tidur " Raymond mengaguk .


" mom suapin " Henry langsung menatap tajam Raymond lalu menarik tangan Elvi.


" kamu sudah punya istri jangan menyusahkan Istriku yang selalu mengurus mu" ujar Henry kesal .


" daddy " pekik Elvi tidak suka.


" apa ?? memang benar " Raymond memutar bola matanya malas .


" ma...


" jangan aneh² " Sanggah Jose cepat .


" jangan harap " ujar Davin saat Raymond menatap istrinya begitu juga Jeje dan Alan sudah menatap tajam Raymond .


" Kaka ,Reza suapin mau " tanya Reza menawarkan diri membuat yang ada di situ melotot kan matanya .


" kamu suka Ray " tanya mommy ellena ceplos


" suka " ujar Reza jujur .


" Jo " Jose menggeleng cepat " tidak mungkin anakku suka pisang " ujar Jose tidak terima .


" kali ini aku izinkan karena aku lelah " uang Raymond .


" Kaka " Raymond mendengus kesal


" Reza sering menyuapiku bahkan menyiapkan makananku kenapa kalian kaget " ucap Raymond kesal .


"tadi dia bilang suka sama kamu " ujar Jeje.


" memang kenapa kalau dia suka Ray, to Ray juga suka Reza " ujar Raymond tenang .


" kamu masih waras kan " ujar opa Radit.


"Otak udang " cibir Raymond menjauh dari mereka mengikuti Reza .


" mereka suka hanya sebatas kakak dan adik bukan seperti pikiran kotor kalian " cibir Henry menarik Elvi menjauh dari mereka .


" mau ke mana " teriak opa Radit


" malam pertama " teriak Henry menggema di ruangan bathroom hotel itu .


" jangan membatah ,kamu tau apa kesalahan mu bukan " ujar Henry saat Elvi akan bersuara .


" iya " cicit Elvi .


" apa kalian juga mau malam pertama " tanya opa Radit menatap 4 pria yang masih berdiri di dekatnya .


" mereka sudah membuat kesalahan dad ,jadi harus terima itu " ujar Jose tersenyum seringai membuat Aqila menelan ludahnya paksa .


mati aku batin mereka bersamaan.


Opa Radit dan mommy ellena hanya menggeleng saja ,begitu juga alister , Xavier dan Radhi yang masih berada di situ .