
Adara ke luar dari mobil dengan wajah kesalnya suaminya itu selalu tidak tahu tempat dan keadaan .
Tapi berbeda dengan Raymond yang ke luar dengan wajah segar dan tersenyum .
" Cih " Raymond hanya menatap saja orang di berdecak di belakang nya lalu berjalan dengan angkuh .
" Lihatlah anakmu Elvi bahkan dia mengabaikan kita " Ujar Henry kesal .
" Bukan hanya kita tapi mas Jose dan juga Aqila " Ujar Elvi .
" Sama saja " Jawab Henry kesal lalu masuk dalam rumah saling menggendong cucunya begitu juga dengan Elvi .
" Ada apa dengan mereka " Tanya Alan yang memang tidak tahu menahu.
" Kamu bertanya pada kami " Alan mendengus kesal .
" Hei Kalian ada dengan bosmu " Morgan dan Rehan langsung menunduk .
" Katakan " Ucap Jeje .
"Maaf tuan ,tuan muda hm " Rehan menyiku lengan Morgan .
" Katakan saja !! Apa kalian sudah bosan hidup hah " Bentak Alan kesal .
" Tuan muda bermain di mobil tuan " Ujar Morgan lirih tapi masih bisa di dengar oleh Alan dan Jeje .
" Maksud mu bermain dengan lahan nya " Morgan dan Rehan mengaguk bersamaan .
" Shiiitt " Umpat Alan dan Jeje bersamaan
Lalu meninggalkan Morgan dan Rehan karena kesal sedangkan Elsa dan Ana saling melirik karena memang mereka tidak tahu papa .
Sedangkan Raymond masuk dalam kamarnya sudah tidak melihat istrinya tapi dia mendengar gemercik air dari kamar mandi .
Raymond membuka pakaiannya dia akan menyusul mandi karena dia pun gerah setelah berbagi keringat dalam mobil .
Ceklek .
Adara hanya diam saja sambil memejamkan matanya ,bukannya tidak tahu tapi dia sedang kesal .
Tanpa rasa bersalah dan rasa malu Raymond masuk menyusul istrinya dalam bathup.
" Kau marah " Adara hanya diam " Baiklah " Ucap Raymond .
" Mas " Pekik Adara kesal lalu menahan tangan sang suami yang sudah berada di dadanya .
" Kau marah bukan,kita lihat sampai di mana kau marah " Adara mendengus kesal lagi² dia harus terjebak dia pria mesum seperti suaminya .
" Aku tidak marah hanya kesal " Jawab Adara .
" Sama saja baby " Ucap Raymond lalu melingkar tangannya di perut Adara .
" Kau tidak ingin menghilangkan nya " Tanya Raymond sambil mengelus perut rata istri nya .
" Apa kamu malu " Tanya Adara bersandar di bidang dada sang suami .
" Aku tidak peduli dengan perut mu !! Tapi aku hanya tidak ingin kamu merasa tidak nyaman " Ujar Raymond lembut .
" Aku mau ,tapi takut apa nanti tidak sakit " Tanya Adara.
" Nanti kamu di bius baby, sama seperti waktu kamu lahirkan twins " Ujar Raymond lembut .
" Apa jika aku tidak mau, Mas akan meninggalkan ku " Tanya Adara hati² .
" Apa kamu melihat aku meninggalkan mu " Adara menutup mulutnya rapat saat dengar suara suaminya terdengar kesal .
" Bukan begitu ,aku ..."
" Kau ingin mendesaahh lagi " Adara menggeleng cepat " Maka buang pikiran mu jika masih ingin berjalan dengan benar hari ini " Adara mengaguk saat suaminya kembali mengancam nya .
" Apa kita boleh liburan hanya berempat dengan Twins " Tanya Adara sambil mengelus lengan suaminya yang berada di perutnya .
" Baik ,kita akan liburan tapi aku selesaikan dulu kerajaan ku " Adara mengaguk " Ayo bilas nanti mertua mu mengamuk karena kita terlalu lama di kamar " Adara hanya tersenyum .
" Apa Daddy marah " Raymond mengaguk " Bahkan mungkin dia mengumpat ku " Jawab Raymond keluar dari bathup bersama Adara .
" Apa dia tahu " Tanya Adara.
"Apa yang dia tidak ketahui " Jawab Raymond membawa Adara di bawah shower .
Adara hanya tertawa kecil dia yakin pasti sasarannya ibu mertua nya dan mungkin saja saat ini mereka sedang melakukan hal yang sama seperti dia dan suaminya .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Malam hari terlah tiba kini mereka berkumpul dengan kehadiran empat orang Alan,Jeje dan istri mereka masing² .
Mungkin karena sepi di tinggal berdua sehingga mereka memilih makan di rumah utama .
Elvi menatap kesal ke arah Raymond yang baru saja datang bersama istri nya dan kedua anaknya .
Karena ulah nya dia hampir saja tidak bisa berjalan .
Apa dia bisa mengumpat anak sulungnya itu !!
" Why " Tanya Raymond menatap Elvi yang terlihat kesal ke arah nya .
" Apa Ray melakukan kesalahan mom" Tanya Raymond lembut .
" Apa tidak bisa menunggu di rumah " Bentak Elvi kesal .
Ah !! Raymond paham lalu menatap Henry yang hanya biasa saja .
" Ada apa " Tanya mommy Ellena .
" Cucu mommy menghajar istri nya di mobil ,mommy sudah tahu yang terjadi setelahnya kan " Ujar Jeje sambil menatap Henry .
" Ray hanya mencari suasana baru Dad " Henry hanya menaikan bahunya.
Toh dia sudah mendapat kan apa yang dia inginkan bukan .
Henry tersenyum penuh kemenangan sambil menatap Elvi yang hanya mendengus kesal .
" Makan " Semua orang mengagguk .
" Kau ingin tahu " Balas Reza berbisik ,Raine mengaguk .
Tuk
" Kerja yang benar kamu masih kecil " Raine mendengus kesal sambil mengusap keningnya .
" Raine hanya ingin tau kak " Reza hanya diam saja membuat Raine kesal lalu mengambil makanannya .
Lalu mereka makan dengan tenang sedangkan Twins berbaring di stroller sambil menunggu orang tuanya makan begitu juga Nany mereka sedang makan malam di belakang .
Setelah selesai makan mereka berkumpul di belakang sedangkan Twins sudah di bawa ke kamar karena seharian mereka di bawah ke luar .
" Kami akan liburan " Ujar Raymond,membuat mereka menatap ke arah nya .
" Kapan " Tanya Henry .
" Jika pekerjaan selesai ,agar Reza tidak terbebani " Ucap Raymond.
" Baiklah, nanti Daddy yang keperusahan " Jawab Henry .
" Berapa lama " Tanya Daddy Radit .
" Terserah Adara ,jika dia ingin tinggal juga tidak masalah " Jawab Raymond tenang .
" tinggal lah di sana ,jangan kembali dan hapus nama belakang mu " Raymond menaikan alisnya sebelah menatap Daddy Radit.
" Kalian ingin ke mana " Tanya Jeje .
" Tanya padanya " Ujar Raymond menatap Adara .
" Terserah di mana saja " Jawab Adara .
" Di kolong jembatan mau " Tanya Raymond kesal .
" Bukan begitu , maksudnya di mana saja asal liburan " Ujar Adara lembut .
" Luar atau dalam " Tanya Alan .
" Dalam negeri saja ,jika di luar kasian Twins " Jawab Adara .
Bukan dia tidak ingin tapi kedua anaknya itu masih kecil dia tidak ingin egois hanya memikirkan kenginginan nya saja .
" Raine Boleh ikut " Ujar Raine tersenyum .
" Perusahaan sama siapa " Ujar Jeje .
" Seminggu saja Pi ,boleh iya selama balik ke sini Raine belum jalan² " Ujar Raine memelas .
" Bicara lah pada kakakmu karena dia sendiri akan honeymoon setelah tamunya pergi . " Raine menatap kesal ke arah Jeje yang yang menampakkan wajah datarnya .
"Urus dulu perusahaan jika nanti kamu menikah,kamu akan ke mana saja " Jawab Alan menatap Raine.
" Menikah menikah, bahkan membayangkan saja tidak ,jika orangnya seperti kanebo kering "mereka tertawa kecil .
" Bukannya aku bilang sabar " Ujar Reza .
" Tapi kapan kak, keburu tua Raine nya nanti tidak bisa cetak anak karena Kaka encong "
Tuk .
" Kaka sakit " Ujar Raine kesal lagi² dia harus menerima jitakan.
" Maka bicara yang benar " Ucap Reza dingin .
" Iya maaf, habis Kaka dingin betul " Keluh Raine .
" Tapi tidak dengan mu " Raine tersenyum manis membuat Reza semakin kesal .
" Itu kode son " Ujar Jeje tersenyum.
" Kode itu tidak terang²an Pi ,tapi dia bicara asal " Jawab Reza .
" Makanya cepat halalin aku nya bang " Celetuk Raine dengan wajah berbinar nya .
" Kamu nikmati dulu hidupmu Reza tidak akan ke mana toh dia di rumah ini juga " Jawab Henry .
" Tapi di sini hanya Raine yang statusnya masih pacaran ,yang lainnya sudah menikah berasa jadi nyamuk " Ujar Raine.
" Menikah itu bukan ajang lomba Raine, tapi harus butuh kesiapan yang banyak, Aku dan kamu lama berpisah kita harus saling tahu satu sama lain ,kamu sibuk dengan perusahaan begitu juga aku ,aku hanya ingin kita saling memahami dulu karena aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup entah itu sama kamu atau yang lainnya " Ujar Reza panjang lebar .
" Kaka Alister, Xavier , kakak Rifat mereka menikah karena sudah memang sudah siap dalam arti bukan hanya ucapan tapi mereka sudah siap dengan segala sesuatu yang mereka akan di hadapinya " Lanjutnya lagi .
"Anaknya Jose sangat dewasa " Celetuk Alan .
" Memang seperti mu " Celetuk Jeje .
" Diamlah " Ujar Alan kesal .
"Iya maaf " Ujar Raine menunduk .
" Belajar lah dari Nona Adara tapi aku tidak menyuruh mu mengikuti sifat dan yang lainnya ,aku hanya ingin kamu mengambil contoh dari nya " Raine mengaguk cepat.
" Kaka ipar nanti ajarin iya " Semua orang menepuk jidatnya .
" Apa ini yang akan menikah " Ujar Daddy Radit menggeleng .
Sedang kan Raine menatap mereka bingung ,apa ada yang salah dengan ucapan nya .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚
AUTHOR MENCIUM BAU² KUE KERING 🤭🤭🤭🤭