
hari semakin sore pertanda waktu pulang kembali ke rumah,tapi sepertinya tidak membuat orang yang dalam ruangan itu bergeming mereka terlihat fokus pada layar laptopnya
Hingga akhirnya Reza merenggangkan badannya lalu menatap jam mahal di tangannya
" maaf tuan sudah waktunya pulang " Raymond menatap jam rolex mahal di tangannya lalu mengaguk
" simpan kerjaan mu !! besok baru selesai " Adara menurut tanpa membantah lagi
lalu mereka membereskan meja dan semua yang ada di atas meja
setelah itu mereka ke luar bersamaan, lebih tepatnya Adara lebih dulu karena berhenti di meja rehan
" ayo mas,kita pulang " rehan mengaguk tersenyum
" apa nyonya ingin singgah di suatu tempat " Adara menggeleng
kini mereka berempat menuju lift Adara dan rehan berada di belakang Raymond dan Reza
Raymond tidak ingin terlihat menampakkan dirinya pada Adara karena bagaimanapun di perusahaan masih ada orang kepercayaan Daddy nya
kini mereka masuk dalam lift tanpa ada yang membuka suara
hingga lift berhenti di lantai 12
Reza dan Raymond mengeritkan kening nya
karena ini lift khusus CEO lalu kenapa harus terhenti di lantai 12
Ting
pintu lift terbuka,dengan sigap Reza dan rehan berdiri di depan Adara,membuat Adara bingung sedangkan Raymond hanya diam saja
" Adara " Adara melihat Andika lewat punggung rehan lalu menarik napasnya kasar
" biarkan dia masuk "
" terimakasih tuan " Raymond hanya diam saja
" aku antar pulang iya, kamu tinggal di mana sekarang " Adara hanya diam saja , sedang kan Reza sudah berpindah tempat tapi tidak dengan rehan
" apa kamu tidak bisa memberikan aku kesempatan ke dua " tanya andika memohon
Adara membuang napasnya kasar lalu menatap Andika
" apa jika kamu yang melihat ku bercinta dengan orang lain akan memberikan kesempatan padaku " tanya Adara kesal
" tentu saja tidak ,mana bisa saya mendapat bekas " ucap Andika jujur
Raymond tersenyum bodoh sekali batin Raymond
" lalu apa aku harus menerima mu kembali saat aku melihat mu bercinta dengan wanita lain terlebih itu sisil " Andika mengutuk kebodohan nya karena jawaban
" wanita dan laki² berbeda Adara , beri aku kesempatan aku akan berubah aku janji tidak akan mengulangi lagi " ucap Andika ngotot
" dari segi mana bedanya ??? jangan egois di saat kamu tidak mau menerima pasanganmu telah bercinta dengan orang lain tapi dengan gampang nya kau memintaku menerima kembali saat aku melihatmu bercinta dengan wanita lain " Ucap Adara ketus
Ting
" tahan batasanmu, jangan membuat nyonya semakin tersiksa karena mu ,jadi urus ****** mu ,jika dia kembali mengganggu nyonya akan aku pastikan lehermu patah " ucap rehan menahan lengan Andika saat dia akan mengejar Adara
Raymond dan Reza tersenyum sinis melihat wajah bingung Andika setelah itu rehan menuju mobil di mana di sana sudah ada Adara yang menunggu nya
" aku akan mendapatkan mu kembali Adara ,aku pastikan itu " gumam Andika menatap mobil Adara meninggalkan perusahaan begitu juga mobil Raymond
" apa wanita itu masih hidup " tanya Raymond
" setiap jam dia Merintih kenikmatan " Raymond tersenyum jijik
" pantau laki² itu, dia tidak akan berhenti " Reza mengaguk
" siap tuan " ucap Reza
sedangkan di mobil satunya rehan menatap Adara lewat kaca spion di atas kepala nya
" nyonya baik² saja " Adara mengaguk
" aku hanya kesal mas, wajahnya tebal sekali saat memintaku memberikan kesempatan " ucap Adara kesal
" maaf nyonya, tapi kata orang tua dulu jika saat kita hamil jangan perna membenci orang atau anak yang kita kandung akan mirip dengan orang itu saat lahir " Adara melotot kan matanya ,dia langsung mengelus perutnya
" astaga aku tidak membenci nya hanya kesal serius saya tidak bohong " ucap Adara panik ,rehan tersenyum
" maaf untuk sementara mas akan kerepotan" rehan tersenyum
" saya bisa ikut dalam mengurus kehamilan anda nyonya ,jadi tidak usah sungkan jika anda menginginkan sesuatu " ucap rehan tulus
" apa yang tuan rasakan " Raymond menatap Reza
" kau tau naik permainan rollercoaster, seperti itu lah rasanya " ucap Raymond
" siapkan dirimu za, kita akan menghadapi nya mulai sekarang " Reza mengaguk
" iya tuan " ucap Reza
dering HP Reza mengalihkan pandangan Raymond
" rehan tuan " Raymond mengakat telepon yang terhubung dengan mobil Reza
" maaf tuan ,nyonya ingin makan martabak apa boleh " terdengar suara rehan sedikit takut
" pulang ke apartemen " titah Raymond tak terbantah kan
" tapi tuan,nyonya ingin ....
" pulang sekarang jangan membantahku " titah Raymond tegas
" baik tuan " ucap rehan lirih
" maaf nyonya ,nanti kita minta bibi yang buat iya " ucap rehan tapi masih bisa di dengar Ray dan Reza karena mereka belum mematikan sambungan telepon nya
" hiks hiks aku hanya ingin martabak " Raymond menatap Reza melotot kan matanya
" hei Adara " bentak Raymond
" ah maaf tuan " ucap rehan gelagapan ternyata sang tuan belum mematikan sambungan telepon nya
karena memang mereka tidak punya keberanian untuk mematikan lebih dulu telepon nya sebelum Raymond atau Reza yang mematikan nya
" kau menangis hanya sebuah martabak, apa kau gila berhenti menangis ,kau akan membuat nya cengeng seperti mu " ucap Raymond kesal
" matikan telepon nya aku mual mendengar suaranya " Raymond melotot kan matanya
" maaf tuan " rehan langsung mematikan sambungan teleponnya
" jangan tertawa Reza sekalipun hanya dalam hatimu akan aku pastikan tubuhmu akan terpisah dengan organnya sekarang juga " ucap Raymond saat melihat Reza mengulum senyumnya
" maaf tuan " Raymond berdecak kesal
" CK, hubungi pihak hotel buat martabak dan di antar di apartemen, apa ibu hamil menyusahkan semua seperti ini " ucap Raymond kesal
" iya tuan " ucap Reza menahan senyumnya
" BMW batal "
ciiiitttt
" kau gila " bentak Raymond hampir saja dia memukul Reza jika sampai kepalanya mengenai bagian depan mobil syukur jalanan sedikit lengah sehingga di belakang tidak ada mobil
" maaf tuan, saya hanya kaget ,saya minta maaf tuan karena sudah lancang menertawakan anda ,tapi saya mohon jangan di batalkan ,saya akan memamerkan pada papa " ucap Reza memohon
" cih "
sedangkan di mobil lain, Adara sedang mengumpat Raymond kesal ,membuat rehan harus menelan ludahnya berkali²
" dasar suami brengsek tau nya cuma bikin saja ,jika sudah seperti ini tau nya hanya memerintah saja "
" Raymond gila, sinting ,bodoh ,brengsek,laki² bangsat " umpat Adara kesal
rehan dan sang sopir hanya diam saja tidak berani menegur sang nyonya Yang sedang kesal dengan bos mereka
" kasih tau bosmu rehan, besok aku akan membunuhnya " ucap Adara kesal
entah keberanian dari Mana tapi mendengar jawaban Raymond yang melarang nya membeli martabak membuat keberanian nya meluap
" Baim nyonya " ucap rehan
tanpa memberi tahu pun tuan akan tau nyonya batin rehan
" bagus " ucap Adara kesal lalu menatap ke arah luar sambil melongos kesal