ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
berlomba punya anak banyak



Setelah selesai makan , Raymond dan Adara langsung menuju ruangan di mana di dalam sudah ada Amanda di bantu sang suami menyiapkan semua alat pemeriksaan Adara .


Setelah semua nya lengkap , Rifat ke luar dari ruangan itu menemui keluarga yang sudah duduk di depan ruangan .


" Sudah " Rifat mengaguk " Sudah Pi " Jawab Rifat .


" Apa Kaka ipar akan hamil kembar lagi " Tanya Radhi memanyunkan bibirnya.


" Kenapa ?? Apa kau iri " Jawab Raine Tersenyum mengejek .


" Cih ,aku akan membuat Vania hamil kembar biar kamu puas " Raine tertawa kecil .


" Itu saja belum lahir " Riane menjulur kan lidahnya .


" Darl " rengek Radhi manja membuat Vania malu ,ingin sekali memukul kepala sang suami jika saja tidak ada orang di sini .


" Sayang " Raine mengaguk lalu duduk dengan tenang .


" Kenapa istri ku lama sekali di dalam " Tanya Rifat .


"Jangan² Amanda lagi nostalgia sama Kaka Ray !! Kan Amanda suka sama Kaka Ray "


Sring...


Rifat menatap horor pada sang adik yang mulut nya lemez seperti otak nya .


" Apa kau ingin mati " Tanya Rifat kesal.


" Dan harus kamu ingat istri ku sudah tidak mencintai kakak Ray " Tekan Rif'at menatap sang adik Riane .


" Memang Kaka tahu isi hati nya Amanda ?? Bahkan tadi Raine ...."


" Diam atau masuk kamar " Ancam Reza menatap sang istri .


" Sama Kaka iya ,Baby kangen pengen di jenguk Papa nya " Reza melotot kan matanya .


PLak


" Mulutmu Raine " Tekan Elvi kesal bahkan dengan ringannya tangan nya memukul pundak sang anak yang duduk di samping nya .


" Ehs Mom, kenapa suka sekali memukul ku !! Raine bicara apa adanya kalau ....."


" Kamu diam atau mommy akan mengusirmu " Ancam Elvi yang sudah kehabisan kata .


" Iya sayang sabar iya ,setelah ini Papa akan Hhhmmmppp "


" Diam atau aku tidur di kamar tamu " Bisik Reza ,Raine menaikan jempolnya tanda akan menutup mulut .


"Kau seperti tante² yang jarang di belai " Cibir Radhi berdigik ngeri menatap Raine .


" Kaka Tidak tabu kalau Kaka Reza itu di atas...."


" Riane " Riane langsung menutup mulutnya rapat lalu mengaguk .


" Jangan ajak bicara kak, nanti Kaka Reza tidur di kamar tamu kasian Anak aku yang tidak di jenguk " Reza memejamkan matanya kuat .


Hamil dan tidak Raine sama saja Tidak ada bedanya .


" Astaga anak ini " Ucap mommy Ellena .


" Apa dulu kalian tertukar jenis kelamin, kenapa kau bar² sekali " Ujar Alan .


" Iya satunya manja satunya astaga " Ujar Jeje menggeleng .


" Radhi manjanya sama Vania saja iya ,kalau di kantor Radhi tegas " Sanggah Radhi cepat .


" Jika kamu kembali bersuara aku akan tinggal di rumah Papa " Ancam Reza serius .


" Maaf kak ,Raine akan menutup mulut " Raine langsung memeluk lengan Reza lalu menyembunyikan wajahnya di belakang punggung Reza agar tidak bicara lagi .


" Kadang aku berpikir apa dulu iya tertukar di rumah sakit !! Tapi wajah mereka mirip darahnya juga sama " Ujar Henry menggeleng .


" Bahkan lihat sifat Raine, mengingat kan aku sama Vina Hen " Elvi langsung menatap horor Jeje .


" Mas " Pekik Elvi kesal .


" Ah sorry ,tidak sengaja " Ujar jeje tanpa rasa bersalah .


" Iya kamu benar je, kata Jose dia sering meminta bantuan mommy untuk bisa jalan bersama Henry " Ujar Alan .


" Siapa Vina Ayah " Tanya Rifat.


" Calon mama tirimu ,tapi hampir " Ujar Jeje tertawa kecil .


" Cantik, seksi ,bahkan Henry memujinya " Henry langsung menatap Alan .


" Seperti nya kalian sangat menikmati waktu akhir² ini " Ujar Henry dingin .


" Bercanda hen " Ujar Jeje dan Alan bersamaan .


Suara pintu terbuka membuat mereka menghentikan perdebatan itu .


Lalu menatap ke arah pintu di mana Amanda ke luar lebih dulu baru di menyusul Raymond dan ada


" Kenapa sayang " Tanya Rifat saat melihat wajah kesal Amanda .


" kak Ray bikin kesal " Aduh Amanda.


" Kakak ,apakan istri Rifat " Raymond menatap Sang adik lalu mendudukkan Adara dengan lembut .


" Apa yang aku lakukan " Tanya balik Raymond .


" Aku tidak menggangu nya ,hanya dia saja yang baper " Jawab Raymond .


"Itu kan apa Raine bilang ,Kaka Amanda itu masih ...."


" Daddy , Mom Reza pamit " Uajr Reza cepat .


" Kaka ,iya² Raine diam " Raine menarik tangan Reza untuk duduk kembali .


" Gimana hasilnya " Tanya Daddy Radit .


" Baik Opa " Ujar Amanda cemberut.


" Jika baik kenapa wajahmu seperti itu " Tanya Jeje .


" Kaka " Rengek Amanda manja .


" Kenapa " Tanya Rifat lembut .


" Nanti kalau sudah lahiran ,bikin Amanda hamil lagi iya ,tapi harus kembar !! Kaka ipar hamil kembar lagi " Rengek Amanda .


membuat semua orang menatap ke arah Raymond yang hanya menampilkan senyum tipisnya .


" Jadi kamu ke luar dari tadi memasang wajah seperti ini karena itu " Amanda mengagguk cepat .


" Tenang ,aku akan membuatmu hamil kembar " Tekad Rifat serius .


" Kamu dokter kandungan bukan, jadi kamu juga harus bekerja biar bisa hamil kembar " Lanjutnya lagi ,Amanda mengaguk cepat .


" Son Buat ayah satu iya " Ujar Alan Tersenyum.


" Itu menantu ayah sudah hamil ,kenapa minta anak Ray lagi " Ujar Raymond menaikan alisnya .


"Rakus " Cibir Henry .


" Biar ramai Hen, kamu akan memiliki 6 dari Raine dan juga Adara " Ujar Alan.


" Ayah tenang saja ,setelah Vania melahirkan ,Radhi akan membuat kan cucu buat ayah yang banyak " Ujar Radhi yang tidak ingin kalah .


" Kamu serius " Radhi menggaguk lalu menatap Vania " Kamu mau kan darl " Vania mengaguk saja ,karena memang jika Alan dan Radhi bekerja dia dan Elsa selalu kesepian jadi mereka mencari kesibukan kadang memasak ,bikin kue dll sebagai Vania belajar karena dia sendiri tidak terlalu mahir memasak .


" God boy ,kamu memang terbaik " Ujar Alan Tersenyum .


"Loh kenapa Edward di bawah turun Mba ,ini sudah malam " Ujar Adara saat melihat Nany membawa Edward.


" Maaf nyonya ,tuan muda kecil ingin bersama tuan Raymond" Raymond berdiri mengambil Edward .


" Baby El sudah tidur " Tanya Raymond .


" Sudah tuan " Jawab Nany .


" Kalian istirahat lah " Ujarnya lalu kembali ke tempat duduk nya .


" Kenapa belum tidur hm " tanya Raymond lembut .


" Mom punya Ade " Semua orang menatap Edward yang bertanya pada Raymond .


Raymond hanya tersenyum saat anak sulung nya itu bertanya dengan mata yang berkedip-kedip .


" Siapa yang bilang " Tanya Adara lembut .


" Nany " Jawabnya dengan mimik wajah yang biasa saja .


" Abang akan punya adik lagi !! Apa Abang tidak suka " Tanya mommy Ellena lembut .


" Suka ..."


" Tapi jangan kaya El " Jawabnya setelah lama berpikir .


" Memang kenapa dengan baby El " Tanya Ana lembut .


" Cengeng " Jawabnya .


" Edwards "


" sorry mom " Jawab Edward saat mendengar suara teguran Adara .


" Apa pun nanti adik Abang, Abang harus sayang sama mereka ,paham !! " Ujar Elvi lembut pada cucu pertamanya itu


" Iya Oma " Jawab Edward .


" Sudah ayo istirahat, ini sudah larut kasian ibu hamil " Ujar Daddy Radit.


" Ah iya sudah ayo " Jawab Mommy Ellena .


Lalu mereka pun meninggalkan ruangan itu menuju kamar mereka ,begitu juga Alan dan Jeje yang langsung membawa istri serta anak mereka ke paviliun untuk istirahat .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


*dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*