ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
kembalinya keadaan



" ADARA " teriak Raymond saat Adara melompat dari tempat tidur bahkan infus yang di tangan nya harus terlepas sehingga darah menetes sepanjang Adara berlari ke kamar mandi yang ada di ruangan itu


hoek ......Hoek ......


Raymond memejamkan matanya meredam emosinya yang sudah di atas kepalanya


lalu menutup tangan Adara karena darah masih saja menetes


" kenapa kak " Raymond membalikkan tubuhnya


" panggil Amanda Raine tangan Adara berdarah " Raine mengaguk paham lalu ke luar dari ruangan itu


" sudah " Adara mengaguk lemah,dengan sigap Raymond menggendong Adara membawanya ke keluar


dan saat itu bertepatan dengan masuknya Amanda dan rif'at


" Kaka ipar kenapa " tanya rif'at


" bunuh diri " ucap Raymond kesal , sedang kan Adara hanya diam saja


" kenapa bisa lepas kak " tanya Amanda


" perutnya mual, jika sampai terjadi papa akan ku habisi kamu adara" ucap Raymond emosi


" kenapa lagi. " tanya Oma ellena yang baru saja masuk bersama opa Radit


" mual Oma, langsung lari ke kamar mandi sampai lepas infusnya " ucap Raymond


" apa kau ingin bunuh diri ,kamu sedang hamil bukan sendiri kenapa ceroboh sekali " Adara menunduk kepalanya takut , sedangkan Amanda kembali memasang kan infus baru pada tangan Adara


" Daddy " mommy ellena menyiku perut opa Radit sehingga membuat nya diam


" tidak papa kan Amanda " Amanda mengaguk " iya Oma " ujar Amanda


tidak berselang lama Elvi dan Henry pun ikut bergabung sambil membawa bubur ayam dan sarapan untuk Raymond


" kenapa dad ,jelek sekali mukamu " ucap Henry tertawa kecil


" itu anak mantu mu dapat dari mana ?? kaya burung saja lari langsung lepas dengan infus ya " gerutu Daddy radit kesal


" Daddy jika masih mau marah² sana kembali ke landon tidak usah ke sini " ujar mommy ellena kesal


"opa membuat nya takut " ucap rif'at


"sudah tidak papa,masih mual " Adara menggeleng kepala nya, Raymond langsung memeluk Adara sambil mengelus punggung nya


" ma-af " Raymond menghela napasnya " hebm, makan dulu iya ,itu mommy sudah membawakan buburmu " Adara mengaguk lemah


" Oma ,bawa opa ke luar Kaka ipar tidak nyaman " ujar Amanda


" sana ke luar " usir mommy ellena kesal lalu menarik lengan suaminya itu


" hei ini rumahku siapa yang berani menyuruhku ke luar ,kau darah merah awas kalau cicitku kenapa² akan ku buat darahmu jadi putih " ucap Daddy radit bercanda tapi tidak bagi Adara


" Daddy " pekik mommy ellena membuat Daddy Radit diam


" ayo kita sarapan dulu,son sarapan nya di makan iya " ujar Henry


" iya dad " jawab Raymond


"sudah jangan di pikirkan lagi, opa hanya takut saja dia tidak sungguh² bicara seperti itu " ucap Raymond lembut


" sarapan dulu iya " Adara mengaguk lemah " ke kantor saja aku bisa sendirian" Raymond hanya diam saja


" buka mulutmu " Adara mengambil piring buburnya


" buka atau aku buang " terpaksa Adara membuka mulutnya


" saya bisa sendiri, tuan makan dulu " ujar adara


" aku tidak akan mati hanya tidak sarapan sekali ,terus kenapa panggilan mu Berubah lagi"tanya Raymond kesal


" maaf " cicit Adara, Raymond hanya diam saja


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" apa setelah ini kalian akan pulang " tanya daddy Radit


" kerja opa " Daddy Radit mendengus kesal


" bukan kalian ,tapi induk kalian " ujar Daddy radit


" iya dad " ujar Davin dan Jose


" kenapa tidak di sini dulu ,apa di sini kalian tidak bebas membasahi lahan kalian " tanya Daddy radit


" Daddy " Daddy Radit menatap mommy ellena " kenapa ? " tanya Daddy radit


" bukan begitu dad....


" lalu bagaimana " potong Daddy Radit


" dengar dulu kenapa sih " ucap Jose kesal


" iya Jose mau siram lahan ,karena semalam tidak di sirami jadi kering puas " ucap jose emosi


" cih,lihatlah orang tua kalian menjijikan sekali bicara di depan anak² sepeti itu " ucap Daddy radit ,Jose dan Davin melotot kan matanya


bukannya tadi Daddy radit yang duluan


kenapa sekarang malah mereka yang salah


Jeje ,Alan dan Henry hanya bisa menahan senyum karena mereka sudah di awasi ratu mereka masing²


" kamu sudah biasa opa ,malahan alister sering dengar suara bunda merintih dan suara ayah yang menggeram setelah pelepasan "


uhuk ....uhuk....


" alister " ucap Davin tertahan menatap alister tajam


" apa uangmu habis sehingga tidak bisa membuat penyedap suara " ucap mommy ellena sinis


" apa kalian sudah mengkonfirmasi batalnya pertunangan Amanda dan Raymond " tanya opa Radit


" hari ini opa bersama papa " ujar Reza , Daddy radit menatap Jose


" oh anak baik " Jose hanya mendengus kesal


" terserah Ela Oma ,kalau dia sudah siap pagi ini alister akan menikahinya pagi ini " Ujar alister tenang


uhuk .....uhuk....


Ela menatap tajam alister yang terlihat santai


" jangan mimpi " ucap Jeje ketus


" Jeje "


" iya mom ,iya Jeje hanya bercanda " ujar Jeje mengalah


" Ela "


" Ela harus bicara dulu sama kaka alister Oma " ujar Ela , mommy ellena mengaguk paham


" Xavier " tanya mommy ellena


" tunggu Kaka Reza menikah dulu oma " Reza menatap tajam adiknya


" kenapa harus menungguku " ucap Reza kesal


" kata mama ,tidak boleh melangkahi yang tua " ucap Xavier jujur Reza menatap Aqila yang hanya tersenyum kuda


" kalau kakakmu tidak menikah apa kamu juga tidak akan menikah " tanya Henry


" menikah dad " ucap Xavier


" lalu apa lagi yang harus kamu tunggu " ucap Davin bingung


" nanti bicara dulu sama sasa " Ujar Xavier


" bisa tahun depan saja atau dua tahun " ucap Alan


" apa bisa tahun depan atau dua tahun depan baru kamu tidur dengan Elsa " celetuk mommy ellena membuat Alan terdiam


" jangan ketawa "ucap mommy ellena menatap anak²nya dan juga cucunya


" iya mom / Oma " ujar mereka


" selesaikan sarapan nya ,pulang kerja langsung ke sini tidak ada alasan ,atau kalian siap hidup miskin untuk Amanda periksa dulu kaka iparnya setelah itu ke rumah sakit " ujar Daddy radit tegas


" iya opa " ujar Amanda


" selalu saja ancaman nya menjadi miskin " cibir Davin


" iya apa dia kira dia yang terkaya sekarang setelah membagi² warisannya " celetuk Alan


" bahkan mungkin uangnya sudah tidak cukup membeli tanah " cibir Jeje


"dia hanya mampu menyiram tanah lahannya " ucap Jose


" bahkan ke sini saja pakai jet milik ku " cibir Henry


BRAK


" kalian ke luar " bentak Daddy radit , tapi mereka hanya diam saja dan melanjutkan makannya


" opa " pekik Queen kesal


" why " tanya Daddy radit tajam


" i love you " ucap Queen tersenyum


" tidak butuh " ucap opa Radit ketus


" astaga sudah tua bukannya ingat umur atau darah tinggi malah betingkah " ujar rif'at


" Daddy kalau masih mau marah² sana ke luar " ucap mommy ellena kesal


"seperti nya kau sudah berani setelah bergoyang semalaman " cibir Daddy radit


mommy ellena memilih diam sedangkan yang lainnya berusaha menahan senyum


tapi ada satu orang yang terlihat murung bahkan sarapan nya pun hanya di sentuh beberapa kali saja


" boy are you ok " tanya Henry yang memperhatikan anak bungsu laki² nya


" apa tidak bisa rad kembali ke Landon " ujar nya menatap memohon


" kau merindukan nya " Radhi mengaguk jujur


" sabar lah, setalah Kaka iparmu sembuh " ujar Henry ,membuat Elvi menatap nya


" biarkan dia memilih hidup nya sayang " Ujar Henry


" tapi ....


" tapi nanti bawa dia ke sini saat acara kakakmu jika kamu tidak bisa membawanya jangan lanjutkan hubungan kalian " ucap henry tegas


' siap dad , makasih " Henry hanya mengaguk


" Raine


" kau hujan rintik-rintik di sini saja " celetuk opa Radit membuat Raine kesal


" opa " Daddy Radit mengangkat tangannya tanda tidak boleh di bantah


" Kaka akan cepat pulang ,tunggu lha " ujar Radhi mengelus punggung adik kembar nya


" janji " Radhi mengaguk " hari ini kita jalan² besoknya kakak kembali ke sana " Raine mengaguk setuju


" hei kau hujan rintik-rintik dan Radhi jelek kalian tidak mengajak ku " tanya Queen menatap mereka


" Kaka ajak Kaka rif'at atau Kaka Ray ,mereka kembaran Kaka bukan kembaran kami ' celetuk Raine


" satu lagi namaku Raine Alexander Mateo bukan hujan rintik² , regina Alexander Mateo " ucap tegas Raine


" bodoh amat " ujar Queen menaikan bahunya


" jangan berdebat Dengan nya nya nanti kamu tambah tuan seperti nya " Queen melotot kan matanya


di meja makan pagi ini terasa ramai dan hidup setelah mereka memilih hidup masing² tapi kini kembali lagi


dan itu membuat rumah itu kembali berwarna sekalipun di liputi dengan perdebatan yang tidak masuk akal tapi mereka saling menyayangi satu sama lain