
Tepat pukul 05.00 Adara membuka matanya secara pelan,tapi karena cahaya lampu yang terlalu terang membuat nya kembali menutup nya .
Hingga akhirnya dia bisa kembali membukanya secara perlahan .
Adara kembali teringat akan mimpinya saat bertemu dengan sepasang suami istri .
Lalu dia mengelus perut nya yang sudah rata " Anak²ku " Gumam Adara lirih .
Dia melihat sekeliling nya tempat yang sangat asing baginya ,tapi pandangan nya berhenti saat melihat suaminya yang sedang tertidur di dekat tempat tidur nya .
Lalu dia menatap ke sofa di mana dia melihat Davin yang tertidur di sofa .
" Apa mereka menjagaku ?? Sebenarnya apa yang terjadi ?? lalu siapa mereka dari cara bicaranya seperti nya sangat mengenal keluarga mereka " Gumam Adara .
***flashback on
Saat Adara berjalan menyusuri tanaman hijau dan tanaman bunga .
Dia di kaget kan dengan kehadiran sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi .
" Maaf saya hanya melihat saja " Ujar Adara .
" Kamu suka " Adara mengaguk cepat " Mereka sangat cantik dan aku menyukai nya " Jawab Adara .
" Tapi ini bukan tempatmu nak " Adara langsung menatap ke dua orang itu .
" Kenapa ?? Apa aku Tidka bisa memiliki mereka " Tanya Adara .
" Kembali lah ,di sini bukan tempat mu ! anak² dan suamimu ******sudah****** menunggumu nak kembali lah " Ujar sang wanita .
" Anak² ,suami " Gumam Adara ,lalu dia teringat akan sesuatu sehingga membuatnya berkaca kaca .
" Pulang lah , katakan pada mereka jika kami di sini bahagia melihat kalian bahagia " Ujar sang pria .
" Apa kakek mengenal kami " sang pria hanya tersenyum lembut " Pulang lah kamu akan mengetahui nya nanti salam buat cicit kami " Ujar lembut .
Adara menatap sang wanita seolah mirip dengan seseorang yang sangat dia kenal
" Ikuti arah cahaya itu , berbahagialah kami di sini juga bahagia " Ujar sang wanita sebelum akhirnya mereka menghilang .
Adara Kemabli terdiam lalu dia mengikuti cahaya yang di katakan sang wanita itu .
Flashback off***
"Mas " Panggil Adara lirih tapi tidak mendapatkan balasan .
" Mas " Adara Kembali memanggil suaminya tapi hasilnya tetap sama .
sehingga suara pintu terbuka mengalikan padangan nya .
Dimana di pintu Alister sedang membeku di tempatnya,niat akan mengecek keadaan Adara .
Dia malah di kagetkan dengan Adara yang menatap nya .
" Kaka ipar " Ucap Alister hingga membangunkan Raymond, Daniel dan Davin .
" Baby " Raymond langsung turun dari tempat tidurnya bahkan dia sampai lupa memakai alas kakinya .
" Mana yang sakit baby hm ?? kamu mau apa katakan saja jangan takut "Ucap Raymond cepat .
" biarkan ayah memeriksa nya " Raymond mengaguk tapi tangannya tidak melepas kan tangan Adara .
" ada yang membuat mu tidak nyaman " Tanya Davin lembut .
" perut ku sakit " Cicit Adara .
" Itu karena kamu habis melakukan Operasi Secar ,dan harus menunggu beberapa waktu agar jahitannya bisa kering " Tenang Davin .
" Operasi Caesar " Gumam Adara lirih .
" Iya baby , anak² kita sudah lahir sepasang laki² dan perempuan " Ujar Raymond tersenyum .
Lalu Adara menatap sekeliling nya tapi dia tidak melihat anak²nya seperti yang di katakan suaminya .
" Nanti mereka akan di bawah ke sini karena Kaka ipar harus melakukan IMD ( Inisiasi Menyusui Dini ) saat ini mereka minum sufor " Ujar Alister .
" Apa mereka baik² saja " Tanya Adara dengan mimik wajah khawatir .
Karena bagaimanapun kandungan nya baru 7 bulan dan dia harus di hadapkan dengan kenyataan yang mengharuskan melahirkan dengan cepat dengan cara Operasi Secar .
" Semuanya baik² saja ,tidak perlu khawatir yang harus kamu pikirkan sekarang keadaanmu " Ujar Davin .
"Sebentar lagi perawat akan datang membantu Kaka ipar membersihkan diri " Ujar Alister .
" Biar aku saja " Ucap Raymond cepat .
" Jangan " tolak Adara , Raymond langsung menatap Adara .
" Why " tanya Raymond .
" Jorok "
" Aku tidak perduli " Ujar Raymond masa bodoh .
" Abang " Daniel tersenyum kuda.
" makasih sudah bertahan demi kami " Ujar Daniel, Adara hanya tersenyum lembut
" Ayah dan ibu belum bisa kembali tapi mereka titip salam dan akan kembali secepatnya " Adara mengaguk " Abang berada di sini saja sudah lebih dari cukup " Ujar Adara jujur
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Setelah di beri tahu tentang keadaan Adara semua keluarga Raymond langsung berbondong² ke rumah sakit .
Apa lagi ini weekend jadi tidak ada yang bekerja sehingga mereka memutuskan untuk ikut ke rumah sakit
Tapi sesampainya di sana mereka belum di izinkan masuk karena di dalam Raymond sedang membantu sang istri membersihkan diri .
Agar terlihat lebih segar sekalipun masih pucat tapi itu tidak mengurangi.
" Kenapa lama sekali " Ujar Mommy Ellena sambil menatap pintu .
" Sabar mom " Ujar Daddy Radit .
" Mom bantu Ray " Ujar Raymond yang hanya menampakan kepalanya.
Elvi langsung berdiri mendekati anaknya .
" Kenapa " Tanya Elvi saat mereka sudah berada dalam ruangan.
Kenapa sayang " Tanya Elvi lembut saat sudah berada di dekat Adara .
" Mas Raymond bingung pasang rotinya harus bagaimana " Ujar Adara ,karena memang dia belum bisa bergerak karena tangannya masih di infus .
Elvi langsung membantu Adara di bantu dengan Raymond .
Dengan lembut Adara melepas kan pembalut yang biasa di gunakan selepas melahirkan atau Operasi Secar seperti nya .
" maaf mom " Elvi hanya tersenyum lembut .
" Tidak perlu berterimakasih , justru mommy yang harus berterimakasih padamu karena sudah memberikan cucu yang ganteng dan cantik " Ujar Elvi lembut sambil membersihkan Adara .
Tidak ada rasa jijik atau mual dan yang lainnya,bahkan Elvi terlihat biasa saja .
Sendang kan suaminya itu hanya bisa meringis dan menelan ludah nya kasar saat melihat ladang nya di penuhi darah .
" Ingat kamu harus puasa " Celetuk Elvi seakan tahu isi pikiran anaknya .
" Ray tahu mom " Ujar Raymond menekuk wajahnya lalu mendekati sang istri .
" Aku tidak bisa menjenguknya kata ayah 3 bulan " Adara mengeritkan keningnya .
Bukannya hany 40 hari ,kenapa bisa jadi 3 bulan ??
Apa suaminya ini di kerjain atau bagaimana ?
Adara menatap ibu mertua nya yang hanya tertawa kecil .
Hingga akhirnya Elvi menyelesaikan semua pekerjaan nya dan kembali memakaikan pakaian untuk Adara .
Dengan pakaian yang baru yang mereka bawah dari rumah tadi .
" Panggil mereka nak "Raymond mengaguk lalu berjalan menuju pintu .
" Terimakasih mom " Elvi mengelus lengan Adara " sama² sayang " Jawab Elvi lembut .
Hingga akhirnya suara ibu² kompleks memenuhi ruangan Adara .
" Terimakasih sayang ,akhirnya kamu sadar " Ujar mommy Ellena langsung memeluk Adara .
" Oma istri ku baru sadar " Tegur Raymond kesal,tapi mommy Ellena Tidka peduli pada teguran sang cucu .
Mereka bergantian memeluk Adara bahkan tak jarang mereka mencium pipi Adara .
sehingga membuat Raymond kesal,bukannya apa tapi istri nya baru sadar bahkan perutnya masih sakit karena Opera Secar nya .
" Jika kalian tidak bisa diam ,pulang " Bentak Raymond tegas menatap para ibu² dan adik² wanitanya .
" Kami hanya .."
" Istriku masih lelah bahkan perutnya masih sakit biarkan dia istirahat ,minggir " Usir Raymond kesal
" Mas " Tegur Adara tidak enak karena mereka hanya memberikan selamat .
" Apa ?? Ingin membantahku " Adara hanya bisa menghela napas .
" Lagian kalian sudah tahu Adara baru sadar bahkan jahitannya masih basah malah cari masahlah " Ujar Daddy Radit.
" Kami senang Dad " Ujar Aqila
" Tapi kalian membangun kan harimau ,apa kalian lupa kejadian semalam " Ujar jeje .
" Iya maaf " Ujar mereka bersamaan membuat Elvi tertawa kecil .
" Ah iya Adara sampai lupa " Mereka menatap Adara .
" Kenapa baby " Tanya Raymond lembut.
" Adara tidak tahu sih mereka siapa ?? karena itu pertama nya kami bertemu dan mereka yang menyuruh ku kembali ,sepasang suami istri tapi sudah tua tapi sangat cantik begitu juga yang laki² nya , tapi Adara bingung karena mereka seolah mengenal ku dan dia menitipkan salam pada anak² adara dan dia juga mengatakan jika mereka bahagia melihat kita bahagia " Terang Adara membuat mereka ikut bingung .
" Kamu yakin tidak pernah bertemu mereka baby " Adara mengaguk cepat " Tapi nenek² itu sangat mirip dengan mommy " Ujar Adara menatap Elvi
Deg
Jantung Elvi berpacu lebih cepat , benarkah itu ibu dan ayah nya ??
Apa mereka yang menuntut Adara kembali pada mereka ??
" Ibu " Ujar Elvi dengan mata yang berkaca-kaca
" Kamu yakin " tanya Henry , Adara mengaguk cepat " dia sangat cantik sekali pun usianya sudah tua ,dan dia selalu tersenyum " Ujar Adara.
" Sayang " Henry langsung memeluk Elvi yang sudah menangis .
"Hubby " Henry hanya mengelus punggung Adara yang bergetar .
" Jika kamu sudah sehat ,kita akan mengunjungi mereka dan membawa twins untuk memperkenalkan pada mereka " Ujar Daddy Radit .
" Mereka kakek dan nenekku ,ayah dan ibu nya mommy " Ucap Raymond saat melihat wajah bingung istrinya.
Adara langsung menutup mulutnya ,makanya saat melihat wanita itu sangat tidak asing bagi nya .
seolah dia kenal dan memang sangat kenal karena wajahnya sangat mirip dengan ibu mertua nya .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Dukung terus Raymond dan Adara
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😚😚