
Kini acara puncak terlah tiba ,Di mana setelah akad selesai semua pengantin yang baru Sah menjadi suami istri itu langsung menuju kamar masing-masing.
Karena acara resepsi nya jam 7 malam jadi mereka harus bersiap karena pasti akan memakan waktu yang lama nantinya .
" Kau lelah " Tanya Raymond sambil menggendong baby Ed .
" Tidak ,hanya dada ku sakit " Ujar Adara jujur .
" Kau belum pompa " Tanya Raymond menatap Adara .
" Iya karena buruh² " Raymond menghela napas panjang .
" Daddy " Henry menatap Raymond .
" tolong jaga tiwns dulu ,Ray sama Adara mau ke atas dulu " Ujar Raymond .
" Ini belum gelap son " dengus Henry tapi dia tetap mengambil cucu laki² nya itu dan juga botol ASI nya .
" Cih ,Ray tahu tapi Adara harus pompa ASI dulu " Ujar Raymond kesal .
Karena Henry mengira dia akan berkunjung ke lahannya .
Sebenarnya tidak salah bukan dengan itu .
Karena memang Raymond Tidak akan jauh dari hal itu jika sudah sampai di kamar .
" Baby El mana " Tanya Henry menatap sekeliling nya .
" Sama Papi " Henry mengaguk paham .
" Ayo baby " Adara menurut saja sambil menahan sakit .
" Sudah tahu ASI mu banyak kenapa bisa lupa " Omel Raymond, dia paling tidak bisa melihat Adara sakit .
" Itu karena mas tidak membuat ku istirahat sehingga aku lelah " Ujar Adara yang tidak ingin di salah kan .
" Jadi semua ini salah ku, bahkan kamu yang memancing ku memakai pakaian jelek itu " Ujar Raymond kesal .
" Iya salahku "Lagi² Adara harus mengalah.
" Ayo, setelah ini kita ganti baju " Adara mengaguk lalu mereka menuju kamar milik mereka di lantai paling teratas .
" Apa kita akan tidur di sini " Raymond menggeleng " Kita pulang karena nanti Twins tidak nyaman " Ujar Raymond .
Karena sebelumnya mereka perna menginap di rumah orang tua Adara , tapi mungkin itu tempat baru sehingga twins merasa asing sehingga mereka menangis bersamaan .
Dan itu membuat kedua mertua nya dan Daniel bingung karena Twins tidak berhenti menangis ,hingga akhirnya mereka tertidur karena kelelahan.
Jadi Raymond tidak ingin mengulangi hal yang sama mengingat orang² juga pasti akan lelah .
Kini mereka sudah sampai di lantai khusus keluarga suaminya .
" Apa Mama, Papa sama Abang tidak datang " Tanya Adara sambil berjalan mengikuti suami nya .
" Mungkin sebentari " jawab Raymond lalu membuka pintu kamar masuk kedalam setelah Adara masuk .
" Aku bersihkan dulu " Ujar Adara .
" Aku ikut "
" Stop ,biarkan aku sendiri " Raymond menatap tajam istrinya .
" Kau melarang ku " Adara menghela napas " Nanti mas keterusan " Ujar Adara lembut .
" Tidak " Ujar Raymond .
" Baiklah " Ujar Adara sekalipun terpaksa .
" Kenapa keras sekali baby " Ujar Raymond setelah menatap buah ceri miliknya .
" Karena ASI nya sudah penuh makanya sakit " Raymond membantu Adara mencucinya dengan pelan .
" Sakit " Adara meringis sambil mengaguk .
" Sudah baby " Raymond langsung mengambil bathrobe untuk di pakaian pada sang istri .
" Ayo " Raymond dan Adara ke luar dari kamar mandi .
" Aku bantu iya " Adara mengaguk saja,lalu membuka bathrobe bagian atasnya .
" Shiittt " Umpat Raymond saat Adara membuka bagian atasnya .
" Jangan aneh² ini milik twins ,mas sudah semalam " Ujar Adara .
" Tidak janji " Ujar Raymond tenang .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Adara kenapa " Tanya Elvi saat melihat wajah kesal Adara yang baru saja turun ke bathroom.
Lalu dia menatap sang anak yang terlihat tenang saja .
" Ray tidak tahu mom " Ujar Raymond .
" Kau membuatnya lelah lagi " Tebal Henry menatap Raymond .
"Tidak " Jawab Raymond tanpa dosa .
" Tidak apa nya " Ujar Adara kesal menatap suaminya .
" Jika kau lelah,kau tidak mungkin di sini Adara ,berhenti bersikap seperti aku telah menyiksa mu " Ujar Raymond tenang .
" Kenapa ini " Tanya Adit yang baru datang bersama istri nya .
" Biasa pengantin tua yang seperti pengantin muda " Adit tertawa kecil lalu menatap sang putri yang memasang wajah kesalnya .
" Abang mana " Tanya Adara mengalihkan pembicaraan .
" Katanya mau jemput temannya dulu " Adara mengaguk .
"baby El mana nak " Tanya Marni menatap Adara .
"Tadi sama papi ,tapi tidak tahu sekarang " Jawab Adara lalu menatap sekeliling bathroom yang sudah mulai ramai karena tamu undangan .
" Tadi sama papa mu " Ujar elvi .
" sudah " ujar Henry .
" Aku tinggal iya mau terima tamu dulu " Ujar Raymond .
" Iya " Jawab Adara .
" Adara biar sama Mama , kamu temui mereka dulu " Ujar Marni.
" Sayang " elvi langsung mengambil baby Ed yang sejak tadi bersama Henry.
" Jangan ke mana² di sini saja ,tunggu aku " Titah Raymond tegas .
" Iya mas " jawab Adara .
Setelah kepergian suami, Papa dan ayah mertua nya Adara langsung mencari tempat duduk di temani Marni dan Elvi yang menggendong baby Ed .
" Papa " Jose membalikkan badannya .
" Kenapa baby El di bawa ke sini " Tanya Raymond menatap Jose .
" Tenang saja mereka tidak memegang nya " Raymond menarik napas lega .
Sedangkan di tempat lain Adara memperhatikan suaminya yang seperti nya khawatir pada sang anak yang di bawah menemui tamu undangan .
" Mom apa tidak papa baby El di bawa ke sana " tanya Adara menatap Elvi .
" Tidak papa ,sini baby Ed bersama ku " mereka menatap ke arah sumber suara .
" Apa nanti mas Raymond tidak marah ayah " Alan mengaguk cepat .
" Ayo jagoan kita menemui mereka agar kamu terbiasa " Ujar Alan setelah Babay Ed di gendong nya .
" Tenang saja ,tidak papa " Ujar Marni menenangkan anaknya .
" Apa aku terlambat "
" Apa ini yang Papa bilang teman " Ujar Adara menekan ucapan nya .
Daniel tertawa kecil melihat wajah kesal Adara .
" kalian sudah makan nak " Tanya Elvi lembut .
" Belum mom ,sebentar lagi kami mau ke atas dulu " Ujar Daniel tersenyum .
" selamat malam Tante ,nyonya "
" Malam " jawab Marni dan Elvi bersamaan.
" jangan dulu pulang , sebentar Queen akan datang " Ujar Elvi.
" Iya nyonya " Jawab Risna tersenyum .
" Jangan mau dengannya jika tidak di kasih kepastian " Uang Adara ketus .
" Koh bicara seperti itu " Tanya Daniel menatap Adara .
" Kaka sudah tua ,kapan menikah nya ,twins buruh teman Abang " Ujar Adara , sedangkan Risna hanya tersenyum bukannya marah dia malah tersenyum melihat interaksi kakak beradik itu .
" Maka berikan mereka adik lagi " Ujar Daniel tenang .
" Sayangnya suamiku melarang ku hamil " Ujar Adara jujur .
" Iya aku pun akan melakukan hal yang sama " Ujar Daniel setelah kembali mengingat kejadian saat kelahiran Twins.
" Maka dari itu sekarang giliran mu memberikan Adara keponakan " Timpal Elvi tersenyum.
" Doakan sama mom, soalnya dia susah di takluk kan " elvi tertawa kecil .
" Sakit sayang " Ujar Daniel mengelus lengan nya di cubit Risna .
" Makanya jangan bicara sembarangan " Ujar Risna lirih .
" Apanya yang sembarangan !! bahkan sampai sekarang kamu belum memberikan jawaban " Ujar Daniel jujur sedangkan ke tiga wanita beda usia itu masih memperhatikan mereka .
"Kan aku bilang pulang dari sini " Jawab Risna kesal .
" Iya² maaf " Ujar Daniel tersenyum .
" Hebm "
" Tuan " Daniel dan Risna langsung menunduk kepalanya.
" Kenapa baru datang "
" Tadi ada urusan tuan " Jawab Daniel jujur .
" Baby di panggil ke sana " Adara menatap suaminya " Mau ngapain " Tanya Adara .
" Mereka menanyakan mu ayo " Adara menggeleng cepat " Mas saja sama anak² aku di sini saja " tolak Adara lembut .
" Sayang kamu harus menemani suamimu ,kamu harus mulai belajar mulai sekarang " Ujar Elvi lembut .
" Tapi mom ..."
" Kalau begitu aku akan menarik wanita mana saja dan membawa mereka ke kamar bagaimana "
" HONEY " pekik Adara kesal .
" Maka berdirilah " Ujar Raymond dingin membuat Adara berdiri.
Bahkan Raymond tidak peduli pada tatapan Daniel dan Mama mertuanya yang menatap nya bingung .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LIKE
KOEMNT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚😚