
dua hari lagi hari pertunangan Raymond dan Amanda akan di laksanakan di hotel bintang 5 milik keluarga Raymond
semua persiapan sudah hampir rampung itu semua atas kerja Reza dan sang papa
sedangkan opa Radit dan Oma ellena tidak bisa pulang karena si kembar ada kegiatan kampus sehingga mereka hanya mengirimkan hadiah untuk Raymond dan Amanda
semenjak saat itu Adara mencoba menjaga jarak dengan Raymond jika hanya mereka berdua dalam ruangan
dia memilih menyibukkan diri, sekalipun dia sudah berkali² memeriksanya
tapi dia tidak lupa dengan tugasnya membuat kan minum atau melayani saat makan siang tiba
seperti saat ini, Adara berpura² sibuk sambil melihat berkas dan laptop di depannya begitu juga Raymond yang sibuk dengan kerjaan nya
sedangkan Reza harus ke luar karena ada urusan penting
tok ....tok ....
Raymond dan Amanda memalingkan pandangannya pada pintu besar itu
ceklek
" maaf tuan, nona Amanda ada di luar " ucap rehan pelan ,lalu menatap Adara merasa bersalah
" biarkan dia masuk " ucap Raymond lalu menatap Adara yang kembali fokus pada laptopnya
tapi sadarlah dia meremas ujung blazernya menekan rasa sesaknya
" Kaka " panggil Amanda , Raymond hanya mengaguk
langkah Amanda terhenti saat melihat Adara " maaf " ucap Amanda lalu menutup mulutnya
Adara hanya tersenyum paksa
" Kaka kata mommy kita harus ke butik untuk feting baju nanti pas hari tunangan " ucap Amanda saat sudah duduk di sofa
" Kaka lagi banyak kerjaan iya " lanjutnya lagi saat melihat Raymond masih fokus dengan kerjaan nya
" tunggu sebentar iya " Amanda mengaguk
"maaf nyonya mau minum apa " tanya Adara lembut , Raymond menatap Adara yang masih berdiri di meja kerjanya
entahlah itu tatapan apa !!!
tapi adara di sini mencoba profesional jika Amanda tamu bosnya
" tidak usah mba ,tadi sebelum naik ke sini Amanda sudah minum " ucap Amanda Sopan, Adara mengaguk lalu duduk kembali di kursi nya
" kalau Kaka sibuk, nanti Amanda ngomong sama mommy kalau kaka nanti nyusul Kaka selesai kan dulu kerjaan nya " ucap Amanda
" aku sudah selesai " Raymond langsung berdiri dari kursi kerjaannya
" Kaka yakin, amada tidak papa pergi sendirian " ucap Amanda
karena dia merasa tidak enak telah mengganggu pekerjaan Raymond
" hanya memeriksa nya saja " ucap Raymond lalu menghampiri Amanda
" kita jalan sekarang iya soalnya sudah di tunggu mommy sama bunda " Raymond mengagguk saja
Amanda merangkul lengan Raymond, dengan cepat Adara memalingkan pandangannya ke arah lain
" duluan di bawah iya, ada yang harus aku bicarakan sama sekertaris ku " Amanda mengaguk lalu melepaskan lengan Raymond dan keluar dari ruangan itu
" kita perlu bicara "ucap Raymond saat sudah di samping meja Adara
" ini kantor tuan, tidak baik membicarakan urusan pribadi " ucap Adara
" kalau begitu tunggu aku di apartemen " ucap Raymond lalu berjalan ke arah pintu
" tidak perlu " ucap Adara, Raymond membalikkan badannya menatap Adara
" aku tidak meminta persetujuan mu untuk ke sana " ucap Raymond tegas lalu ke luar dari ruangan itu
" bawa Adara pulang setelah dari butik aku akan ke sana " ucap Raymond dingin
" baik tuan " ucap rehan menunduk kepalanya
Adara menarik napasnya lalu di hembuskan dengan pelan ,dia melakukan itu beberapa kali dia merasa lebih tenang
" maaf nyonya ,tuan menyuruhku untuk membawa anda pulang " Adara mengaguk tanpa menolak
" ayo mas " ucap Adara saat semua barang nya sudah di masukan dalam tas nya
padahal ini masih jam 15.45 tapi Raymond sudah memintanya pulang ke apartemen
" apa nyonya baik² saja " Adara tersenyum menatap rehan
" aku baik² saja ,tidak perlu khawatir " ucap adara lembut
bukannya memang dia harus baik² saja !!!!
sesampai nya mereka di loby semua orang membicarakan tentang Raymond dan Amanda yang terlihat sangat cocok
bahkan tak sedikit dari mereka yang memuji kecantikan Amanda apa lagi dia sangat sopan dan mau menyapa dan membalas sapaan para karyawan
" nyonya " Adara mengaguk tersenyum
rehan hanya bisa menahan napasnya saat melewati loby ingin sekali menampar dan memukul mereka
tapi takut sang nyonya dalam masalah !!!
" mas rehan di mana tempat yang bisa bikin tenang " tanya Adara saat sudah dalam mobil
" tapi apa aku bisa pergi " lanjut nya lagi, karena dia sedikit tau jika pergerakan nya harus atas izin Raymond atau Reza
"maaf nyonya tapi tuan akan ke apartemen takutnya tuan lebih dulu sampai di sana " ucap rehan lirih
" iya sudah ,kita langsung pulang saja " ucap adara tersenyum
untuk menenangkan diri !!!
" maaf nyonya " Adara hanya mengangguk dan tersenyum sebagai tanda
kalau dia baik² saja !!!
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
sedang kan di butik langganan keluarga Brian di sana sudah di tunggu Elvi sedangkan Nabilla meminta izin pulang duluan karena Davin sudah berada di rumah
" selamat datang tuan muda ,nyonya muda " sapa penjaga toko
" makasih mba " jawab Amanda tersenyum
" di mana mommy " tanya Raymond
" mari tuan saya antar " Raymond dan Amanda mengikuti penjaga itu
tangan Amanda tidak pernah lepas dari lengan kekar Raymond
dan dia merasa biasa² saja
" mom " Elvi membalikkan badannya tersenyum saat melihat Raymond dan Amanda datang menghampiri nya
" ayo coba dulu pakaian nya jika masih salah nanti di rubah lagi " ucap Elvi, Raymond dan Amanda langsung mengikuti arahan karyawan toko itu
untuk membantu mereka berganti
10 menit berlalu sebuah tirai terbuka lebar menampilkan seorang wanita cantik
Elvi tersenyum manis " kamu cantik sekali nak " Amanda tersipu malu
tidak berselang lama tirai satunya terbuka Amanda menatap ke samping dengan mata tak berkedip
" kalian sangat serasi " ucap Elvi tersenyum
" bagaimana kak, apa Amanda cantik " Raymond menatap Amanda lalu mengaguk
" berarti sudah ok kan yang ini " mereka mengaguk bersamaan
"iya mom ,Amanda suka model dan warnanya " ucap Amanda
" ok, mba nanti langsung di kirim ke rumah iya " ucap Elvi
" baik nyonya " ucap karyawan toko
" mari tuan, kita ganti pakaian nya " Raymond hanya diam saja tapi tetap mengikutinya begitu juga Amanda
setelah selesai dengan urusan butik, Raymond harus izin kembali ke perusahaan sekalipun awalnya harus berdebat dulu dengan mommy nya tapi untung Amanda melerainya
sehingga hanya Elvi dan Amanda yang ke mall untuk memilih cincin pertunangan mereka
sedangkan dalam mobil Raymond menatap lurus ke arah luar jendela
dia sudah menghubungi Reza jika nanti akan singgah di apartemen jadi nanti Reza akan menyusul nya ke sana setelah utusan nya selesai
kini Raymond sudah berada di apartemen miliknya tanpa membuang waktu dia langsung naik ke unit miliknya
sedang kan dalam apartemen sejak pulang tadi Adara tidak ke luar lagi dari kamar
dia memilih duduk di balkon saat selesai membersihkan diri
di sana dia merasa lebih nyaman dan tenang sekalipun perasaan nya gelisah
" di mana Adara " tanya Raymond saat sudah masuk dalam apartemen
" nyonya sejak tadi dalam kamar tuan " Raymond langsung berlari ke lantai dua
ceklek
Raymond membuka pintu kamar yang memang tidak kunci oleh Adara
" Adara "
Adara menegangkan badannya kaget
ini pertama kalinya Raymond ke apartemen semenjak mereka menikah
sekalipun tadi dia sudah memberi tahu nya tapi dia mengira Raymond hanya bercanda dan sibuk dengan persiapan pertunangan nya
" iya tuan " ucap Adara berdiri dari duduknya dan menghadap ke dalam kamar
Raymond mendekati Adara yang berdiri balkon kamar nya
" saya buat dulu minuman untuk anda " ucap Adara meninggalkan Raymond
" tidak usah ,saya hanya sebentar " tapi Adara tetap melanjutkan langkahnya ke luar dari kamar
Raymond berdiri lalu masuk kembali dalam kamarnya
dia memilih untuk membersihkan dirinya karena memang dia memiliki beberapa pakaian di kamar itu
saat sampai di bawah adara langsung menuju dapur untuk membuat minuman untuk Raymond
" biar saya saja nyonya " ucap Rosna datang menghampiri Adara
" tidak usah mba, apa tuan Ray sudah lama sampai nya " tanya Adara sambil membuat kan minuman untuk Raymond
" belum nyonya, tuan langsung ke lantai dua saat tahu nyonya di lantai dua " Adara mengaguk
" kue nya mba " rosna langsung mengambil kue untuk di bawah ke kamar
" saya bantu nyonya " Adara menggeleng
" tidak usah mba ,Adara bisa koh " ucap Adara lembut
lalu Adara kembali dalam kamarnya dengan membawa minum dan kue untuk suaminya