ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
boleh kah aku serakah???



Raymond kembali keperusahan dengan wajah tegang nya begitu juga dengan Reza


kini mereka sudah berada dalam lift menuju ruangannya


" kamu sudah hubungi dokter " tanya Raymond sambil menatap angka yang mulai bergerak


" sudah tuan, sementara lagi di perjalanan " ucap Reza


"jangan sampai di tau oleh alister atau Amanda " ujar Raymond


" baik tuan " ucap Reza ,maka dari itu Reza menghubungi dokter kandungan yang lain


dari pada nanti jadi masalah dan tentunya dia yang akan sibuk menyelesaikan nya


Ting


Raymond dan Reza langsung ke luar saat pintu lift terbuka bahkan rehan pun di abaikan biasanya bosnya itu akan bertanya dulu padanya sebelum masuk


ceklek


Adara memegang dadanya saat mendengar pintu yang terbuka lebar


" kau hamil " tanya Raymond to the poin saat sudah di samping meja Adara


" ti-dak " jawab Adara gugup , memang dia belum kedatangan bulan sejak saat mereka berhubungan malam itu tapi dia juga tidak tau hamil dan tidaknya


" kau yakin " Adara mengaguk pelan


" Reza sudah memanggil dokter ke sini " Adara melotot kan matanya lalu menatap Reza yang juga menatapnya


" kenapa ?? kau menyembunyikan sesuatu dari ku ,apa kau sudah tau kalau kau hamil " tanya Raymond menatap Adara tajam


" sa-ya tidak menyembunyikan apa pun " ucap Adara jujur


" tentang kehamilan saya sendiri belum tau " lanjutnya


bertepatan dengan itu tiba² ada yang mengetok pintu


ceklek


" tuan ada dokter " Reza mengaguk" suruh dia masuk " ucap Reza,rehan mengaguk paham


" ikut " Raymond menggegam tangan Adara


mau tidak mau Adara menurut karena dokter nya sudah ada di sini


tapi dalam hatinya dia sedang gelisah semoga apa yang di takutkan sekarang tidak terjadi


karena bagaimanapun Raymond sudah bertunangan dan dia tidak mau menjadi perusak dalam hubungan mereka


kini dalam kamar pribadi itu ada dokter,Reza Raymond dan Adara yang sudah berbaring di atas tempat tidur


" periksa " dokter mengaguk


" jangan tegang nyonya ,agar saya bisa periksa dengan baik " ujar dokter wanita ,Adara mengaguk


dokter kembali memeriksa Adara ,dia memegang lengan Adara di mana letak nadi nya ,setelah itu menatap Adara tersenyum


membuat Adara semakin takut dan gelisah


" bisa buka blazernya ,saya harus memeriksa perut anda " Adara mengaguk pelan


Reza langsung membalikan badannya saat dokter menaikan sedikit baju Adara


" apa nyonya sudah datang bulan " tanya dokter setelah memeriksa perut Adara dan kembali menutup perutnya


Adara menggeleng lemah " ini hanya dugaan saja ,tapi sepertinya benar, apa anda merasakan mual, atau keinginan makanan yang menurut anda tidak wajar,atau saat mencium sesuatu anda merasa mual " Adara mengaguk pelan


" lebih baik ke rumah sakit dulu agar di periksa dengan baik, jadi nyonya bisa di beri vitamin dan obat mual jangan lupa susu hamilnya itu sangat bagus untuk ibu hamil di trimester pertama " ujar dokter lembut ,Adara hanya membalas nya dengan senyuman


setelah dokter memeriksa Adara ,Reza mengantar dokter ke depan sedangkan Raymond dan Adara masih dalam kamar itu


" kau mau ke mana. " tanya Raymond dari arah sofa


" ker-ja tuan " ucap Adara gugup


" diam di tempat mu " ucap Raymond datar


" apa rencana mu " Adara menunduk kepalanya


" jawab Adara " ucap Raymond


" saya akan pergi dari kehidupan tuan " ucap Adara lirih


" lalu " tanya Raymond lagi


" saya akan membesarkan nya sendirian,saya tidak akan mengganggu kehidupan tuan dan nyonya Amanda " Raymond memejamkan matanya mengepalkan tangannya


" secara tidak langsung kamu mencap ku sebagai seorang ayah yang kejam Adara,apa nantinya kamu juga akan bercerita padanya jika dia memiliki seorang ayah yang tidak menginginkan nya " ucap Raymond menahan emosinya dia masih memejamkan matanya karena takut kelepasan


" ma-af tapi saya tidak ingin menjadi penyebab hubungan tuan dan nyonya Adara berkahir " ucap Adara menunduk


" dia bukan nyonyamu " ucap Raymond dingin


" ma-af " ucap Adara lirih


Raymond menarik napasnya panjang lalu di hembuskan


" tunggu sebulan lagi setelah itu aku akan membawa mu ketemu Daddy dan mommy " ujar Raymond


Adara mengangkat wajahnya menatap Raymond


" aku di berikan waktu dua bulan menjalin hubungan dengan Amanda ,jadi Sabar sedikit setelah itu kita ketemu mereka " ucap Raymond menatap Adara


" ta-pi tuan bagaimana dengan nyon....


" Amanda " ralat Raymond


" bagaimana dengan nya ,saya tidak ingin menyakiti orang lain " lanjutnya lagi


" lalu apa kamu akan tetap seperti ini ?? tidak menuntut kemungkinan jika lewat dari dua bulan itu jika aku masih berhubungan dengan nya ,bisa saja kami menikah " ucap Raymond datar


" saya akan menjauh dari tuan....


" ADARA " bentak Raymond berdiri


" jika kamu ingin menjauh, silahkan tapi setelah anak itu lahir dan kamu bisa pergi jauh dan jangan harap bisa bertemu dengannya " ucap Raymond emosi


atau bagaimana !!!


" saya cape, harus bersembunyi seperti ini saya lelah harus menahan sesak karena omongan orang lain ,apa tuan mengerti dengan keadaan ku saat ini ,tidak bukan ??? saya istri sah sekalipun hanya di atas kertas tapi aku di sebut sebagai wanita bayaran, pelakor dan lain sebagainya, saya manusia biasa tuan punya perasaan di mana saya harus menahan diri saat melihat suamiku bermesraan dengan wanita lain lebih tepatnya tunangan nya, tapi apa aku bisa menolak tidak bukan ,saya tau posisiku di sini sebagai apa dan untuk apa ?? tuan menikahi saya hanya karena sebuah tanggung jawab tidak lebih, lalu apa yang harus saya harapkan !! anak yang sedang dalam rahim ku ,aku akan membesarkan nya dan akan aku beri tahu padanya bahwa mereka memiliki Daddy yang hebat yang kuat,saya tidak akan mengambil keuntungan atas kehadiran nya " ucap adara panjang lebar,untuk pertama kalinya Adara berbicara panjang lebar di depan Raymond


Raymond memejamkan matanya kuat " siapkan dirimu kita akan ketemu orang tuaku " titah Raymond tegas lalu berdiri


" kau akan melihat mayat ku " ancam Adara , Raymond membalikan tubuhnya menatap tajam Adara


" kau salah memancing orang Adara " ucap Raymond sinis


Adara melihat vas bunga di atas meja ,lalu dia mengambil nya


pyaar


Raymond melotot kan matanya menatap Adara


" jangan gila Adara , kamu sedang hamil " bentak Raymond emosi


" bukannya tuan ingin bukti " tanya Adara sambil mengerahkan pecahan vas pada lengannya


" baik aku akan wujudkan keinginan mu, dengan begitu aku bisa menikah dengan Amanda tanpa rasa bersalah padamu " Raymond mengeluarkan pistol nya dari bagian belakang nya


" pilih ?? bagian mana yang harus aku tembak ,kepala dada atau perutmu " tanya Raymond menatap sinis Adara


seketika pecahan vas bunga di tangan Adara terlepas keringat dingin memenuhi kening Adara saat Raymond mengeluarkan pistol dan di arah kan padanya


melihat itu Raymond langsung meletakan pistol nya di atas tempat tidur dan memeluk Adara


" jangan memancing kemarahan ku, aku hanya memintamu menunggu sebulan ,dan aku akan menjelaskan pada mereka secara pelan" ucap Raymond lembut sambil mengelus punggung Adara


tangisan Adara pecah dalam pelukan Raymond


" a- ku lelah "ucap Adara sesegukan, Raymond mengaguk


" aku tau, jadi bersabar lah sedikit lagi demi anak kita " ucap Raymond lalu mencium kening Adara


" maaf untuk sementara aku belum bisa ke apartemen karena aku tidak ingin Daddy menemui mu terlebih dahulu, biarkan seperti ini kita akan bertemu di kantor jika kamu menginginkan sesuatu minta tolong sama rehan jika semua nya sudah membaik aku yang akan menuruti semua nya " ucap Raymond sambil mengelus pipi Adara


" pergi lah ke rumah sakit tapi aku tidak bisa menemanimu, aku harap kamu mengerti maksud ku,aku hanya ingin kalian baik² saja sebelum aku memberi tahu mereka " Adara mengaguk paham


" jangan melakukan hal konyol, aku bukan malaikat yang memiliki segudang kesabaran " Ucap Raymond tegas


" kau sudah makan " Adara mengaguk


" rujak " Adara kembali mengaguk " bukannya aku memintamu makanan yang benar " Adara menatap Raymond


"aku hanya ingin rujak " ucap Adara lirih


" baik nanti rehan membeli nya " ucap Raymond lembut


" masih ada yang tadi "ucap Adara


" baiklah, istirahat lah ,aku selesaikan dulu kerjaan kamu istirahat saja " Adara menggeleng


" saya kerja saja ,kalau hanya baring kepala saya pusing tuan " Raymond menarik napasnya kasar


" baiklah " Raymond menunduk menghadap perut rata Adara


" hai malaikat Daddy, tumbuh lah dengan baik, jangan buat mommy kesusahan ,sabar lah sebentar saja setelah itu kita akan berkumpul maaf untuk sementara Daddy menjauh dulu dari kalian ,Daddy harap kamu tidak marah ,i love you " ucap Raymond lalu mencium perut Adara


CUP


setelah itu dia bangun dan mencium kening Adara


CUP


Adara memejamkan matanya merasakan kehangatan dan ketulusan Raymond


bolehkan dia egois dan serakah kali ini


boleh kah dia jahat untuk mempertahankan suaminya !!


" ayo " Raymond membantu Adara berdiri


" makasih " Raymond hanya mengaguk saja


Reza yang berdiri di depan pintu kaget saat Raymond ke luar bersama dengan Adara


" kamu kenapa " tanya Raymond heran, sedangkan Adara memilih kembali ke meja kerjanya karena malu melihat Reza dan Raymond mengerti itu


" saya hanya jaga² tuan ,Karena saya mendengar suara benda jatuh dan teriakan anda " ucap Reza jujur


" jadwalkan pemeriksaan Adara besok pagi dia akan ke sana bersama rehan " Reza menatap Raymond


" aku hanya tidak ingin Daddy lebih tau keadaan Adara ,jadi untuk sementara biarkan rehan yang menemani nya ,dan cari apartemen yang dekat dengan kantor agar tidak terlalu memakan waktu dan Adara bisa istirahat dengan baik " titah Raymond menuju meja kerjanya


" baik tuan " ucap Reza


kerjaan kapan kamu akan berkahir batin Reza


" BMW keluaran terbaru akan menjadi milikmu jadi berhenti mengeluh sebelum aku membuang mu dari lantai ini " Reza langsung mengakat wajah nya menatap Raymond yang sudah menghadap laptop nya


" siap bos, saya kan kerjakan dan saya pastikan besok nona Adara akan tinggal di apartemen yang baru, sebelum nya selamat atas kehamilan nona Adara dan untuk status baru tuan " ucap Reza tulus lalu membungkuk badannya


Adara melotot kan matanya ,pindah apartemen baru batin Adara lalu menatap Raymond tapi yang di tatap hanya cuek saja


" CK, jika sudah seperti itu bahkan aku menyuruhmu terjun bebas dari lantai ini kamu pasti mau " Reza hanya tersenyum kuda


" kalau begitu saya permisi dulu tuan, Karena mobil BMW sedang menunggu ku, sering² hamil nona Adara agar saya dapat hadiah banyak " Adara melotot kan matanya ,ini saja belum tau umur nya berapa


malah di suruh hamil lagi !!


apa asisten suaminya itu sudah gila !!


" makan rujakmu ,bukannya kamu menginginkan nya " Adara mengaguk


" sebelum jam makan siang ,pergilah ke apartemen nanti bibi yang akan memasakkan makanan siang mu jangan pernah makan-makanan kantin sekalipun bersih, kamu sudah dengar kan ??Reza akan memindahkan kalian dekat perusahaan ini agar kamu tidak terlalu lelah " ucap Raymond ,Adara mengaguk saja


" makan lah ,jangan hanya fokus kerja " ucap Raymond


" baik tuan " Ucap Adara


apa aku boleh berharap tuhan ,tapi aku takut terluka batin Adara


sedangkan Raymond kembali fokus pada kerjaan nya sesekali menatap Adara yang memakan rujaknya sambil mengetik dan itu membuat Raymond tersenyum .