
Sedangkan dalam ruangan keheningan dan ketegangan terjadi di antara Adara yang keluarga nya .
Awal mereka masuk sedikit kaget karena ruangan itu seperti ruangan rumah sakit sungguhan .
Tapi setelah sadar apa yang tidak bisa di lakukan keluarga menantu nya itu .
" Baby " Adara langsung menatap Raymond kaget .
" Maaf ,aku hanya bingung " Ujar Adara .
" Kenapa dia membawaku pergi " Tanya Adara setelah lama terdiam .
" Ini kesalahan ku,karena membawanya masuk dalam rumah ,dulu aku membawanya karena kasihan dan dia memohon pada istriku untuk tinggal di rumah sebagai pelayan terserah pekerjaan apa pun dia mau ,asal dia bisa dapat tempat tinggal dari pada hidup di jalanan " Ujar Adit menunduk .
" Hingga kami tidak sadar jika dia memiliki perasaan lebih pada ku,kami kira semua yang dia lakukan hanya karena dia menyayangi keluarga ku dan sebuah rasa terimakasih, bahkan bersama Daniel pun dia memperlakukan dengan baik, hingga istriku membelikan apa yang dia juga beli ,pakaian ,perhiasan apa pun itu " Lanjutnya .
" Sampai kami sadar saat dia membawa mu pergi menjauh dari kami, dan dia meninggal kan sebuah surat yang isinya jika dia tidak memiliki ku maka kami juga tidak akan memiliki mu selamanya " Ujar Adit berkaca² .
" Bahkan keberadaan nya pun kami tidak tahu di mana karena aku menemukan nya di jalan ,sehingga membuat ku bingung harus memulai dari mana ?? di tambah istriku harus kembali di rawat di rumah sakit saat kehilangan mu, penyakit nya yang dulu hilang kini kembali lagi " Adara menatap Marni yang sudah menangis .
" Dia sakit jantung hingga sekarang, makanya ibu memilih tinggal di luar negeri " Ujar Daniel setelah lama terdiam .
" Apa kamu kakakku " Daniel mengaguk pelan membuat Adara tersenyum " Akhirnya keinginan ku terwujud di mana aku menginginkan seorang yang bisa melindungi ku " Ujar Adara lirih .
" Mama " Kaki Marni tidak mampu memompang tubuhnya sehingga Daniel harus menahannya setelah mendengar suara lembut anaknya yang sudah lama menghilang
" Terimakasih sudah melahirkan ku, terimakasih sudah merawatku meskipun hanya sebulan tapi setidaknya aku sudah merasakan sentuhan mu " Adara menatap Adit yang sudah menangis " Papa " Adit mengaguk " Terimakasih tetap menjaga Mama sampai sekarang maaf karena ku kalian harus hidup terpisah dan merawat Mama " Lanjutnya sambil menangis .
" Abang " Daniel mengaguk tersenyum " Iya " Jawabnya serak .
" boleh peluk " Daniel menatap Raymond sebelum akhirnya mendekati tempat tidur Adara .
" Apa seperti ini jika memiliki tempat mengadu " Ujar Adara lirih sampai akhirnya melepaskan pelukannya .
" Sebelumnya Adara minta maaf mungkin ini terlalu membingungkan tapi bisa berikan waktu untukku " Mereka mengaguk .
" Dengan kamu memanggil kami Mama dan Papa itu sudah lebih buat kami, jangan memaksa kan diri pikirkan kesehatan mu, jika kalian punya waktu luang datang lah ke rumah sekalipun hanya berkunjung " Adara mengaguk .
" Boleh tinggal kan kami " Ujar Adara menatap Raymond .
" Kalau ada papa panggil saja " Adara mengaguk pelan .
CUP
" I Love you " Adara hanya tersenyum ,setalah itu Raymond ke luar dari ruangan itu .
Membuat yang di luar menatap nya dengan sejuta pertanyaan.
" Mereka ingin waktu sendiri jangan banyak bertanya jadi mendingan kalian duduk saja tanpa bertanya lagi " Mereka hanya mendengus kesal .
" Tapi Adara baik² saja kan " Tanya mommy Ellena .
" Iya Oma " Ujar Raymond .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Setelah beberapa menit Adit, istri dan anaknya ke luar dari ruangan Adara sehingga membuat mereka langsung berdiri .
" Bagaimana " Tanya Daddy Radit
" terimakasih sudah membantu kami , terimakasih akhirnya kami bisa berkumpul dan bisa memeluknya setelah puluhan tahun " Ujar Adit tulus .
" Dia meminta tuan Raymond masuk menemani " Raymond langsung masuk ke dalam .
" Tinggallah kita makan siang bersama dulu " Ujar mommy Ellena .
" Terimakasih tapi kami harus pergi ,ada yang harus kami urus " Tolak Adit halus
" Apa dia meminta sesuatu " Adit menggaguk tersenyum .
" makan siang dulu,kami tidak suka penolakan " Adit menatap sang istri dan anaknya yang mengaguk setuju .
" maaf bisa saya bicara Daniel " Ujar Queen tiba² .
" Bo-leh " Ujar Adit gugup
" Dia kekasih Naufal bos dari anakmu " Adit dan Marni menghela napas lega .
Pikiran mereka terlalu jauh sehingga membuat mereka khawatir .
" Ikutlah " Ujar Mommy Ellena
" iya nyonya " Ujar Daniel lalu mengikuti Queen yang sudah lebih dulu pergi .
Sedangkan dalam ruangan Raymond menemani Adara .
" Apa yang kamu katakan pada mereka " Tanya Raymond lembut .
" Aku hanya meminta membantu panti asuhan " Raymond mengaguk paham .
" Kau ingin makan " Adara menggeleng " Aku hanya ingin di peluk " Raymond menaikan alisnya .
" Ini ruangan perawatan ,jangan meminta yang aneh² aku bisa saja melakukan nya tapi tempat nya tidak nyaman " Ujar Raymond dengan percaya diri .
" Aku hanya minta di peluk " Ujar Adara kesal .
" Sakit Dara " Ujar Raymond mengelus lengannya .
" Aku hanya memperhatikan saja ,apa kamu lupa apa yang kamu .....
" Diam ,jika tidak mau tidak usah " Ujar Adara menutup cepat mulut Raymond .
Dia sangat malu jika kembali di ingatkan dengan kegiatan gila itu, entahlah dia mempunyai keberanian dari Mana .
Tapi itu mengalir begitu saja tanpa dia sadari , bahkan mengingat nya membuatnya merinding .
" Cih, Kau sudah melakukan nya baru sekarang kau malu ,telat bahkan erangan dan ******* my menggema di ruangan ganti " Cibir Raymond ketus .
" Raymond " Teriak Adara
BRAK
" Kenapa " Tanya Daddy Radit panik saat mendengar teriakan Adara sehingga membuat mereka semua masuk .
" Ti-dak " Jawab Adara gugup sedangkan Raymond menatap keluarga dan keluarga istri nya bingung .
" Tadi kamu berteriak " Ujar mommy Ellena .
" Oh Adara malu Oma dengan kegilaan nya beberapa malam lalu saat main " Ujar Raymond jujur
Ting
Ting
Ting
" Kami permisi " Ujar Jose setelah lama hening .
" silahkan di lanjutkan " Ujar Alan .
" Pelan² son, dia baru pingsan "Timpal Jeje
" Jangan lupa kunci pintunya hidupkan penyedap suara nya " Ujar Davin .
Adara memilih menutup wajahnya dengan selimut dari pada melihat wajah keluarga suaminya begitu juga keluarga nya yang menatapnya aneh dan bingung .
" fighting Kaka ipar " Ujar syahzani dan Ela bersamaan .
" Ke luar lah kalian membuatnya malu " Ujar Raymond .
" mereka sudah ke luar " Ujar Raymond menahan senyumnya.
" Biar ,itu semua karena kamu ??" Ujar Adara kesal .
" Koh salah aku, aku hanya bicara jujur baby " Ujar Raymond tanpa dosa
" tapi kenapa harus mengungkit kegiatan itu " Ujar Adara semakin emosi .
" Lalu aku harus menjawab apa ?? sedangkan di pikirkan ku hanya itu yang terlintas " Ujar Raymond yang tidak mau di salah kan .
* Tau ah kesal " Ujar Adara membelakangi Raymond.
" Koh marahnya sama aku sih, kan mereka yang bicara " Ujar Raymond bingung .
"iya² maaf baby, ayo aku temani tidur " Adara hanya diam saja ,tapi sebagai jawaban dia memberikan tempat untuk Raymond baring .
" Baby hei kau mengabaikan ku " Adara membalikan badannya tapi tetap diam .
" satu ,dua
" Ehz iya kenapa " Jawab Adara kesal karena selalu saja Raymond mengancam .
" Kiss " tunjuknya pada bibirnya
CUP
Tanpa ada tahu Raymond malah menahan tengkuk nya hingga beberapa menit baru Raymond lepaskan .
Bugh
" Na- pasku huh huh habis " Ujar Adara kesal
Raymond tertawa kecil lalu memeluk Adara dengan erat .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
like.like,like
komet ,koment ,koment
vote ,vote,vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘