
pagi harinya Reza harus terbangun lebih awal karena harus ke kontrakan Adara
Atas permintaan Raymond,dan kini dia sudah berdiri di depan pintu kontrakan Adara dan di temani beberapa pengawal yang selalu menemani mereka kemana pun pergi
" ketuk pintu nya " ucap Reza datar
tok ...tok ...
mereka menunggu tapi belum ada tanda² di buka
kembali di ketuk oleh bodyguard Reza
hingga ketukan ke tiga kalinya pintu terbuka dari dalam
" maaf siapa " tanya Adara
untuk sesat Reza menatap tak berkedip pada wanita di depannya
cantik batin Reza
"tuan " Reza tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara bodyguard nya
" hebm " Reza berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya
" anda sudah tau saya siapa bukan ?? jadi saya tidak perlu menjelaskan nya dan saya ke sini menjemput anda " ucap Reza dingin
" aku tidak mau " ucap Adara tegas
" perlihatkan pada nya " ucap Reza tak kalah dingin dan tegas
seorang bodyguard memperlihatkan iPad pada Adara di mana di sana sudah ada alat besar di sebuah bangunan
" jangan karena keras kepala anda, membahayakan orang lain,anda sudah pasti tau bukan itu bangunan apa " tanya reza,lalu dia melihat jam mahal di tangannya
" waktumu 15 menit dari sekarang " ucap reza setelah itu dia meninggal wanita yang masih mematung di ambang pintu
sedangkan Reza memilih masuk mobil, dia kembali menggeleng ketika mengingat wajah Adara
ingat dia milik Kaka Ray batin Reza mengingat kan dirinya
sedangkan wanita yang baru saja di tinggalkan seketika tersadar
" kenapa aku merasa seperti seorang tersangka " ucap Adara sambil menatap mobil Reza
" sial !!!! " Adara langsung berlari ke arah kamarnya
jika tidak memikirkan tempat di mana dia tumbuh dia tidak akan mengikuti nya
tapi dia tidak boleh egois dan keras kepala karena di sana banyak anak yatim yang sama seperti nya
dan bergantung hidup di panti itu dan mendapatkan hidup baru lagi
" dia sudah memutuskan " tanya Raymond
saat ini Reza sedang menerima telepon dari sang bos
" sudah tuan, setengah jam kami akan sampai di perusahaan " ucap Reza
" apa kamu membuat ku menunggu selama itu " ucap Raymond tegas
" maaf tuan, karena saat kami datang nona Adara belum bersiap² jadi dia membutuhkan waktu untuk bersiap " ucap Reza
" dasar wanita !!! menyusahkan " ucap Raymond
Reza menghembuskan napasnya saat Raymond sudah menutup teleponnya
" masih pagi tapi kepala ku sudah sakit " gumam Reza sambil memijat pangkal hidung nya lalu dia membuka kaca mobilnya
" Carikan air minum " ucap Reza lalu menutup kembali kaca mobilnya
" baik tuan " ucap bodyguard
setelah menunggu 20 menit Adara ke luar dengan pakaian kantornya
karena kemarin Raymond mengatakan akan bekerja di perusahaan nya
" silahkan masuk nona " ucap sang bodyguard
" terimakasih tuan " ucap Adara lembut
" Morgan saja nona " ucap nya
" masuk " titah Reza ,saat Adara akan membalas ucapan Morgan bodyguard pribadi nya
" maaf tuan " Adara masuk dan duduk di depan sedangkan Reza duduk di belakang
Reza hanya diam saja tidak menjawab ucapan Adara
" jangan Melakukan apapun !!! pilihan mu hanya mengikuti dan tuan muda tidak suka orang pembakang,nanti kamu ikut meeting di sana ada kekasih dan juga selingkuhan " ucap Reza datar sekalipun matanya pada iPad tapi kata² nya sangat menusuk
deg
" mereka bekerja di sana dan kalian akan bertemu tapi sebelum nya kamu akan bertemu dengan tuan muda jadi jaga sikapmu " ucap Reza tegas
" kenapa kalian mengingatkan ku seperti ini,bukannya seharusnya nya aku yang menuntut kalian, bahkan harus melibatkan orang lain " ucap Adara kesal tapi Reza hanya diam saja
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
kini Adara sudah duduk di ruangan kerja Raymond dan di sana juga tentunya ada Reza yang selalu berada di samping Raymond
" baca dan tanda tangani " Raymond melemparkan map coklat ke depan Adara
" sebentar siang kita akan menikah dan kamu tidak punya hak untuk menolak " ucap Raymond tegas
" sebenarnya apa mau kalian hah " bentak Adara emosi
" kamu akan tau jika membaca nya " ucap Raymond lalu berdiri kembali ke meja kerjanya di ikuti Reza
" cepat baca dan tanda tangani setelah ini kita ke ruangan meeting " ucap Raymond membuka berkas yang di depannya
Adara menghembuskan napasnya kasar lalu mengambil map coklat itu dengan kasar lalu di buka dan di baca dengan pelan
seketika mata Adara panas dan nafasnya memburu
BRAK
Adara membanting kertas di atas meja !!!
" Aku tidak bisa " ucap Adara memberi kan diri " anda tidak perlu bertanggung jawab tentang kejadian malam itu ,aku anggap itu rezeki anda dan kesialan buat saya ,mungkin orang kaya seperti kalian pernikahan hanya lah mainan tapi tidak bagi saya, karena bagiku pernikahan sekali seumur hidup " ucap Adara kesal bahkan wajah nya kini sudah memerah karena emosi, Raymond dan Reza masih menatap Adara
" baiklah jika itu pilihanmu " Raymond mengambil HP nya
" ratakan " titah Raymond dengan suara dingin
Adara membulatkan matanya kaget dia mengira Raymond hanya mengecam nya saja tapi ternyata tidak
" saya akan tanda tangani " Adara langsung membubuhkan tanda tangan nya di sana tanpa berkata apa lagi
Raymond menyimpan HP nya padahal dia hanya menggertak Adara saja
lalu dia berdiri mendekati Adara dan duduk di depannya
" kamu akan tinggal di apartemen dan di sana sudah ada pelayan untuk yang menemani mu karena saya tidak akan tinggal di sana dan siap kan dirimu untuk sebentar kita akan menikah " ucap Brian ,Adara hanya mengaguk saja
" kuatkan hatimu kita akan bertemu dengan kekasihmu dan aku tidak suka orang lemah " Ucap Raymond lagi
" baik tuan " ucap Adara lirih
semoga ini jalan yang terbaik, sekalipun akhirnya nanti akan berpisah juga batin Adara
" mari nona " ucap Reza membuyarkan lamunan Adara
" ah iya tuan asisten " ucap Adara lalu mengikuti langkah Raymond dan Reza dari belakang
Ting
"tegakan kepalamu saat di depan mereka jangan membuat ku malu hanya karena kamu " ucap Brian tegas
" baik tuan " ucap Adara
" berikan apa yang perlu dia lakukan dan tidak " ucap Raymond
" baik tuan " ucap Reza
Ting
" angkat " bentak Raymond seketika Adara mengakat wajahnya
ceklek
Reza membuka pintu ruangan itu
Raymond menarik tangan Adara dan di genggam nya
" diam dan ikuti " ucap Raymond, Adara hanya bisa pasrah
DEG
sepasang mata menatap Adara saat masuk dalam dalam ruangan
bahkan sejak masuk Adara juga sudah melihat itu tapi dengan cepat dia memalingkan pandangannya apa lagi wanita yang duduk di samping nya dengan wajah syok nya
" mulai " titah Reza
sedangkan Raymond dan Adara menatap ke layar depan tanpa mengalikan pandangan nya
sekalipun orang yang dalam ruangan itu masih banyak pertanyaan yang mereka ingin tanyakan
tapi itu tidak mungkin
sial !!!! kenapa dia selalu mendapat kan yang lebih batin Sisil menatap tajam pada Adara
" kamu di gaji untuk bekerja bukan untuk menatap sinis pada orang lain " bentak Reza yang sejak tadi memperhatikan Sisil
" ah maaf tuan " ucap Sisil gugup
" lanjutkan ' titah Reza ketika persentase terhenti karena ucapan nya
kurang lebih dari 2 jam mereka di ruangan meeting
kini sudah selesai semua karyawan sudah ke luar tapi tidak kecuali andika dan itu membuat sisil menatap di samping nya
" ada yang ingin kalian sampaikan " tanya Raymond menatap dua pasangan itu
" maaf bisa saja bicara sama Adara tuan muda " Raymond menaikan alisnya
" kalian saling kenal " tanya Raymond basa basi
" iya / tidak " ucap andika dan Adara berbeda
" yang mana yang harus aku percaya " Raymond menatap Adara
" saya tidak mengenal dia tuan" ucap Adara tegas
"Adara " panggil Andika ,Sisil langsung memegang lengan Andika tapi di hempasan kuat oleh Andika dan Adara tersenyum sinis melihat itu
" dia mengenalmu dara !!!!" tanya Raymond
mata Andika dan sisil membulat mendengar panggilan bosnya pada Adara
" sayang maksud nya apa ini !!! kenapa kamu bisa ada di sini !!! apa kalian punya hubungan "tanya andika bahkan kini tangannya sudah terkepal
" bukan urusan anda " ucap Adara
" apa kamu selingkuh " tanya Andika kesal
"berkaca sebelum mengatakan itu " ucap Adara sinis lalu menatap Sisil
" mari tuan, nona " ucap Reza karena mereka harus jadwal selanjutnya
" Dara " Adara melingkar kan tangannya di lengan Raymond
lalu mereka ke luar dari ruangan itu dengan angkuh
Ting
" apa kamu akan memegang lengan ku,ingat posisimu di mana " Adara langsung melepaskan tangannya
" suruh mereka bawakan Jas " ucap Raymond ,Reza hanya mengaguk saja
sedangkan dalam ruangan itu Andika dan sisil masih saja berdebat
" lepas kan " bentak Andika
" babe....
" diam !! ini semua karena kamu jika saja kamu tidak menggoda dan menjebak ku hubungan ku dengan Adara akan baik² saja " ucap Andika dengan
" kenapa kamu menyalahkan ku,bahkan kamu menikmati nya " ucap Sisil kesal
" jangan berlaga seolah² aku yang pertama, bahkan milikmu sudah di pakai beberapa orang " ucap Andika ketus lalu meninggalkan Sisil sendirian
BRAK
aaakkkkhhhhh
" Adara " teriak sisik kesal " akan aku balas dan akan aku buat hidup mu lebih dari ini " ucap Sisil
dia mengepalkan tangannya " jika aku tidak bisa mendapatkan Andika maka jangan harap hidupmu bisa bahagia " sumpah Sisil dengan mata memerah
Ting
saat pintu Lift terbuka Raymond langsung membuka jasnya dan memberikan pada Reza
setelah itu dia memakai jas yang di bawah kan oleh anak buah nya
" kau sudah siapkan semuanya " tanya Raymond saat jasnya sudah terpasang rapi
" sudah tuan " ucap Reza lalu memberi kan jas Raymond tadi pas anak buahnya
" kita ke sana " ucap Raymond
" baik tuan " ucap Reza
Adara hanya diam saja mendengar kan percakapan mereka, sekalipun dia penasaran dengan apa yang mereka bahas