
setelah ke luar dari ruangan Raymond hanya mondar mandi di depan pintu pemeriksaan sambil menunggu alister atau Amanda untuk ke luar
begitu juga yang lainnya mereka mencemaskan Adara
" Vin ,maaf " Davin hanya membuang napasnya kasar
" mendingan kamu berdoa jangan dulu membahas yang lain ,cucu mu di dalam sedang berjuang " ucap davin
" memang kamu berdoa ,doa apa " tanya Henry kesal
" doa cara membunuh mu " ucap Davin ketus
" kau berani " Davin menatap Henry " kau menantangku " Henry mengaguk membuat Davin berdecak kesal
" apa tidak ada yang kalian bahas selain itu " bentak opa Radit
" tidak ada dad " ucap mereka bersamaan membuat pria yang sudah tidak muda lagi itu mendengus kesal
suara pintu mengalikan pandangan mereka ke arah pintu
" bagaimana keadaan nya " alister menatap Raymond " baik² saja, hanya salah satu janin nya kemah seperti nya dia terlalu banyak pikiran ,jangan membuatnya beban kak jika tidak ingin kehilangan salah satunya " Raymond hanya bisa terdiam di tempatnya
" Amanda memberikan obat agar dia tidur lebih lama untuk membuatnya istirahat,jadi dia tidak bisa bangun secepat nya" Raymond langsung menatap alister " dia tidak akan membunuh nya ,Amanda bekerja sesuai tugasnya " lanjutnya lagi lalu mendekati keluarga nya yang menunggu di sofa
" bagaimana son " alister tersenyum " baik dad ,hanya salah satu janin nya lemah tapi masih aman bisa di selamat kan karena pendarahan nya tidak terlalu banyak dan cepat di tangani " ujar alister
" jangan lupa dad transfer nya ,alister bekerja di luar jam kerja " ucap alister tenang ,karena memang dia tidak ada masalah tentang Amanda dan Raymond
tapi bukan berarti dia tidak kasian hanya saja itu mungkin sudah jalannya,sifat lembut dan penyayang dari Nabilla melekat di tubuhnya sekalipun wajahnya mirip Davin
" apa belum cukup rumah sakit yang opa berikan sehingga harus meminta bayaran untuk keluarga mu " alister mengaguk cepat " alister mau menikah opa harus banyak biaya ,calon istri ku meminta banyak " ujar alister tersenyum
" tinggalkan wanita matre seperti nya ,masih banyak wanita yang lain jangan mengemis cinta dan jangan terlihat bodoh karena cinta " ucap Daddy radit tegas
" opa akan membuat cucumu menangis 30 hari 30 malam " ucap Raymond tiba²
" maksudnya " tanya mereka bersamaan " Kaka Ray jika kamu bersuara akan ku buat istri Kaka meninggal sekarang juga " Raymond hanya menaikan bahunya
" apa kamu mengetahui sesuatu " tanya Daddy radit " maaf opa nyawa istriku berada di tangannya " ucap Raymond
" opa akan jamin istrimu aman " ucap nya lagi menatap Raymond ,Ray melirik Ela yang hanya diam saja
" Ela "
" ah i-ya opa "tanya Ela gugup
" kau pacaran dengan alister " tanya opa Radit
uhuk .....uhuk
Ela menatap tajam Raymond yang selalu saja membongkar hubungan mereka di depan keluarga sedangkan alister hanya bisa memejamkan matanya
" Baby " panggil Jeje menatap Ela
" son " begitu juga Davin meminta persetujuan
" kami akan menikah bulan depan " semua orang melotot kan matanya
" tidak " pekik Davin dan Jeje bersamaan
" why " tanya alister menaikan alisnya
" jangan berani menghalangi mereka jika tidak ingin Daddy membuang kalian ke jalan " Daddy Radit menatap tajam Jeje dan Davin
" tapi dad
" Ana jangan biarkan dia tidur di kamar " potong Daddy Radit cepat
" dad " Daddy radit hanya diam saja
tidak berselang lama Amanda ke luar sambil menatap mereka bingung
" terimakasih maaf untuk semua nya " ucap Raymond menghampiri Amanda
" masuklah temani Kaka ipar ,tapi mungkin besok baru bangun " Raymond mengaguk "makasih " Amanda hanya mengagguk
Amanda mendekati rif'at setelah Raymond masuk dalam ruangan
" jangan marah " rif'at hanya diam saja " Kaka " rengek manja Amanda sambil memeluk lengan rif'at
" sayang jangan dekat " nabilla menahan lengan suaminya " dear tubuhnya nempel " ucap Davin kesal
" lalu apa kabar kamu dulu mencicipi sebelum menikah " cibir mommy ellena ,Davin langsung bungkam
" sudah ayo kita makan malam dulu, Daddy sudah lapar " ujar Daddy radit
" iya dad/ opa " ucap mereka semua
kini mereka meninggalkan ruangan pemeriksaan itu sehingga hanya ada rif'at dan Amanda
" apa " tanya rif'at menatap Amanda karena dia menahan nya untuk berdiri
" jangan marah ,maaf tidak minta izin sama Kaka " ujar Amanda sendu , rif'at membuang napas nya kasar
" ayo makan nanti kamu sakit " Amanda menggeleng cepat " Amanda " Amanda tetap menggeleng kan kepalanya
" maumu apa " tanya rif'at kesal " maaf " ucap Amanda
" iya aku sudah maafkan tapi tidak untuk lain kali kau paham " Amanda mengaguk cepat
CUP
" rif'at " teriak Davin niat ingin memanggil putrinya malah melihat rif'at mencium Amanda
"dia kekasihku " ucap rif'at ketus " sini kamu sialan " rif'at menggenggam tangan Amanda " ayo makan dulu kita perlu tenaga menghadapi ayah yang posesif itu " Amanda tersenyum kuda " sayang sini jangan dekat² dengan nya " ucap Davin
tapi Amanda malah semakin menempel pada rif'at membuat Davin semakin kesal
" Davin " bentak Daddy radit ,membuat sang mama mendengus kesal " iya dad ,Davin tidak mengganggu mereka " rif'at tertawa kecil
" besok jangan ke mana² ok" Amanda mengagguk paham
sedangkan dalam ruangan Raymond selalu saja menggegam tangan Adara sambil menatap wanita itu
" maaf sudah membuatmu seperti ini ,maaf tolong bangun lah ,aku janji akan menjaga kalian dengan baik " ucap Raymond serak
" terimakasih sudah bertahan, maaf jika Daddy membuat kalian seperti ini, bantu mommy iya Daddy mohon " ucap Raymond mengelus perut Adara
" aku janji setelah sadar kita akan liburan ke mana yang kau mau , Asal jangan seperti ini lagi aku juga janji tidak membuatmu seperti ini lagi " ucap Raymond
" tapi bisa kah kamu jangan memikirkan nya " lanjutnya lagi
Raymond membaringkan kepalanya nya di atas tempat tidur sambil menggegam tangan Adara sedangkan tangan satunya mengelus perut Adara
tidak berselang lama pintu ruangan terbuka membuat Raymond mengangkat kepalanya
" makan dulu sayang ,nanti kamu sakit " Raymond mengaguk " mom " Elvi tersenyum lalu meletakkan makanan Raymond di atas meja lalu menghampiri Raymond
" semua salah Ray mom, Ray membuat mereka seperti ini " ucap Raymond sesegukan sambil memeluk Elvi ,dengan lembut Elvi mengelus punggung Raymond
" jangan menyalakan dirimu nak, semua sudah jalannya mungkin harus seperti ini yang kamu lewati tapi setelah itu balas semuanya bahagiakan mereka terutama istri mu dia wanita baik nak, jangan menyia²kanya, ambil contoh dari ayah dan ibumu, jangan melakukan hal yang sama " Raymond mengaguk paham
" sudah jangan menangis, makanlah kamu harus sehat jika kamu sakit siapa yang menjaga mereka " ucap Elvi lembut
" nanti ganti²an dengan adikmu untuk menjaga nya iya " Raymond menggeleng " biarkan Ray jaga sendiri mom " Elvi mengaguk " baiklah ,jangan lupa makan mommy harus ke meja makan " ucap elvi
" makasih mom " Elvi hanya tersenyum " makan iya " Raymond mengaguk
" baby aku makan dulu iya di situ " tunjuknya pada sofa tak jauh dari tempat Adara " Daddy makan dulu iya ,setelah ini menjaga kalian ok " lanjutnya sambil mengelus perut Adara lalu memberikan kecupan di perut dan bibir Adara
CUP
CUP
" tunggu iya baby " lanjutnya lagi lalu menuju sofa untuk makan