
Saat mobil yang di tumpangi Reza dan Raymond memasuki perkara rumah mewah itu .
Sepasang anak kembar itu berlari mendekati mobil itu, membuat Raymond Tersenyum begitu juga Reza .
Raymond ke luar saat mobilnya sudah berhenti sepenuh begitu juga Reza .
" Jangan berlari nanti ...."
Bugh
Belum juga selesai bicara baby El sudah terjatuh sebelum sampai di tempat tujuannya .
" Tidak papa " Ujar Edward membantu adiknya berdiri lalu mengusap celananya dengan pelan .
Raymond yang tadinya akan menolong Putri nya langsung berhenti saat melihat putra nya membantu sang adik berdiri .
Begitu juga yang lainnya mereka tersenyum saat melihat interaksi kedua anak itu .
" Sakit " Baby El menggaguk ,Edward pun duduk di atas keramik itu dan meniup kaki baby El sekalipun di tutupi celana .
Raymond yang merasa gemas pun mendekati kedua anaknya lalu mencium kepala twins .
" Kiss Daddy " Edward pun berdiri di bantu Raymond lalu mencium pipi Raymond begitu juga baby El .
Kini twins sudah berada di gendongan Raymond menuju tempat keluarga nya yang sedang duduk bersama di mana ada sang istri di sana duduk di atas kursi roda .
CUP
Sesampainya Raymond mencium kepala Adara setelah baby Ed dan baby El sudah turun dari gendongan nya.
"Kamu tidak melakukan hal berat kan " Adara mengagukan kepalanya .
"Bukannya kepala pelayan sudah melaporkan padamu " Raymond diam saja mendengar ucapan Henry .
" Ayo kita masuk, kamu belum mandi " Raymond langsung membawa Adara masuk ke dalam rumah.
Disusul Reza karena dia juga ingin membersihkan dirinya dan membiarkan sang istri bersama yang lainnya di luar .
" Apa tadi Twins menemanimu " Kini mereka sudah berada di dalam kamar .
" Iya ,tapi saat siang aku meminta Nany ke atas karena mereka harus istirahat " Raymond mengaguk saja lalu membuka pakaian yang sejak tadi melekat di tubuh nya .
Lalu dia berahli pada Istri nya dan membawa tubuh wanita itu masuk dalam kamar mandi bersama nya .
" Apa masih sakit " Adara menggeleng sambil mengalungkan tangannya di leher Raymond .
"Ah iya nanti malam mereka Papa ke sini sama Abang " Raymond hanya Mengaguk .
" Gimana pekerjaan Daddy " Lanjutnya lagi .
" Iya seperti biasa dan itu membosankan " Ujar Raymond sambil mengisi bathup .
Mungkin dengan berendam air hangat akan membuat tubuh mereka sedikit rileks .
Lalu dia menatap sang istri yang duduk di atas kloset yang sudah tertutup .
Adara langsung memeluk pinggang Raymond saat pria itu sudah di depan nya .
" Kenapa Hm " Adara menggeleng " Terimakasih " Raymond menaikan alisnya sebelah sambil mengusap lembut rambut sang istri .
" Maaf Adara belum jadi istri yang baik untuk Daddy, Maaf "
" Apa yang kamu katakan ?? Aku hanya meminta mu berada di samping ku itu sudah cukup ,jadi jangan berpikiran yang aneh² ingat kandungan mu " Adara mengangkat kepalanya menatap Raymond .
" Jika Daddy bosan ,Daddy bisa menikah lagi !! Aku " Adara tidak berani melanjutkan ucapannya saat melihat mata itu memerah dan menatapnya tajam " Maaf " cicitnya menunduk .
Raymond mengangkat tubuh Adara lalu memasukkan secara perlahan ke dalam bathup yang sudah ada sabun dan aroma terapi nya ,Lalu dia menyusul sang istri ke dalam.
" Daddy " Panggil Adara saat sang suami tidak bersuara .
" Apa Daddy marah " Raymond menggosok punggung Adara seperti yang di lakukan Adara Padanya waktu dulu .
" Daddy " Adara membalikkan tubuhnya saat Raymond hanya terdiam " Maaf " Lanjut nya lagi .
Tapi Raymond tetap terdiam bahkan dia hanya menatap datar pada tubuh sang istri .
Setelah beberapa saat kini keduanya sudah selesai berendam Raymond mengangkat tubuh sang istri lalu membilas di bawah shower .
Adara hanya mengikuti saja dia tidak berani lagi bersuara , seperti nya ucapan nya tadi membuat sang suami marah .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat di meja makan pun Raymond tetap terdiam membuat semua orang bingung apa lagi Adara hanya bisa menunduk dan memakan makanan yang sudah di berikan Raymond .
Bahkan saat selesai makan pun Raymond tetap terdiam sampai kelurga dari Adara datang .
" Kamu sakit apa " Tanya Adit lembut .
" Adara baik² saja Pa ,hanya lelah saja " Jawab Adara.
" Jangan keras kepala ,bukannya tuan Raymond sudah melarang mu ,lagian di rumah ini banyak orang kamu tidak sendirian " Adara hanya tersenyum saat melihat Daniel memarahi nya .
" Nikmati saja dek, jika kamu selalu merasa kesepian seterusnya akan seperti itu" Lanjutnya lagi .
" Iya Abang " Jawab Adara.
" Perut istri Abang sudah besar " Daniel mengaguk Tersenyum " Iya dan Abang bersyukur untuk itu " Jawab Daniel .
" Apa karena dia tidak menyusahkan mu lagi " Tanya Daddy Radit yang membuat Daniel Tersenyum .
" Kapan Abang periksa " Tanya Daniel .
" 10 hari lagi dek, kenapa mau ikut ?" Adara menatap sang suami yang hanya diam .
" Honey " Raymond menatap Adara sekilas lalu kembali menatap HP nya .
Daniel melihat itu terdiam sejenak ,mungkin mereka sedang ada masalah itu lah pikiran Daniel.
" Nanti Adara kabarin,lagian masih lama " Ujar Adara mencairkan suasana.
Henry dan Reza yang sejak tadi menatap Raymond hanya bisa terdiam .
Dalam pikiran mereka , kesalahan apa lagi yang di lakukan Adara sampai membuat Raymond mengabaikan mertua serta iparnya .
" Ray duluan ke kamar,nanti panggil jika sudah mau ke kamar " Ujar Raymond saat sudah berdiri .
" Son " Raymond tetap meninggalkan ruangan itu tanpa mempedulikan suara Henry .
" Apa yang kamu lakukan " Tanya Daddy Radit ,membuat Adara menunduk .
" Adara " Kali ini Henry yang berusaha .
" Menyuruhnya kembali menikah !! Karena Adara merasa belum bisa menjadi istri yang baik untuknya " Semua orang menghela napas panjang .
" Apa kamu yakin bisa membagi suamimu dalam satu atap " Tanya Adit .
" Alasannya ?? Apa karena keadaanmu sekarang ? " Adara hanya terdiam .
" Jangan membuat suami mu murka, dia beda dengan yang lain " Lanjutnya lagi .
" Jangan membuat masalah nak, suamimu tahu kamu begini karena apa ?? Dan dia tidak masalah untuk itu " Ujar Marni lembut .
" Adara hanya Kasin Ma ,karena dia pasti lelah dari kantor tapi saat di rumah dia kembali mengurus ku dan menemani Twins " Ucap Adara .
" Apa kamu lumpuh ?? atau kamu akan selamanya di atas kursi roda ?? Hanya sementara Adara dan aku tidak pernah mengajarkan anak-anak ku serakah tentang urusan wanita " Ujar Henry kesal .
" Untuk Twins ,ada Nany yang mengurus nya dan menemani mereka main itu keharusan untuk Raymond mendekat kan diri pada anaknya karena hanya waktu itu dia bersama mereka setelah seharian di kantor " Elvi langsung memegang lengan sang suami saat melihat wajah Henry .
" Memang Kaka sanggup !! Apa lagi nanti saat Kaka ipar mendengar suara ******* dan lenguhan Hhhmmmppp "
Reza langsung menutup mulut istri nya !!
Apa dia tidak sadar jika keadaan nya sedang tidak baik .
Kenapa malah dia membahas urusan ranjang di saat semua orang tegang.
Raine menelan ludahnya paksa saat melihat tatapan tajam dari kedua orang tuanya serta Opa Oma nya .
Mulut kau membuatku dalam masalah Batin Adara menunduk .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Koment dan like author tunggu 😁😁
Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote jangan lupa
hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 juga