ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
kedatangan opa dan Oma



saat sore harinya Henry dan Elvi tengah duduk di gazebo belakang sambil menunggu anak²nya pulang bekerja


namun perhatian mereka teralihkan saat seseorang penjaga mendekati mereka


" maaf tuan ,tuan dan nyonya besar sudah datang " Henry dan Elvi melotot kan matanya dengan segera mereka turun


" kau serius " tanya Henry panik


" iya tuan " ucap penjaga


" panggil ana dan Elsa " penjaga langsung berlari ke arah paviliun


" bukan nya besok dad " Henry menaikan bahunya tidak tau sambil berjalan masuk dalam rumah


" Daddy mommy " Elvi langsung memeluk ibu mertua nya sedangkan Henry memeluk ayah nya


hingga saat Elvi akan memeluk ayah mertuanya ,Henry langsung menarik tubuh Elvi ke belakang nya


" sama mommy Saja " ujar Henry ketus , daddy Radit hanya mendengus kesal


" dad mom ,kami juga di sini Lo apa kalian tidak merindukan kami " Elvi langsung tersenyum


" kalian sudah besar ,mommy tidak akan mengizinkan kalian kembali ke sana ,jangan berdebat dengan mommy " ujar Elvi lalu memeluk Raine anak perempuan nya setelah Queen


" mommy merindukan mu sayang " Raine membalas pelukan elvi " Raine juga merindukan mommy


" sini kamu anak nakal " Elvi langsung menarik kuping Radhi sehingga membuat memekik kesakitan


" aw ...aw...aw...mom sakit ,Daddy bantu rad opa Oma " ujar radhi


" makanya jangan bandel , kamu selalu membuat istri Daddy khawatir apa di sana tidak ada jaringan sehingga kamu tidak menghubungi kami hah !! apa uangmu habis untuk membeli pulsa atau hp mu rusak " ucap Henry yang ikut kesal


bagaimana tidak anak itu tidak akan menghubungi mereka jika bukan Elvi atau Henry yang duluan


dan itu pun tidak berlangsung lama , alasan nya hanya kerja kerja kuliah !!


entahlah apa yang dia cari padahal di sini ada perusahaan nya yang di berikan pada Daddy Radit


"sayang, gimana kabarmu hm " Henry memeluk Raine " baik Daddy sangat baik " ujar Raine ,Henry mencium kening nya lalu kembali memeluk nya


" ampun mom ,rad janji akan menghubungi mommy duluan tapi tolong lepaskan ini " ujar Radhi yang masih merintih kesakitan karena kuping nya di tarik Elvi


Elvi melepaskan kuping anaknya tapi matanya masih menatap tajam anaknya


" kita tidak akan kembali ke sana boy " uang Daddy Radit


" what " pekik Radhi kaget " opa bercanda kan " Daddy Radit menggeleng " opa akan di sini menjaga cicit opa " ucap Daddy radit


" cicit " beo Radhi dan Raine karena memang mereka belum tau pernikahan Raymond dan Adara


" istirahat dulu dad mom "Daddy radit dan mommy ellena mengaguk


"boy, princess istirahat lah " ujar Henry


" baik dad ,by mom nanti rain cerita kalau Kaka sudah punya pacar " Radhi melotot kan matanya tajam


" really " rain mengaguk " nanti iya mom " Elvi hanya mengaguk tersenyum


" hubungi mereka cepat pulang, Daddy tidak menerima kata maaf " ujar Daddy radit sebelum meninggalkan Elvi dan Henry


" iya dad " ujar Henry


" by bagaimana dengan Raymond " Henry menatap Elvi " tenang lah Daddy tidak akan membunuh nya " ujar Henry tenang membuat Elvi kesal


" mana mommy sama Daddy " tanya Elsa dan ana bersamaan sambil mengatur napas


"mereka lagi istirahat kak " ujar Elvi tersenyum


" maaf tadi lagi masak " ujar Elsa


" tidak papa ,nanti makan malam di sini saja " ujar Henry


" hubungi suami kalian jika mereka tidak pulang cepat Daddy akan memotong burung nya " ana dan Elsa mengaguk cepat


bukan tidak percaya tapi ayah mertua mereka itu beda dengan yang lain


apa pun yang membuat nya kesal bisa saja dia lakukan


" kalau begitu kami balik dulu ke belakang iya mau bersih² dulu " Elvi mengaguk


" jangan lupa telepon suami Kaka " ucap Elvi


" iya dek " ujar mereka bersamaan


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


kini mereka sudah berkumpul bahkan Davin dan keluarga nya juga ikut


tinggal menunggu Raymond dan Reza yang masih di perjalanan pulang


" Xavier " Xavier mengakat kepalanya menatap opa nya ,sedangkan perasaan nya sudah tidak enak


" apa hubunganmu dengan Kaka mu " Sasa dan Xavier menelan ludahnya kasar


" kau tidak bisa menjawab " Sasa dan Xavier semakin menundukan kepalanya


tidak berselang lama Raymond dan Reza datang namun alangkah kagetnya saat melihat siapa yang kini duduk di sofa dengan gaya angkuh nya


" kapan mereka datang " bisik Raymond pada reza


" tadi sore kak " baliknya berbisik


Raymond menelan ludahnya kasar bahkan untuk tersenyum saja dia susah


" bersihkan tubuh kalian 10 menit " ujar Daddy radit tanpa membalikkan badannya


" bawa dia turun "lanjutnya lagi, Raymond hanya menghela napasnya panjang lalu pergi begitu saja bersama dengan Reza


" gimana pekerjaan kalian " tanya daddy Radit


" perasaan ku tidak enak " bisik Alan ,Jose mengaguk


" seperti nya akan ada badai " ucap Jose berbisik


Elsa dan Aqila mencubit lengan Jose dan Alan untuk tidak berbisik


apa lagi keadaan tegang seperti ini, Daddy radit dan mommy ellena tidak akan pulang jika tidak ada masalah


Alan dan Jose hanya bisa meringis membuat Jeje dan Davin tersenyum kuda tapi sejurus kemudian mereka pun kembali terdiam saat melihat mata tajam Henry


tidak berselang lama Raymond Reza dan Adara turun


tapi langkah Adara terhenti saat melihat banyak nya orang


" kamu harus tenang " Adara menatap Raymond " opa dan Oma baru datang " Adara melotot kan matanya


" tenang aja ada aku " ucap Raymond lalu melanjutkan langkahnya


" apa dia istri mu " Raymond mengagguk, sedangkan Adara sudah keringat dingin karena takut


apa lagi di sana ada Amanda yang menatap nya sejak tadi


" mba adara " ucap Amanda,lalu matanya fokus pada perut besar Adara


Amanda hanya bisa menutup rapat mulutnya menggunakan tangannya sedangkan Davin menatap Henry meminta penjelasan sedangkan si kembar Radhi dan Raine melotot kan matanya kaget


apa ini tujuan kami kembali batin si kembar Radhi dan Raine


" Kaka bisa di jelaskan " tanya Amanda serak, Raymond memejamkan matanya " maaf sebelumnya dia istri ku ,kamu sudah tau namanya bukan dan kamu juga sering bertemu dengan nya di perusahaan dan kami sudah menikah sebelum kita bertunangan " ujar Raymond jujur


" jika kamu sudah menikah kenapa kamu menyetujui pertunangan mu dengan amanda " tanya Davin emosi


" maaf ayah,Ray memang salah saat itu Ray menyembunyikan pernikahan ku dengan nya ,dan ray menerima nya agar Daddy tidak curiga karena Ray belum siap memperkenalkan Adara pada keluarga " ujar Raymond penuh sesal


" sekali lagi Ray minta maaf ayah bunda dan untuk Amanda aku tidak bermaksud menyakitimu atau memberikan harapan untukmu ,aku hanya tidak ingin kamu merasa kecewa namun pada kenyataannya kamu memang kecewa karena ke putusan ku " ujar Raymond


Nabilla mengelus lengan davin " biarkan anak² menyelesaikan permasalahan mereka mas ,di sini ada Daddy " Davin hanya membuang napasnya kasar lalu mengaguk


" jangan takut iya " bisik Elvi , Adara hanya mengaguk tertunduk tangannya meremas ujung bajunya


" mau ke kamar " tanya Raymond saat melihat Adara hanya menunduk dan tidak berani mengangkat wajahnya


" biarkan dia di....


" kandungan nya bermasalah jangan membuatnya semakin kepikiran " ucap Raymond memotong ucapan opa Radit


" son tenangkan dirimu " bisik henry , Raymond mengaguk


" saya tidak papa " Raymond menatap Adara " kau yakin " Adara mengaguk cepat , Raymond mengelus punggung Adara dengan lembut dan semua itu tidak lepas dari pandangan Amanda


" opa dengar rif'at menyukai Amanda " tanya opa Radit menatap ke dua cucunya


" OMG, hubungan yang sangat luar biasa " pekik Radhi tertawa kecil


PLak


" diam kamu akan kecil " ucap Reza , Radhi hanya bisa mengelus kepala nya yang sakit


" sakit Kaka " Reza hanya diam saja


" rif'at tidak akan memaksa nya opa biarkan semuanya mengalir ,karena semakin rif'at berusaha semakin susah buat dia menjauhi kakak Ray " ujar rif'at tenang


" bukannya aku tidak menyukai nya tapi harusnya dia tau seperti apa hubungan mereka sebelum nya tapi sepertinya dia masih mengharap kaka Ray kembali dengan nya " lanjutnya lagi


" Rif bukannya Kaka sudah bilang ,Amanda hanya sebatas adik buatku tidak lebih " ujar Raymond


" tapi baginya lebih kak, tolong pahami itu apa masuk akal buat Kaka di saat hubungan kalian telah selesai dan bahkan kakak jauh lebih tau perasaan ku padanya tapi dia masih ke perusahaan dan mengajak Kaka makan siang ,di saat saya sendiri pun ke rumah sakit untuk mengajaknya makan siang " ujar rif'at


" saya tidak masalah jika hubungan kalian hanya real Kakak dan adik ,tapi tidak bagi Amanda kak " rif'at menatap Amanda yang tertunduk " kamu sudah tau sekarang Kaka Ray sudah memiliki istri dan sebentar lagi akan mempunyai anak, saya harap kamu tidak menjadikan saya sebagai pelarian atau hanya pelampiasan rasa sakit mu terhadapnya " lanjutnya lagi


" kenapa semakin rumit " ucap Radhi ,Henry menatap tajam anaknya yang langsung mengunci mulutnya rapat


" maaf jika karena saya semuanya berantakan ,untuk Nona Amanda saya minta maaf jika saya telah menyakiti anda ,saya akan pergi setelah anak ku lahir jadi an......


" Adara " bentak Raymond emosi " apa kamu gila hah " raymond berdiri dari duduknya menatap tajam Adara


" apa mau ?? kembali dengan nya iya " bentak nya lagi


" son " Raymond tidak memperdulikan panggilan Henry


" bebaskan bajingan itu za, bawa dia ke sini untuk menjemput kekasihnya setelah anakku lahir " ujar Raymond mengepalkan tangannya


" dan ingat saat itu juga jangan berharap kamu bisa bertemu dengan mereka bahkan dari jarak jauh " lanjutnya lagi


Adara hanya bisa menangis dalam diam ,melihat itu Elvi langsung memeluk Adara namun tidak berlangsung lama pelukan itu terasa lemah


" sayang, Adara " pekik Elvi saat pelukan Adara melemah


" mom darah " pekik Raine , Raymond melihat ke bawah


" Adara " teriak Raymond langsung memeluk Adara " hei Adara jangan membuat ku takut " pekik Raymond memeluk Adara


"bawa istri mu ke ruangan pemeriksaan son " Raymond langsung mengakat tubuh Adara


" bantu dia sayang " amanda mengaguk paham


" Kaka ikut " Amanda mengaguk tersenyum menatap kakaknya


Reza membuka pintu pemeriksan di ikuti Amanda dan alister


" aku mohon selamatkan mereka " Amanda mengaguk


" kaka tenang saja jangan khawatir bantu doa ,Amanda akan berusaha " ucap Amanda


untuk sekarang dia tidak bisa egois dan memikirkan perasaan nya ,karena ini tentang pekerjaan nya


Raymond keluar dari ruangan itu dengan wajah cemas dan khawatir bersama Reza ,di luar semua orang sudah berdiri tegang