ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Kebodohan Reza



Raymond dan Reza memasuki rumah yang sudah tampak sepi di mana para penghuni nya sudah berada di alam mimpinya .


Karena pekerjaan membuat mereka harus lembur hingga pukul 10 malam .


Dengan langkah gontai ke dua pria itu naik ke lantai dua di mana letak kamar mereka .


" Istirahat lah, besok kita akan melanjutkan lagi " Ujar Raymond .


" Iya kak, selamat malam " Balas Reza .


" Hebm "


Lalu kedua pria itu memasuki kamar yang sudah gelap hanya ada lampu tidur saja .


Sekilas rasa lelah di tubuh Raymond hilang begitu saja melihat istri dan anak²nya tidur begitu lelap di atas tempat tidur king size itu .


Dengan pelan dia membuka semua pakaiannya lalu masuk ke kamar mandi .


Seperti nya air panas sangat cocok karena tubuh nya memerlukan itu saat ini .


Entah terganggu atau memang Adara tahu suaminya pulang dia membuka matanya secara perlahan .


Apa lagi dia mendengar suara air dari arah kamar mandi .


Dengan pelan dia turun dari ranjang lalu menyimpan bantal guling di samping baby El .


Setelah itu dia menuju ruangan walk in close menyiapkan pakaian tidur sang suami .


Lalu dia membawa pakaian itu ke luar menunggu sang suami ke luar dari kamar mandi .


Tidak berselang lama Raymond ke luar dengan wajah segarnya ,tapi langkah nya terhenti saat melihat sang istri duduk di sofa sambil memangku pakaian .


" Baby " Adara Tersenyum .


" Pakai baju di sini saja ,soalnya aku takut El jatuh " Raymond mendekati sang istri.


" Kenapa bangun ?? Apa aku terlalu berisik " Adara menggeleng lalu berdiri memakaikan piyama untuk Raymond .


" Tidak, bau parfum mas terlalu tajam " Ujar Adara sambil memakai kan piyama tidur suaminya .


" Mas sudah makan " Raymond mengaguk " Maaf aku pulang larut soalnya pekerjaan banyak " Ucap Raymond sambil mengelus pipi mulus Adara.


" Tidak papa, tapi jangan selalu lembur pikirkan kesehatan mu, jangan lupa makan tepat waktu " Ucap Adara .


CUP


" Pasti Mom " Jawab Raymond setelah mencium kening sang istri .


" Apa baby El membuatmu marah lagi " Adara hanya tersenyum " Sabar iya " Adara hanya mengaguk pasti sang suami sudah mendapatkan laporan dari para penghuni masion besar ini .


" mereka Tidak rewel kan " Tanya Raymond sambil mengelus perut Adara .


" Tidak Mas ,mereka tahu jika Daddy sibuk jadi mereka tidak ingin membuat Daddy nya Khawatir " Raymond hanya tersenyum lalu menarik istrinya duduk di sofa .


" Apa ada masalah " Raymond menggeleng " Tidak ada baby, tapi mungkin beberapa hari ini aku akan sering lembur " Ujar Raymond sambil memeluk Adara menenggelamkan wajahnya di dada sang istri.


" Mau di urut " Raymond menggeleng " Begini saja Mom " Jawab Raymond ,Adara mengelus punggung sang suami dengan lembut .


" Apa aku kembali bekerja saja membantu Daddy " Raymond langsung menatap sang istri .


" Kamu hanya aku izinkan bekerja saat mengurus ku dan anak² itupun tidak tiap hari makanya aku membayar 3 Nany, kamu di rumah saja jika kamu bosan bisa ke perusahaan atau ke mana pun ,tapi setelah lahiran " Uajr Raymond .


" Hanya ...."


" Jangan mengajak ku berdebat baby, Aku sedang tidak mod " Potong Raymond cepat .


" Maaf " Raymond Kembali memeluk Adara .


" Apa Yang di lakukan anak sulung mu " Tanya Raymond .


Inilah kegiatan malam mereka selain berbagi keringat menanyakan tentang kegiatan anak²nya dan kegiatan sang istri .


" Dia selalu kesal jika melihat adiknya menangis dan selalu mengadu sekalipun itu hal kecil " Ujar Adara .


" Biarkan saja asal dia tidak memukul adiknya " Ujar Raymond .


" Tapi aku takut Dad ,jangan sampai dia tidak bisa menahan nya dan memukul adiknya " Ujar Adara .


" Aku tahu anakku Dara sekesal apa pun pasti Ed Tidak akan memukul adiknya " Ujar Raymond yakin .


" Kita kan tidak tahu kedepannya Dad " Ucap Adara .


" Aku sendiri yang akan menghukum nya jika dia berani kasar pada angel " Jawab Raymond .


" Jangan menghukum nya " Tolak Adara .


" Bukannya kamu sering menghukum anak² juga " Tanya Raymond bingung .


" Sekalipun jangan menghukum anak²ku " Raymond hanya menggeleng saja.


Bukannya dia sering menghukum El, begitu juga Edward sekalipun tidak sesering El .


Karena malaikat hatinya itu selalu membuat Adara kesal bukan main padahal hanya hal kecil sehingga Adara menghukum nya tidak bisa makan es krim selama seminggu .


Lalu apa bedanya jika dia yang menghukum anak² nya toh dia tidak akan menghukum mereka dengan memukul atau apa pun itu .


sekalipun nanti anak²nya sudah tumbuh besar dia tidak akan menyentuh anak²nya dengan kekerasan .


Sekalipun dia sendiri keras dalam berucap tapi tidak dengan sentuhan .


Karena gerakan Reza yang mungkin terlalu cepat membuat Riane terbangun .


" Kaka banyak kerjaan " Reza mengaguk sambil mengelus perut Raine .


" Gimana tadi di perusahaan " Tanya Reza .


" Iya seperti biasa meeting ,rapat ,periksa berkas ketemu klien tapi kalau di luar Endang yang akan menemui mereka " Ujar Raine .


" Tapi belakangan ini kebanyakan bertemu di kantor saja " Lanjutnya lagi .


" Apa mereka rewel " Raine hanya tersenyum " Aku bisa atasi saat Mereka menginginkan bebek bakar " Jawab Raine .


" Siapa yang beli " Tanya Reza menatap sang istri .


" Pesan online Baru makan dengan Endang " Jawab Riane .


" Baby ,maafkan Papa iya hari ini Tidak menemani kalian karena pekerjaan Papa banyak " Sesal Reza mengajak anak² nya bicara .


BUGH


" Ssstttt"


" Sayang " Reza langsung menarik tangan nya dari perut Riane karena kaget .


" Apa tadi sayang " Tanya Reza panik apa lagi Mendengar Raine mering .


" Mungkin mereka menyapa kakak " Jawab Riane ,Reza langsung menatap Riane lalu kembali menatap perut Raine .


" Baby Kalian bisa mendengar Papa " Tanya Reza antusias .


BUGH


" Waw ....waw....sayang mereka mendengar ku " pekik Reza kegirangan lalu kembali menurunkan kepala nya .


" Kalian sayang Papa " kembali lagi terjadi anak² itu menendang membuat Reza seperti mendapat kan mainan barunya .


Tanpa dia tahu jika Raine sedang menahan sakit karena tendangan bebas dari kedua anaknya .


" Sayang ,mereka menyayangi ku " Riane hanya mengaguk Tersenyum sambil mengelus perut nya .


Apa kalian bahagia saat Papa mengajak kalian bicara , Bahkan sama Mama saja kalian tidak seperti ini Batin Riane Tersenyum .


" Kenapa kalian belum tidur ?? Nanti kalian sakit " Ujar Reza lembut .


Ayolah Reza !! Dimana otak pintar mu .


Ingin sekali Riane tertawa tapi sebisa mungkin dia tahan


Karena kepolosan Reza hampir saja Raine membuat semuanya hancur .


" Ayo Papa akan membantu kalian bobo ,Nanti besok Papa ajak bermain lagi " Lanjutnya lagi .


BUGH


Riane memejamkan matanya kuat , sedangkan Reza tertawa kecil melihat perut Raine yang mendapat kan tendangan dari dalam sana .


Ingin sekali Raine menegur Reza untuk tidak mengajak anak² mereka mengobrol tapi melihat wajah bahagia Reza .


Membuat Riane Tersenyum , tidak apa bukan menahannya toh dia juga senang sekalipun harus menahan sakit yang tidak seberapa menurut Raine dengan raut bahagia Reza .


" Apa mereka sering begini yank " Tanya Reza menatap Raine .


" Bahkan ini pertama nya kak " Jawab Riane .


" Benar kah " Riane mengaguk cepat .


" Apa kalian hanya ingin bermain dengan Papa ?? Tapi tidak papa karena Mama sibuk jadi jangan mengganggu nya iya "


BUGH


Reza tertawa lepas bahkan dia mencium perut Riane berkali² .


" Ayo sayang kita istirahat ,aku tidak sabar menunggu esok aku akan mengajak mereka main sebelum berkerja " Riane hanya mengaguk saja .


"Iya " Jawab Raine ,lalu Reza membaringkan tubuh Raine dengan pelan .


Setelah itu dia memeluk Riane sambil mengelus perut Raine .


" Good night Baby,sayang " Ujar Reza lalu mencium bibir Raine sekilas .


" Good night Papa " Jawab Riane Tersenyum .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


*Dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*