
Pagi ini Adara bangun lebih dulu bukan karena mual atau yang lainnya melainkan panggilan alam sehingga di lanjutkan dengan mandi
Setelah menyiapkan air mandi untuk suaminya dia langsung menyiapkan pakaian kantor sang suami .
" Honey bangun " Ujar Adara lembut sambil memegang lengan Raymond
" bangun airnya sudah siap nanti dingin " Lanjutnya lagi .
" Ehs biasanya juga cepat bangun " Gerutu Adara kesal .
CUP
" Jangan nakal baby ,pagi ini aku ada rapat "
Kan apa yang di pikirkan Adara memang benar !!!
" Bangun ,aku mau ke rumah Mama boleh " Raymond membuka matanya lebar .
Iya semenjak seminggu ini Adara belum perna sama sekali melihat rumah orang tuanya .
Dia ingin ke sana hanya untuk sekedar menyapa atau saling bercerita .
" Kamu yakin " Adara mengaguk .
" Kamu sudah kabari mereka " Adara menggeleng " Kalau mereka tidak ada nanti aku balik lagi ke sini " Ujar Adara .
" Nanti aku antar,jika mereka tidak ada nanti ikut ke kantor saja " Ujar Raymond lalu sambil meneguk minuman yang di berikan Adara .
"Katanya ada rapat " Tanya Adara sambil mengambil gelas kosong .
" Bisa di undur 1 jam " Ujarnya lalu menurunkan kakinya .
CUP
" Aku mandi dulu tunggu sebentar baru kita turun sama² "
" Iya " Ujar Adara .
Selepas kepergian Raymond Adara langsung membersihkan tempat tidur mereka seperti biasa nya sambil menunggu suaminya ke luar .
" Bantu bersiap " Adara langsung berdiri mengikuti suaminya ke ruangan walk in close .
" Pakai dulu itu nya " Ujar Adara.
" Kenapa ?? bukannya kamu sudah sering lihat bahkan kamu pernah ...
" Diam " Ujar Adara kesal lalu membantu Raymond bersiap
GLEK
kuat Adara ingat dia ada rapat Batin Adara saat melihat benda yang besar dan panjang sendang bergelantung begitu saja.
" Ayo baby " dengan menahan napas Adara menaikan untuk menutup benda itu .
Sedangkan Raymond berusaha menahan senyumnya melihat wajah adara yang memerah .
"Baby " Adara menelan ludahnya kasar
kenapa aku jadi murahan seperti ini sih batin Adara kesal bahkan tanpa sadar dia sudah memegang benda itu .
" Maaf " Ujar nya saat tersadar .
" Dia sudah bangun " Cicit nya sambil menggigit bibir bawahnya .
" Kau nakal baby ,maaf sepertinya kita harus menyelesaikan ini kamu tahu bukan jika menahan nya sakit nya seperti apa " Ujar Raymond tertawa dalam hati .
Hingga terjadilah pembajakan lahan di pagi hari, Suara ******* dan erangan memenuhi ruangan itu ,
suara indah Adara memenuhi ruangan ganti itu ,entah kenapa semenjak hamil dia semakin agresif soal percintaan bahkan dia pun tidak tahu .
Apa karena hamil tapi itu tidak mungkin menurutnya ,tapi dia sungguh² menikmati nya bahkan tidak jarang dia meminta duluan sekalipun Raymond sudah tertidur.
Tidak butuh satu jam karena Raymond harus rapat Suara kenikmatan itu terdengar begitu merdu .
Jleb .....
" Aaaahhhhhhh..... Raymond "
" aaarrrggggghhhhhhh ...."
Adara langsung memeluk Raymond karena kelelahan bagaimana tidak Raymond mendudukkan nya di atas meja tempat jam tangan mahalnya .
" Kita harus mandi , orang² pasti sudah menunggu kita " Adara hanya mengaguk lemah .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Apa kamu tidak bisa menahannya , pikirkan perut orang lain sialan " Opa Radit langsung melemparkan sendok kecil ke arah Raymond .
" Anakku minta di jenguk pagi meminta sarapan pembuka "
Adara hanya bisa menunduk malu ,secara perlahan dia sudah paham dengan pikiran dan kehidupan keluarga suaminya .
" Kapan datang " Tanya Raymond menatap Radhi dan Vania .
iya setelah acara Raymond mereka langsung mengantar orang tua Vania ke Landon .
" Semalam " Raymond mengaguk " Lusa masuk ikut ke kantor " titah Raymond tanpa ingin di bantah .
" Iya kak " Jawab Radhi .
" Raine ngapain ,masa jadi pengangguran "Ujar Raine sendu .
" Belajar bantu Ela di perusahaan " Ujar Opa Radit .
" Tapi ..
" Jika tidak mau kamu bisa jadi pengangguran " Potong Henry cepat .
" iya dad , Raine akan belajar " Ujar Raine .
" Kenapa " Tanya Radhi menatap Vania yang duduk di samping nya .
" Cepat selesaikan ,aku harus ke kantor " Adara mengaguk .
" Adara ikut " Tanya mommy Ellena
" Mau ke rumah orang tuanya Oma " Ujar Raymond .
" Iya kunjungi mereka ,ini sudah seminggu " Adara mengaguk tersenyum .
" Vania mau ikut mommy " Vania menatap Radhi .
" Ikutlah, Aku juga harus menyelesaikan urusanku " Ujar Radhi mengelus punggung Vania .
" Lama " Cicit Vania ,jujur sebenarnya dia belum terbiasa karena saat acara dia belum sama sekali bertemu keluarga kekasihnya itu karena harus di rawat .
" Hanya sebentar jika sudah selesai aku akan menyusul " Ujar Radhi lembut .
" Bi-sa aunty " Ujar Vania .
" tidak papa " Ujar mommy Ellena lembut saat melihat wajah Vania berubah jadi pucat .
" Kaka Vania tenang saja ,Raine ikut koh " Vania tersenyum senang, karena hanya Raine di sini yang dekat dengannya selain Radhi .
" Nanti pelayan siapkan kamar untuknya ,jadi nanti Queen kirimkan pakaian untuk nya " Radhi mengagukan kepalanya .
Karena memang dia meminta Vania tidak membawa apa pun ,biarkan pakaian nya di sana jika mereka akan berkunjung lagi .
" Kami pamit ,karena Ray ada rapat " Ujar Raymond berdiri .
" Menjenguk anakmu tidak memikirkan itu " Cibir Henry.
" Aku memikirkan nya Dad ,makanya tidak cukup sejam " Ujar Raymond jujur
CUP
Raymond mencium pipi Elvi dan mommy Ellena setelah itu mencium kepala Raine .
Setelah itu bergantian Reza pun melakukan hal yang sama , sekalipun dia tidak akur pada Raine tapi tetap melakukan hal itu mencium kepala nya .
" Ah makin cinta deh " Reza hanya berlaku begitu saja .
" Berapa menit lagi " tanya Raymond saat sudah dalam mobil .
" masih bisa antar nona adara tuan " Raymond mengaguk paham , berarti Reza sudah memundurkan jadwal rapatnya .
"Nanti aku jemput jangan ke mana² tanpa izinku " Adara mengaguk paham .
Mana bisa dia ke luar ,bahkan di masion milik keluarga nya saja semenjak tinggal di sana Adara bisa menghitung berapa kali dia ke luar .
Entahlah dia hanya menyukai itu,lagian penghuni rumah besar itu semuanya sibuk hanya dia yang pengangguran sehingga sering di temani Rosna .
Syukur saat makan siang ada orang , kadang hanya sendirian di temani Rosna di meja makan kalau tidak dia seperti anak yang terbuang .
Kini mereka sudah sampai di depan pintu gerbang rumah orang tua nya .
Adara menatap pagar tinggi itu dengan mata terkejut .
" Ini benar rumah mereka " Raymond mengaguk bertepatan pagar besar itu terbuka .
" Kenapa rumahnya besar sekali " Ujar Adara bahkan dia sampai menutup mulutnya .
Rumah suaminya saja dia sudah di buat bingung ,lalu apa ini astaga seperti nya Adara harus terbiasa untuk itu .
" kamu harus terbiasa ,ayo turun "Adara langsung menatap suaminya .
" Aku hanya kaget " Raymond menggegam tangan Adara lalu ke luar dari mobil .
" Kenapa tidak bilang mau ke sini , Mama bisa memasak yang banyak " Ujar Marni sambil berlari ke arah Adara di ikuti dua pria di belakang nya .
Karena bahagia mereka langsung ke luar begitu saja saat mendengar laporan dari penjaga depan .
" Ayo masuk dulu " Ujar Marni .
Daniel dan Adit menatap Raymond menunduk kepalanya sedikit begitu juga Raymond .
" Maaf Ma saya harus ke kantor ,karena ada rapat " Ujar Raymond jujur .
" Benarkah, iya sudah hati² terimakasih sudah mengantar Adara " Raymond hanya mengaguk .
" Nanti aku jemput iya "setelah itu Raymond menunduk sedikit " Jangan nakal Daddy kerja dulu ,sore nanti Daddy jemput " Lanjutnya setelah itu dia mencium perut Adara dan bibirnya .
" Aku jalan " Adara mengaguk .
" Kenapa tidak menelepon " Ujar Daniel masih ada rasa canggung di antara mereka saat mobil Raymond sudah jalan .
" Adara tidak punya nomor Abang " Ujar Adara jujur .
"baiklah, aku pamit kerja dulu " Adit dan Marni mengaguk .
" Pulang makan siang di rumah iya ,ibu masak banyak " Daniel mengaguk tersenyum lalu mencium pipi ibu dan juga ayah nya .
saat di depan Adara dia bingung harus berbuat apa ,sehingga membuat kedua orang tuanya tersenyum .
" hm bo-leh " Adara mengaguk pelan , Daniel mendekat kan diri mencium kepala Adara dengan lembut .
Adara Rasa bahagia dan haru yang di rasakan Daniel .
" terimakasih sudah berkunjung " Adara mengaguk tersenyum .
" Abang hati² bawa mobilnya " Ujar Adara lembut
" Pasti " lalu Daniel menunduk sedikit di depan perut Adara " Hai ini uncle, maaf pertemuan pertama kita uncle harus kerja tapi nanti uncle pulang cepat ,jangan nakal kasian mommy kalian " Ujar Daniel lembut tanpa menyentuh perut Adara .
" Daniel jalan dulu " pamit Daniel
" pulang makan siang iya " Daniel hanya mengaguk lalu masuk dalam mobil .
" terimakasih tuhan " Gumam Daniel ,dia akan meminta izin pada Naufal untuk pulang cepat karena ini makan pertama mereka setelah lama terpisah .