ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
pemeriksaan



seperti orang hamil pada umumnya Adara harus terbangun saat merasa perutnya seperti di aduk² hingga membuat dia harus terbangun dari tidurnya


sekalipun hanya ada cairan bening saja tapi entah kenapa perutnya seperti ingin mengeluarkan sesuatu


sudah 2 hari dia harus melewati tiap pagi seperti ini entah sampai kapan, dia duduk di kloset dan bersandar pada dinding


sebelum akhirnya akan membersihkan tubuhnya karena kepalanya benar² pusing setiap habis mengeluarkan isi perutnya buka hanya itu tapi tenaganya terkuras habis makanya dia memilih untuk duduk di kloset yang sudah tertutup


belum lagi saat sarapan lagi² Adara harus merasakan kembali gejolak dalam perutnya setiap kali ada saja makanan yang membuatnya mual


dengan sigap rehan dan Rosna membantunya entah itu Rosna yang memijat tengkuk leher nya dan rehan menjauhkan apa pun yang membuat sang nyonya mual


setelah selesai sarapan rehan dan Adara ke rumah sakit sesuai perintah bos nya,sebelum akhirnya nanti mereka ke perusahaan,dan di sini lah mereka dalam ruangan pemeriksaan di mana mereka sudah di tunggu dokter dan perawat atas permintaan Reza


" dengan nyonya Adara "tanya dokter kandungan


" iya dok, saya Adara " dokter mengaguk


" kenalkan saya dokter Lisa "ucap dokter tersenyum


" apa sebelumnya nona sudah memeriksanya lewat test pack " tanya dokter,Adara menggeleng


" belum dok, tapi kemarin saat saya di periksa dokter saya di minta ke rumah sakit agar lebih yakin lagi " ucap Adara jujur


" apa yang anda Rasakan " tanya dokter saling melihat Adara


" mual dok setiap pagi kadang juga saat lihat makanan yang dulu saya suka sekarang tidak lagi, kadang sampai lemas " terang Adara ,dokter tersenyum


" itu hal yang wajar tidak perlu khawatir, semua orang hamil hampir seperti nyonya ini hanya awal trimester saja setelah memasuki usia 4 bulan biasanya tidak lagi ,tapi kadang sampai trimester ketiga tergantung orangnya masing² " ucap dokter


" ada lagi nyonya " lanjutnya lagi


" suka marah² dok, saya sendiri bingung kenapa tidak bisa menahan diri biasanya saya bisa "


rehan tersenyum dalam hati,dia pikir istri bos nya itu tidak sadar dengan perubahan nya ternyata sadar


dan rehan bersyukur akan itu !!!!!


" hormon orang hamil memang seperti itu nyonya , kadang marah, kadang juga tidak, tiba² senang, tiba² nangis tergantung " Adara mengaguk membetulkan


" kalau begitu kita langsung cek iya " Adara mengaguk antusias


" apa perlu saya bantu nyonya " Adara menggeleng


" tidak usah mas, Adara bisa " ucap Adara


perawat membantu Adara naik ke atas tempat tidur, sedangkan rehan berdiri tegap di tempatnya sesuai perintah sang bos


dan rehan hanya bisa melihat dari jauh karena kain penghubung antara pemeriksaan dan rehan tertutup


karena itu sudah perintah sang bos ,jadi dia hanya bertugas menyampaikan apa yang dia dengar dari dokter tanpa melihat apa yang terjadi di balik kain penutup itu


dokter menyibakkan pakaian Adara ke atas dan bagian bawahnya di tutup pakai selimut oleh suster


" rileks iya " Adara Mengaguk tersenyum


dokter mulai menuangkan gel di perut Adara secara merata


" dingin iya " Adara mengaguk tersenyum " jangan tegang sebentar lagi kita akan lihat perkembangan calon anak nyonya " Adara mengaguk


dokter mulai menggerakkan alat USG di atas perut Adara dengan lembut ,dokter tersenyum saat melihat di layar


" nyonya anda bisa melihat ke arah layar itu,di sini ada dua bulatan² kecil itu tandanya Anda sedang mengandung janin kembar " uang dokter tersenyum sambil mengarahkan alat USG pada layar " usia kandungan anda sudah memasuki 4 Minggu,apa selama ini anda tidak merasa kan papa " tanya dokter


" tidak dok, saya baru merasakan mual dua hari yang lalu itu pun malam harinya saat mandi dan mencium bau ayam goreng " ujar Adara jujur


" oh itu wajar, usia kandungan nyonya masih 4 Minggu jadi mereka masih sebesar biji kacang ijo, panjang dan besarnya sesuai usianya iya " ucap dokter lembut


" iya dok , terimakasih " ucap Adara


" ada lagi yang mau di tanya kan " ujar dokter sambil membersihkan perut Adara


" saya sering lapar dok ,tapi kadang juga mual saat cium makanan " tanya Adara


"itu wajar, karena nyonya sedang hamil apa lagi anda langsung mengandung dua janin dan sekalipun anda mual usahakan tetap makan iya cari makan makanan yang bisanya anda makan, karena bagaimanapun mereka butuh asupan begitu juga nyonya, sedikit tapi sering tidak papa perbanyak makan buah dan sayur iya nyonya " ucap dokter sambil menurunkan pakaian Adara


" mari nyonya saya bantu " ujar perawat membantu Adara turun


" makasih sus " suster tersenyum


kini Adara dan dokter saling berhadapan sedangkan rehan masih berdiri di posisi nya


" saya akan resep kan vitamin dan obat mualnya tapi saat nyonya mual saja di minumnya iya ,jangan lupa susu hamilnya itu baik untuk perkembangan janin yang anda kandung untuk rasanya terserah anda mau rasa apa mau coklat , strawberry atau vanilla oh iya jangan terlalu stres,banyak pikiran iya karena itu berpengaruh pada kandungan nyonya " ucap dokter sambil menuliskan resep obat untuk Adara


"apa saya bisa tetap bekerja dok " tanya Adara menatap dokter


" jika itu tidak terlalu berat dan berbahaya tidak papa ,asal dengan porsinya jangan terlalu bekerja apa lagi mengangkat yang berat² dan kalau bisa jangan memakai sepatu yang terlalu tinggi iya nyonya , kandungan anda masih 4 Minggu dan rentan akan keguguran jadi sebisa mungkin di hindari hal² yang membahayakan " ucap dokter lembut


" baik dok, terimakasih masukannya " ucap Adara tersenyum


" kita akan bertemu bulan depan iya nyonya " Adara mengaguk


" tapi bisa kah dokter memanggil nama saja ,saya merasa tidak suka apa lagi dokter lebih tua dari saya " ucap Adara memohon


" boleh iya ,kalau tidak saya akan mencari dokter lain " ancam Adara


" baiklah, bagaimana nona saja " Adara mengaguk setuju


" terimakasih dokter Lisa " ucap Adara


dokter Lisa tersenyum " ini resepnya silahkan di tembus di apotik" Adara mengaguk


" biar saya saja nyonya " ujar rehan


" ah iya makasih mas " rehan mengaguk


" kalau begitu kami pamit dulu iya dok " dokter Lisa tersenyum


" baik non, bulan depan kita akan bertemu lagi " ucap Lisa


" iya dok,mari dok sus " ucap Adara lalu mereka ke luar dari ruangan itu


" saya antar nyonya ke mobil dulu setelah itu saya mengambil obat nyonya dulu " ucap rehan


" tidak usah mas ,sama² saja " rehan mengaguk patuh


lalu mereka menuju apotik rumah sakit untuk menembus obat untuk Adara


setelah selesai dengan urusan obat kini mereka sudah kembali di mobil


" kita langsung ke kantor nyonya " tanya Rehan saat sudah dalam mobil


"iya, tapi aku lapar " rehan langsung menatap ke belakang


" nyonya ingin makan apa " tanya Rehan


ini masih pagi tapi nyonya sudah lapar lagi, apa makanan tadi tidak ada artinya batin rehan


" entahlah, nanti sambil jalan saja " rehan mengaguk paham


" jalan pak " ujar rehan,sopir langsung menjalankan mobil meninggalkan rumah sakit itu


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" apa mereka belum selesai " tanya Raymond sambil melirik jam tangan mahalnya


" belum tuan " ujar Reza, Raymond mendengus kesal


" apa mereka ke rumah sakit kaur negeri atau rumah sakit mana " tanya Raymond tidak sabar


" mereka sudah di perjalanan tuan " ujar Reza


karena memang sebelumnya rehan sudah mengirimkan pesan pada nya


" ganti mobilnya, kenapa lelet sekali " ucap Raymond kesal


" saya akan menggantinya tuan sekalian dengan mobil BMW yang anda janjikan " ujar Reza tersenyum


" CK "


" apa yang dia rencana kan manusia itu " tanya Raymond


" untuk sekarang dia hanya fokus pada suami Nona Adara saja " Raymond tersenyum sinis


" apa dia akan menemukan nya " tanya Raymond mengangkat alisnya menatap Reza


" bisa saja kecuali nona Adara yang memberitahukan tapi sepertinya dia sudah curiga karena nona Adara selalu bersama kita apa lagi rehan sebagai bodyguard nya berada di lantai yang sama dengan kita " Raymond mengaguk paham


" biarkan dia tau ,siapa suami dari mantan kekasihnya itu " ucap Raymond


" tapi mereka belum ada kata putus tuan " sanggah Reza membuat Raymond menatapnya tajam


"maaf tuan, saya akan mengontrol mulut saya " sesal Reza menunduk kepalanya


bukannya ucapan ku benar ,mereka belum putus bukan tapi tuan sudah menikahinya apa ini di katakan selingkuh batin Reza


" lebih baik kau kembali bekerja Reza " ucap Raymond dnegan suara rendah nya


" Baik tuan " ucap Reza lalu kembali ke meja kerjanya


dari pada nanti kembali di tegur dan berkahir ancaman yang tidak akan membuatnya makan setahun


" apartemen nya apa sudah siap " tanya Raymond


" sudah tuan, nyonya bisa pulang langsung ke sana setelah selesai bekerja dan rehan akan tinggal bersama mereka karena di sana cukup luas dan kamarnya ada 4 " ucap Reza


" bonus mu bulan ini 2x lipat "


" terima kasih tuan " Reza menunduk kepalanya 180 derajat


" CK "


Reza hanya tersenyum kuda saja , Raymond memang selalu saja memberikan bonus atau hadiah Jika Reza bekerja sesuai keinginan nya