ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
rujak 3



pagi harinya Adara bangun karena gejolak dalam perutnya bahkan dia melompat dari atas kasur karena sudah tidak bisa menahan nya dan berlari masuk dalam kamar mandi


hoek.....Hoek.....


Adara memuntahkan seluruh isi perutnya !!


" apa asam lambung ku sudah parah....


hoek .....Hoek ..


belum juga selesai Adara kembali mengeluarkan isi perutnya


setelah selesai dia memilih duduk di kloset duduk yang sudah tertutup dan menyandarkan kepalanya pada dinding


" apa aku libur saja ,tapi nanti mereka curiga " gumam Adara lalu berusaha berdiri untuk membersihkan dirinya


setelah selesai dengan urusan mual dan mandi Adara ke luar dari kamar mandi menuju walk in close


Adara ke luar dengan pakaian rapinya, lalu dia merapikan tempat tidurnya yang belum sempat dia rapikan sebelum nya karena sudah berlari ke kamar mandi


sedangkan di bawah rehan dan Rosna sudah menunggu adara di meja makan


" apa nyonya baik² saja ,tumben jam segini belum turun " tanya Rehan sambil menatap jam tangan nya


" mungkin lagi siap² tuan " ucap Rosna bingung juga


tidak berapa lama Adara sudah turun dari atas menghampiri mereka


hoek .... Hoek.....


" nyonya " pekik mereka


" kamu masak apa Rosna kenapa bau sekali " ucap Adara dan kembali memuntahkan mulutnya


Rosna menatap bingung kearah rehan yang hanya menaikan bahunya


" masak seperti biasa nyonya, tapi saya tidak masak ayam " ujar Rosna karena semalam memang Adara mual saat mencium ayam goreng


tapi sekarang apa lagi !!!


" jauhkan kuah yang warna kuning itu, kepala ku pusing " ucap Adara lirih


" nyonya tidak suka sayur santan " Adara menggelengkan


" suka, hanya tidak tau kenapa baunya sangat tidak nyaman ,maaf bukan maksud saya tidak menyukai masakan mu tapi aku mual melihat nya " Ucap Adara


" tidak papa nyonya " ucap Rosna, rehan langsung menjauhkan sayur itu


setelah selesai Adara sudah duduk di meja makan


" makan mas rehan " rehan mengaguk


" iya nyonya " ucap rehan


setelah selesai makan Adara dan rehan pamitan ke kantor tapi sebelum itu


Adara berpesan pada Rosna untuk memasakkan ikan lele untuk makan malamnya


dan itu tentu membuat ke duanya kaget dan bingung


mereka selalu bertanya² sebenarnya ada apa dengan nyonya mereka


kini Adara dah rehan sedang di perjalanan menuju perusahaan tapi tiba² Adara meminta sopir untuk berhenti


" apa ada yang anda lupakan nyonya " Adara menggeleng


" tolong belikan rujak itu,mangga nya di banyakin iya " ucap Adara sambil menunjuk tukang rujak di pinggir jalan


" rujak itu " tanya Rehan balik


" iya beli 3 iya " ucap Adara lalu memberikan uang pada rehan


" ti-ga " ujar rehan gugup ,Adara mengaguk


" apa makan tadi tidak ada artinya ,bahkan aku saja melihat nya kenyang " gumam rehan saat sudah di luar mobil


bagaimana tidak, jika biasanya Adara hanya makan sesendok nasi ,tadi hampir 3 sendok dan itu membuat Rosna dan rehan bingung


selama menunggu rehan,Adara memilih memejamkan matanya karena tiba² dia merasa ngantuk


saat rehan kembali ,dia di buat kaget karena melihat Adara tidur


" aneh " gumam rehan


" jalan pak " ucap rehan pada sang sopir


" baik tuan " ucap sang sopir


hingga sampai di perusahaan pun Adara belum juga bingung membuat rehan dan sopir merasa bingung


mau tidak mau rehan harus membangun kan sang nyonya


" nyonya " panggil rehan pelan


" nyonya kita sudah sampai " panggil nya lagi saat Adara belum juga bangun


" nyonya " panggil rehan sedikit tinggi


" ah iya ,apa sudah sampai " rehan membuang napas nya kasar


" iya nyonya " ucap rehan


" apa sudah lama "


" belum nyonya ,baru saja "


" maaf aku tertidur " sesal Adara


" tidak papa nyonya " ucap rehan lalu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Adara


" makasih iya " ucap Adara ,rehan hanya membalasnya dengan senyuman


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" apa Adara masuk kerja " tanya Raymond saat sudah di depan rehan


" iya tuan,tapi itu anu " Raymond menaikan alisnya menatap rehan begitu juga Reza


" kenapa ?? katakan dengan jelas " tanya Reza menatap rehan


" dari Semalam nyonya muntah tuan tadi pagi juga muntah ,tapi nyonya tidak mau di antar ke rumah sakit ,nyonya bilang asam lambung nya naik karena kemarin telat makannya " ucap.rehan menunduk


" kenapa kamu baru bilang sekarang " bentak Reza ,membuat rehan semakin menunduk


" maaf tuan, nyonya melarang kami " ujar rehan lirih , Raymond menarik napasnya kasar


Raymond memilih masuk dalam ruangan di ikuti Reza


ceklek


" kamu sakit " tanya Raymond to the poin


" ti-dak " jawab Adara gugup lalu menatap ke arah luar. karena pintu masih terbuka


lalu dia membuang napasnya kasar saat melihat rehan hanya tertunduk


" panggil dokter " titah Raymond pada reza


Adara langsung melotot kan matanya


" jangan !!" pekik Adara " saya mohon jangan saya takut disuntik dan tidak bisa minum obat kalau di suruh minum pasti nanti muntah lagi ,asisten Reza jangan iya " ucap adara memohon bahkan tangannya di letakan di depan dadanya memohon


" kalau takut jangan cari penyakit " ucap Raymond ketus ,Adara mengaguk patuh


" terimakasih tuan " ucap Adara saat Raymond sudah duduk di kursinya begitu juga Reza lalu dia mengelus dadanya


" za, laporan nya mana " tanya Raymond menatap Reza


tapi belum juga Reza menjawab dari arah luar terdengar suara orang berteriak memanggil Adara


Reza berdiri lalu menuju pintu


ceklek


" apa kau tidak punya sopan santun hah " bentak Reza menatap tajam Andika


" maaf tuan, tapi bisa saya ketemu dengan adara " tanya Andika


"untuk apa " tanya Reza


" saya hanya memastikan keadaan nya tuan ,saya mohon " ucap Andika


"asisten Reza ,tidak papa " ucap Adara sudah berdiri di belakang Reza karena merasa tidak enak pada Raymond yang sedang tadi menatap ke arah pintu


Reza memberikan jalan pada Adara


" kau tidak papa " Adara mundur satu langkah saat Andika ingin menyentuhnya


" saya baik² saja,kamu bisa lihat sekarang lebih baik kamu urus kekasih mu itu agar tidak menggangguku lagi " ucap Adara menakan ucapan nya


" saya tidak punya hubungan papa dengan nya sumpah, aku masih mencintaimu percayalah " ucap Andika memelas


"maaf, tapi saya tidak bisa " ucap adara ketus


" tapi kenapa " Adara mengangkat tangannya


" a-pa maksudnya " tanya Andika gugup


" aku sudah menikah sebulan lalu, saat anda mengkhianati saya ,dan dengan gampang nya bercinta di apartemen " ucap Adara ,Andika menggeleng tidak percaya


" kamu bohong kan ?? agar aku tidak lagi mengejarmu,kamu mencintai ku aku tau itu Adara jadi itu tidak mungkin " ucap Andika yakin


" iya aku mencintaimu tapi itu sebelum aku tau siapa kamu sebenarnya,jadi lebih baik kamu urus saja kekasihmu itu agar tidak menggangguku lagi dan saya tidak ingin suami ku salah paham ,permisi. " ujar Adara masuk dalam ruangan itu


" Adara,aku tau kamu berbohong, lepas bajingan " bentak Andika saat rehan menahan nya


bugh


" kamu tau ini ruangan siapa hah " bentak Reza menatap tajam Andika


Andika meringis saat mendapat kan pukulan dari Reza ,lalu dia bangun sambil mengelus pelan bibirnya


lalu dia pergi begitu saja saat rehan dan Reza masih menatap nya


Raymond menatap Adara yang berusaha menahan tangisannya


" masuk lah di kamar " Adara menggeleng


setelah itu dia kembali membuka laptopnya


bukan hal yang mudah untuknya di saat mencintai seseorang ternyata dia memiliki hubungan dengan sang sahabat


lalu di saat dia menikah ,itu harus terulang kembali di mana suaminya harus bertunangan dengan orang lain


aku ingin bahagia batin Adara


Adara menahan sesak di dadanya dia tidak mungkin menangis di kantor apa lagi sekarang dia sedang berada di ruangan Raymond dan di sini juga ada Reza


" nona " Adara menatap Reza


" apa anda baik² saja " lanjutnya


" saya baik² saja " ucap Adara tersenyum


" baiklah kalau begitu saya lanjut kerja lagi " ucap Reza lalu ke meja kerjanya


mengambil laptop dan laporan yang di minta Raymond tadi