
Raymond masuk dengan langkah gontainya, karena setelah dari panti dia harus kembali ke perusahaan menyelesaikan beberapa pekerjaan.
Sebenarnya bisa saja besok baru di kerjakan tapi dia tidak mau menumpuk pekerjaan karena nanti tambah banyak .
" bersihkan tubuhmu za, apa mereka belum kembali " tanya Raymond .
" seperti nya belum kak " Raymond hanya mengaguk saja karena memang ini masih pukul 05.15 .
Raymond mengehentikan langkahnya saat sudah di depan pintu kamarnya lalu dia memegang handel pintu .
Ceklek
Rosna dan Adara langsung membalikan badan saat mendengar suara pintu kamar terbuka .
" nyonya saya balik ke belakang dulu " Adara menggaguk " makasih sudah temanin " Rosna hanya mengaguk tersenyum
" permisi tuan " Raymond hanya mengaguk saja .
Raymond mendekati Adara yang duduk di sofa.
" kenapa tidak ikut mommy " ujar Raymond saat sudah di dekat Adara.
" nanti malah merepotkan mereka " ujar Adara lalu membantu Raymond membuka jas dan dasi nya.
CUP
" makasih " Adara langsung menunduk dan mengagukan kepalanya .
" selamat sore anak² Daddy ,kalian bikin apa ?? apa sudah mandi " tanya Raymond lembut ,hampir saja Adara tertawa tapi dengan cepat dia menutup mulutnya .
" apa kamu tidak ingin mengundang ibu panti dan yang lainnya " Adara mengentikan langkahnya lalu kembali berjalan menyimpan jas dan dasi di keranjang kotor .
" nanti saja " ucap Adara singkat saat sudah di dekat Raymond
" kenapa " tanya Raymond menaikan alisnya .
" mau saya pijat " Raymond hanya mengaguk saja " kenapa nanti ,bukannya mereka orang tuamu " tanya Raymond lagi
" sa- ya tidak ingin mereka kecewa " ucap adara serak sambil memijat kepala Raymond .
Raymond memegang tangan Adara lalu di dudukan di pangkuan nya .
"kamu menyesal menikah dengan ku " Adara menggeleng dengan cepat " lalu " tanya Raymond sambil mengelus perut Adara .
" sa-ya hanya takut " ujar Adara jujur .
" kamu belum mencoba nya lalu apa yang kamu takut kan " ujar Raymond lembut sambil menyibakkan rambut Adara ke samping .
CUP
Raymond mencium leher jenjang Adara hingga meninggalkan bekas ,membuat Adara meremang .
" kenapa hm " tanya Raymond lembut ,bahkan kini tangannya sudah masuk dalam gaun Adara .
" ti-dak " ucap Adara memejamkan matanya sambil memegang lengan atas Raymond .
" apa yang yang tidak hm " Raymond tersenyum saat tangannya sudah menyentuh benda kenyal favorit nya
" aahh " saat tangan Raymond meremas dengan lembut bahkan kini dia memainkan pucuk benda kenyal milik Adara .
" honeyhhhhhh " Adara menengadah kepalanya ke atas,bahkan tanpa sadar dia menggesekkan bokongnya di paha Raymond
Adara bergerak liar di atas pangkuan suaminya hal itu membuat Raymond menahan sesuatu .
Bahkan kini dia sudah memejamkan matanya merasakan gesekan² dari bokong Adara .
" baby jangan bergerak " geram Raymond saat merasakan gesekan itu .
Raymond sudah tidak tahan,dengan sekali gerakan kini Adara sudah berada di gendongan nya menuju tempat pertempuran sebenarnya .
Diletakan Adara dengan pelan ,lalu dia membuka kain yang masih melekat di tubuhnya nya .
" ho-ney " ucap Adara gugup saat melihat benda yang sudah berdiri tegap dan siap untuk masuk kedalam sangkar .
" kenapa hm " tanya Raymond tersenyum lalu naik menyusul di atas tempat tidur
" hemp " suara Adara tertahan saat Raymond menciumnya bahkan kini ciuman itu sudah berubah panasan semakin panas .
Adara memukul dada Raymond saat pasokan udara di paru-paru nya mulai menipis .
Raymond langsung melepaskan ciuman itu ,tapi hanya beberapa detik saja setelah itu dia kembali membungkam mulut Adara .
Tapi kali ini Adara sudah mulai merespon dan membalas ciuman Raymond
" aahh honey "
Raymond tersenyum saat mendengar suara mendesah Adara ketika dia bermain di leher jenjang nya .
Raymond membuka gaun milik Adara dengan lembut hingga terlihat lah benda kenyal yang menantang nya .
" Aaahhh "
Raymond tersenyum puas saat mendengar suara ******* Adara saat mengisap benda kenyal itu,bahkan kini Adara membusungkan dadanya dan menekan kepala Raymond yang menyusu sepeti bayi kehausan .
Raymond yang tidak ingin rugi dan membiarkan tangannya hanya berdiam diri , akhirnya dia mencari sesuatu yang di balik benda segitiga yang berwarna hitam itu .
" honeyhh" desah Adara saat tangan besar Raymond sudah berada di lahan miliknya .
Raymond menegang kan tubuhnya lalu membuka semua kain penutup yang masih melekat di tubuh Adara .
shitt aromanya selalu membuatku ketagihan
Raymond kembali naik ke atas Adara .
" aku sudah tidak tahan " ucap Raymond lalu mengegerkan miliknya di pintu lahan Adara .
" sssttt ...aahh "
Raymond memejamkan matanya saat miliknya sudah masuk sepenuhnya,lalu dia mengakat kaki Adara sebelah di letakan di atas pundaknya.
" pelan² " Raymond hanya mengaguk saja .
" aahh Raymondhh " Raymond mulai bergerak dengan hati² karena dia harus memikirkan anak² nya .
" aaarrrggggghhhhhhh " Raymond menggeram panjang saat miliknya di jepit paksa oleh milik Adara .
" aku suka lahan mu baby " ucap Raymond saling bergerak liar di atas Adara ,tapi tetap dengan hati² .
Suara² lenguhan dan ******* Adara memenuhi ruangan itu dan mengiringi percintaan panas mereka sore ini
jleb .....jleb ..
" Raymondhhh "
" bersama baby "
Raymond menambah kecepatan nya saat mereka miliknya semakin di jepit dan sesak di dalam sana.
" Raymond aaahh .....aahhhh "
" baby aaarrgghhhh "
Raymond langsung menarik miliknya dari lahan Adara sehingga tumpah begitu saja di depan pintu lahan Adara .
Raymond menjatuhkan tubuhnya di samping Adara lalu menarik nya dalam pelukan nya dan menutup tubuh mereka dengan selimut tebal
" milikmu semakin sempit "
bugh
" kau sudah berani memukul ku " tanya Raymond menahan tangan Adara .
" siapa suruh " ucap Adara kesal . Raymond mencium kening Adara
CUP
" terimakasih ,apa mereka baik² saja " adara mengaguk lemah.
"istirahat lah, aku tau kamu lelah karena habis mendesah dengan nikmat " ucap Raymond tanpa malu.
Adara semakin merapat kan tubuhnya dan menyembunyikan wajahnya di bidang dada suami nya itu .
" kenapa malu, bahkan kita su....
" jangan katakan lagi, apa mas sudah putus urat malunya " ucap Adara kesal.
" kau memanggil ku apa " Adara langsung kembali menunduk
" ganti,aku tidak suka sama dengan yang lain " lanjutnya lagi .
" lalu aku panggil dengan apa " tanya Adara menatap Raymond .
" seperti biasanya saja " Adara mengaguk .
" sudah ayo istirahat setelah itu kita mandi " ucap Raymond lalu mengerat kan pelukannya .
Tuhan apa aku bisa merasakan ini selamanya, nyaman batin Adara tersenyum
" jangan bergerak, kamu akan membuat nya bangun " Adara langsung menghentikan gerakan nya.
Bisa² dia di serang lagi padahal ini saja dia sudah lelah .
Raymond menatap Adara saat mendengar suara dengkuran halus .
" i love you "
" hm " Raymond melotot kan matanya menatap Adara entah sadar atau tidak tapi jelas dia mendengar nya .
Raymond langsung bernapas lega saat melihat Adara tetap tertidur mungkin wanita itu mimpi atau apa .
Dengan lembut dia melepaskan pelukannya nya lalu membenarkan selimut Adara ,setelah itu mengambil pakaian yang berserakan di lantai di simpan nya di keranjang kotor .
Lalu dia masuk dalam kamar mandi membersihkan diri setelah seharian di luar dan berolahraga di sore hari .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Semoga lulus 😁😁😁
like
koment
votenya
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 iya 😘😘😘