ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
pertemuan pertama



setelah kepergian Raymond dan Reza tidak berselang lama Henry pun datang.


rehan yang memang bertugas di luar langsung berdiri tegak saat melihat sang tuan besar


" ada bos mu di dalam " tanya Henry to the poin saat melihat rehan menghampirinya


" selamat pagi tuan besar, tuan sedang ada rapat di lantai 15 " ucap rehan menunduk kepalanya


" iya sudah saya tunggu di dalam saja ' rehan langsung gelagapan


karena dalam ruangan itu ada sang nyonya


tanpa mendengar jawaban rehan,Henry langsung masuk dalam ruangan Raymond


tapi saat membuka pintu pandangan langsung pada wanita cantik yang sedang duduk mengerjakan tugasnya


begitu juga Adara saat mendengar pintu terbuka dia memandang ke arah pintu


GLEK


wajahnya batin Adara menelan salivanya secara paksa dan langsung berdiri


" kamu siapa " tanya Henry menatap Adara lebih tepatnya mengintimidasi apa lagi kini tatapan nya seperti akan menguliti Adara


" sa-ya sekertaris tuan Raymond, tuan " ucap Adara gugup


" sekertaris !!! sejak kapan kamu bekerja di sini " Adara menelan ludahnya


berharap ada yang akan menolong nya saat ini


tapi sepertinya itu hanya mimpi karena Raymond baru saja pergi


bahkan saat ini mungkin rapat nya baru di mulai !!!


" 2 ha-ri tuan " Henry mengaguk mengerti


" kembali bekerja " titah Henry lalu berjalan ke arah sofa menunggu anaknya


" ma-af tuan !! apa anda ingin minum " tanya Adara gugup, dia masih merasa tidak nyaman berhadapan langsung dengan Henry


dan dia sangat yakin jika pria yang kini di depannya ayah dari suaminya Raymond


" bikinkan kopi jangan terlalu manis " ucap Henry dingin


" baik tuan,permisi " ucap Adara tapi Henry hanya diam saja


ceklek


rehan langsung berdiri dia melihat sang nyonya baru saja ke luar


" nyonya " panggil rehan lirih karena takut akan di dengar Henry


" nyonya tidak papa " tanya Rehan saat sudah di dekat Adara


dia melihat Adara tampak pucat dan berkeringat


membuat rehan ikutan takut apa lagi Reza belum juga membalas pesannya


" aku baik² saja, aku ke party dulu " ucap Adara


"tapi apa nyonya baik² saja " Adara hanya mengaguk lalu meninggalkan rehan


karena takut mertuanya terlalu lama menunggunya


sedangkan dalam ruangan rapat Raymond masih fokus pada persentase dan matanya fokus ke arah depan


tapi fokusnya terpecah saat Reza membisikkan sesuatu


" kau yakin " Reza mengaguk lalu memperlihatkan pesan singkat dari rehan


" shiittt " umpat Raymond


semua orang dalam ruangan itu mendadak ketakutan


bahkan menarik napas pun mereka gugup dan takut


sedangkan sang pemateri jangan tanya bahkan kedua kakinya bergetar


apa dia melakukan kesalahan itu lah dalam pikiran nya bahkan kini dia sudah menunduk takut


" rapat selesai, lanjutkan besok " ucap Raymond lalu ke luar dari ruangan itu di ikuti oleh Reza


BRAK


semua yang dalam ruangan langsung memegang dadanya kaget


syukur ini bukan yang pertama tapi jika sudah sering bisa saja suatu saat jantung mereka akan lepas dari tubuh mereka


tapi apa mereka berani protes !! tidak


karena mereka memilih aman !!


" kenapa Daddy tidak bilang ingin ke Perusahaan " tanya Raymond khawatir


karena Adara ada di ruangan nya


" di mana Adara " Reza langsung memperlihatkan CCTV ruangan nya


tanpa bertanya Raymond langsung mengambil iPad itu lalu memperhatikan apa saja yang di lakukan sang Daddy


" kenapa lama sekali za, pecat teknisinya kenapa lift ini sangat lambat apa mereka sudah bosan bekerja di sini " ucap Raymond kesal


kini pikirannya hanya tertuju pada Adara !!! takut


jika Daddy nya berbicara sembarangan !!


"baik tuan " ucap Reza,


cari aman dulu batin Reza


Ting


saat pintu lift terbuka dengan cepat Raymond ke luar tanpa menunggu pintu terbuka sempurna


Reza hanya bisa menghela napas panjang nya


" di mana Adara " tanya Raymond saat sudah di depan rehan


" nyonya di pantry tuan sedang membuat kan minuman untuk tuan besar " Raymond langsung masuk dalam ruangannya di susul Reza


ceklek


" son, bukannya kamu sedang rapat " tanya Henry bingung saat melihat Raymond masuk dengan wajah paniknya dan di ikuti Reza


" itu karena Daddy datang tidak memberi tahu sebelumnya " ucap Raymond dingin


" Daddy kira kamu senggang " ucap Henry tanpa salah


" menyusahkan " Henry hanya berdecak saja


" katakan !! Daddy tidak akan ke sini jika tidak ada hal yang penting " ucap Raymond kesal


" tentang Semalam " Raymond langsung menegang kan duduknya sedangkan Reza diam seribu bahasa


" maksud Daddy " tanya Raymond ragu


" kamu tau kan perasaan Amanda padamu " Raymond mengaguk " apa kamu tidak ingin mencoba dulu " tanya Henry


" langsung saja intinya " ucap Raymond karena Daddy nya terlalu bertele²


" bertunangan dulu agar kalian lebih dekat lagi, Daddy tidak akan memaksamu menikah secepat nya yang penting kalian saling mengenal dulu, dia juga bukan orang lain di keluarga kita, dia anak dari sahabat Daddy dokter pribadi keluarga juga, jadi Daddy sudah putuskan akan melamar kan dia untukmu " ucap Henry serius


Prang


Henry, Raymond dan Reza langsung melihat ke arah pintu yang sudah terbuka


" nona Adara " Reza langsung berdiri menghampiri sang nyonya


" maaf asisten Reza, tadi kaki saya tersandung " kilah Adara


" tidak papa " ucap Reza


" panggil OB untuk membersihkan " titah Reza ,rehan hanya mengaguk saja


" saya akan buatkan yang baru ,maaf " Adara langsung berdiri lalu kembali ke party


dengan perasaan sesak, sekalipun belum ada cinta di antara mereka


walaupun mereka hanya akan bertunangan tapi tidak menutup kemungkinan jika nantinya mereka akan menikah bukan


Raymond membuang napas nya dengan kasar


sudah di pastikan jika Adara mendengar semuanya


" maaf dad " ucap Reza ,Henry hanya mengaguk


" siapkan diri mu satu Minggu lagi " ucap Henry, Raymond hanya diam saja begitu juga Reza


mereka bukannya tidak bisa menolak atau membantah


tapi mereka tidak ingin mengecewakan keluarga !!


apa lagi mereka sudah sangat dekat satu sama lain !!


tidak berselang lama pintu kembali terbuka


dan rehan yang membuka,lalu muncul Adara dengan memegang baki


Reza langsung berdiri menghampiri sang nyonya


" biar saya saja nona " Adara mengaguk lalu memberikan minuman untuk mereka bertiga dan makanan ringannya


lalu Adara kembali ke mejanya dan fokus pada pekerjaan nya


tanpa peduli pada 3 manusia yang satu ruangan dengan nya


" nanti malam mereka akan ke rumah ,jadi usahakan jangan pulang telat mommy juga sudah tau tentang ini " ucap Henry


" iya dad " bukan Raymond yang menjawab melainkan Reza


" kamu juga za, carilah pasangan mu ,Jose pasti sudah tidak sabar ingin menggendong cucu " ucap Henry


" iya dad ,Reza akan usahakan " ucap Reza


" Daddy harap saat pernikahan Raymond kamu juga akan menikah " ucap Henry serius


" jika sudah tidak ada lagi, sebaliknya Daddy pulang Raymond masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan " ucap Raymond kesal sambil menunjuk meja kerjanya


karena sejak tadi Daddy hanya membahas tentang perjodohan dan pernikahan


bukannya dia tidak suka tapi waktunya tidak tepat


" apa kamu mengusir Daddy ,bahkan kopi buatan sekertaris mu belum juga Daddy minum " ucap Henry kesal


" minum dan pulang " Henry berdecak kesal


berbicara dengan Raymond harus memiliki kesabaran tingkat tinggi


" pintar juga kamu memilih sekertaris, Reza " ucap Henry lalu memberikan kode pada reza


" dia sudah bersuami dad " ucap Reza jujur


uhuk ...uhuk ...


Raymond menatap tajam Reza


membuat Reza menelan ludahnya paksa


tapi memang benar kan Adara sudah bersuami


lalu di mana salahnya


" pantasan buatannya hampir sama dengan buatan mommy kalian, pasti sering membuat kopi untuk suaminya "


Raymond semakin kesal karena ulah Daddy nya


sering apa nya !!! baru iya sekali batin Reza


" dad pulang lah " ucap Raymond menekan ucapan nya


" iya² Daddy pulang " Henry meminum habis kopi buatan Adara hingga hanya tersisa ampasnya


" ini kantor Daddy jangan bertingkah seolah hanya kantormu " Raymond hanya menaikan bahunya


" mari dad " Henry berdiri begitu juga Reza dan di susul Raymond


dia akan mengantar Daddy Henry ke bawah


" hati² dad " ucap Raymond


" tidak usah berlaga seperti anak baik " ucap Henry ketus sedangkan Raymond masa bodoh


" bilang pada reza jangan masuk dalam ruang sebelum aku menyuruhnya " titah Raymond


" baik tuan " ucap rehan


Raymond kembali dalam ruangan matanya langsung menatap ke arah Adara yang fokus bekerja sejak tadi


" ikut " ucap Raymond langsung menarik tangan Adara


" ke mana tuan " tanya Adara tapi Raymond hanya diam saja


hingga mereka sudah berdiri di depan pintu yang ada dalam ruangan itu


Adara melihat Raymond memasukkan kode tanpa menunggu pintu itu terbuka lebar


mata Adara melotot saat tahu ruangan itu


kamar pribadi batin Adara


Raymond menarik tangan Adara yang sejak tadi di genggam nya


lalu menutup kembali pintu ruangan itu


" apa yang kamu dengar " tanya Raymond saat kini mereka sudah duduk berhadapan di sofa kamar itu


" Adara " tekan Raymond menatap Adara karena wanita itu masih terdiam


" tidak ada tuan " ucap adara menunduk


" apa aku perlu membuatmu jujur " tanya Raymond dingin


" tadi tidak sengaja tersandung tuan " kilah Adara lagi


" baiklah,kamu yang memintanya " ucap Raymond lalu berdiri mendekati Adara


membuat wanita itu mengakat wajahnya gugup


" masih ingin mengelak " tanya Raymond dingin sambil membuka kancing kemejanya


" tu-an mau apa " tanya Adara gugup


" membuat mu jujur " ucap Raymond datar


sedetik kemudian dia sudah mendarat kan bibirnya di bibir lembut Adara


mendapat serangan mendadak membuat Adara melotot kan matanya


Raymond mencium bibir Adara dengan lembut kali ini dia melakukan dalam keadaan sadar tidak seperti sebelumnya


tapi sepertinya nya dia salah mengambil langkah niat hati ingin menakuti Adara tapi sepertinya Dia keterusan


Adara yang sudah tersadar mendorong paksa tubuh Raymond


tapi tenaga nya tidak sebanding dengan kekuatan Raymond


Raymond menggigit pelan bibir adara agar dia bisa masuk lebih dalam


tapi wanita itu menutup nya dengan rapat


" buka " bisik Raymond serak ,lalu menjilat kuping menggigit kuping Adara


akh


bodoh batin Adara


karena merasa geli tanpa sengaja Adara mengeluarkan suara laknat yang bisa saja memancing gairah Raymond


TAMAT


hehehe bercanda Kaka sayang, jangan terlalu tegang