
sedangkan di tempat lain seorang wanita sedang menghancurkan isi kamarnya
karena sejak kejadian itu Andika selalu menjauhinya bahkan dia terang²an selalu mengejar Adara
" yaaaakkkk dasar wanita ****** " terriiaakkk Sisil sambil membanting isi di meja riasnya
prang
prang
sehingga semua yang ada di atas meja jatuh di atas lantai dan pecah
" akan aku pastikan kamu akan malu " lanjutnya lagi
karena sudah seminggu ini dia mengikuti Adara tapi selalu saja gagal
dan mobil Adara selalu berhenti di tempat berbelanjaan dan selalu di ikuti rehan
sehingga membuat nya sangat susah untuk bertemu dengannya bagaimana tidak bahkan di perusahaan pun Adara selalu di lantai atas
bahkan waktu makan siang saja wanita itu tidak menampakkan hidung nya di kantin perusahaan
dan suatu saat tidak sengaja dia perpasaran dengan OB pengantar makanan di sana
saat dia bertanya tentang Adara wanita itu menjawab jika sekertaris bosnya itu selalu membawa bekal untuk makan siang
hingga akhirnya Sisil berpikiran akan menjebak Andika dan membuat laki² itu menjadi miliknya
dengan cepat dia berdiri mencari tasnya dan mencari hp nya
tuttt.......Tut....... tuttt.....
hingga panggilan ke 4x Andika tidak merespon panggilannya
membuat Sisil semakin emosi
prang
HP yang baru saja di pegang kini sudah mendarat di lantai sebelumnya hancur mengenai dinding
" kita lihat nanti siapa yang duluan hancur " ucap Sisil sambil mengepalkan tangannya
sedangkan di tempat lain Andika sedang duduk dalam apartemen nya yang sangat gelap
dia tidak ada Niat untuk menyalakan lampu ataupun hanya sekedar menyalakan lampu tidur
sama halnya dengan Sisil,Andika juga selalu mengikuti Sisil tapi hasilnya nihil
" siapa sebenarnya kamu " ucap Andika sambil memejamkan matanya
" apa tuan Raymond yang melindungi nya ??? tapi itu sangat tidak mungkin !!! lalu siapa aku sangat tahu tentangnya " Andika bergumam dalam kegelapan
" tapi bodyguard itu kenapa dia selalu mengikuti nya bahkan dia selalu menjaganya !!! apa kha tuan Reza " ucapnya lagi
" iya mungkin tuan Reza, tapi tuan Reza selalu memanggilnya nona tak kalah juga dia memanggilnya nyonya Sama halnya dengan bodyguard nya " lanjutnya lagi
" aaakkkkhhhhh kenapa serumit ini !! akan aku pastikan kamu kembali dalam dekapan ku Adara apa pun itu akan aku lakukan " ucap Andika
dering HP Andika membuat lamunannya terputus
dert .....dert...
" shiiitt " umpat Andika
" datang ke cafe xx waktumu hanya 15 menit " ucap seseorang saat sambungan sudah terhubung
" aku tidak punya waktu " ucap Andika ketus
" benar kah, tapi kamu punya waktu memikirkan milik orang lain !!! aku tidak punya banyak waktu meladeni mu jika kamu datang aku akan menunggu jika tidak aku akan pergi " ucap nya
" apa yang akan kamu katakan " tanya Andika kesal
" kamu akan tau saat sudah di sini " ucapnya lagi lalu mematikan sambungan teleponnya
" shitttt bajingan " umpat Andika lalu berdiri dari duduknya
dia tidak peduli dengan penampilan nya karena sejak pulang dari kantor dia belum melakukan papa selain melamun
saat sampai di cafe yang di tuju Andika mengeluarkan HP nya sambil mengedar pandangannya tapi tidak seorang pun yang mengakat telepon
hingga datang seorang karyawan cafe sehingga dia mematikan sambungan telepon nya
" maaf apa mencari seseorang " tanya karyawan itu
" iya dia menyuruhku ke sini " ucap Andika
" mari saya antar " Andika mengeritkan kening nya
apa dia tau siapa yang aku maksud batik Andika
tapi dia tetap mengikuti langkah pria itu hingga berhenti di depan ruangan VIP
tok ...tok ....
ceklek
" silahkan masuk tuan " ucap nya lalu meninggalkan mereka saat Andika sudah masuk ke dalam
" langsung saja, aku tidak ingin membuang ² waktu " ucap nya lalu melemparkan sebuah aplop tepat di depan Andika
" apa ini dan anda siapa " tanya Andika lalu meraih aplop itu dan membukanya
seketika matanya membulat penuh di mana didalam ada sebuh foto sisil yang sedang bercinta dengan pria yang berbeda² dan sebuah flashdisk
" tunggu ,siapa kamu sebenarnya ?? apa kamu suruhan Adara " tanya Andika menahan lengan laki² itu
" apa kamu mengira aku suruhan wanita yang kamu sebutkan itu " ucapnya lalu melepaskan tangan Andika begitu saja
pria berbadan besar itu keluar sambil mengeluarkan hp nya menelpon seseorang
Tutt.....Tut...
" sudah beres tuan " ucap nya
" kerja yang bagus, lakukan selanjutnya "
" baik tuan " ucapnya lalu panggilan itu terputus sambil tersenyum sinis
sedangkan dalam ruangan Andika masih melihat foto² itu hingga dia merasa jijik
lalu dia bangkit dari kursi nya membawa aplop itu
dia akan menyimpan nya dengan baik !!!
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" apa semua nya sudah beres nak " tanya Davin
Kini mereka sedang makan malam tapi tanpa alister karena anak sulung dari keluarga itu sedang berada di rumah sakit
" sudah ayah, tadi juga sudah beli cincin " ucap Amanda tersenyum kuda
" apa cucu kakek sebahagia itu " Amanda mengaguk cepat
" ingat nak, jangan terlalu berharap " ucap Davin tegas
"ayah tenang saja tidak perlu khawatir " ucap Amanda yakin
" ayah hanya tidak ingin kamu sakit sayang " ucap Davin
"Amanda sudah besar Davin, jangan memperlakukan dia seperti anak kecil biarkan dia belajar " ucap sang kakek
" Amanda sayang kakek " Davin hanya mengaguk saja
" ayah sama Bunda tenang saja jika pun nanti Amanda tidak bersama nya ,Amanda yakin suatu saat nanti ada yang tulus mencintai Amanda ,tapi untuk kali ini biarkan Amanda berusaha dulu iya ,Amanda mohon " ucap Amanda menatap Davin dan Nabilla
" baiklah " ucap Davin
" i love you ayah " Davin hanya berdecak saja
" ayo makan dulu " ucap sang nenek
" iya nek, ma " ucap mereka bersamaan
mobil Reza sudah sampai di rumah mewah Henry
sepanjang perjalanan Raymond selalu saja melamun
niat ingin bicara serius pada Adara tapi hasilnya nihil karena dia tidak tahu harus bicara seperti apa hingga akhirnya Adara yang memulai bicara
" langsung istirahat saja za " ucap Raymond
" iya kak " jawab Reza
lalu mereka masuk dalam rumah bersamaan
" sayang kamu sudah pulang, apa sudah makan malam " tanya Elvi lembut menyambut kedatangan anaknya
" sudah mom makan di luar sama Reza " ucap Raymond lalu mencium pipi Elvi
" MENJAUH " teriakk seseorang dari belakang Elvi yang entah muncul dari mana
" urus suamimu mom, Raymond lelah " ucap Raymond lalu meninggalkan ke dua orang tuanya
"sini kamu ,kenapa mencium istri ku " teriak Henry tapi Raymond tetap berjalan bersama Reza
" berani sekali kau " hardik Henry pada Elvi
" aku hanya menyambut nya dad " ucap Elvi tak habis pikir
" dia sudah dewasa bukan anak kecil lagi " ucap Henry kesal, Elvi hanya membuat napasnya kasar
" iya iya sekalian kurung aku dalam kamar saja agar tidak bisa bertemu dengan anak² ku " ucap Elvi lalu meninggalkan Henry sendirian
" Elvina Carissa " teriak Henry membuat wanita itu menghentikan langkahnya
" kau sudah berani melawanku " ucap Henry saat sudah di dekat Elvi
" bukannya Daddy ingin memberikan hukuman ,aku hanya ingin bersiap saja " ucap Elvi
seketika wajah Henry berbinar
" baiklah ayo kita ke kamar " ucap Henry
" mesum " ucap seseorang dari balik sofa
Elvi dan Henry menatap ke arah sofa
" makanya menikah, punya burung di anggurin apa tidak takut karatan " cibir Henry menatap rif'at
" tanpa menikah juga aku bisa melakukan nya " ucap rif'at tanpa membalikkan badannya
" iya sekalian anda olahraga ringan agar lengan mu semakin kuat " ucap Henry mencibir lalu meninggalkan rif'at sendirian di sana
sedangkan rif'at hanya berdecak saja , mempunyai orang tua seperti Henry harus sabar