
Sedangkan di perusahaan lebih tepatnya di ruangan rapat semua Yang ada dalam ruangan itu kaget saat melihat siapa yang masuk .
" Tidak usah berdiri " Titah Daddy Radit membuat mereka kembali duduk .
"Raymond Tidak bisa hadir karena cucu ku sedang sakit " Ujar Henry membuka suara .
Salah satu dari mereka langsung kaget karena dia sama sekali tidak tahu .
Iya siapa lagi kalau bukan Daniel yang datang bersama Naufal .
" Mulai " Titah Daddy Radit .
Satu persatu perwakilan dari perusahaan mulai mempresentasikan tenang proyek yang akan mereka jalani .
Di mana ada 5 perusahaan yang siap memperebutkan tender itu yang akan berkerja sama dengan perusaan besar yang nilainya tidak tanggung² .
Dimana mereka akan membangun sebuah mall yang akan langsung dengan apartemen dan taman bermain untuk anak² serta dengan fasilitas yang cukup lengkap .
Hingga rapat itu berkahir hingga memakan waktu hampir 4 jam di mana masing² perusahan meyakinkan diri layak untuk memenangkan tender itu .
" baiklah ,karena semuanya sudah jelas persentase kalian cukup memuaskan bagi saya " Ujar Daddy Radit tegas .
" Agra Corp kami meminta kalian yang menghandle semuanya,jangan memikirkan karena dia cucu menantuku tapi di sini kita profesional kerja karena memang saya tertarik dengan persentase mereka " Lanjutnya lagi .
Naufal langsung berdiri dan menjabat tangan pada Daddy Radit dan Henry .
" Terimakasih untuk kesempatan nya saya akan melakukan yang terbaik sesuai isi persentase saya " Ujar Naufal formal .
" Kami menunggunya " Jawab Henry tenang .
" Selamat tuan Naufal " Naufal hanya tersenyum sambil menunduk kepalanya sedikit begitu juga Daniel .
Hingga kini hanya mereka berlima dalam ruangan itu di mana ada Reza, Daddy Radit,Henry ,Naufal dan Daniel .
" Gimana keadaan Queen " Tanya Henry basa basi .
" Baik Dad " Ujar Naufal .
" Kami Tidak akan ikut campur urusan rumah tangga kalian ,tapi jika sampai wanita itu menyentuh Queen kamu sudah tahu akhirnya bukan " Naufal menelan ludah nya kasar .
Apa mertuanya tahu !! Sudah pasti dia tahu .
Karena apa yang tidak di ketahui keluarga Mateo .
Apa lagi itu berkaitan dengan keluarga nya sendiri .
" Kami diam bukan berarti kami Tidak tahu ,tapi kami menghargai keputusan Queen yang meminta Kami diam ,bahkan kami tahu jika kamu sering ke apartemen dan jaga dia dengan baik jika sampai dia menyentuh Queen jangan kan hidupnya bahkan hidup mu juga hancur " Ujar Henry dingin menatap Naufal .
" Jangan lewati batasmu karena aku bukan orang yang sabar ,aku masih sanggup memberi makan pada anakku bahkan sangat sanggup jadi siapkan dirimu saat hari itu tiba " Uang Henry berdiri meninggalkan mereka yang masih di ruangan itu .
" Kamu memintanya pada kami secara baik² jadi jika sampai dia terluka kamu tahu hasilnya " Daddy Radit berdiri meninggalnya Naufal dan Daniel yang masih terdiam .
" Fal " Naufal menatap Daniel " Kau tahu bukan apa yang harus kamu lakukan !! sekarang pikirkan itu " Ujar Daniel lalu berdiri di ikuti Naufal .
" Apa tidak ada lagi kerjaan Za " Tanya Henry saat sudah di ruangan Raymond .
" Tidak Dad " Henry menggaguk paham " Jangan pulang terlalu sore Daddy balik " Ujar Henry .
" Iya Dad ,Reza antar ke bawah " Ujar reza.
" Tidak usah selesaikan kerjaan mu " Ujar Daddy Radit .
" Iya Opa " Ujar Reza .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Gimana keadaan nya " Tanya Henry
" Sudah mendingan Dad "Jawab Raymond .
"Gimana rapatnya " tanya Raymond .
Kini mereka sedang berbincang di taman belakang setelah makan siang .
" Naufal yang pegang " Raymond hanya mengaguk .
" Apa dia bisa " Tanya Raymond
" Dia bisa !! Apa lagi cara kerjanya juga selama ini bagus " Ujar Henry .
"Iya Dad " Jawab Raymond ,dia Tidak salah siapa yang menenangkan nya .
" Angel " Henry mengelus pipi lembut cucunya .
" Sejak tadi begini terus kami " Ujar Raymond.
" Hei jangan sakit, cepat sembuh nanti Opa belikan boneka " Ujar Henry lembut .
" Kalian di sini " Tanya mommy Ellena yang datang bersama Elvi,Adara serta Vania .
" Lihat lah adikmu sedang sakit ,jadi kamu harus kuat " Ujar Henry saat baby Ed sudah di gendong nya .
" Iya Opa " Jawab elvi menirukan suara anak² .
" Sudah pompa " Tanya Raymond menatap Adara .
" Sudah " Raymond mengelus kepala Adara yang bermain dengan Babay El .
Yang sejak tadi menempel pada nya yang tidak mau di tinggal bahkan hanya sebentar.
" Jangan di ganggu Baby nanti nangis lagi " Adara hanya tertawa kecil .
" Maaf apa saya mengganggu " Adara langsung menatap ke sumber suara.
" Abang " Daniel hanya tersenyum .
" Jika aku bilang kau mengganggu , apa kau akan pulang " Daniel hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal .
Dia sengaja pulang cepat setelah semua kerjaan nya selesai hanya untuk melihat keponakan nya sakit .
" Angel bangun ,uncle Niel datang " Ujar Adara lembut .
" Biarkan saja,aku hanya sebentar " Ujar Daniel sambil menatap baby El.
" Lusa ibu dan ayah akan kembali " Lanjutnya lagi .
" Serius " Daniel mengagguk " Tapi anggap saja adek tidak tahu karena ayah bilang begitu " Adara tertawa kecil .
" Baiklah ,Adara akan beracting dengan baik " Ujar Adara .
" Baby El sakit apa " Tanya Daniel .
" Demam " Daniel menaikan alisnya sebelah " Ajarin adikmu Tidak makan sesuka hatinya jika masih menyusui anakku ,atau aku akan lempar dia ke jalanan sana " Daniel melotot kan matanya sedangkan Adara hanya tersenyum simpul .
" Memang makan apa " Tanya Daniel menatap Adara.
" Bakso ,es dingin ,sama pentolan yang di taman "
" Kau gila ,itu tidak bersih Adara " Geram Daniel ingin sekali menjitak kepala Adara jika hanya mereka berdua .
Sedangkan yang lainnya hanya diam saja melihat wajah Daniel yang seketika berubah .
" Hanya sedikit " Cicit Adara .
" Jika hanya sedikit apa anakku akan sakit " Adara menutup mulutnya.
Seperti nya kekesalan suaminya belum berakhir sehingga masih di ungkit .
Adara berjanji ini pertama dan terakhir nya sebelum benar-benar akan di buang seperti ucapan Raymond .
" Iya maaf " Ujar Adara lirih .
Oek .....oek .....oek
" kenapa hm, El haus " Nany langsung mendekat ke arah Raymond memberikan botol susunya .
" Kalian istirahat lah baby Ed sama baby El malam ini bersama kami " Ujar Raymond .
" Baik tuan " Jawab mereka lalu meninggalkan tempat itu .
" Kau Tidak ingin seperti adikmu " Daniel langsung menatap mommy Ellena tersenyum .
" Pengen ,tapi belum saat nya " Ujar Daniel sopan .
" Apa setelah memperkenalkan keluarga mu " Daniel hanya tersenyum .
"Jangan terlalu lama , umurmu dengan Raymond tidak terlalu jauh jika menunda lagi takutnya kalian tidak akan melihat tumbuh anak kalian sampai nanti punya cucu " Ujar Daddy Radit menasehati layaknya orang tua .
"iya tuan, setelah ini saya akan pikirkan kembali "Ujar Daniel tersenyum .
"supaya twins ada temannya " Celetuk mommy Ellena membaut Daniel tersenyum .
" Kalau begitu saya pamit dulu ,karena baru pulang kantor " Ujar Daniel .
" Tidak makan malam dulu " Tanya mommy Ellena .
" Lain kali nyonya " Mommy Ellena mengaguk .
" El ,uncle pulang dulu iya cepat sembuh , by baby Ed " Pamit Daniel .
" By uncle " Jawab Adara lembut .
" Mari tuan " Ujar Daniel .
" Iya ,hati² bawa mobilnya " Jawab Daddy Radit .
" Iya tuan " Jawab Daniel lalu meninggalkan mereka .