ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
perbedaan keyakinan



raymond ke luar dari kamar setelah memastikan Adara tidur dengan nyenyak, dia menemui opa dan Daddy nya untuk membicarakan hal yang penting


" opa ,dad "


" istri mu " tanya opa Radit setelah melihat siapa yang memanggilnya


" di kamar istirahat " ujar Raymond lalu duduk di samping Henry


ternyata di sana ada Jeje dan juga Alan sedangkan para istri mereka entahlah ke mana.


" wow rambutnya masih basah " ucap Alan tersenyum


" istri mu belum sembuh son, kondisi kan nafsu bejat mu itu " ucap Henry memperingati


" iya dad " ucap Raymond


" kenapa. "tanya Henry


" Ray mau bicarakan tentang resepsi apa tidak papa kita lakukan mengingat beritanya sudah ke mana² " tanya Raymond sedikit takut


Henry membuang napas panjang nya " lalu mau gimana lagi, bagaimana pun dia istri sah mu, Daddy hanya tidak kalian mengalami hal yang sama seperti Daddy dulu, ada pun tentang berita lambat laun akan hilang begitu saja " ujar Henry


"Ray hanya takut terjadi papa dengan Adara Daddy tau kan kandungan nya seperti apa ?? " ucap Raymond


" begini saja agar semuanya tidak terjadi salah paham dan berita di luar sana semakin memanas saat resepsi kalian, itu juga akan di adakan pertunangan rif'at dan Amanda , agar orang tidak berpikiran ada nya orang ke tiga atau perusak hubungan atau yang lainnya" usul Alan


" apa Amada mau, secara perasaan nya beda dengan rif'at?? tanya Jeje menatap Alan


" itu nanti kita tanya kan langsung ,jika Amanda nya mau kita baru tentukan kapan resepsi nya , intinya jangan sampai kandungan istri mu semakin membesar sekalipun nanti tetap ada berita tapi tidak akan terlalu parah " ujar Alan lagi


" gimana dad " tanya henry menatap Daddy radit


" iya lakukan seperti kata adikmu, tapi untuk sementara jangan membahas apa pun di depan darah merah itu, HP tv semuanya matikan " Raymond mendengus kesal membuat Jeje dan Alan tersenyum kuda


" Adara opa ,Adara fredella ulani opa bisa memanggil nya Della " ucap Raymond kesal


" nama yang jelek " gumam Daddy radit membuat Raymond menarik napas panjang nya


" Kaka " Raymond membalikkan tubuhnya tersenyum " kamu belum pergi " Radhi Mengaguk kepalanya " adikmu mana " tanyanya lagi " masih di kamar siap² " ujar Radhi


" kamu yakin mau kembali ke sana " Radhi mengaguk cepat " apa ada alasan yang lain " tanya Alan


" aku mencintai nya yah " ujar Radhi ,opa Radit hanya mendengus kesal


" gunakan waktumu sebaik mungkin, saat resepsi Kakak mu kamu tidak akan kembali lagi ke sana , kamu tau kan mommy mu seperti apa " Radhi mengaguk paham


" memang siapa pacar mu boy. " tanya Jeje penasaran


" Aerilyn Bellvania Cintakirana ,ayah nya seorang pendeta ,dan ibunya mengajar di sekolah Kristen " ucap Daddy radit tenang


semua orang melotot kan matanya menatap Radhi yang sudah menunduk


" boy " Radhi hanya mengaguk membetulkan


" Daddy tidak melarang tapi Daddy juga tidak menyetujui nya ,kamu laki² kamu tau apa yang harus kamu lakukan, Daddy tau kamu mencintai nya tapi jangan memaksakan yang memang tidak bisa ,ingat jangan sampai mommy mu tau " ucap Henry tegas


" jika dia mau menerima mu ,maka bawa dia ke sini tapi jika dia tidak bisa ikut denganmu tinggal kan ,bicara padanya bagaimana hubungan kalian jika hanya untuk sekadar main² Daddy tidak akan memaksamu tapi jika kamu serius begitu juga dia bicara lah dari hati ke hati, Daddy berikan waktu sebelum resepsi kakakmu jika saat itu kamu datang hanya sendirian berarti kamu memutuskan untuk berpisah dengan nya ,sama halnya jika kamu tidak kembali rumah ini tertutup rapat untukmu, jangan membuat istri ku bersedih karena ke putusan mu boy, karena saya tidak mengizinkan siapa pun menyakiti nya sekalipun kalian anaknya "lanjutnya lagi dengan tenang tapi penuh penekanan


" yakinkan ke dua orang tuanya bahwa kamu bisa menjaga anaknya dengan baik ,karena mommy Elvi mendidik kalian dengan baik ,bawa dia ke sini perkenalkan dia dengan keluarga kita " ujar Jeje lembut


" iya Pi " ujar Radhi


" sejauh ini apa yang bisa kamu lihat " tanya Alan serius


" keluarga nya baik yah menerima Radhi dengan baik ,Vania juga tidak terlalu memikirkan tentang perbedaan kami, dia hanya bilang jika Tuhan memang menyatukan kami berarti salah satu dari kami ada yang mengalah entah itu aku atau dia ,tapi apa pun itu dia tetap menerima nya " ujar Radhi


" terus apa yang kamu pikirkan " tanya Raymond yang mulai tertarik dengan pembahasan mereka


" seperti kata Daddy aku akan bicara dulu jika memang tidak bisa , Radhi akan menjauh tanpa menyakitinya " ujar Radhi menunduk


" Daddy menunggunya, Daddy tidak pernah melarang siapa pun pasangan kalian nantinya, entah itu dari kalangan bawah atau fisiknya catat ,i don't care asal kalian sanggup menjalani nya, di mata Daddy selama kalian mencintai pasangan kalian dan bahagia itu sudah cukup bagi Daddy " ujar Henry


" Kaka " semua orang terdiam saat mendengar pekikan seseorang yang sangat mereka kenal.


siapa lagi !! kalau bukan Raine hujan rintik²


" eh banyak orang " ucap Raine tersenyum kuda


" kalian mau kemana " tanya opa Radit


" bukannya kamu menyukai Kaka Reza " raine langsung memukul mulut Radhi dengan kencang sehingga membuat Radhi kesakitan


" yaaakkk kau gila " pekik radhi kesal sambil memegang mulut nya


" hehehe maaf tangan Raine terpeleset " Radhi hanya mendengus kesal


" princess duduk " titah Henry membuat Raine mendengus kesal menatap Radhi tajam


" mulut ember " gerutu Raine kesal lalu duduk di samping Jeje karena ingin mencari aman dan menjauh dari Radhi


" apa benar " tanya Raymond to the poin


" yang mana " tanya Raine pura² tidak mengerti


" apa perlu papi menelpon papa Jose " pancing Jose tersenyum


" telepon saja ,Raine tidak masalah " ucap Raine lalu menyalingkan tangannya di dada


" kau yakin " tanya Alan


" sangat yakin, karena yang di bicarakan Kaka rad tidak benar " ujar Raine tersenyum


" hallo za " Raine langsung menurunkan tangannya lalu memegang kan duduknya


" iya tuan " ujar Reza , Raymond sengaja membesar kan suaranya


" kau sibuk " tanya Raymond basa basi


" semuanya sudah selesai tuan ,hanya memeriksa beberapa pekerjaan sama papa " ujar Reza jujur


" bisa aktif kan pengeras suaranya " tanya Raymond


" kenapa son " ujar Jose


" Reza apa kamu memiliki kekasih atau kau menyukai nya " tanya Raymond tersenyum melihat wajah pucat adiknya


" saya tidak memikirkan itu tuan ,saya masih fokus pada pekerjaan ku" ujar Reza tegas


" jika ada yang menyukaimu bagaimana " Raine langsung menatap tajam Kaka sulungnya itu


" maaf tuan ,saya sibuk tidak ada waktu untuk memikirkan wanita " Jeje dan Alan tertawa kecil melihat wajah kekesalan Raine


" memang siapa yang menyukai Reza Son " tanya Jose penasaran


" nanti papa akan tau ,kalau begitu Ray tutup iya pa, jangan terlalu sore pulang nya, sebelumnya terimakasih banyak pa sudah membantu Ray " ujar Raymond


" iya son "


raymond menutup teleponnya lalu menatap Raine yang seketika wajahnya berubah


" cih apa tidak bisa kalian mencari orang luar ,kepala opa sakit memikirkan hubungan kalian " ujar Daddy radit kesal


" itu karena mereka di besarkan bersama dad ,makanya mereka terbiasa dan menyimpan perasaan lebih " ujar Alan tersenyum


" kau baik² saja princess " Raine mengaguk lemah


" bukannya kamu mau mengejarnya sampai pelaminan " pungkas Radhi tertawa kecil


" lihat saja nanti ,akan ku buat kakak Reza mencium Kaki Raine dan memohon " ucap Raine kesal


" ayo kak, Raine lagi tidak mod ingin melampiaskan kekesalan " ujar Reine berdiri


" mau aku bantu " Raine menggeleng cepat " biarkan Raine bergerak sendiri kak,lihat saja nanti apa yang akan Raine lakukan " tekad Raine sambil meninju tangannya di udara


" sudah ayo ,by semuanya Radhi sama Ade mau jalan² dulu " ujar Radhi merangkul pundak adik kembar nya


" hati² boy " ujar Henry ,Jeje dan Alan


" siap " ujar Radhi


" belikan mangga rad " Radhi langsung menghentikan langkahnya


" for ? " tanya Radhi menaikan alisnya sebelah


" Adara pengen makan mangga " Radhi mengaguk paham


" siap bos " ujar nya lalu melanjutkan langkah nya ke luar dari rumah besar itu