
"Daddy " Kini Adara sudah di bawah masuk oleh suaminya ke dalam kamar sebelum mereka berpisah pada anak-anak nya .
" Jangan marah maaf, aku tidak bermaksud ....."
" ayo tidur ,pejamkan matamu " Potong Raymond menarik Adara dalam pelukan nya .
" Dengarkan dulu, aku tidak mau ...."
" Apa perlu aku menidurimu agar membuat mu diam " Adara menggeleng lalu membalas pelukan sang suami .
" Maaf "
" Maka jangan ulangi ,jika kamu tidak ingin melihat wanita lain di sini " Adara mengaguk cepat .
" Daddy "
" Hebm "
" Apa setelah melahirkan mereka ,aku angkat rahim saja " Raymond menundukan kepalanya menatap Adara .
" Agar kamu tidak hamil " Adara mengaguk " Daddy tidak suka pakai sarung ,dan Daddy juga takut aku pakai Alat kontrasepsi jadi lebih baik begitu saja "Kini ke dua nya sudah saling bertatapan .
" Apa tidak bahaya " Adara menggeleng tidak tahu " Kan Daddy bisa tanya sama ayah Davin atau Alister dulu " Ujar Adara .
" apa kamu yakin " Adara mengaguk cepat " kehadiran mereka sudah lebih dari cukup " Ujar Adara .
" Pikirkan dulu ,aku tidak ingin kamu menyesalinya nanti,aku juga akan tanya ayah apa ada cara lain tanpa harus melakukan itu " Ujar Raymond .
" Ayo istirahat aku lelah " Lanjutnya lagi .
" Apa ada masalah di perusahaan " Raymond menggeleng " Aku hanya lelah ,apa karena aku sudah tua " Tanya Raymond .
" Iya " Adara menggeleng kan kepalanya " Maksudnya mungkin Daddy butuh waktu istirahat " Ralat Adara cepat apa lagi mata tajam itu sudah siap menerkam nya .
" Aku sudah tua " Adara menggeleng cepat " Daddy tidak tua hanya matang dan hot " Raymond menahan tangan Adara yang bermain di dadanya.
" Aku masih puasa ,jangan membuatku lupa diri jadi jangan memancing nya untuk bangun " Ujar Raymond tegas .
" Apa Amanda menyuruh Daddy puasa " Raymond menggeleng " Aku sendiri yang mau ,aku tidak ingin melihat kalian seperti tadi malam sebelum kandungan mu kuat , bahkan sampai kamu lahiran nanti " Adara menatap iba suaminya .
" Kan bisa pelan Dad " Raymond menggeleng " Kenyamanan kalian lebih penting dari nafsuku " Ujar Raymond .
" Jika aku yang minta gimana " Pancing Adara .
" Aku akan melayani mu tapi tidak sampai aku meledak " Jawab Raymond .
" Aku akan membantu Daddy nantinya " Raymond hanya tersenyum " Sudah ayo tidur kamu semakin cerewet " Adara memeluk kembali tubuh suaminya .
" Mommy " Adara menjawab nya sebagai anggukan kepala .
"Apa Edward nanti akan sama seperti ku " Adara mengaguk " Bukannya Daddy sudah tahu akhirnya " Tanya balik Adara .
" Apa dia mampu Mom " Tanya Raymond .
" bahkan dia lebih dari yang Daddy pikirkan ,aku melihat nya dia seperti Opa !! Dia banyak diam tapi semua dia melakukan dengan tindakan " Ujar Adara.
" Terus kamu akan mengatakan dia anak Opa " Tanya Raymond kesal .
" Bukannya pabriknya sama Dad " Tanya Adara .
" Sekalipun sama ,dia anakku !! Apa kamu tidak tahu bagaimana aku membuatmu mendesah hingga lutut ku sakit dan membuat mereka ada " Ucap Raymond emosi .
"Apa aku hanya pabrik, baby El juga terlihat seperti Queen ,tapi jika sudah bersuara dia seperti Raine " Raymond tertawa kecil " Mom mau taruhan " Ucap Raymond Tersenyum seketika dia memiliki ide gila .
" Taruhan apa " Tanya Adara .
" Jika mereka mirip dengan ku Gimana "
" Tidak ,mereka akan mirip dengan ku semuanya " Sanggah Adara cepat.
" Mau taruhan " Ulang Raymond Tersenyum .
" Kalau kamu memang ,aku memberikan tiga permintaan ,tapi jika aku yang menang aku hanya meminta satu permintaan " Ujar Adara .
" Daddy hanya 1 " Raymond mengaguk, Seketika wajah Adara Tersenyum senang .
Dia akan memakai itu sebagai obat aji mumpung nya .
Dan bersenang-senang sesuka nya nanti ,ah memikirkan saja dia tidak sanggup .
Apa lagi nanti jadi kenyataan !! Dan dia akan membuktikan itu dia anak² nya harus mirip dirinya.
" Deal " Ucap Adara tegas .
" Apa yang kamu inginkan " Adara menatap Raymond Tersenyum sambil memikirkan apa yang dia inginkan .
" Pertama " Adara menjada ucapan sebentar " Aku ingin pergi ke mana pun tanpa pengawal ,kedua aku ingin selama seminggu bersama Daddy layaknya orang pacaran ,ketiga bersama Abang tanpa Daddy dan istrinya " Ujar Adara Tersenyum menang .
" Kalau Daddy " Raymond mencium kepala Adara " Nanti juga kamu akan tahu ,ayo istirahat waktumu sudah terbuang banyak " Ujar Raymond.
" Daddy ....Sakit " Rengek Adara saat bahunya di gigit Raymond .
" pejamkan matamu " Adara pun menutup matanya sekalipun kesal .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Pagi harinya di meja makan itu sudah normal kembali seperti biasanya .
Di mana pria yang semalam berwajah datar kembali seperti biasanya ,mencium kedua anaknya , mommy Ellena ,Elvi serta Raine .
Melihat itu Daddy Radit dan Henry hanya bisa mengulum senyum nya .
" Za nanti telepon ayah ke sini iya bersama Alister " Ujar Raymond .
" Iya kak " Jawab Reza .
" Ada masalah son " Raymond menggeleng .
" Ada yang ingin aku tanyakan tentang Adara ," Kini semuanya menatap Adara .
" Apa kamu sakit " Adara menggeleng " Sehat Dad " Jawab Adara .
" Hanya konsultasi saja tidak ada yang serius " Ujar Raymond tenang .
" Makasih " Raymond hanya membalas nya dengan senyuman lalu mengambil sarapan nya sendiri .
" Kakak jadi menikah " Raymond menatap Riane .
" Iya " Jawab Raymond sambil menggaguk .
" Kaka serius " Raymond kembali mengaguk membuat Riane kaget .
Tapi tidak dengan yang lainnya serta balita yang sedang fokus pada makanan nya .
" Apa nanti kakak akan kuat, lutut kakak aman kan " Raymond hanya diam saja .
" Kaka ipar tidak marah " Adara menggeleng " apa Kaka ipar tidak bisa melayani Kaka Ray di atas ranjang "
PLak
" Aawwwwww " Elvi menatap tajam Riane membuat wanita itu tidak bisa protes , sedangkan Reza hanya terdiam dia sangat lelah .
Dan dia tidak ingin paginya buruk karena mulut istrinya toh ada Elvi yang mewakili nya .
" Bahkan mas Ray Tidak bisa mengimbangi ku saat di atas ranjang saat dia berada di bawahku dan itu membuat nya meledak berkali-kali apa lagi saat adiknya di isap Ssstttt pasti kamu tahu kan rasanya kaya apa " Raymond hanya tersenyum saja mendengar penjelasan Adara .
" Baby ,habiskan sarapanmu " Adara mengaguk saja .
" Jika kamu kembali bersuara ,aku akan membawa wanita untuk istri Reza mau " Ujar Daddy Radit tegas .
"Jangan ,enak saja !! Apa Opa tahu tiap malam Riane harus bekerja keras untuk membuat Kaka Reza puas " Uajr Riane kesal .
" Maka diam dan habiskan sarapanmu " Uajr Henry .
" Apa ada yang salah dengan ucapan ku " Gumam Raine sambil menatap sekitar meja makan .
Setelah selesai sarapan Raymond,Reza dan Riane berpamitan untuk bekerja .
Dan mereka mengantar ke tiganya hingga ke depan pintu utama.
" Ke taman boleh " Raymond hanya mengaguk saja .
CUP
" Jangan melakukan hal yang berat ,jika bosan minta anak² tidur bersama mu " Ujar Raymond .
" Iya hat² " Raymond mengagguk lalu mencium Adara kembali, lalu Twins,Elvi dan mommy Ellena.
Begitu juga Reza mencium Riane dan perutnya sebelum wanita itu masuk dalam mobil yang sudah di siapkan .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟