ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
mulai dari awal



Adara terbangun saat pukul 04.00 dia membuka matanya secara perlahan hal pertama yang di lihat banyaknya alat medis


apa aku di rumah sakit batin adara apa lagi mencium bau nya obat


Adara melihat ke arah bawah ternyata Raymond menggegam tangannya sehingga merasa kebas dengan lembut Adara mengelus kepala Raymond


hingga membuat Raymond bangun ,dengan cepat Adara menarik tangannya saat melihat ada pergerakan Raymond


" baby " Adara hanya tersenyum " mana yang sakit hm " tanyanya lembut


" aku baik² saja ,kenapa aku di rumah sakit " tanya adara lemah


" kamu di rumah ,di ruangan perawatan tadi kamu pingsan terus pendarahan " Adara melotot kan matanya lalu dia memegang perutnya


" mereka baik² saja, tapi salah satu dari mereka lemah jadi kamu harus istirahat dulu "lanjut nya lagi


" maaf ,sudah membuat mereka dalam bahaya " ujar Adara menangis , Raymond langsung memeluk nya


" ini bukan salahmu tapi salahku ,jangan menangis lagi maaf sudah membuatmu seperti ini " ujar Raymond lembut lalu menatap mata adara yang masih ada cairan bening


" jangan menangis " ujarnya sambil menghapus air matanya Adara lalu mencium mata indah itu


CUP


CUP


" mau makan " Adara menggeleng * tunggu aku panggil dulu Amanda iya " Adara langsung menahan tangan Raymond " tenang lah semua baik² saja " lanjutnya lalu mencium bibir Adara " tunggu iya " Adara mengaguk lemah


Raymond ke luar dari ruangan itu untuk memanggil Amanda tapi langkahnya terhenti saat melihat siapa yang tidur di sofa


" Amanda " gumam Raymond lalu mendekati Amanda di sofa


" Manda " panggil Raymond lembut


" Manda " Ray mengulang lagi hingga membangunkan seseorang yang tidur di sofa lain


" Kaka " Raymond menatap nya " apa Kaka ipar sudah bangun " tanya nya dengan suara khas baru bangun , Raymond mengaguk


" sayang bangun ,Kaka ipar sudah bangun " ucap rif'at dengan lembut


semalam mereka menyuruh Amanda untuk tidur di kamar saja tapi Amanda menolaknya sehingga mau tidak mau menemani sang kekasih


" Kaka " rengek manja Amanda karena merasa terganggu " Kaka ipar sudah sadar " Amanda langsung membuka matanya penuh " sudah sadar " rif'at mengaguk


"aku tunggu di dalam " ujar Raymond lalu meninggalkan sepasang kekasih itu


" sudah lama " rif'at menggeleng " belum Kaka baru saja ke luar " rif'at membantu Amanda bangun " cuci muka dulu " Amanda mengaguk


" Kaka balik ke kamar saja,mungkin aku lama di dalam " ucap Amanda


" iya " jawab rif'at


sedangkan dalam ruangan Raymond langsung menghampiri Adara


" setelah di periksa makan dulu iya "ucap Raymond lembut


" mau bubur ayam jangan ada ayamnya " Raymond mengaguk "tapi tidak boleh beli di luar " ujar Raymond


" iya " ujar Adara, Raymond mengelus perut Adara dengan lembut " jika ada papa katakan jangan di pendam ,maaf jika sikapku selama ini menyakiti mu " ucap Raymond menatap perut buncit Adara


" tidak papa ,harusnya saya yang minta maaf tidak bisa menjaga mereka dengan baik " Raymond menggeleng lalu menatap Adara " berjanji lah untuk selalu mengatakan apa yang sedang kamu pikirkan " Adara mengaguk


ceklek


" nanti lagi mesra²annya biarkan Amanda periksa dulu " ujar Amanda mendekati mereka


"gimana perasaan nya Kaka ipar apa ada yang membuat mu tidak nyaman " Adara menatap Raymond yang hanya tersenyum


" ti-dak ada ,hanya bisa di lepas yang ini " Amanda menggeleng " Kaka ipar harus di infus karena kandungan Kaka ipar tidak baik² saja dan kakak ipar masih harus di rawat " ujar Amanda


" tapi ....


" itu yang terbaik, sekarang aku dokter Kaka ipar jadi menurut lah" titah Amanda tegas ,Adara menunduk kepalanya " baiklah dan maaf untuk Semua nya " ucap Adara lirih


" iya Kaka ipar harus minta maaf " ucap Amanda tertawa kecil sambil memeriksa Adara


" nanti habis dulu cairan yang itu baru Amanda lepas infusnya ,tapi harus minum obat " Adara langsung menggeleng " di infus saja " putus Adara membuat Amanda tersenyum " baiklah,tapi tetap minum obat "ucap Amanda


" iya² maaf " ucap Raymond


" semuanya sudah baik² saja,tapi jangan mengulangi nya lagi !!" Adara mengaguk


" iya sudah aku ke luar dulu nanti jam 10 aku lakukan USG untuk melihat perkembangan nya " ucap Amanda lembut


" makasih nona Amanda " ucap Adara lembut


" tidak usah berterimakasih suami Kaka ipar membayarku mahal untuk ini " Raymond hanya tersenyum " nanti Reza yang urus " Manda mengaguk lalu ke luar dari ruangan itu


bohong jika dia baik² saja tapi dia harus terbiasa


apa lagi ada seseorang yang mencintai nya dengan tulus


" tunggu iya ,aku ke dapur "


" tidak bisa di telepon saja " ucap adara manja


" HP ku di kamar sejak semalam, tunggu sebentar saja iya " Adara mengaguk


" jangan berharap, agar kamu tidak kembali tersakiti " gumam Adara setelah kepergian Raymond


" makasih sudah bertahan,maafkan mommy sudah membuat kalian celaka maaf " ucap adara mengelus perut nya


ceklek


Adara menatap ke arah pintu seketika dia menyunggingkan senyumnya


" mommy,tuan " Elvi tersenyum " suami mu mana " tanya Elvi mendekati


" di dapur mom " Elvi menaikan alisnya " kamu ingin makan sesuatu " tanya Elvi


" mau makan Bubur ayam mom " ucap Adara


" iya sudah mommy ke dapur dulu iya " ucap Elvi ,


" iya mom " ujar Adara ,belum juga Elvi ke luar Raymond sudah masuk dalam ruangan


" mommy " Elvi membalikkan tubuhnya " dari dapur " Raymond mengaguk " Adara mau makan bubur ayam tapi tidak pakai ayam " ujar Raymond


" rasa apa itu " ucap Elvi lirih, Raymond hanya menaikan bahunya


" iya sudah kamu temani dulu istri mu ,nanti mommy yang buatkan " ucap Elvi


" makasih mom " Elvi mengaguk sambil mengelus punggung Raymond


" awas jika kamu mengulangi lagi, Daddy akan bawa dia pergi jauh darimu " ancam Henry menatap tajam Raymond


" iya dad " ucap Raymond menelan ludahnya kasar


" jangan hany iya² ,dan batalkan kontrak itu jika kamu tidak ingin kehilangan semua kekayaan mu " Raymond melotot kan matanya " shittt asisten sialan " umpat Raymond kesal


" jika opa dan Oma mu tau, habislah kamu " Raymond menelan ludahnya kasar lalu mengaguk


" temani dia "


" Adara Daddy " ucap Raymond kesal


" aku tidak peduli namanya siapa ,tidak penting bagi Daddy " Raymond mendengus kesal menatap kepergian Daddy dan Mommy nya


"tidur saja di kamar saya baik² saja " Raymond menggeleng


" ayo istirahat lagi " ucap Raymond


" di sini " Raymond menggeleng " kamu kesempitan, nanti infusnya lepas " adara menggeleng " bisa koh " ujarnya sambil memberikan tempat pada Raymond


" kamu yakin " adara mengaguk " baiklah ,tapi jika tidak nyaman bilang iya " adara mengaguk


Raymond naik ke atas tempat tidur dengan pelan ,lalu menarik Adara dalam pelukannya nya


" tidurlah ,buburmu masih lama jadinya " Adara mengaguk " terimakasih " Raymond hanya diam saja sambil mengelus punggung Adara dengan lembut


hingga dia pun ikut tertidur padahal sebentar lagi sudah jam 6 tapi mungkin karena nyaman akhirnya dia memutuskan untuk tidur menyusul adara