
Setelah kepergian Adrian ruangan itu menjadi tegang masing masing dengan pemikiran sendiri .
Apa benar aku hamil ?? Tapi bagaimana bisa ? Tapi apa pun itu terimakasih sudah hadir sebagai penguat mama sayang terimakasih Batin Riane sambil mengelus perut nya .
Lalu dia mengangkat wajahnya dan tidak sengaja tatapannya bertemu dengan Reza yang sejak tadi menatapnya .
Tapi dengan cepat Riane memutuskan tatapan itu lalu melihat Endang yang masih di samping nya .
" Apa meeting nya sudah lewat " Tanya Raine lirih ,Endang menggeleng
" Istirahat saja dulu nak, kamu masih lemah " Ucap Davin .
" Ayo kita ke luar dulu " Jose menepuk pundak Reza .
" Princess " Panggil Henry lirih .
" Maaf sudah merepotkan kalian " Ucap Raine Tersenyum sekalipun itu senyuman kekecewaan .
" Maaf saya harus kembali bekerja " Reza langsung mendekati Riane saat wanita sudah menurun kakinya .
Melihat Reza mendekat Endang langsung berdiri ke luar dari ruangan itu mungkin dia yang akan memimpin meeting kali ini .
" Kau masih lemah " Riane melepaskan tangan Reza " Saya baik² saja ,saya tidak akan membahayakan anakku sendiri "
" Anak kita " Tekan Reza kesal .
" Bukannya kalian tidak menganggap nya ?? "
"Princess jaga emosi mu kamu sedang hamil " Riane menarik napas panjang lalu di hembuskan secara perlahan " Maaf saya harus kembali bekerja " Riane memakai sepatu high heels nya tapi lagi-lagi Reza menahannya.
Tanpa mereka duga Henry langsung berlutut di depan Raine membuat yang ada di ruangan itu kaget .
" Maaf jika Daddy sudah menyakiti mu, Seharusnya Daddy tidak meragukan kehadirannya karena mommy kalian sudah mendidik kalian dengan baik dan tidak mungkin kalian melakukan hal serendah itu pada orang lain selain pasangan kalian ,maafkan Daddy " Raymond mendekati Henry .
"Daddy Jangan seperti ini " Raymond menatap adiknya dengan tatapan memohon " Dek ,Kaka mohon " Raymond membantu Henry berdiri begitu juga Jeje
" Apa kalian tahu apa yang aku lewati selama ini ?? Aku harus tetap hidup di saat orang tidak menginginkan aku ,di saat orang mengganggap ku orang lain Orang tua ,saudara , suami semuanya tidak ada yang peduli ,aku menghabiskan waktu ku hanya untuk bekerja dan berharap semuanya akan hilang Tapi saat aku kembali ke rumah besar itu semua yang aku lakukan percuma dan aku cuma berdoa semoga malam cepat berlalu sehingga aku keluar dari rumah itu "
" Aku memang berbeda seperti kata Kaka Ray, Kaka ipar tidak akan di sentuh oleh siapa pun saat dia memutuskan bersama nya !! Kaka Queen ,Kaka Ela , syahzani dan Amanda bahkan mereka pun tidak pernah dekat dengan pria seperti Raine yang bisa dekat dengan siapa saja termaksud pada Adrian ..."
" Sayang "
" Riane memang bersalah karena sudah memakai obat itu tapi bukan berarti Raine tidak ingin hamil ,bahkan Raine sangat menginginkan itu karena dengan begitu Kaka Reza akan bersamaku bahkan Riane harus merendahkan diri di depan nya untuk menarik simpatiknya , Kalian tahu kenapa Raine merelakan semuanya saat Kaka Reza memintanya karena aku yakin dengan apa yang aku lakukan ,tapi itu hanya dengannya Tidak dengan orang lain , Riane memakai itu hanya untuk kakak Queen ,Raine sadar semua orang sedang tidak baik² saja dan aku tidak ingin semuanya semakin rumit karena kehamilan Raine sehingga harus menikah di saat Kaka Queen sedang bersedih ." Riane menarik napas yang terasa semakin sesak .
" Bahkan kalian menanggap Raine wanita ...."
" Lepas " Bentak Riane yang sudah emosi .
" Sayang "
" Aku membenci kalian " Teriak Raine histeris sambil menarik rambutnya kasar
" Princess ,sayang, Raine " pekik mereka hampir bersamaan .
" Aku lelah, aku cape,aku ingin pergi jauh " Ujarnya lirih sambil menunduk .
" Sayang " Semua orang menatap ke arah pintu di mana sudah ada Elvi, Daddy Radit dan mommy Ellena.
Riane semakin menangis saat mendengar suara lembut itu memanggil .
" Ma-afkan mommy sayang, maafkan mommy " Raine Tidak bereaksi papa ,dia hanya mengepalkan tangannya kuat .
" Hei sayang jangan sakiti dirimu " Reza berusaha membuka tangan Riane karena tangannya sudah berubah warna .
" Riane anak mo.."
" AAAAAKKKKKKKHHHHH "
" Sayang ,jangan seperti ini kasian baby sayang " Ujar Reza serak menahan tangisannya ,Henry Elvi dan yang lainnya hanya bisa menangis dalam diam .
Iya mereka mengakui jika semua ini kesalahan mereka juga ,bukan hanya kesalahan Riane yang hanya karena dekat dengan teman prianya tapi mereka sendiri tidak pernah mendengar kan penjelasan Riane selama ini.
Sehingga wanita itu memilih diam seribu bahasa karena semua nya percuma menurutnya .
Dan yang lebih parah lagi mereka mendiamkan wanita itu bahkan suami nya pun begitu , sekali pun sesekali Reza memberikan perhatian kecil walau dengan aura dinginnya .
" Sayang Hei sayang jangan membuatku takut " Reza menepuk pipi Raine yang tiba² hilang kesadarannya .
" Raine hanya kelelahan, dia akan baik² saja biarkan dia istirahat, Lan tolong minta pihak kesehatan memberikan cairan infus dan selangnya semuanya " Alan langsung berlari ke luar ruangan itu .
" Maafkan Daddy princess maafkan Daddy " Henry menggegam tangan Riane yang sudah di baring kan kembali .
" Riane akan baik² saja " jose menepuk pundak Henry dengan pelan .
" Maaf jika mommy sudah menyakitimu maaf " Ujar Elvi yang duduk di samping Riane di atas tempat tidur sambil mengelus halus rambut wanita itu .
" Ini " Davin langsung menerima apa yang di berikan Alan " Hen " Henry pun berdiri memberi kan ruangan untuk Davin.
" Dad ,Henry gagal menjadi orang tua !! Henry sudah menyakiti princess " Henry menangis dalam pelukan Daddy Radit .
" Maaf ,Jose pamit ke luar sebentar Aqila menelpon "Daddy Radit dan mommy Ellena hanya mengangguk saja .
" Temani istri mu " Reza mengagguk " Ayo kita tunggu di luar saja " Ujar Davin .
Reza menatap perut rata Raine entahlah sejak kapan kecebong nya itu berkembang.
Tapi dia sangat bahagia sekali pun awalnya dia meragukan kehadiran nya .
" Sehat² bersama Mama iya ,maaf jika Papa menyakitimu dan meragukan kehadiran mu !! Papa minta maaf " Ujar reza sambil mengelus perut Raine .
"Jangan terlalu lama tidurnya ,maaf karena aku meragukan cintamu maaf kan aku " Ujar Reza sambil mengelus pipi Raine karena masih ada sisa air matanya lalu mencium kening wanita itu .
Sedangkan di luar ruangan Elvi masih saja menangis dalam pelukan Raymond .
" Maafkan mommy sayang ,maafkan mommy " Raymond hanya bisa memberikan usapan kecil sejak ke luar hanya itu yang di ucapkan Elvi .
" Aku tidak bisa menebak berapa usia kandungan Riane, Kita sudah tahu di awal kehamilan apa yang harus di hindari dan tidak jadi kita hanya bisa memberi kan pengertian aku yakin ini berat untuknya karena di mana semua orang meragukan kehamilan nya ' Henry menundukkan kepalanya .
" Semua akan baik-baik saja, jangan menyalahkan dirimu aku tau apa yang kamu takutkan dan khawatir kan " Ujar Davin lembut .
" Nanti aku minta Amanda untuk memeriksa Riane " Henry hanya menggaguk .
' Aqila kenapa nak " Tanya mommy Ellena saat melihat Jose kembali masuk dalam ruangan .
" Dia ingin ke sini tapi aku menyuruh nya ke rumah utama saja menunggu kita " Mommy Ellena hanya mengaguk saja .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*Maafkan author semalam Tidak up setelah kelonin anak ikut tertidur 🤭🤭😁🤭😁😁
Dukung* terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟