ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
ketemu Kaka ipar



" ingat saat sampai di sana jangan banyak bicara apa lagi bertanya " ujar Raymond


kini mereka sudah berada dalam mobil yang di mana Reza lah menjadi sopir dan rif'at duduk di samping kemudi sedang kan Raymond di belakang


" iya kak, aku hanya penasaran saja berarti selama Kaka bertunangan dengan kekasihku Kaka sudah menikah " Raymond berdecak kesal


" kekasih ?? apa dia sudah menerima mu " cibir Raymond


" iya aku sudah menikah seminggu sebelum bertunangan dengan KEKASIH mu itu " ucap Raymond menekan kata kekasih


" Kaka Rif sudah jadian sama Amanda " rif'at mengaguk cepat " tentunya kenapa kamu cemburu " tanya balik rif'at


" bahkan aku bersyukur ,karena nona Adara tidak tersakiti lagi " ucap Reza jujur


" jadi kau mengatakan kekasihku menyakiti istrinya Kaka Ray " tanya rif'at sedikit meninggi kan suaranya


" maaf kak bukan begitu, tapi Reza hanya bicara jujur "Raymond tertawa kecil " terserah kau za, kau akan selalu membela bos mu " ucap rif'at kesal


" tapi apa Kaka sudah pacaran sama Amanda " rif'at mengaguk tersenyum " apa Amanda mau " rif'at menatap Reza " apa maksud mu " bentak rif'at


" kan Kaka tau ,Amanda sukanya sama kaka Ray, bagaimana bisa dia bisa menerima Kaka sebagai pacarnya cepat sekali perasaan wanita berubah " ucap Reza bingung


" terserah kamu za ,aku malas bicara dengan mu " Raymond tertawa " apa kalian tidak lelah berdebat sejak tadi " ujar Raymond


" asistennya Kaka yang memulai " Reza hanya diam saja


" tunggu, bukan nya ini ke perusahaan " lanjutnya lagi setelah mendapat ke depan


" ingat jangan bnyak bicara diam dan tutup mulutmu " rif'at mengaguk patuh


tidka berselang lama mereka memasuki area apartemen dan Reza memarkir kan mobilnya


" aku penasaran dengan Kaka ipar ,dia pintar sekali bersembunyi " ujar rif'at saat sudah berada di luar


" nona tidak bersembunyi,bahkan nona sudah sering ketemu Amanda " rif'at membalikkan badannya " serius " Reza mengaguk


" apa Amanda tahu " mereka menggeleng " syukur lah " rif'at mengelus dadanya


" kalau tau memangnya kenapa " tanya Raymond menaikan alisnya " aku hanya tidak ingin dia semakin sakit karena Kaka " cibir rif'at kesal


" CK "


setelah itu mereka baik ke unit yang kini di tinggali Adara tida butuh berselang lama kini mereka sudah sampai di pintu apartemen


tong .... tong.....tong ...


anggap saja bunyi bell iya Thor !!!


ceklek


pintu apartemen terbuka dari dalam


"tuan "


" Adara mana " tanya Raymond pada rehan


" mas siapa " tanya Adara dari arah dapur lalu ke arah pintu


deg


Adara menegang kaku di tempatnya saat tahu siapa yang kini ada di depannya


Raymond mendekat ke arah Adara lalu mencium kening dan juga perut buncit Adara ,mungkin karena hamil kembar sehingga perut Adara terlihat hamil 4 bulan


CUP


CUP


rif'at melihat perlakuan lembut kakak nya melotot kan matanya bahkan rahangnya terbuka lebar


" Kaka tutup mulut nya " bisik Reza seakan seperti sihir rif'at menutup mulutnya


" kenapa kaget " tanya Raymond lembut sambil mengelus perut Adara


" ka-rena tuan datang ke sini tidak bilang " ujar Adara gugup


" sudah makan ? " Adara menggeleng " baru mau makan, tuan sudah makan ?" Raymond menggeleng


" kalau begitu kita makan sama² ,ayo asisten Reza .....


" dia adik kembar ku nama rif'at " Adara menatap Raymond " kembar " Raymond mengaguk


pantasan mirip batin Adara


" selamat malam Kaka ipar, salam kenal saya rif'at " ujar rif'at menunduk kepalanya


" ah iya, saya Adara tuan " rif'at memicing kan matanya menatap Raymond


" dia memanggil orang senyaman nya " ujar Raymond lalu menarik Adara ke meja makan tangannya tidak berhenti mengelus perut Adara


dan semua itu tidak lepas dari pandangan rif'at


seperti nya sebentar lagi kiamat !! God jangan dulu aku belum menikah dengan Amanda batin rif'at meringis


" tuan " Rosna langsung menunduk kepalanya, Raymond dan Reza hanya mengaguk saja sedangkan rif'at masih bengong karena ulah Raymond


"tuan mau makan apa " tanya Adara saat sudah sampai di meja makan


" apa saja " ucap Raymond ,Adara mulai melayani Raymond di meja makan seperti biasanya


" setelah ini kita bicara " Adara mengaguk sambil memisahkan ikan dengan tulang nya karena memang Adara membenci yang berbentuk ayam sehingga Rosna lebih sering memasak ikan dan daging


" sendok makanan mu Rif, apa kau akan kenyang hanya melihat istri ku " ucap Raymond menatap rif'at


" ah maaf Kaka " rif'at langsung menyendok makanan


Adara tersenyum saat Raymond memanggilnya istri untuk yang pertama kalinya


pantasan Kaka tidak tertarik dengan Amanda , istrinya cantik eh tidak² Amanda yang lebih cantik tapi benar Kaka ipar sangat cantik batin rif'at sambil menggeleng kan kepalanya


" rif'at " rif'at langsung makan saat mendengar teguran dingin sang kakak


" Rosna tolong ambilkan air untuk asisten Reza, dengan tuan rif'at iya " ujar adara lembut


" iya nyonya " Rosna lalu berdiri dari duduknya mengambil minuman untuk Reza dan rif'at


bahkan pelayan dan bodyguard nya saja makan di meja yang sama rif'at tidak henti² nya membantin dalam hatinya melihat perlakuan Adara


" kamu tidak makan " tanya Raymond lembut


" makan " ucap Adara lalu mengambil sepiring udang yang memang dia masak sendiri


" hanya itu " Adara mengaguk " nasi nya " Raymond menggeleng , Raymond hanya mengaguk saja mungkin memang orang hamil seperti itu


" mau " Adara menyodorkan udang yang sudah di kupas di depan mulut Raymond ,tanpa bertanya Raymond langsung memakan nya


uhuk .....uhuk.....


" rehan seret anak sialan itu ke luar dari apartemen ini " rif'at langsung melotot kan matanya


" maaf kak, iya² aku tidak ulangi lagi " ujar rif'at memelas


" minum tuan " rif'at mengaguk " makasih Kaka ipar " adara hanya tersenyum di panggil Kaka ipar bukan kha semua itu impian orang


kini di meja makan hanya ada keheningan semua orang fokus pada makanan nya


" kenapa udang nya kamu simpan di piring ku " tanya Raymond


" bukannya tuan menyukainya " tanya balik Adara


"isi dulu perutmu " Adara mengaguk tapi dia tetap mengupas udang untuk Raymond


setelah makan kini mereka Rosna membereskan meja makan di bantu rehan ,karena Raymond melarang Adara untuk ikut membersihkan nya


" nyonya " ujar rehan menyerahnya segelas susu dan vitamin nya ,Adara mengaguk


" kapan ke rumah sakit " tanya Raymond " besok atau lusa " Ujar Adara


" nanti aku temani " Adara menatap Raymond " Daddy tidak akan tahu " Adara mengaguk


" minumlah setelah itu kita bicara " Adara mengaguk " susunya nanti saja saya masih kenyang" ucap Adara


" iya senyaman nya saja, ayo " Raymond membawa Adara ke balkon yang dekat dengan ruangan tamu


"Reza !! apa itu kak Ray " Reza mengaguk " aku tidak pernah melihat nya seperti itu " ucap rif'at saat Raymond dan Adara sudah pergi


"Kaka memang sepeti itu ,kak Rif saja baru menyadari nya " rif'at menatap Reza kesal " iya kamu bela terus bos mu " ucap rif'at kesal


sedangkan di balkon kini Adara dan Raymond duduk saling menyamping


" besok kita ketemu Daddy sama mommy,pulang dari perusahaan aku jemput " Adara menggeleng dengan cepat


" why " tanya Raymond bingung " ta-kut " ucap Adara gugup


" laki² yang kamu lihat di depan tadi pacarnya Amanda ,lalu apa yang kamu takutnya " Adara melotot kan matanya


"mereka selingkuh " Raymond menggeleng " dia sudah lama menyukai Amanda hanya tidak berani bicara " ujar Raymond ,Adara mengaguk


"besok aku jemput setelah pulang kantor !! gimana apa mereka rewel " Adara menggeleng


" tapi kata rehan kamu sering terbangun larut malam untuk makan " Adara mengaguk


" saya juga bingung padahal sudah makan banyak saat malam hari " ucap Adara


Raymond berjongkok di depan Adara " hai ini Daddy maaf baru sempat ketemu kalian, besok kita ketemu opa sama Oma ,jangan takut Daddy akan bersama kalian " ujar Raymond lembut setelah itu dia mencium perut Adara


CUP


" apa bisa saya tetap tinggal di sini " tanya Adara gugup


" kenapa ?? kamu tidak nyaman di sana " Adara mengaguk


" nanti kita bicarakan iya, aku tidak mungkin melawan Daddy apa lagi mommy, sekalipun kami sering berdebat " Adara hanya diam saja


" apa yang kamu Takut kan " tanya Raymond lagi


" orang tua tuan dan yang lainnya " ujar Adara


" kamu percaya kan sama aku " Adara mengaguk " maka dari itu tidak usah taku " ucap Raymond


" tapi ...


" percaya sama saya, jika mereka menyentuh mu aku akan membawamu pergi jauh dari mereka " ucap Raymond tegas


setelah berbicara beberapa saat kini mereka sudah masuk kembali bergabung bersama rif'at dan Reza di ruangan tamu sedangkan Rosna dan rehan memilih menjauh dari mereka


" gimana kabarnya nona Adara " tanya Reza tersenyum


" baik asisten Reza " ucap Adara lembut


" Kaka ipar tidak tanyakan kabarku " ujar rif'at


eh !! Adara menatap Raymond


" maaf gimana kabarnya tuan rif'at " tanya Adara


" panggil rif'at saja ,karena kamu istri dari kakakku jadi pangkat mu lebih tinggi dari ku sekalipun dari segi umur aku yakin kamu di bawah Amanda " ujar rif'at


" boleh " adara meminta persetujuan pada Raymond " senyaman mu saja " ujar nya


" baiklah, mau bermalam di sini " Raymond menggeleng


" aku harus balik,tidak papa kan " Adara mengaguk karena memang dia sudah terbiasa sendiri sekalipun ada rehan dan Rosna


" kenapa Kaka tidak tidur di sini " tanya rif'at


" belum saatnya " ujar Raymond


"kalau begitu kami balik dulu iya ,kamu langsung istirahat minum susunya " Adara mengaguk


" hati² " Raymond mengaguk


" Daddy balik dulu iya ,besok Daddy jemput ketemu opa sama Oma ,i love you " ucap Raymond di depan perut Adara lalu mencium perut dan kening Adara


CUP


CUP


rif'at hanya bisa menggeleng dia menyadarkan diri nya bahwa ini bukan mimpi


bahkan dia sesekali menampar lembut pipinya untuk meyakinkan dirinya


" ini bukan mimpi " bisik Reza , rif'at mengaguk setuju


" nona Adara kami pulang dulu iya " Adara mengaguk


" Kaka ipar aku pulang dulu, besok aku tunggu di rumah iya " Adara hanya tersenyum


" aku antar " Raymond hanya mengaguk " langsung istirahat iya " ucap Raymond sebelum dia ke luar


" iya " ucap Adara


setelah pintu tertutup rapat ,Adara kembali ke dapur mengambil susunya ,yang ternyata di sana ada Rosna dan rehan


" kalian belum tidur " tanya Adara


" belum nyonya "ujar mereka berdua


" istirahat lah, saya juga sudah mau ke kamar " ucap Adara


" oya nyonya ,selamat malam " Adara hanya mengangguk