
Sesuai janjinya Daniel pulang lebih cepat hari ini bahkan dia membatalkan rapat setelah berbicara pada Naufal sang bos sekaligus sahabat nya .
Setelah mendapat kan izin tanpa membuang waktu Daniel langsung pulang ke rumahnya .
Tapi terlebih dahulu dia singgah di sebuh toko kue kesukaan ibu nya untuk membeli kan Adara tapi entahlah dia hanya memilihnya karena lucu saja
Lalu dia kembali melajukan mobilnya membela jalan raya hingga akhirnya sampai di rumah nya .
" Adek mana Bu " Tanya Daniel saat dia sudah berada di dapur karena memang ini sudah waktunya jam makan siang .
" Abang " Daniel tersenyum saat melihat adara ke luar sambil membawa gelas jus .
" ah ini Daniel bawa kue ,Daniel tidak tahu harus beli apa " Ujar Daniel sambil membuka kotak kue yang dia bawa .
" Buat Adara " Daniel menatap Adara " adek suka " Adara mengaguk cepat.
Untuk pertama kalinya Daniel memanggil nya adek dan itu membuat perasaan nya semakin bahagia .
" Boleh aku simpan " Daniel menaikan alisnya sebelah begitu juga kedua orang nya .
" Kenapa di simpan ,jika masih ingin aku akan membelikan nya " Adara menggeleng cepat " Aku hanya ingin menyimpan nya saja ,karena ini pemberian Abang yang pertama " Bolehkan Daniel menangis .
Sesak di dadanya terasa sakit mendengar ucapan Adara, dia selama ini tumbuh dan makan dengan enak sedangkan Adara !!
Entahlah apa yang di makan nya ??
" Ayo kalau begitu makan dulu,nanti suamimu marah karena ini sudah waktunya makan siang " Adara langsung duduk di kursi nya di samping Daniel .
Mereka makan siang penuh dengan canda tawa, Adara melihat itu mengembangkan senyum manisnya .
Terimakasih tuhan ,aku masih di beri kesempatan bersama mereka ini hadiah yang sangat luar biasa untuk ku batin Adara dalam hati .
"makanannya tidak enak " Tanya Daniel saat melihat adara hanya terdiam .
"Ti-dak " Ujar Adara terbata .
" Mau makan yang lain nak " Adara hanya menggeleng .
" Adara hanya bahagia karena bisa berkumpul bersama kalian " Daniel langsung memeluk Adara dengan erat saat melihat wanita itu mulai menangis.
" maafkan kami terlambat,maaf katakan apapun yang kamu inginkan Abang akan mengabulkannya " Ujar Daniel serak sambil mengelus punggung Adara yang bergetar
Adit dan Marni ikut memeluk ke dua anaknya dengan sayang .
" Maaf kan Papa nak, karena kesalahan Papa kamu melewati semuanya sendiri ,maafkan Papa " Ujar Adit berkaca-kaca,Adara hanya mengaguk saja .
" maafkan kami meninggalkan mu sendirian disini, maafkan kami " Ujar Marni sesegukan .
" Adara hanya bahagia saja ,karena akhirnya aku mempunyai keluarga sesungguhnya" Ujar Adara dalam pelukan Daniel .
Hingga mereka tidak sadar akan kedatangan Raymond suami Adara .
" Baby " Daniel langsung melepaskan pelukannya begitu juga mertuanya .
" Kenapa hm " Tanya nya dengan lembut saat sudah di dekat Adara .
" Adara bahagia " Raymond hanya tersenyum sambil berjongkok di depan duduk Adara setelah Daniel berpindah tempat .
" Kenapa harus menangis jika bahagia " Ujar Raymond sambil menghapus air mata istrinya .
" Sudah jangan nangis lagi, Sudah makan " Ujar Raymond lalu berdiri memeluk istrinya .
" Belum "Cicit Adara , Raymond menatap makanan Adara yang belum sama sekali tersentuh .
" Iya sudah sini aku suapin " Adara mengaguk .
" Biar Mama saja nak, kamu makan saja " Ujar Marni lembut .
" Tidak usah Ma ,Adara akan mual jika bukan aku yang suapi " Ujar Raymond sambil menyerahkan sesendok Makanan yang lengkap dengan lauk pauknya .
Orang tua Adara dan Daniel saling melirik bingung .
Adara sendiri juga bingung padahal kini dia sudah melewati masa mual dan muntah tapi jika tentang yang ini dia tidak akan bisa melakukan sendiri .
" Kenapa pulang " Tanya Adara sambil mengunyah makanan nya .
" Kunyah dengan benar " Adara mengaguk patuh .
" Abang kapan nikah "
Uhuk ....uhuk ...
Daniel langsung menyambar gelas yang ada di dekat nya lalu di minum hingga tandas .
" Apa pertanyaan ku salah " Raymond menggeleng cepat " tidak salah " Ujarnya lembut .
" Belum ketemu yang cocok " Ujar Daniel setelah tenang .
" Itu teman Queen " Orang tua mereka hanya sesekali melirik Kaka adik itu .
Rasa canggung di antara mereka mencair begitu saja dan itu membuat mereka bahagia .
" Hanya teman " Ujar Daniel .
" Honey ,apa jika aku punya teman laki² bisa seperti Abang "
Hei Adara pertanyaan apa itu ,itu sama saja kau membangun kan singa yang kelaparan .
" Apa jika aku punya teman wanita bisa seperti Abang mu " Adara menggeleng cepat .
" Makanya jangan bertanya jika kamu tahu jawabannya nya " Ujar Raymond tegas .
" Berarti mereka bukan teman " Raymond hanya menaikan bahunya tanda tidak tahu .
"Abang " Daniel menghela napasnya panjang .
Seperti nya mimpi nya selama ini tidak sesuai .
Dimana dia ingin menghabiskan waktu bersama adiknya seperti di film² .
Tapi nyatanya adiknya sangat cerewet .
" makan " Titah Raymond,Adara mengaguk tidak kembali bertanya pada Daniel.
" hm Tuan " Raymond menatap Daniel .
" Boleh saya ajak Adara jalan² " Tanya Daniel gugup, soalnya di depannya ini bukan orang sembarangan sekalipun dia adik iparnya .
" Jangan lewat dari jam pulang kantor kalian akan di ikuti pengawal " Ujar Raymond sebelum akhirnya meninggal rumah orang tua istri nya .
" Terimakasih tuan " Raymond hanya mengangguk saja lalu masuk dalam mobil .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Kau senang " Adara mengaguk kepalanya .
Kini mereka sudah berada di kamar setelah membersihkan diri setelah tadi bercerita bersama keluarga Raymond .
" Sekalipun dia Kakakmu jangan melewati batas " Adara paham apa yang di maksud suaminya .
" Iya maaf " Uang adara lalu duduk di pangkuan suaminya .
" Ini HPmu " Adara langsung mengambil benda yang sudah lama dia rindukan itu .
Tapi tunggu , Adara membolak-balik kan HP yang di berikan suaminya .
" Ini mahal ' Ujar Adara menatap Raymond .
" Uangku banyak ,gunakan itu untuk bahagiakan dirimu ,kamu mau beli apa ,beli saja mobil rumah atau apa beli saja mall pun jika kamu mau beli " Ujar Raymond
" Apa aku boleh beli panti asuhan " Tanya Adara bercanda .
" Reza akan mengurusnya nya " Adara langsung menggeleng cepat seperti anak kecil.
" jangan² ,aku hanya bercanda " Ujar Adara panik .
" Kalaupun serius kenapa tidak " Ujar Raymond tenang .
" Hm hm kalau menyumbang untuk panti asuhan ibu boleh " Tanya Adara dengan gugup .
" Bukannya aku sudah bilang ?? lakukan apa yang membuat mu bahagia ,tapi ingat setiap langkah mu pengawal bersama mu dan mereka akan melaporkan apa pun yang kamu lakukan " Adara mengaguk patuh .
" Boleh aku bertanya ?? tapi aku mohon jangan marah " Ujar Adara sedikit terbata .
" Tergantung "
" Katakan saja " Lanjutnya lagi .
" hebm di mana Sisil " Tanya Adara tanpa berani menatap suaminya .
" Kau merindukan nya " Adara menggeleng .
" Sekarang aku sudah bahagia bersama suamiku ,calon anakku dan keluarga ku, apa bisa jangan lagi menghukum mereka ?? Aku sudah memaafkan mereka itu sudah berlalu jadi lupa kan kejadian itu , apa bisa " Tanya Adara lembut.
" Satu yang harus kamu ingat jika suami mu ini bukan malaikat atau peri yang gampang memaafkan seperti mu ,siapa pun yang menyentuh keluarga ku apa lagi itu kamu ,mereka tidak akan bisa hidup dengan tenang bahkan hanya untuk bernafas pun mereka enggan " Ujar Raymond tegas .
" Iya aku tahu tapi biarkan mereka melanjutkan hidupnya sendiri ,tidak perlu di sini Terserah mau di kota atau negara mana saja , bagaimana pun mereka selalu ada buatku sekalipun pada akhirnya mereka mengkhianati ku tapi aku tidak menyesal karena adanya itu aku bisa bersama mu dan bertemu keluarga ku " Ujar Adara memberikan penjelasan
" Kamu tahu bukan jika aku tidak suka penolakan dalam bentuk apa pun ,jadi urung kan niatmu untuk terus membujukku "
Adara sudah sudah duga akan seperti ini ,tapi setidaknya dia sudah berusaha .
" Jangan memikirkan yang tidak penting , lakukan saja yang membuatmu bahagia dan lahirkan anak² ku " Ujar Raymond .
" Ayo istirahat ,aku harus menyelesaikan pekerjaan ku " Lanjutnya lagi .
" Apa tidak bisa jika di rumah istirahat saja , maksudnya jangan terlalu fokus pada kerjaan,kamu butuh istirahat jika di perusahaan begitu ,di rumah juga begitu kapan kamu istirahat nya " Ujar Adara sebelum Raymond ke luar .
" Ini terkahir, istirahat lah aku tidak lama " Umur Raymond
" iya " Ujar Adara .
" Ke ruangan kerja " Titah Raymond entahlah pada siapa .
Tidak berselang lama orang yang di hubungi datang .
" Iya tuan " Ujar Rehan dan Morgan
" Bawa mereka kembali berkerja di perusahaan " Titah Raymond
" Tapi tuan
" Tidak perlu khawatir ,semuanya akan baik² saja " Potong Raymond sebelum Morgan melanjutkan ucapannya .
" Baik tuan " Ujar mereka bersamaan .
" Itu saja " Ujar Raymond tapi sebelum benar² keluar di membalikkan badannya menatap kedua orang itu .
" libur selama seminggu dan kembali bersama mereka " Rehan dan Morgan langsung mengangkat kepala mereka dengan cepat .
" Australia " Ujar Rehan
"deal " Ujar Raymond
" Boleh bawa
" Bawa saja jika kamu ingin , sekalian bawa Rosna dia sudah berkerja keras menjaga istri ku " Ujar Raymond .
" Terimakasih tuan " Raymond hanya pergi begitu saja .
Sedangkan Rehan dan Morgan jangan di tanya bahagianya mereka seperti apa .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Siapa yang mau ikut liburan sama mas Rehan dan mas Morgan .
Siapkan pakaian terbaik nya .
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😚