Murderer & Love

Murderer & Love
Chapter 93 - Guru James



Setelah waktu yang tidak diketahui, bel akhirnya berbunyi, menunjukkan jam pelajaran telah dimulai. Semua siswa memasuki kelas mereka masing-masing.


Di dalam kelas 1-1 juga terlihat ramai siswa yang saling mengobrol sambil menunggu kedatangan guru. Mereka semua tampak bersemangat, terutama parpara gadis. Guru yang mereka tunggu merupakan guru baru dan guru baru ini merupakan pria, yang dirumorkan memiliki wajah tampan.


Karena itu, para gadis cukup bersemangat.


Setelah menunggu sebentar, seorang pria tinggi berusia sekitat empat puluh lebih memasuki kelas 1-1. Pria ini memiliki wajah yang cukup tampan. Jika dibandingkan William, dia masih kalah dengan pemuda itu. Ketampanannya berada satu tingkat di bawah William.


Namun, melihat aura dewasanya, itu menjadi poin tambahan untuk guru baru ini.


Para gadis segera berteriak kegirangan ketika mendapati guru baru tampan seperti ini. Mereka segera menjadi bersemangat.


Guru baru itu tersenyum lembut ketika mendengar teriakan para gadis. Dia sudah mendengar itu berulang kali saat menuju kemari, jadi dia sudah terbiasa.


Teriakan para gadis semakin kencang melihat senyuman guru baru. Para pria yang mendengar teriakan para gadis merasa risih, menggerutu dan mengutuk guru baru itu karena menyebabkan keributan.


"Pak Guru! Siapa namamu? Bisakah kita bertukar kontak?"


"Pak Guru! Apakah bapak sudah menikah? Aku siap menjadi istri bapak! Bahkan menjadi yang kedua atau ketiga pun tidak masalah!"


"Pak Guru! Aku ingin les private denganmu! Ajari aku banyak hal yang tidak kuketahui!"


Para gadis dengan wajah merah aneh mereka berteriak dan melontarkan ribuan pertanyaan pada guru baru itu.


Guru baru itu tersenyum masam. Dia bahkan belum sampai di mejanya.


Meletakkan barang-barangnya di meja, guru baru tampan itu kemudian menuju papan tulis dan menuliskan namanya.


"Baiklah, anak-anak. Perkenalkan, nama saya adalah James. Saya guru baru yang akan mengajarkan fisika pada kalian semua. Jika ada pertanyaan lain, silakan bertanya. Mari kita saling mengenal sebelum memulai pelajaran."


Guru James tersenyum lembut setelah dia menuliskan namanya di papan tulis.


"Guru James, apakah Guru sudah menikah?" Salah seorang gadis bertanya lagi.


"Menikah, ya? Ya, saya sudah pernah menikah, tapi sayangnya rumah tangga saya tidak berjalan lancar."


"Guru James, sudah berapa lama Guru menjadi guru fisika?"


"Sekitar hampir dua puluh tahun."


"Ah! Guru James, bolehkah aku menjadi istrimu?"


"Itu... Mungkin itu bisa kita bicarakan saat kamu sudah lulus nanti." Guru James tersenyum masam.


Gadis yang bertanya tentang menjadi istri tadi segera berteriak dengan kencang, wajahnya merona dan dipenuhi kebahagian.


Setelah kurang lebih lima belas menita tanya-jawab, Guru James mengambil absen dan memanggil nama setiap murid yang ada, berusaha mengenali mereka satu per satu.


"Baiklah, absen ketiga belas, Arya...?"


Guru James terdengar agak terkejut dan bingung ketika dia mengabsen siswa absen ketiga belas.


Mengangkat kepalanya, dia melihat seluruh siswanya.


"Siapa di sini yang bernama Arya? Bisakah kamu tunjuk tangan?"


Guru James berkata, tapi tidak ada tanggapan dari Arya.


Arya, yang sedang melamun itu tersadar dan menoleh ke Guru James. Di kelas 1-1, hanya dia yang bernama Arya, jadi jika ada yang memanggilnya di kelas ini, maka itu pasti dia.


Menatap Guru James, ekspresi Arya acuh tak acuh, sementara ekspresi Guru James tampak terkejut, matanya melebar ketika dia menatap Arya dari atas hingga bawah.


'Ini... Itu bukan benar-benar anak Vicky, kan? Dia sangat mirip dengan Arya anak Vicky. Jika itu memang anaknya, bukankah ini berita bagus? Aku bisa melampiaskan dendamku pada Vicky! Bocah, maaf tapi karena kesalahan ayahmu, aku harus membuatmu malu demi balas dendam!' Guru James berpikir demikian.


"Arya, benar? Boleh saya bertanya padamu, apakah ayahmu bernama Vicky dan dia adalah seorang polisi?"


Arya segera mengerutkan dahinya dengan curiga ketika mendengar ini. Dia menatap Guru James dari atas hingga bawah. Jika Guru James mengetahui nama ayahnya, maka kemungkinan dia adalah teman dari ayahnya.


Tapi, Arya tidak ingat ayahnya memiliki teman seperti Guru James.


Mengabaikan pikirannya, Arya berkata.


"Ya, Vicky adalah nama ayahku dan dia seorang polisi. Apakah kau mengenalnya?"


"Oh, tentu saja. Aku mengenal baik ayahmu. Dia seorang polisi dengan jabatan tinggi. Dia juga memiliki seorang istri bernama Alice yang sangat cantik. Benar begitu, Arya?"


Guru James menunjukan senyum aneh, membuat Arya semakin mengerutkan dahinya. Dia memiliki firasat buruk tentang ini.


Jika Guru James mengenal Alice, maka dia kemungkinan mengetahui rahasia terbesar ayahnya, yaitu Vicky yang memiliki dua orang istri, Alice dan Rosa sebagai ibu Arya.


Lucy yang mendengar Guru James juga mengerutkan dahinya dan ekspresinya terlihat curiga. Dia teman masa kecil Arya, jadi dia tentu mengetahui hampir semua rahasia keluarga Arya.


Kembali pada Arya, dia menajamkan tatapannya.


"Kau mungkin salah mengira, tapi Alice adalah mantan istri ayahku. Istrinya yang sekarang bernama Rosa, ibuku."


"Oh, benarkah? Seingatku Rosa adalah istri keduanya. Jadi, bukankah itu berarti ayahmu memiliki dua orang istri?"


Guru James berkata, suara terdengar jelas hingga setiap sudut kelas. Para siswa yang mendengar ini terkejut, saling memandang dan berbisik.


Lucy terkejut dan matanya melebar, dia segera menatap Arya dengan cemas dan khawatir. Apa yang disebutkan Guru James adalah rahasia terbesar Arya, jadi itu sangat sensitif bagi pemuda itu.


Lylia juga terkejut mendengar ini, menatap Arya seolah-olah meminta jawaban.


"Apa ini? Ayah Arya memiliki dua orang istri?"


"Apakah itu benar? Siapa sebenarnya Guru James, kenapa dia bisa tahu hal semacam ini?"


"Tunggu! Mungkinkah salah satu istri ayah Arya itu adalah mantan istri Guru James?! Jika benar begitu, bukankah ayah Arya merebut istri Guru James?!"


Ketika kata-kata ini jatuh, setiap siswa segera mengalihkan pandangan mereka pada Arya.


Arya diam namun matanya menatap Guru James, penuh kebencian. Tangannya yang besar juga terkepal erat hingga mengeluarkan bunyi.


Guru James benar, ayahnya memang memiliki dua orang istri. Tapi ibu Arya, Rosa, telah bercerai dari Vicky sejak lama. Meski begitu, tetap memalukan baginya jika ada seseorang yang membocorkan rahasia keluarganya.


"Baiklah, cukup. Meski ayah Arya yang bernama Vicky itu memiliki dua istri, dia sudah bercerai dengan salah satunya."


Guru James berkata, membuat para siswa agak terdiam.


"Tapi, para siswa sekalian, apakah kalian penasaran tentang siapa Arya? Mungkinkah dia anak dari istri pertama, atau anak dari istri kedua? Ayo tebak."


Guru tidak berhenti, mengeluarkan senyum licik ketika matanya menyapu seluruh siswa.