
Dulu, ketika Arya dan Lucy masih duduk di bangku SMP, Arya pernah salah paham dengan Lucy.
Karena kesalahpahaman itu, Arya memusuhi Lucy secara sepihak dan jarak antara keduanya menjadi semakin jauh seiring berjalannya waktu.
Karena dia memusuhi Lucy, Arya secara alami tidak ingin berada di dekat Lucy dan selalu bersikap dingin padanya. Namun, saat dia memusuhi Lucy, dia pernah berpacaran dengan dua orang sebelum dia berbaikan dengan Lucy.
Kekasih pertama Arya bernama Lylia.
Lylia adalah seorang gadis muda yang Arya kenal saat dia tahun pertama SMA. Pada saat itu, dia adalah gadis paling cantik di SMA Daeil dan kecantikannya tidak ada yang bisa melawannya. Bahkan kecantikan Lucy berada satu tingkat di bawahnya.
Selain itu, Lylia merupakan anak dari seorang CEO kaya yang memiliki perusahaan ternama dan memiliki banyak cabang di berbagai negara. Secara alami, dia adalah gadis paling cantik dan paling kaya di SMA Daeil.
Selain cantik, Lylia memiliki ciri khas tersendiri, yaitu rambutnya berwarna putih keperakan. Lekuk tubuhnya juga sangat bagus dan ideal dengan pinggang ramping serta lengan dan kakinya yang ramping dan mulus seperti sutra.
Lylia memiliki sosok luar biasa yang bisa membuat iri wanita mana saja.
Selain itu, wajahnya terlihat halus dan penampilannya yang cantik itu membuatnya menjadi idaman seluruh pria muda di SMA Daeil. Tapi meski begitu, hatinya telah didapatkan oleh Arya.
Tapi, apakah hubungan Lylia dengan Arya berjalan dengan baik? Jawabannya adalah tidak.
Hubungan keduanya bisa dibilang cukup buruk, dimana Arya menjalin hubungan dengan Lylia karena uangnya. Dia memanfaatkan uang Lylia untuk berbagai macam kebutuhannya.
Contoh paling mudahnya adalah belati yang Arya miliki. Belati tersebut dia beli secara ilegal melalui online dan semua biayanya ditanggung oleh Lylia.
Pada saat Arya membeli belatinya, dia masih tahun pertama SMA dan dia tidak memiliki uang sama sekali untuk membelinya.
Dan pada saat Arya sedang membutuhkan uang, datang seorang gadis bernama Lylia yang jatuh cinta padanya.
Oleh karena itu, Arya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan segera menjadikan gadis itu pacarnya.
Sebagai pacar Arya, Lylia yang baru pertama kali pacaran berusaha sebaik mungkin untuk menuruti permintaan Arya. Jadi, ketika pemuda itu datang padanya untuk meminjam uang, dia tidak ragu untuk memberinya beberapa juta.
Adapun perasaan Arya, dia hanya mencintai uang Lylia, bukan Lylia.
Arya dan Lylia menjalin hubungan tidak terlalu lama, hanya sekitar empat bulan.
Hubungan keduanya berakhir karena Lylia harus pindah sebab pekerjaan ayahnya.
Sekitar satu bulan sebelum Lylia pindah, Arya mulai jatuh cinta pada gadis itu tanpa dia sadari.
Tapi, semuanya sudah terlambat. Ketika waktunya tiba, Lylia benar-benar pindah jauh dan keduanya putus, menyebabkan Arya menyesal dan mengira kalau semuanya adalah karmanya karena memanfaatkan seorang gadis kecil demi uang.
Kekasih kedua Arya sendiri bernama Friska.
Dia merupakan wanita paling cantik ketiga di SMA Daeil.
Friska sendiri merupakan wanita yang tegas. Dia memiliki lekuk tubuh yang ideal dan cukup seksi.
Hubungan Friska dengan Arya berjalan cukup baik karena mereka menjalani hubungan selama tujuh hingga delapan bulan.
Namun, dalam masa tujuh bulan ini, baik Arya maupun Friska pacaran secara sembunyi-sembunyi. Jika mereka berdua ketahuan pacaran oleh pihak sekolah, maka keduanya akan mendapat masalah rumit dan hubungan keduanya kemungkinan besar hancur.
Arya yang menjadi pacar Friska sangat senang dan bahagia. Dia menjalin hubungan dengan wanita tersebut murni karena cinta tanpa nengharapkan apapun.
Tapi sayangnya, cintanya berakhir seketika saat Friska tiba-tiba meninggalkannya tanpa mengatakan apapun padanya. Dia tidak memberi Arya alasan apapun dan pergi begitu saja.
Saat Arya bertanya pada para guru tentang ke mana perginya Friska, semua guru menjawab kalau Friska sudah pindah. Adapun alasannya, para guru tidak memberitahunya.
Berbeda dengan Lylia yang memberitahu ke mana dia akan pindah, Friska justru pindah secara tiba-tiba tanpa menberitahu Arya ke mana dia pindah.
Arya yang masih mencintai Friska menjadi patah hati untuk kedua kalinya. Dia berpikir bahwa dirinya mungkin bukanlah sosok kekasih yang baik dan tidak bisa diandalkan, makanya dia ditinggalkan.
Selain itu, Friska pergi tanpa mengatakan perpisahannya, membuat Arya frustasi.
Kepergian Friska membuat Arya benar-benar sedih. Dia mengurung diri di kamarnya selama lebih dari satu minggu dan absen sekolah
Tapi setelah itu, Arya perlahan mulai merelakan kepergian Friskan dan rasa cintanya pada wanita tersebut perlahan luntur sampai akhirnya benar-benar hilang.
Satu bulan setelah kepergian Friska, Arya yang salah paham pada Lucy akhirnya bisa menyelesaikan kesalahpahamannya itu dan keduanya berbaikan dan hubungan keduanya perlahan menjadi lebih dekat seperti dulu sebelum adanya kesalahpahaman.
Meski begitu, saat mereka berdua berbaikan, Arya bilang pada Lucy kalau dia mungkin tidak bisa menjadikan gadis itu sebagai kekasihnya karena dia masih memiliki rasa takut kehilangan, yang membuatnya trauma.
Lucy sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut karena pada saat itu, dia sangat bahagia karena bisa berbaikan dengan Arya.
Dia tidak terlalu memikirkan untuk pacaran dengan Arya karena dia terlalu bahagia saat itu. Baginya, yang terpenting saat itu adalah bisa berbaikan dengan Arya dan menjalani kehidupan sehari-harinya bersama Arya lagi.
*****
"Tolong berikan aku waktu untuk memikirkannya."
Ketika Arya berkata demikian, Lucy terkejut dan air mata menetes di pipinya.
Arya juga memiliki ekspresi bermasalah dan dia pergi keluar dari kamar Lucy dan langsung berjongkok di depan pintu ketika pintu sudah tertutup.
Arya mengacak-acak rambutnya karena merasa frustasi. Dia memiliki sorot mata sedih.
Dari balik pintu, Arya yang berjongkok itu mendengar suara tangisan Lucy. Dia langsung merasakan sesak dan sakit pada dadanya.
Arya mengutuk dirinya sendiri karena tidak bisa menjadi lebih gentle untuk melupakan trauma kehilangannya.
"Apa yang baru saja aku katakan padanya? Kenapa aku mengatakan hal semacam itu pada Lucy? Sial, semuanya akan menjadi lebih mudah jika aku mengungkapkan perasaanku padanya dan dia akan menjadi kekasihku! Tapi kenapa, kenapa bayang-bayang Lylia dan Kak Friska masih saja menghantuiku?"
Arya bergumam dengan sedih. Dia mengingat kembali wajah dua orang yang pernah menjadi kekasihnya itu, membuatnya merasa sangat tidak nyaman.
Menghela nafas panjang, Arya perlahan berdiri dan dia segera menuju garasi untuk mengambil motornya dan pergi mencari angin segar sambil menjernihkan pikirannya.
*****
Ketika Arya pergi meninggalkannya, Lucy segera menangis. Dia merasa bahwa Arya tidak mencintainya, makanya pemuda tersebut tidak mau menjadikannya kekasihnya dengan alasan trauma.
Lucy sangat ingin menampar dan memukul Arya jika pemuda itu kembali nanti.
Dia dan Arya sudah melakukan banyak hal, jadi ketika Lucy meminta kejelasan tentang hubungan mereka yang tidak jelas ini, dia sangat berharap pada Arya.
Tapi tampaknya harapannya itu terlalu besar sehingga menciptapan rasa kecewa yang sama besarnya.
"Kenapa? Kenapa dia malah pergi tanpa mencoba menenangkanku?"
"Apakah salah jika aku meminta kejelasan tentang hubungan kita? Aku dan Arya sudah pernah ciuman dan semacamnya, jadi kenapa dia tetap menganggapku teman? Kenapa dia sangat bajingan di saat seperti ini?"
Lucy menangis tersedu-sedu sambil mengutuk Arya.
Dia berhenti menangis setelah sepuluh menit berlalu.
Menyeka air matanya, Lucy terisak sekali dan pergk untuk bercermin di kaca yang ada di lemarinya.
Lucy menghela nafas pasrah ketika dia melihat matanya yang merah dan sembab. Rambutnya juga berantakan dan ekspresi wajahnya terlihat tidak nyaman untuk dilihat.
Setelah merapikan rambutnya, Lucy kembali membaringkan tubuhnya di kasur sambil memeluk guling. Dia sudah lebih tenang setelah menangis cukup lama dan mengutuk Arya beberapa kali tadi.
Kini, yang dia inginkan adalah Arya segera kembali agar dia bisa menamparnya dan mengutuknya lagi.
Menghela nafas pelan, Lucy memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur.
Mengingat apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Arya membuatnya lelah dan kepalanya jadi sakit. Oleh karena itu, dia lebih memilih untuk tidur sambil berharap ketika dia membuka matanya nanti, Arya sudah berada di sebelahnya sambil memeluknya.