
Dua minggu kemudian, Niko yang awalnya merupakan siswa rajin dan disiplin tiba-tiba menjadi jarang masuk kelas dan selalu absen selama beberapa hari.
Alasan yang diberikan Niko pada guru ketika dia absen selama beberapa hari adalah dia sedang sakit, jadi para guru tidak mencurigainya.
Di sebuah gang yang sempit dan gelap, tampak lebih dari selusin pemuda sedang berkumpul di sana sambil mengobrol.
Salah seorang pemuda di sana, yang tampaknya merupakan seorang pemimpin dari selusin orang itu duduk di sebuah bangku manusia.
Ya, bangku manusia itu adalah Niko. Dia berada dalam posisi seperti sedang seperti sedang push up tapi kakinya berlutut sementara tangannya menopang tubuhnya.
Di atas tubuhnya, Roy sedang duduk dan mengobrol sambil tertawa ketika candaan dibagikan dengan riang.
Seperti yang terlihat, Niko benar-benar menjadi pesuruh setia Roy yang mau melakukan apapun yang diperintahkan Roy. Bahkan ketika dia di suruh menjadi bangku manusia, dia melakukannya tanpa banyak alasan.
Ini merupakan perjanjiannya dengan Roy. Dia berjanji akan melakukan apapun yang diperintahkannya. Tapi sebagai gantinya, dia meminta Roy untuk tidak menggangu Arya.
Sudah dua minggu dia melakukan hal semacam ini. Dan dalam dua minggu ini, dia setidaknya sudah dihajar tiga kali hingga babak belur karena gagal memenuhi perintah Roy.
Saat ini, ketika dia sedang menjadi bangku manusia untuk Roy, tangannya gemetar karena sudah tidak kuat menopang tubuh Roy.
Akhirnya, dia terjatuh. Ini membuat Roy terkejut dan ikut terjatuh juga.
"Sial, kau membuatku jatuh!"
Roy memukul kepala Niko dengan kesal.
"Karena kau gagal memenuhi perintahku dan malah membuatku jatuh, kau harus disiplinkan."
Roy menyeringai jahat lalu memerintahkan beberapa orang dari kelompoknya untuk menghajar Niko.
Niko, yang masih merasakan gemetar di tangannya terkejut. Dia yakin kalau dirinya akan babak belur lagi.
Sebelumnya, Roy menyuruhnya untuk menjadi bangku manusia selama dua puluh menit, tapi belum mencapai sepuluh menit, dia sudah terjatuh karena tidak kuat.
Pada akhirnya, dia gagal memenuhi perintah Roy dan akan dihajar lagi.
Setelah mendengar perintah Roy, selusin orang dikelompoknya segera maju dan menghajar Niko.
Baik Niko dan Roy terkejut dengan ini. Mereka tidak menyangka kalau semuanya akan maju hanya untuk menghajar seseorang yang lemah seperti Niko.
Namun, Roy tidak peduli. Dia malah senang karena Niko dihajar oleh selusin anak buahnya.
Niko langsung gemetar ketakutan dan melarikan diri, tapi seperti yang diharapkan. Dia gagal dan ditangkap lalu dipukuli oleh selusin orang.
Dia berteriak meminta ampun dan menangis dengan keras, tapi siapa yang akan mendengarkannya?
*****
Di rumah sakit, Niko terbaring di kasurnya dengan tubuh lemah dan penuh luka dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Di sebelahnya, tampak Yuki sedang menangis sedih melihat keadaan anaknya yang babak belur. Dia merasa aneh selama dua minggu ini. Masalahnya adalah anaknya sudah masuk rumah sakit sebanyak empat kali dengan masalah yang sama, semuanya karena babak belur.
Dia sudah menanyakan alasan mengapa Niko bisa berakhir seperti ini, tapi yang terakhir hanya diam dan tidak menjawab sama sekali.
Yuki sudah beberapa kali ke sekolah untuk meminta konfirmasi tapi yang mengejutkannya adalah bahwa Niko sering tidak masuk kelas dan membolos entah ke mana.
Dia tidak menyangka hal ini karena sepengetahuannya, Niko adalah anak yang rajin dan disiplin. Jadi ketika mendapati kabar ini, dia sangat terkejut dan menanyakan alasan mengapa Niko membolos tapi sama seperti sebelumnya, dia tidak mendapat jawaban sama sekali.
Dia mulai curiga dengan ini. Dia takut anaknya terlibat dengan beberapa orang jahat dan diperas atau semacamnya.
Beberapa hari kemudian, Niko keluar dari rumah sakit tapi dia tidak masuk sekolah karena dia masih perlu merawat diri agar benar-benar pulih seperti sedia kala.
*****
Di dalam kelas, terlihat Arya sedang mengerutkan dahinya dengan dalam. Dia bertanya-tanya, ke mana perginya Niko?
Sudah lebih dari dua minggu Niko jarang masuk kelas dan membolos entah ke mana. Ini membuatnya heran dan sedikit curiga kalau semuanya berhubungan dengan Roy.
Niko merupakan salah target Roy dan kelompoknya, jadi tidak menutup kemungkinan kalau dia terlibat lagi dengan mereka.
Dia adalah orang yang paling paham dengan kekuatannya sendiri. Selain itu, dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang akan selalu bertindak kejam pada targetnya.
Ini adalah fakta yang dia rahasiakan dari seluruh orang yang dia kenal. Jika ada yang mengetahui kalau dia adalah seorang pembunuh, maka orang yang mengetahuinya itu adalah orang terpercayanya.
Dia sudah mulai menjadi seorang pembunuh sejak tahun lalu, yaitu saat dia masih di tahun pertama SMA.
Pada akhirnya, Arya berniat untuk berkunjung ke rumah Niko untuk memastikan keadaannya.
*****
Saat ini, di depan rumah berlantai dua yang tampak sederhana namun mewah, tampak seorang pemuda sedang berdiri dengan wajah sedikit bingung.
Ya, dia adalah Arya.
Dia sudah tiba di rumah Niko sekitar sepuluh menit yang lalu dan selama sepuluh menit, dia sudah menekan bel rumah Niko berkali-kali tapi tidak ada yang menanggapinya. Ini membuatnya mengira kalau Niko dan keluarganya sedang pergi berlibur atau semacamnya.
"Mungkin besok saja aku ke sini lagi."
Arya bergumam pelan lalu berbalik.
Ketika berbalik, dia terkejut karena tidak jauh darinya tampak seorang wanita berusia dua puluhan sedang berdiri dengan membawa tas belanjaan di tangannya. Wanita tersebut menatap Arya dengan sedikit terkejut.
Arya agak terpesona dengan kecantikan wanita ini. Dia terlihat cantik dengan aura dewasa serta lekuk tubuhnya juga sesuai dengan seleranya.
"Apakah kamu temannya Niko?" Wanita tersebut bertanya.
Ketika mendengar ini, Arya yang terkejut akhirnya kembali ke akal sehatnya dan segera menjawab.
"Ya, aku temannya Niko. Bolehkah aku tahu, apakah Niko ada di rumah atau tidak?" Arya berdeham pelan.
Arya lalu tersenyum lembut, mencoba bersikap ramah. Dia sangat yakin kalau wanita dihadapannya ini adalah kakak dari Niko. Juga, meski dia sudah memiliki seseorang yang dia cintai, tidak masalah baginya untuk mengagumi kecantikan yang ada selama tidak berlebihan.
"Maaf karena membuatmu menunggu. Masuklah, Niko ada di dalam."
Wanita tersebut tersenyum masam dan segera melewati Arya, membuka pintu dan mempersilahkan Arya masuk.
Mengucapkan permisi, Arya masuk dan melepas sepatunya sebelum menuju ruang keluarga. Di sana, dia dengan ramah disambut oleh wanita sebelumnya.
Wanita tersebut menyuruhnya untuk duduk di sofa sambil menunggu dirinya membuatkan teh untuk Arya.
Arya pun dengan patuh duduk dan menunggu. Dia melihat sekeliling dengan rasa ingin tahu.
Rumah Niko cukup mewah dan luas di dalam. Dia melihat banyak ruangan dan dapurnyan juga terlihat minimalis namun manis. Ini membuatnya memiliki sedikit inspirasi tentang bagaimana rumahnya di masa depan.
"Maaf membuatmu menunggu. Ini, silahkan dinikmati."
Wanita tadi yang sudah selesai membuatkan Arya teh datang menghampirinya. Dia memberikannya dua cangkir teh dan sepiring camilan.
Arya kembali ke akalnya, mendapat kesadarannya dan tersenyum. Dia sebagai seorang tamu jelas menerima teh tersebut dengan sopan.
Kemudian, wanita tersebut duduk di hadapan Arya dan menanyakannya beberapa pertanyaan sebagai basa-basi. Lagi pula, Niko saat ini tidak terlihat dimana pun, jadi dia mau tak mau meladeni wanita di hadapannya sambil menunggu Niko.
"Siapa namamu? Aku baru pertama kali melihatmu."
"Kau bisa memanggilku Arya, Kak. Aku berteman cukup baik dengan Niko."
Arya memperkenalkan dirinya dengan sopan sambil tersenyum ringan. Seperti yang dia duga sebelumnya, wanita dihadapannya pasti kakak Niko. Ini dapat dilihat dari tampilannya yang masih muda.
Mendengar Arya memanggilnya 'Kak', wajah wanita tersebut langsung berubah hitam seakan awan mendung menutupi wajahnya.
Arya mau tak mau terkejut melihat ini, takut dia salah ucap.
"Maaf mengecewakanmu, tapi tolong jangan memanggilku kakak. Aku adalah ibu Niko, kau tahu?"
Wanita tersebut tersenyum namun tidak dengan tatapan matanya.