Murderer & Love

Murderer & Love
Chapter 163 - Syukurlah Aku Berhasil Menyelamatkanmu



"Kau baik-baik saja, Arya?"


Ketika semua penculik itu sudah ditangkap dan dibereskan, Luois menghampiri Arya, namun pemuda tersebut mengabaikannya begitu saja.


Pemuda itu melewatinya dan berjalan menuju ke arah para gadis yang ditahan. Dia berjalan terhuyung-huyung.


Ketika melihat Lucy yang diikat tangan da kakinya itu gemetar, Arya merasa sangat menyesal dan bersalah. Jika bukan karena ajakannya untuk pergi keluar untuk mencari angin segar, penculikan ini pasti tidak akan terjadi.


Berlutut, Arya melepas semua ikat tangan dan kaki Lucy.


Lucy yang merasakan tangan dan kakinya bebas perlahan membuka matanya yang berkaca-kaca.


"Arya, kamu..."


Lucy tidak bisa menahan keterkejutannya saat dia melihat Arya. Wajahnya segera jadi pucat pasi.


Bagaimana Lucy tidak terkejut, ketika melihat kekasihnya terluka dan berdarah deras di bagian bahu kanan dan pinggangnya. Wajah Arya juga sangat pucat dan matanya yang kosong itu benar-benar membuat Lucy panik.


Lucy tadi sempat mendengar baku tembak berulang kali, selalu mengkhawatirkan Arya, takut kekasihnya tertembak. Namun, sepertinya itu benar-benar terjadi.


Menahan rasa sakit yang luar biasa, Arya mengulurkan tangannya dan mengusap pipi Lucy dengan lembut menggunakan tangannya yang berlumur darah, membuat pipi putih Lucy memiliki noda merah.


Arya tersenyum tipis padanya dan berkata.


"Syukurlah aku berhasil menyelamatkanmu... Jangan khawatir, aku hanya menderita luka kecil... Besok pagi juga pasti sembuh..."


Setelah mengatakan itu, Arya terjatuh ke dalam pelukan Lucy, kehilangan kesadaran sepenuhnya.


Lucy tertegun, lalu segera berteriak sekencang mungkin.


"Arya! Arya, bangun! Jangan bercanda, ini tidak lucu!"


Air mata sebesar biji jagung menetes deras dari pipi Lucy. Kekasihnya terbaring lemah dalam pelukannya, dia takut kehilangan Arya untuk selamanya.


"Hei, medis! Ada yang terluka di sini!"


Luois segera memerintah, menunjuk dua orang tim medis dari tim bodyguard-nya untuk memberi pengobatan pada Arya. Dua orang medis segera memeriksa luka Arya dan mereka mengerutkan dahi mereka.


"Tolong... Kumohon, selamatkan Arya! Tolong pastikan dia selamat, apapun yang terjadi!"


Lucy terisak ketika dia memohon pada dua tim medis.


Salah seorang medis menjelaskan, membuat Lucy membeku dan kehilangan kesadaran seketika. Mendengar Arya mendapat tembakan dan peluru bersarang dalam bahunya, itu adalah berita terburuk kedua yang Lucy dapatkan setelah kematian orang tuanya.


Melihat jika Lucy kehilangan kesadarannya, dua rekan medis itu menghela napas dan memanggil rekannya yang lain untuk memindahkan Lucy ke tempat yang lebih aman dan nyaman.


Setelah itu, Luois mengambil alih komando dan memerintahkan semua rekannya untuk membebaskan para gadis yang diculik. Semua gadis-gadis ini kemudian dibawa masuk ke dalam mobil untuk dikembalikan ke orang tua mereka nantinya. Untuk saat ini, Luois dan rekan-rekannya perlu menangani trauma yang dialami para gadis ini.


Setelah semuanya mulai tenang, Luois menuju mobil tempat Arya berada.


Melihat kondisi Arya, Luois menghela napas lega. Dia bisa melihat jika Arya sudah bernapas dengan normal dan wajahnya mulai memiliki warna yang seharusnya. Arya mungkin hanya tertidur karena lelah.


Mengalihkan pandangannya pada gadis yang sedang memangku Arya yang tertidur, Luois memberikan senyum tipis sambil berkata.


"Nona, tenang saja. Kekasihmu mungkin hanya kelelahan dan tertidur sekarang. Dia akan bangun sebentar lagi, percayalah padaku."


Mendengar itu, Lucy yang menatap Arya perlahan mengangkat kepalanya dan menatap Luois, menyeka matanya yang sembab dan merah karena menangis tanpa henti.


Mengangguk ringan, Lucy tidak mengatakan apapun dan menatap Arya lagi, mengelus pipinya sambil berdoa dalam hati, meminta agar Arya segera bangun dan tidak mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.


Kembali pada Luois, dia kembali pada rekan-rekannya.


"Luois, bagaimana keadaan Putri? Apakah ada cedera atau luka?" Seseorang bertanya tentang keadaan Putri Inggris.


"Putri baik-baik. Dia hanya mengalami syok dan trauma. Selain itu, Putri tidak mengalami cedera apapun."


Louis menjelaskan, merasa lega. Ketika dia menyelamatkan Putri Inggris tadi, Putri Inggris terlihat baik-baik saja dan hanya mengalami trauma.


"Senang mendengarnya. Oh, ya ngomong-ngomobg, bagaimana keadaan bocah yang tertembak tadi?" Orang tadi kini bertanya tentang Arya.


"Dia baik-baik saja. Luka tusukannya tidak dalam dan luka tembaknya tidak mengancam nyawanya." Kata Luois.


"Oh, syukurlah. Tapi siapa sebenarnya dia, Luois? Bagaimana dia bisa ada di sini?"


"Bocah itu bernama Arya. Dia datang ke sini untuk menyelamatkan kekasihnya. Tapi karena aku bertemu dengannya, aku mengajaknya bekerja sama karena kami memiliki tujuan yang sama. Kemampuan bertarungnya cukup hebat, tapi dia terlalu kejam untuk anak seusianya. Dia bahkan membunuh tanpa berkedip!"


Louis menjelaskan, membuat rekannya terkejut. Dia tidak menyangka kalau pemuda yang diselamatkannya tadi ternyata ahli bertarung dan membunuh. Awalnya dia mengira kalau Arya adalah salah satu korban penculikan yang berhasil melepaskan diri dan melawan.


"Baiklah, mari kita kembalikan gadis-gadis yang diculik ini dan kembali ke Inggris." Louis berkata, kemudian berbalik.


Namun tiba-tiba, seseorang datang dan memberi laporan yang mengejutkan.