Murderer & Love

Murderer & Love
Chapter 36 - Alice



Flashback - On.


Vicky, dia merupakan seorang pria berusia lima puluh tiga tahun dengan tubuh tinggi dan besar serta wajah yang cukup tampan. Dia merupakan seorang polisi dengan jabatan yang tinggi dalam kepolisian. Oleh sebab itu, dia disegani oleh orang disekitarnya dan dia memiliki cukup banyak kekuasaan. Kekuasaanya tentu saja dia gunakan untuk kebaikan, namun juga dia manfaatkan.


Para polisi sebenarnya bukanlah orang-orang yang berkerja dengan sepenuh hati. Mereka sebenarnya tidak jauh berbeda dari para penjahat. Otak para polisi sama halnya dengan otak para mafia, dipenuhi kelicikan.


Dengan kekuasaan yang dimilikinya, Vicky tentu melakukan beberapa bisnis.


Karena kekuasaannya, Vicky memiliki banyak teman yang menghormatinya. Namun, jika ada mereka yang menghormatinya, maka ada juga yang menjilatnya, berharap mendapat keuntungan dari pujian yang mereka lontarkan padanya.


Karena kekuasaanya juga, Vicky menjadi seorang yang sombong dan haus akan pujian. Dia selalu senang jika mendapat pujian dari orang-orang di sekitarnya.


Pada suatu hari, dia menikah dengan seorang wanita bernama Alice.


Dia dan Alice menikah, menjalani kehidupan yang bahagia dan memiliki dua orang anak gadis yang cantik nan manis.


Namun, memiliki istri serta dua orang anak gadis, apakah Vicky puas akan hal itu? Jawabannya adalah tidak.


Dia tidak puas hanya dengan semua yang dia miliki saat ini. Dia menginginkan lebih dan sebagai hasilnya, dia menikah lagi tanpa sepengetahuan istrinya, Alice.


Vicky melakukan poligami ketika anak gadis pertamanya berusia lima tahun.


Adapun nama dari istri keduanya, dia bernama Rosa dan wanita yang menjadi istri kedua Vicky ini merupakan ibu dari Arya.


Pada awalnya, Rosa tidak mengetahui jika dia adalah istri kedua Vicky.


Selama mereka menikah, mereka menjalani kehidupan damai dan bahagia. Rosa bahkan sudah mengandung dan ketika diperiksakan ke dokter, dia ternyata mengandung bayi laki-laki.


Tapi, sayangnya, kedamaian dan kebahagiaan itu hancur suatu hari kemudian.


Semuanya terjadi karena fakta jika Rosa merupakan istri kedua terungkap.


Rosa yang mengetahui fakta ini sangat terkejut, dia mengalami kesedihan dan kemarahan di saat yang sama. Dia bertengkar dengan Vicky selama lebih dari seminggu.


Vicky tentunya berusaha menjelaskan dan membujuk Rosa sebaik mungkin.


Rosa tidak mendengarkan dan hanya melampiaskan kemarahannya, tapi ketika dia mengingat anak yang sedang dikandungnya, yang sebentar lagi lahir, dia menenangkan dirinya dan merenung.


Dia sangat ingin bercerai dari Vicky, karena tidak terima menjadi istri kedua. Tapi, jika dia benar-benar melakukan itu, maka ketika putranya lahir nanti, anaknya itu tidak akan mendapat kasih sayang seorang ayah.


Pada akhirnya, Rosa terbujuk oleh Vicky dan menerima kenyataan jika dia adalah istri kedua. Semua dia lakukan demi anak yang sedang dia kandung.


Ketika putra mereka lahir, Rosa sangat bahagia. Dia kini akhirnya bisa melihat wajah dari anak yang dia kandung selama sembilan bulan ini. Putranya begitu tampan dengan mata hitam dan rambut hitam yang indah. Dia menamainya Arya.


Satu bulan setelah Arya lahir, Vicky sebagai seorang ayah yang seharusnya merawat Arya bersama dengan Rosa, justru menghilang tanpa kabar selama dua tahun penuh.


Selama periode ini, Rosa merawat Arya seorang diri. Dia sangat marah pada Vicky. Bukan hanya dia menjadi istri kedua, tapi bahkan ketika putranya sudah lahir, sang ayah malah menghilang. Suaminya itu bahkan tidak memberinya uang sedikitpun sebelum menghilang!


Di sisi lain, Vicky yang menghilang itu sebenarnya mendapat masalah. Istri pertamanya, Alice, ternyata mengetahui jika dia menikah lagi tanpa sepengetahuannya. Karena itu, Alice sangat marah padanya.


Mereka bertengkar hebat, lebih parah dari pada saat Vicky bertengkar dengan Rosa.


Alice yang sangat marah itu mengancam dengan berani. Dia mengatakan jika Vicky tidak menceraikan Rosa, maka dia sendiri yang akan membunuh Rosa dan Arya, menggunakan tangannya sendiri.


Vicky terdiam dengan ancaman Alice. Bukan karena dia takut, tapi karena dia yakin jika istri pertamanya ini akan melakukan apa yang dia katakan. Dia sangat memahami kepribadian istrinya. Jika Alice sudah berkata A, maka dia akan melakukan A.


Dua tahun kemudian, Vicky yang selama ini selalu bersama Alice akhirnya kembali pada Rosa. Dia bersama Alice selama dua tahun ini untuk menyakinkan Alice jika dia sudah benar-benar bercerai dari Rosa.


Setelah kembali, Vicky mengunjungi rumah Rosa. Dia mengetuk pintu beberapa kali dan akhirnya dibukakan pintu oleh seorang wanita, yang tidak lain adalah Rosa.


Namun, bukan pelukan hangat yang dia dapat, melainkan puluhan bogem mentah dari istri keduanya itu.


Tentu saja, ditinggalkan setelah melahirkan membuatnya sangat menderita dan sedih. Selama dua tahun penuh dia harus merawat dan membesarkan Arya seorang diri. Semua ini melelahkan baginya, baik fisik ataupun mentalnya mengalami kelelahan yang luar biasa.


Setelah pertengkaran suami istri yang cukup lama, Vicky akhirnya bisa membujuk dan memberikan alasan yang bagus pada Rosa, sehingga wanita tersebut berhasil dia tenangkan meski dia babak belur.


Setelah itu, Vicky mengajak Rosa pindah, dari kota Bern pergi ke kota Century.


Rosa sempat bertanya, kenapa kita harus pindah?


Vicky pun menjawab dengan jujur, jika lebih baik tinggal jauh dari Alice. Bagaimanapun, dia hanya menipu Alice tentang perceraiannya dengan Rosa. Dia yakin jika suatu saat, dia pasti akan ketahuan lagi.


Bagaimanapun, Rosa dan Alice berada di kota yang sama. Rumah mereka hanya berjarak satu jam perjalanan.


Oleh karena itu, Vicky lebih memilih pindah ke kota Century, karena jarak perjalanan menuju kota Century dari kota Bern adalah tiga jam lebih perjalanan.


Rosa awalnya menolak karena kota Bern merupakan tempat kelahirannya. Tapi setelah bujukan dari Vicky, dia menurut.


Ketika pindah ke kota Century, Arya yang berusia dua tahun lebih itu akhirnya bertemu dengan seorang anak perempuan seusianya, Lucy.


*****


Jauh dari kota Bern berarti jauh dari Alice.


Semuanya berjalan dengan damai dan Vicky merasa tenang mengetahui semuanya sesuai rencananya.


Namun, di suatu malam, kedamaian yang Vikcy rencanakan lenyap ketika Vicky bersama keluarganya sedang makan malam bersama, seorang wanita tiba-tiba datang ke rumahnya dan membuat keributan.


Wanita itu tidak lain adalah Alice.


Dia datang sesaat setelah mengetahui kepindahan Rosa dan dia menjadi sangat marah saat tahu Vicky masih dekat dengan Rosa. Dia bahkan tidak menceraikannya dan malah menipunya dengan surat cerai palsu!


Sebelumnya, Alice yang sangat marah itu meminta Vicky menceraikan Rosa, jika tidak maka dia akan membunuh Rosa beserta Arya. Ketika dia tahu Vicky menurut, dia tentu puas dengan keputusan suaminya itu. Namun, dia tidak sangka jika dia sebenarnya sedang ditipu.


Apalagi, selama dua tahun ini Vicky selalu bersamanya, jadi dia sangat yakin jika suaminya itu telah menceraikan Rosa.


Namun tiba-tiba, dia mendapat fakta dari sahabatnya jika sebenarnya dia ditipu Vicky dan suaminya itu masih memiliki hubungan dengan Rosa, bahkan mengajaknya pindah ke kota Century.


Alice sangat marah. Dia segera bergegas ke kota Century bersama sahabatnya itu, menemui Vicky dan Rosa. Tujuannya jelas, dia akan melabrak Rosa.


Makan malam keluarga beranggota tiga orang itu harusnya dipenuhi canda tawa, tapi karena kedatangan Alice, semuanya berubah menjadi pertengkaran.


Alice yang marah itu memaki Rosa puluhan kali dan Rosa, sebagai seseorang yang dimaki, melawan dan membalas setiap ucapan Alice.


Apa yang paling membuat Rosa kesal adalah dia dipanggil 'Pelakor' oleh Alice padahal dirinya tidak mengetahui bahwa Vicky sudah menikah dan memiliki anak. Dia hanya korban dari Vicky, jadi bagaimana bisa dia dipanggil Pelakor, jika dirinya saja tidak mengetahui bahwa dia adalah istri kedua? Dia hanya korban di sini.


Vicky merasa sangat sakit kepala ketika kedua istrinya saling bertengkar. Dia merasa kepalanya akan meledak karena setiap umpatan yang dikeluarkan keduanya.


Adapun Arya, yang dia bisa lakukan hanyalah menangis melihat ibunya bertengkar dengan seorang wanita yang tidak dia kenali.