
"Luois, para polisi datang dan menghadang kita. Mereka datang bersama para orang tua korban penculikan dan mereka meminta anak-anak yang diculik diserahkan. Selain itu, mereka juga meminta untuk menginvestigasi tempat ini dan menanyakan para pelaku penculikan. Bagaimana menurutmu, Luois? Apa yang sebaiknya kita lakukan?"
Seorang pria tinggi melaporkan. Seperti yang dia katakan, para polisi datang. Mereka meminta kerja sama untuk menginvestigasi sekitar pelabuhan dan menanyakan berapa banyak korban dan berapa banyak pelaku. Selain itu, para pihak kepolisian menghadang dan tidak mengizinkan Luois dan para rekannya meninggalkan pelabuhan sebelum semua selesai diinvestigasi.
Mendengar itu, Luois sedikit mengerutkan dahinya. Ekspresi berpikir terlihat di wajahnya. Setelah beberapa saat, dia berkata.
"Baiklah, biarkan aku menemui mereka. Kita harus memberikan mereka sedikit penjelasan dan jika mereka bertanya tentang pelaku penculikan, kita hanya perlu membuat alasan."
Luois mengangguk, kemudian menyuruh orang yang melapor tadi membawanya pada para polisi. Adapun para rekannya, beberapa mengikutinya sementara beberapa melakukan tugasnya masing-masing.
Ketika Luois tiba di tempat para pihak kepolisian, dia bisa melihat jika para gadis yang diculik sebagai besar sudah menemui orang tua mereka dan saling berpelukan. Ini membuatnya lega, karena para gadis ini masih bisa bertemu dengan orang tua mereka.
Melihat dari kejauhan, seorang pria yang tampak lebih dari empat puluh tahun datang menghampiri Luois, lengkap dengan pakaian dinas kepolisiannya beserta beberapa anggota polisi lainnya.
Melihat itu, Luois tahu jika pria ini merupakan kepala kepolisian setempat dan merupakan orang yang memimpin penyelidikan tentang penculikan ini. Dia segera memasang ekspresi serius.
"Selamat malam, Tuan. Kami dari pihak kepolisian kota Vant. Kami mendapat banyak laporan jika terjadi banyak penculikan anak dan setelah kami melacak ponsel salah satu korban, kami menemukan jika lokasi penculikan berada di sini. Bisakah kami tahu, siapa kalian ini? Kami telah bertanya pada korban penculikan, tapi mereka menjawab jika mereka tidak tahu. Jika bisa, tolong tunjukkan kartu identitas kalian."
Kepala Kepolisian berkata dengan sopan, memasang ekspresi serius. Bahasa yang dia gunakan menyesuaikan dengan bahasa Luois.
Luois diam sejenak, kemudian menjelaskan.
"Menjawab pertanyaanmu, kami merupakan bodyguard Putri Inggris. Kami adalah pengawal pribadinya."
Mendengar Luois, Kepala Kepolisian itu mengerutkan dahinya. Dia jelas tidak mempercayai ucapan orang asing begitu saja.
"Bisa tolong tunjukkan kartu identitas kalian? Jika kalian memang benar pengawal pribadi Putri Inggris, seharusnya kalian memiliki identitas khusus, benar?"
Tanpa mengatakan banyak hal, Luois merogoh saku jasnya dan mengeluarkan kartu identitasnya serta beberapa hal lainnya sebagai bukti.
Melihat hal itu, Kepala Kepolisian menerima dan memeriksanya, hanya untuk terkejut dan terdiam. Ternyata orang-orang ini benar-benar pengawal pribadi Putri Inggris.
Dia tidak menyangka hal ini. Jika Putri Inggris datang, itu seharusnya masuk dalam berita. Namun, karena Putri Inggris datang tanpa diketahui oleh siapapun, maka itu pasti kunjungan tidak resmi dari pihak Inggris.
"Putri Inggris berhasil diculik semua karena kelalaianku. Aku langsung melacak keberadaan Putri Inggris menggunakan GPS yang ada di handphonenya dan menemukan lokasinya berada di pelabuhan ini. Awalnya aku berniat menyelamatkan Putri Inggris saja, tapi aku tidak menyangka jika penculikan ini melibatkan banyak orang."
Luois menjelaskan semuanya, mengatakan beberapa alasan yang masuk akal dan menutupi beberapa hal yang tidak perlu disebutkan agar tidak menimbulkan masalah tidak berarti.
Mendengar semua penjelasan Luois, Kepala Kepolisian merasa pusing karena mendapat banyaknya informasi tidak terduga. Dia meminta waktu sejenak pada Luois untuk menenangkan diri dan mengolah semua informasi yang dia dapat.
Setelah beberapa saat, Kepala Kepolisian akhirnya mendapat sedikit ketenangannya dan menghela napas panjang.
"Baiklah, saya paham semua yang terjadi. Tentang Putri Inggris, bagaimana keadaannya sekarang? Saya harap beliau tidak terluka atau semacamnya."
"Tenang saja, Putri baik-baik saja. Dia tidak mengalami luka fisik, namun sepertinya penculikan ini sedikit menyebabkan trauma untuknya."
Kepala Kepolisian mengangguk mendengar ini. Jika Putri Inggris mengalami luka fisik dan berita ini menyebar, negaranya mungkin akan mengalami kesialan.
"Baiklah, terima kasih atas penjelasan yang Anda berikan. Kini beberapa tim kami akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Kami menerima banyak laporan dari orang tua yang kehilangan putri mereka. Kasus penculikan seperti ini sebenarnya pernah terjadi tiga tahun yang lalu, tapi saya tidak sangka kalau akan terulang lagi. Baiklah, izinkan saya bertanya selagi. Apakah ada korban yang meregang nyawa karena penculikan ini? Dan, berapa banyak pelaku penculikan?"
"Aku dan tim sudah menyelidiki sekitar pelabuhan dan kami bisa menyimpulkan bahwa tidak ada korban yang meregang nyawa karena aksi penculikan ini. Para penculik itu sendiri berjumlah sekitar empat puluh orang. Jujur, aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Aku tidak berniat membunuh, namun para penculik itu memiliki niat buruk pada Putri Inggris, jadi aku tidak punya banyak pilihan selain membunuh beberapa dari mereka. Ada juga beberapa penculik yang hanya tertembak saja dan tidak mati."
Mendengar ini, Kepala Kepolisian terkejut dan berubah pucat. Dia tidak sangka jika terjadi pembunuhan dan baku tembak di sini.
"Sungguh, aku benar-benar meminta maaf yang sebesar-besarnya karena telah menyebabkan kekacauan di negara yang damai ini. Aku sangat ingat jika negara kalian sangat melarang baku tembak, benar?"
Luois terdengar menyesal, dia membungkuk sedikit sejenak kemudian mengambil postur tegap kembali lalu menatap Kepala Kepolisian.
Kepala Kepolisian terdiam, tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Setelah dia cukup lama, Kepala Kepolisian menghela napas tanpa daya. Bagaimanapun, keselamatan Putri Inggris adalah yang utama.
"Baiklah, saya paham. Para penculik itu memang pantas mati karena menculik orang-orang yang tidak bersalah." Kata Kepala Kepolisian.
Setelah itu, Kepala Kepolisian bertanya tentang beberapa hal lagi untuk mendapatkan informasi lebih sebelum akhirnya dia kembali ke rombongannya setelah bertanya banyak hal pada Luois.