
"Sudah sudah, hentikan daripada kalian ramai ramai di sini, lebih baik Kalian pergi mengurus pekerjaan kalian" ucap Rei. "Maaf, kami sampai lupa dengan pekerjaan kami sendiri, kalau begitu kami pamit" ucap warga desa. para warga ada yang pergi ke ladang, ke rumah mereka dan sebagainya.
"Jadi sekarang kenapa kalian berdua tidak bisa menangani nya.....?" ucap Rei kepada Sasaki dan Kuro. "Kalau itu.... emm....." ucap Kuro yang sulit berbicara di depan Rei. "Jangan jangan kalian menggunakan pedang hanya untuk perantara sihir.....?" ucap Rei. "Be....Benar...." ucap Sasaki.
"Hah....kalau kalian berdua belajar pedang dengan benar kalian pasti bisa sangat mudah mengalahkan nya" ucap Rei. "Kalau begitu aku akan belajar pedang di sela sela waktu" ucap Kuro. "Kalau aku akan meminta bantuan dari para anggota" ucap Sasaki. "Kenapa tidak berlatih dengan ku.....?" ucap Rei.
"Eh...? bukankah kau itu penyihir Rei" ucap Kuro. "Iya memang aku tipe penyihir tapi aku juga bisa menggunakan pedang, kalau tidak percaya kalian berdua serang aku dengan pedang" ucap Rei. "Baik, kalau begitu bersiap lah Rei" ucap Sasaki dengan penuh semangat. "Iseria, Cerise dan Shiko kalian sedikit menjauh bisa....?" ucap Rei.
"Baik...." ucap mereka bertiga yang sedikit menjauh dari sana. "Silahkan maju kalian berdua aku aku layani" ucap Rei. kemudian di tangan Rei keluar sebuah pedang.
"Maju saja jangan takut aku tidak akan melepaskan sarung pedang ku" ucap Rei. "Kalau begitu kami juga" ucap Kuro. "Kalau kalian berdua tidak perlu, tidak melepas sarung pedang kalian" ucap Rei. "Tapi kalau kau terkena sedikit saja bisa saja tangan mu menghilang" ucap Kuro.
"Hoy Hoy kalian terlalu lambat, lho" ucap Rei. "Kalau begitu aku akan serius lho Rei" ucap Kuro. Kemudian Rei memusatkan sihirnya ke tubuhnya. "Wuuuss....." Kuro langsung melesat ke belakang, ke arah Rei. "Triing....." tebasan Kuro dapat di hentikan dengan mudah oleh Rei. "Serangan mu kurang variasi, serangan mu terlihat monoton" ucap Rei.
"Kalau begitu bagaimana dengan ini.....!!! ora....ora....ora....ora...." Kuro menyerang Rei dengan membabi buta. "Triing...triing...triing.... triing...triing...." Rei menangkis semua serangan milik Kuro. "Sekarang giliran ku, Kuro....." ucap Rei. "Wuuuss.....Buuakk" Rei memukul Kuro dan mengenai perut Kuro, satu serangan yang di lancarkan Rei langsung membuat Kuro pingsan.
"Kalau Sasaki bagaimana....?" ucap Rei. "Aku mengakui nya, jadi tolong ajari aku berpedang" ucap Sasaki. "Untuk latihan pertama berlatih lah dengan manusia bayangan" ucap Rei. "Sihir Bayangan\= Shadow Man" Rei membuat sebuah bayangan yang berbentuk manusia. "Sasaki kau bisa berlatih dengan bayangan ini, aku akan segera kembali" ucap Rei.
Kemudian Rei, Iseria, Cerise dan Shiko pergi meninggalkan Sasaki yang sedang berlatih dengan manusia bayangan dan sedangkan Kuro di rawat oleh Letica. "Kita akan kembali ke Mansion, apa kalian akan ikut melihat Sasaki berlatih....?" ucap Rei. "Ya, kami ikut melihat" ucap Iseria, Cerise dan Shiko. Dan mereka bertiga pu sampai di mansion.